Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Menemui Ar



"Jadi Aisyah ada di situ pak"


"Baik, terima kasih. Tolong kabari saya jika Aisyah sudah pulang pak dan bilang sama dia kalau kami mencarinya"


"Iya sudah pak"


Pak Andi menelpon baru saja menelpon penjaga vila di sana.


"Bagaimana Pa, Aisyah ada di sana?" Tanya Bu Dar tak sabaran.


"Iya Ma, Tenang aja Aisyah ada di sana dan lagi ke danau katany memang sesampai diisana dia terlihat kesal dan bahkan tidak mau menyapa para pengurus vila" Jawab Pak Andi.


"Alhamdulillah" Ucap mereka semua bersyukur.


"Jadi om apa kita harus ke sana temui Aisyah" Tanya Rehan.


"Besok saja nak Rehan, dia butuh waktu untuk sendiri" Ucap Pak Andi.


"Kalian menginap di sini aja ya, ini udah malem sekalian besok pagi kita ke vila temui Aisyah. Kalian mau kan" Ucap Bu Dar kepada Arin, Anin dan Ajeng.


"Iya tante kita mau" Ucap mereka.


"Ya sudah nanti kalian ke kamarnya Aisyah aja" Ucap Bu Dar lagi yang di iyakan oleh mereka.


"Kalau begitu Rehan pamit pulang dulu om, besok ke sini lagi buat ikut temui Aisyah ke vila" Ucap Rehan pamit.


"Iya sudah kamu hati hati ya nak Rehan" Ucap Pak Andi.


"Iya Om tante, Assalamu'alaikum" Ucap Rehan kemudian pergi.


"Wa'alaikumusalam" Jawab mereka.


Sepulang Rehan Bu Dar menyuruh para sahabat Ar untuk istirahat ke kamar Ar. "Kalian ke kamar sana istirahat udah tengah malam juga ini" Ucap Bu Dar.


Mereka pun ke kamar Ar sedangkan orang tua Ar ke kamar mereka untuk beristirahat.


"Gue benar-benar kesal sama Habib, dia udah buat Ar sedih kayak gitu" Ucap Ajeng kesal setelah mereka berada di kamar Ar.


"Sama gue juga kesel banget, awas aja dia engga bakalan gue biarin dia dekati Ar lagi" Kesal Arin juga.


"Udahlah itu engga penting karena yang terpenting sekarang itu kita harus bisa buat Ar balik lagi ceriah kayak dulu sebelum ketemu sama Habib" Ucap Anin bijaksana.


"Iya tapi tetap Nin gue engga terima si ustadz ngeselin itu nyakitin Ar" Ucap Arin tak terima.


"Udah lebih baik kita istirahat supaya bisa cepat bangun besok dan nyusul Ar ke vilanya" Ucap Anin lagi menghentikan ocehan dan kekesalan dua sahabatnya itu.


Di dekat danau Ar masih duduk diam termenung. Bunyi hpnya tak henti berbunyi telpon dari Rehan.


Ar melihat hpnya dan muncul nama Rehan di sana. Dia kemudian menonaktifkan hpnya agar tidak ada yang mengganggunya.


Kemudian Ar kembali ke vila karena sudah sedari tadi dia berada di sana.


"Non sudah balik, Maaf non tuan tadi nelpon dan nyari non Aisyah" Ucap pengurus vila kepada Ar yang baru masuk.


Ar hanya menatap pengurus vila itu dengan tatapan tajam tanpa menjawab kemudian pergi ke kamarnya.


"Ih Non Aisyah kalau marah serem banget deh" Ucap Pengurus vila dengan bergidik ngeri melihat Ar.


"Kok engga aktif lagi sih" Ucap Rehan yang tadi menelpon Ar tetapi sekarang hp Ar sudah tidak aktif lagi.


"Semoga kamu baik-baik aja Syah" Batin Rehan berdoa.


Kemudian dia melajukan mobilnya menuju rumahnya. Sesampainya di rumah Uminya sudah menunggu di depan pintu.


"Umi kenapa berdiri di sini, siapa yang jaga Abi" Tanya Rehan setelah turun dari mobilnya dan mendekati Uminya.


"Abi sudah baikan tapi kenapa kamu lama sekali pulangnya Umi jadi khawatir" Ucap Bi Ani khawatir.


"Rehan baik-baik aja Umi tadi ngombrol bentar sama Pak Andi jadi lama" Jelas Rehan.


"Ya udah Umi ayo masuk, Rehan capek banget penget langsung istirahat" Ucap Rehan lagi mengajak Uminya masuk.


Keesokan harinya


"Umi Abi, Rehan mau pergi dulu" Ucap Rehan pada orang tuanya.


"Loh Nak, kamu mau kemana pagi-pagi seperti ini. Bukannya jadwal ngajar kamu siang" Tanya Bu Ani.


"Ada urusan bentar Mi, Bi. Rehan berangkat dulu Assalamu'alaikum" Pamit Rehan.


"Wa'alaikumusalam" Ucap Umi dan Abi.


Rehan kemudian masuk ke dalam mobilnya dan pergi menuju rumah Ar untuk ikut menjemput Ar pulang.


"Pagi tante" Sapa 3A kepada orang tua Ar.


"Pagi" Jawab mereka.


"Aduh maaf ya tante kita jadi ngerepotin" Ucap Arin merasa tak enak.


"Alah lo pura pura lagi bilang aja lo suka" Ucap Anin meledek karena melihat Arin yang sok jaga sikap.


"Lo tu yang urakan kaya cowok" Arin membalas ucapan Anin.


"Eh kalian engga malu sama om dan tante. Maaf ya tante teman-teman saya memang begitu suka engga tau malu kalau udah di depan mereka ada makanan" Ucap Ajeng menegur mereka.


"Lo juga sama jeng jadi engga usah sok manis depan om dan tante" Ucap Arin.


"Eh tante maaf ya kelakuan kami" Ucap Anin tak enak hati.


Pak Andi dan Bu Dar hanya tersenyum melihat tingkat sahabat anaknya yang menurut mereka lucu itu.


"Iya sudah kalian makan dulu jangan bertengkar terus" Ucap Pak Andi menengahi mereka.


"Iya Om" Ucap mereka.


"Maaf Nak ada tamu katanya namanya Rehan" Ucap Mbok Surti kepada mereka.


"Suruh masuk aja Mbok langsung ke sini" Ucap Bu Dar.


"Iya Nak" Ucab Mbok Surti kemudian memanggil Rehan.


"Assalamu'alaikum" Salam Rehan setelah masuk.


"Wa'alaikumusalam" Jawab mereka.


"Nak Rehan pagi sekali datangnya, ayo duduk ikut sarapan dulu" Ucap Pak Andi.


"Iya om, maaf kalau Rehan mengganggu soalnya Rehan kira kalian bakalan pergi pagi sekali jadi Rehan ke sini supaya engga ketinggalan" Ucap Rehan kemudian duduk bersama mereka.


"Kamu ini benar-benar calon suami yang baik semoga Aisyah bisa nerima kamu" Ucap Pak Andi lagi.


Mendengar itu Rehan hanya tersenyum sanggung. Sedangkan para sahabatnya Ar saling memandang kemudian tersenyum setujuh.


"Iya Om, kami setuju banget Ar sama Rehan dari pada sama Habib yang ngeselin itu" Ucap Arin ceplas ceplos.


"Rin, kamu ini" Ajeng dan Anin menegur Arin dengan menatap tajam.


"Eh maaf keceplosan" Ucap Arin sambil cengengesan merasa malu sendiri.


"Sudah kita sarapan dulu keburu kesiangan nyampainya" Ucap Bu Dar.


Selesai makan mereka kemudian berangkat ke vila dengan menggunakan mobil Arin dan Rehan.


Orang tua Ar berada di mobil Rehan sementara Ajeng, Arin dan Anin satu mobil.


Di vila Ar sudah bangun dari tadi tetapi kembali lagi ke danau. Merasa sangat tenang di sana apalagi di pagi yang cerah ini bahkan sejak semalam Ar tidak makan sampai sekarang.


Para penjaga dan pengurus vila tak berani berbicara pada Ar karena akan mendapat tatapan tajam tanpa jawaban.


Ar kembali termenung di pinggir danau, sebenarnya Ar berfikir apakah dia harus merubah dirinya demi Habib atau menunggu hingga dirinya benar-benar siap tapi entah kapan itu.


2 jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di vila itu.


"Tuan, Nyonya" Sapa pengurus vila dengan sopan.


"Aisyah mana Pak" Tanya Bu Dar langsung.


"Ada di pinggir danau Nyonya dari semalam Non Aisyah belum makan sama sekali" Ucap salah satu dari mereka dengan takut.


"Kenapa bisa dia belum makan, apa kalian tidak mengurusnya dengan baik" Ucap Bu Dar marah.


"Maaf nyonya kami sudah berusaha membujuh tapi Non Aisyah menatap kami dengan tatapan tajam jika di tanya" Ucap mereka gugup.


"Sudah lah Ma, ayo sekarang kita temui Aisyah" Ucap Pak Andi mengajak mereka ke danau tempat Ar sekarang.


"Itu Ar" Ucap para sahabatnya.


Mereka mendekati Ar yang sedang duduk di atas rumput pinggir danau.


"Nak" Panggil Bu Dar pada Ar.


Ar berbalik dan melihat orang tuanya dan para sahabatnya serta Rehan berada di belakangnya.


"Ar kami kangen. Kamu kenapa kayak gini sih" Ucap Anin, Arin dan Ajeng kemudian memeluk Ar.


"Kalian kenapa kesini" Ucap Ar tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya.


.................


Jangan lupa vote, rate 5, like dan komen.


Terima Kasih