Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Habib Akan Pulang



"Umi coba sekarang telpon Habib, suruh dia pulang kalau memang masih mau menikah sama Aisyah" Ucap Pak Justin ketika mereka masih di perjalanan.


"Abi ini gimana sih, Habib kan masih di pesawat jadi engga mungkin bisa terima telpon, palingan besok baru bisa di hubungi" Ucap Bu Anggun.


"Oiya ya, Abi lupa kalau perjalanannya jauh" Ucap Pak Justin.


Keesokan Harinya.


Hp Bu Anggun berbunyi menandakan ada orang yang menelpon.


"Habib" Ucap Bu Anggun melihat layar hpnya.


"Assalamu'alaikum Umi" Ucap Habib setelah sambungan telponnya tersambung.


"Wa'alaikumusalam Nak, kamu sudah sampai" Ucap Bu Anggun.


"Iya Mi, Habib udah sampai" Ucap Habib.


"Habib, Umi mau bicara sama kamu" Ucap Bu Anggun.


"Iya Umi ada apa" Ucap Habib.


Bu Anggun pun menceritakan kejadian di bandara setelah Habib pergi dan juga apa yang Ar katakan.


"Jadi Nak, kalau memang kamu masih sayang sama Aisyah pulang lah. Perjuangkan cinta kamu bersama dia" Ucap Bu Anggun kemudian.


"Habib sebenarnya masih mau melanjutkan pendidikan Umi tapi demi Aisyah, Habib akan pulang dan memperjuangkan cinta Habib" Ucap Habib dengan tegas.


"Umi mendukung kamu nak, pulanglah dan kejar cintamu. Masalah pendidikan kamu bisa melanjutkannya di sini dan tidak perlu jauh-jauh" Ucap Bu Anggun senang.


"Iya Umi, bilang ke Aisyah kalau Habib akan pulang sekarang juga dan besok akan melamarnya" Ucap Habib dengan penuh semangat karena setelah ini dia bisa bersama dengan wanita yang di cintainya.


"Ya sudah kalau begitu, Habib mau siap-siap dulu buat beli tiket juga" Ucap Habib lagi.


"Iya sudah kalau begitu, Umi tunggu kamu" Ucap Bu Anggun.


"Iya Umi, Assalamu'alaikum" Ucap Habib kemudian.


"Wa'alaikumusalam" Jawab Bu Anggun kemudian memutuskan sambungan telponnya.


"Akhirnya mereka sebentar lagi akan bersatu, Semoga engkau mempermudahkan urusan mereka ya Allah" Ucap Bu Anggun berdoa.


"Ah iya, sekarang harus kasi tau Nak Aisyah ini pasti dia senang dengar Habib akan pulang" Ucap Bu Anggun kemudian menelpon Ar.


Di Butik.


"Ar lo coba ini deh pasti cocok buat lo" Ucap Arin memperlihatkan sebuah gaun kepada Ar.


"Lo gila Rin, itu lengannya pendek sedangkan Ar sekarang pakai hijab gimana sih lo" Ucap Ajeng protes.


"Ow iya gue lupa hehehe" Ucap Anin cengengesan sedangkan Anin dan Ar yang melihat itu geleng-geleng kepala kemudian kembali memilih gaun.


Saat mereka sedang memilih baju tiba-tiba hp Ar pun berbunyi.


"Umi nelpon?" Gumam Ar ketika melihat layar hpnya.


"Wa'alaikumusalam Sayang. Kamu dimana" Ucap Bu Anggun.


"Lagi di butik, kenapa Umi" Jawab Ar.


"Umi cuma mau bilang kalau Habib mau kembali besok dan bakalan ngelamar kamu sayang. Kalian akan bersama selamanya setelah kalian menikah" Ucap Bu Anggun dengan bahagia


"Serius Umi, Astaga Aisyah senang banget Umi" Ucap Ar bahagia juga


"Iya sayang jadi kamu jangan sedih lagi ya" Ucap Bu Anggun.


"Iya Umi pasti" Ucap Ar tersenyum


"Tapi sayang, bagaimana dengan pernikahan kamu. Setau Umi kalian udah nyebar undangan apa nanti yang orang tua kalian katakan kalau sampai pernikahan kamu dengan Rehan batal" Ucap Bu Anggun.


Senyum Ar memudar karena mendengar perkataan Uminya Habib, dia juga baru sadar kalau sekarang sudah memilih gaun pengantin tapi keinginannya untuk bersama Habib sangat besar.


"Umi soal itu biar saya yang bicara sama mereka dan juga kak Rehan setuju untuk membatalkan pernikahan ini katanya" Ucap Ar mengingat perkataan Rehan waktu itu.


"Apa benar begitu, baik sekali Rehan kalau memang dia mau membantu" Ucap Bu Anggun tak percaya.


"Iya Umi, Aisyah udah cerita sama Kak Rehan dan dia setuju buat bantu Aisyah sama Habib" Ucap Ar menyakinkan.


"Ya sudah kalau gitu, Umi cuma bisa berdoa semoga kalian bahagia selalu" Ucap Bu Anggun.


"Iya Umi, Aamiin" Ucap Ar.


"Itu aja yang Umi ingin sampaikan, Umi tutup telponnya dulu ya, Assalamau'alaikum" Ucap Bu Anggun.


"Wa'alaikumusalam Umi" Ucap Ar kemudian menutup telponnya.


"Siapa yang menelpon sayang" Tanya Bu Dar yang baru saja keluar dari ruang ganti.


"Umi yang nelpon Ma" Jawab Ar.


"Ow ya udah kamu pilih lagi sana gaunnya" Ucap Bu Dar tanpa bertanya lagi.


Ar pun kembali memilih baju sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan nanti setelah Habib pulang.


"Semoga semuanya berjalan lancar Ya Allah dan persatukanlah hamba dengan orang yang hamba cintai" Doa Ar dalam hati.


Di Bandara


"Tunggu aku Syah, kita akan bersama-sama dalam ikatan pernikahan dan aku akan menjadi laki-laki yang paling beruntung mendapatkan kamu" Ucap Habib dengan bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan Ar.


.................


Jangan ada yang kecewa dulu di episode ini


Jangan lupa vote, rate 5, like dan komen.


Terima Kasih.