Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Lamaran



"Pagi Pa, Ma" Sapa Ar pada orang tuanya yang sedang duduk sarapan.


"Pagi Om, Tante" Sapa para sahabat Ar juga.


"Pagi" Ucap Pak Andi dan Bu Dar bersamaan.


"Ayo sarapan dulu" Ucap Bu Dar.


"Makasih tante" Ucap Sahabat Ar.


"Ma, Pa, nanti Habib bakalan kesini katanya" Ucap Ar sambil mengambil beberapa sendok nasi goreng.


"Iya Papa sama Mama juga sudah tau dari


Om justin kamu kalau Habib akan datang melamar kamu kan" Ucap Pak Andi.


"Eh kenapa tuh mukanya merah gitu" Ucap Bu Dar menggoda Ar yang mukanya memerah karena mendengar ucapan papanya kalau dia akan di laamr oleh Habib.


"Apaan sih Ma, biasa aja" Ucap Ar menutup pipinya.


Semua sahabatnya pun tertawa melihat Ar yang seperti itu.


"Ciee yang bakalan di lamar sama Habib" Ucap Arin dan Ajeng ikut menggoda Ar.


"Sudah ayo kita sarapan dulu nnti di bicarakan lagi masalah ini" Ucap Pak Andi.


Setelah makan mereka pun mempersiapkan diri karena nanti siang Habib dan keluarganya akan datang.


Siang Hari


"Assalamu'alaikum" Salam keluarganya Habib.


"Wa'alaikumusalam" Jawab orang tuanya Ar setelah membuka pintu.


"Kak justin, Mbak Anggun. Ayo masuk" Ucap Bu Dar mempersilahkan orangtua Habib masuk.


"Barang-barangnya di bawa masuk" Ucap Pak Justin kepada beberapa orang yang di tugaskan membawa barang- barang.


"Apa ini justin" Tanya Pak Andi melihat barang-barang bawaan Pak justin banyak.


"Sedikit hadiah buat Aisyah calon menantuku" Ucap Pak Justin tersenyum.


"Ini sebenarnya tidak perlu justin apalagi sebanyak ini" Ucap Pak Andi.


"Ini untuk calon menantuku bukan buat kamu jadi tidak usah protes" Ucap Pak Justin tersenyum


Mereka pun memulai pembicaraan dengan candaan.


"Kamu juga sudah tau betul Justin kalau kedua anak kita sudah saling mencintai dan supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak baik maka lamaran untuk putriku itu aku terima" Ucap Pak Andi dengan tegas.


"Alhamdulillah" Ucap mereka bersamaan.


"Kalau begitu bisakah kamu memanggil Aisyah untuk kami memberikan cincin sebagai tanda pengikat mereka untuk sementara" Ucap Pak Justin.


"Tunggu sebentar saya panggilkan" Ucap Bu Dar kemudian berdiri dan menuju kamar Ar.


"Sayang, Ayo turun. Mereka mau memasangkan cincin pengikat dan tanda jadi lamaran untuk kamu" Ucap Bu Dar ketika sudah berada di dalam kamar Ar.


"Baik Ma" Ucap Ar kemudian berdiri dan sudah siap dengan pakaian syar'i nya.


Para Sahabatnya yang juga berada di sana ikut turun untuk menyaksikan Ar.


"Kamu cantik sekali nak" Ucap Bu Anggun mendekati Ar yang sudah berada di ruang tamu.


"Makasih Umi" Ucap Ar tersipu malu sambil menjabat tangan orang tua Habib.


"Habib tidak bisa datang karena katanya dia akan melihat kamu setelah ijab kabul nanti" Ucap Pak Justin memberitau karena melihat Ar seperti sedang mencari sesuatu.


Ar pun hanya tersenyum kemudian duduk di antara Umi dan Mamanya.


"Sayang, Umi tau Habib pernah ngasih kamu cincin tapi katanya kamu buang karena menolak Habib dan Umi sangat mengeri jadi sebagai gantinya cincin itu Umi sudah siapkan cincin ini untuk kamu" Ucap Bu Anggun sambil memperlihatkan cincin emas dengan berlian merah.


"Engga Umi cincin itu engga hilang, Aisyah ambil lagi cincin itu setelah Habib pergi kemudian menyimpannya" Ucap Ar setelah mendengar ucapan Umi.


"Ar pengen Cincin itu jadi cincin pernikahan kami, bolehkan" Ucap Ar penuh harapan.


"Tentu boleh sayang, dan Umi tidak menyangka kalau kamu akan mengambil lagi cincin itu. Pantas saja saat Habib kembali ke sana dan tidak menemukan cincin itu ternyata sudah di ambil kembali oleh pemiliknya" Ucap Bu Anggun senyum kemudian mengelus pucuk kepala Ar.


"Ini Umi cincinnya, berikan pada Habib" Ucap Ar menyerahkan cincin yang iya lepas kepada Bu Anggun.


"Umi akan berikan supaya nnti dia bisa memakaikannya untuk mu" Ucap Bu Anggun menerima cincin itu


Setelah itu Bu Anggun pun memasangkan sebuah cincin khusus untuk tanda jadi lamaran mereka kepada Ar.


"Selamat ya, Ar semoga pernikahaan kalian nantinya lancar" Ucap Para sahabat Ar kemudian mereka berpelukan.


"Makasih sahabat-sahabatku" Ucap Ar bahagia


...........


Terima Kasih Atas dukungannya