Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
H-1 Pernikahan



"Assalamu'alaikum" Salam Habib yang baru pulang dari pesantren.


"Wa'alaikumusalam Sayang" Jawab Bu Ani yang sedang berada di ruang tamu sibuk melihat-lihat beberapa undangan.


"Habib sini deh kamu liat contoh undangan pernikahan kamu" Ucap Bu Ani memanggil Habib.


Habib pun mendekat dan melihat beberapa contoh undangan juga.


"Kamu pilih mana" Tanya Bu Ani.


"Kayaknya yang ini aja deh Umi, sederhana tapi menarik dan warna nya juga bagus" Ucap Habib memegang sebuah undangan berwarna hijau.


"Ya udah" Ucap Bu Ani mengambil undangan yang di pegang Habib.


"Pilihan undangannya udahkan Mi, jadi sekarang Habib mau ke kamar dulu mandi" Ucap Habib hendak berdiri.


"Tunggu dulu sayang, Umi masih pengen bicara sama kamu" Ucap Bu Ani menahan Habib.


"Ada apa Umi" Tanya Habib kembali duduk.


"Kamu kan engga pernah ketemu sama Aisyah semenjak lamaran itu bahkan telponan pun belum pernah kan" Ucap Bu Ani.


"Iya kan itu udah kesepakatannya Umi" Ucap Habib.


"Iya Umi ngerti, tapi sebaiknya kamu coba telpon Aisyah sebentar saja sekalian tanya kabar biar nanti kalian engga terlalu canggung pas ketemu" Ucap Bu Ani memberi saran.


"Iya deh, nanti Habib telpon Aisyah tapi sekarang Habib mau ke kamar dulu mau mandi boleh kan" Ucap Habib.


"Iya deh, kamu ke kamar sana tapi jangan lupa kamu coba telpon Aisyah bicara sama dia" Ucap Bu Ani mengingatkan.


"iya Umi ku sayang. Habib ke kamar dulu ya" Ucap Habib sambil mencium pipi Umi nya.


Sesampai di kamar Habib membuka jam tangannya, kemudian duduk di pinggir kasur dan mengambil Hpnya dari saku bajunya.


"Bener juga kata Umi, gue coba deh telpon dia udah lama juga engga dengar suaranya si cerewet itu" Ucap Habib sambil tersenyum.


"Eh tapi kayaknya gue langsung telpon nomer pribadi dia aja deh, kalau telpon Mama pasti bakalan di ejek nih" Ucap Habib lagi


Habib pun mencari nomer hp Ar dan menelponnya. karena memang selama ini jika Habib tidak pernah berbicara lewat telpon pada Ar semenjak bertemu waktu itu meskipun mereka menyimpan nomer telpon masing-masing.


Tutt tuutt


Beberapa saat Ar pun menjawab telpon dari Habib. Setelah mengucapkan salam dan di balas oleh Ar, Habib langsung tersenyum senang mendengar suara calon istrinya itu.


Setelah berbicara dan juga menggoda Ar dengan ucapan manisnya membuat Habib sangat senang apalagi saat mendengar suara Ar yang tersipu malu dan juga tertawa.


"Aku mempunyai cara tersendiri untuk membuktikan cintaku pada mu, dan akan ku lakukan apapun yang membuat mu bahagia. Sudah cukup kau menderita dengan sikap ku yang dulu tak peduli padamu dan setelah menikah nanti akan ku usahakan kau bahagia selalu calon istriku" Ucap Habib setelah memutuskan sambungan telponnya dengan Ar.


...............


Mereka saling memendam perasaan rindu masing-masing.


Karena besok mereka akan menikah maka sekarang merupakan hari yang paling sibuk bagi kedua keluarga dan bahkan sekarang Habib sudah mengambil cuti bekerja begitupun Ar yang sudah sejak seminggu tak keluar rumah.


Saat ini kedua keluarga sibuk mempersiapkan pernikahan Ar dan Habib yang akan di laksanakan ijab kabulnya di rumah Ar dan resepsinya akan di laksanakan di sebuah hotel milik keluarga Habib.


Meskipun sudah banyak pelayan dan WO yang mengurus semuanya tapi tetap orang tua Ar dan Habib masih terus mengawasi setiap persiapan pernikahan anak-anak mereka.


Sedangkan Ar sekarang sedang berada di kamarnya dengan para sahabatnya dan juga beberapa pelayan untuk membantunya melakukan perawatan tubuh dan semua itu adalah suruhan dari calon mertuanya yang sangat ingin memanjakan Ar.


"Lo beruntung banget Ar bisa nikah sama Habib apalagi Mertua Lo itu benar-benar sayang sama lo udah kayak anak sendiri. Semoga deh nantinya kita bisa dapat jodoh dan camer kayak lo" Ucap Ajeng.


"Gue sebenarnya enggak enak sih di kasi banyak banget hadiah dan fasilitas kayak gini. Pasti mereka ngeluarin banyak biaya buat pernikahan ini apalagi dengan adanya resepsi yang katanya mewah banget itu" Ucap Ar yang sedang di luluri oleh beberapa orang.


"Seharusnya lo itu bersyukur Ar, karena banyak yang pengen kayak lo dan menurut gue itu sih wajar ya karena kan Habib itu anak tunggal jadi pastinya orang tuanya mau hari pernikahan anaknya itu sempurna dan menjadi kenangan paling indah" Ucap Anin.


"Iya tuh Ar, lumayan kan kita juga bisa perawatan gratis kayak gini" Ucap Arin tersenyum


Mereka berempat memang sedang di lulur di sebuah ruangan yang di persiapkan di rumah Ar untuk perawatan mereka dan juga beberapa pelayan khusus untuk membantu mereka.


Sementara kesibukan di rumah Ar dan Habib yang mempersiapkan pernikahan. Seorang wanita yang sedang berada di ruangan kerjanya bersama kedua sahabatnya sedang menikmati minuman beralkohol.


"Rein, Kenapa kita engga ngelakuin rencana itu sekarang sih, kan pasti seru tuh kalau keluarga mereka malu" Ucap Nisa meletakkan gelasnya yang sudah kosong.


"Kalian sabar aja, karena gue pastiin rencana kita nantinya bakalan berhasil dan gue cuma. mau kasi mereka kejutan karena pasti mereka berpikir kalau kita udah mengalah jadinya membiarkan mereka bersama" Ucap Reina.


"Karena yang gue inginkan cuma perpisahan mereka yang tidak akan pernah bersatu lagi jadi harus di rencanakan dengan sempurna" Ucap Reina lagi.


"Ini pasti bakalan seri banget Rein dan mereka engga bakalan tau kalau kita yang ngelakuin itu" Ucap Risa.


"Bukan cuma itu, kita bisa menghancurkan 2 hubungan sekaligus jadi kita benar-benar harus bersabar untuk mendapatkan kemenangan" Ucap Reina tertawa licik.


Keduaa sahabatnya pun tertawa sambil mereka minum lagi bahkan mereka sudah mabuk.


Itulah kebiasaan mereka yang sangat suka mabuk-mabukan bahkan meroko dan bukan hanya itu pergaulan bebas mereka dengan laki-laki sudah menjadi kebiasaan.


Reina yang dulunya bersahabat dengan Arin tidak pernah sama sekali menyentuk minuman keras bahkan pergaulan mereka tidak sebebas itu tapi semenjak Reina mengenal Risa dan Nisa yang sejak dulu sangat nakal itu membuat Reina juga ikutan sifat mereka.


"Tunggu serangan gue Bib, Lo bakalan tau gimana rasanya di tinggalkan dengan orang yang paling kita cintai dan lo engga bakalan bahagia setelah itu" Batin Reina.


.... .......


Hay... Jangan lupa terus dukung karya Author ya... Dengan cara vote, rate 5, like dan komen, kalau bisa di share.


Semoga karya ini bisa menghibur kalian.


Terima kasih juga atas dukungan kalian yang masih membaca novel ini.