
"Assalamu'alaikum" Salam Habib ketika masuk kedalam rumahnya.
"Wa'alaikumusalam" Jawab ART
"Umi sama Abi mana mbak" Tanya Habib pada ART yang berusian sekitar 30 tahun itu.
"Lagi shalat asar tuan ustadz" Jawab ART itu.
Habib hanya mengangguk kemudian pergi ke kamarnya. Tapi belum sempat Habib menaiki tangga, Bu Anggun dan Pak Justin yang baru selesai shalat muncul.
"Habib" Ucap Pak Justin memanggil Habib.
"Abi Umi" ucap Habib lalu mencium tangan kedua orang tuanya.
"Abi mau bicara dulu sama kamu" Ucap Pak Justin lagi kemudian berjalan ke arah ruangan keluarga.
"Ada apa Bi" Tanya Habib ketika mereka sudah duduk di sofa.
Sedangkan Bu Anggun meninggalkan kedua pria kesayangannya itu berbicara berdua. Bu Anggun ke daput untuk membantu ART menyiapkan makan malam.
"Apa kamu yakin tidak ingin memperjuangkan Aisyah" Tanya Pak Justin.
"Bi, seandainya yang menjadi penghalang Habib untuk menikahi Aisyah itu hanyalah perjodohan mereka mungkin Habib bisa berjuang lagi tapi masalahnya Aisyah sendiri yang udah nolak Habib bahkan membuang cincin yang sudah Habib pesan khusus buat dia" Ucap Habib.
"Habib engga bisa maksa dia Bi, dan mungkin memang sudah menjadi takdir Habib seperti ini karena dulu juga Habib udah sia-siain Aisyah" Ucap Habib lagi.
"Jadi rencana kamu apa sekarang karena Abi juga udah batalin perjodohan kamu sama Imah" Ucap Pak Justin.
"Habib rencana mau lanjutin pendidikan Habib di luar negri setelah Aisyah menikah dengan Rehan" Ucap Habib.
"Apa kamu serius Nak" Tanya Pak Justin memastikan.
"Iya Bi, Habib udah mikirin ini sejak 3 minggu ini. Habib ingin menlanjutkan pendidikan supaya lebih paham Agama dan bisa memimpin pondok pesantren yang saat ini di kelola oleh orang kepercayaan Abi" Ucap Habib serius.
"Abi kan sudah bilang kalau kamu sudah boleh mengurus pesantren tapi kamunya memilih jadi pengajar tanpa memberitau diri kamu sebenarnya pada pengelola pesantren di sana" Ucap Pak Justin.
Pesantren tempat mengajar Habib adalah milik Pak justin sendiri yang di kelola oleh orang kepercayaannya sekaligus sahabatnya yang merupakan Ayah dari Imah.
Habib tidak memberitau identitasnya saat melamar menjadi ustadz di pesantren itu karena dia ingin bekerja karena kemampuannya bukan dari statusnya sebagai anak pemilik pondok pesantren.
Ayahnya Imah yang merupakan pengelola pesantren itu juga baru tau Habib setelah putrinya meminta untuk di jodohkan dengan Habib.
"Kan ilmu Habib masih sedikit Bi, da bahkan Habib juga ingin memantaskan diri untuk mengurus pesantren bukan hanya jadi pemimpin yang menyuruh bawahannya tetapi juga memberi contoh yang baik jadi Habib masib harus belajar sekalian menenangkan diri juga Bi" Ucap Habib.
"Ya sudah kalau begitu Abi izinkan, tapi ingat kamu harus serius belajar di sana dan jangan buat Abi dan Umi kecewa" Ucap Pak Justin memperingati.
"Pasti Abi" Jawab Habib
"Jadi kapan kamu mau berangkat" Tanya Pak Justin pada Habib.
"Besok Bi" Jawab Habib.
"Secepat itu, apa kamu sudah mempersiapkan semuanya sampai harus berangkat secepat itu" Tanya Pak Justin.
"Sudah Bi, Habib sudah persiapan tempat yang akan Habib datangi. Sebenarnya sudah sejak lama Habib berencana sebelum kita pindah kesini tapi setelah pindah Habib batalkan tapi sekarang Habib sudah persiapkan semuanya selama 3 minggu ini dengan bantuan orang suruhan Habib di luar negeri" Jelas Habib.
"Ya sudah kalau itu yang menjadi keputusan kamu, Abi cuma bisa berdoan dan mendukung kamu yang terbaik" Ucap Pak Justin.
Malam Hari.
Habib sedang mempersiapkan barang-barangnya yang akan ia bawa ke luar negeri besok.
Dibantu oleh Uminya, Habib terus sibuk menyiapkan keperluannya.
"Ini kamu serius Bib mau ke luar negeri? Kenapa engga di sini saja lanjutkan pendidikan kamu" Tanya Bu Anggun sebenarnya tak rela jika harus berpisah lams dengan anak kesayangannya.
"Umi, Habib ingin mencari pengalaman baru hidup di negeri orang dengan mandiri dan Umi tenang aja, Habib akan selalu kabari Umi sama Abi setelah di sana nanti kalau Habib engga sibuk" Ucap Habib menenangkan Uminya.
"Ya udah deh, tapi benar ya kamu Harus kabarin Umi sama Abi terus kalau udah ada di sana dan kalau libur pulang ke sini"Ucap Bu Anggun menyetujuinya.
"Iya Umi" Jawab Habib kemudian melanjutkan mengemas pakaiannya.
Keesokan Harinya.
"Mbak Mira, kami pergi dulu ya mau nganterin Habib ke bandara" Ucap Bu Anggun pada ARTnya yang bernama Mira
"Iya nyonya" Ucap Mbak Mira.
Habib dan orangtuanya pun pergi.
"Aduh, Tuan Ustadz udah pergi nih. Saya harus kasi tau Bibi Surti ini" Ucap Mbak Mira kemudian menelpon Mbok Surti ARTnya Ar.
"Halo Bi, ini saya mau bilang kalau Tuan Ustadz udah pergi barusan ke bandaran ternyata dia perginya hari ini kemarin saya kira setelah nikahannya Neng Aisyah" Ucap Mbak Mira kepada Mbok Surti di telpon.
"Aduh Mira kamu ini gimana sih, mana Bibi belum kasi tau Nak Aisyah masalah ini" Ucap Mbok Surti bingung.
"Ya sudah Bibi bilang aja sekarang karena mereka baru aja pergi" Ucap Mbak Mira.
Kemarin saat Habib dan Pak Justin bicara Mira sempat mendengan masalah Habib yang ingin keluar negeri tapi di kiranya setelah Ar menikah jadi itu yang dia tanyakan pada Mbok Surti tadi malam.
Di rumah Ar.
"Nak Aisyah Mbok boleh masuk, ada yang mau Mbok bicarakan" Ucap Mbok surti di balik pintu kamar Ar.
Ar yang baru selesai memakai baju pun mempersilahkan Mboknya itu masuk.
"Ada apa Mbok" Tanya Ar ketika Mbok Surti sudah masuk.
Mbok Surti pun menceritakan yang sebenarnya.
"Apa Mbok, jadi Sekarang Habib kebandara buat ke luar negeri melanjutkan pendidikannya" Tanya Ar kaget.
"Iya Nak, Mira yang bilang sama Mbok tadi pagi, sebenarnya Mbok ingin cerita ini tadi malam tapi melihat Nak Ar sedang bahagia jadinya Mbok tidak memberitau juga karena Mbok kira itu setelah pernikahan Nak Aisyah tapi ternyata Mira salah dengar" Jelas Mbok Surti.
"Aisyah engga mau Habib pergi Mbok, Aisyah harus ngejar Habib" Ucap Aisyah kemudian pergi keluar dari kamarnya.
"Nak Aisyah tunggu, hari ini ada acara syukuran kelulusan kamu Nak, kalau kamu pergi pasti orang tua Nak Aisyah bingung apalagi pergi tanpa izin" Ucap Mbok Surti setelah berhasil mengejar Ar hingga pekarangan rumah.
"Mbok bilang aja ke mereka kalau Aisyah lagi ada urusan penting dan mendadak tapi jangan bilang kalau Aisyah mau kejar Habib, Oke Mbok Aisyah pamit, Assalamu'alaikum" Ucap Ar kemudian naik ojol yang sudah dia pesan untuk menghindari macet karena jarak bandara dengan rumahnya cukup jauh.
"Wa'alaikumusalam" Jawab Mbok Surti setelah Ar pergi.
"Cinta mereka memang rumit, tapi semoga apapun yang terjadi mereka bisa selalu bahagia" Ucap Mbok Surti.
"Pak cepetan, cari jalan pintas atau apa gitu" Ucap Ar tidak sabaran takut Habib sudah pergi.
"Iya Mbak ini saya udah usaha ngebut dan ini udah jalan pintas yang paling dekat" Ucap abang Ojol.
Beberapa menit perjalanan akhirnya Ar sampai juga di bandara kemudian membayar ojol itu dengan tambahan tip.
Ar pun langsung masuk ke bandara dengan berusaha mencari keberadaan Habib.
"Aduh **** banget sih gue, kan tadi Mbok Surti engga bilang Habib tujuannya kemana, terus gue harus cari nya gimana kalau gini caranya" Ucap Ar mulai gelisah.
"Mau gue telpon juga engga ada nomernya, oiya gue telpon Umi aja" Ucap Ar kemudian menelpon Uminya Habib.
"Assalamu'alaikum Umi" Salam Ar ketika telponnya terhubung.
"Wa'alaikumusalam, kenapa sayang" Jawab Bu Anggun dengan lembut.
"Umi dimana sekarang, Habib belum berangkat kan. Umi Aisyah ada di bandara dan tau kalau Habib mau pergi. Aisyah mohon Umi jangan biarin Habib pergi " Ucap Aisyah mulai menangis.
Bu Anggun yang mendengar Aisyah menangis pun tak tega dan ikut menangis.
"Siapa Umi, kenapa Umi nangis" Tany Pak Justin melihat istrinya menangis sambil menerima telpon.
"Aisyah Bi, dia ada di bandara sekarang buat ketemu sama Habib" Ucap Bu Anggun sambil menangis.
"Sini biar Abi yang bicara" Ucap Pak Justin kemudian mengambil alih Hp istrinya.
"Halo Nak, ini Abi" Ucap Pak Justin
"Iya Bi, mana Habib Bi, Aisyah mau bicara. Aisyah mohon Bi. Aisyah engga mau Habib pergi" Ucap Ar dengan menangis bahkan dia sudah tidak peduli dengan orang-orang yang melihatnya.
"Nak kamu tenang dulu ya, sekaranga kamu dimana" Ucap Pak Justin berusaha menenangkan Ar
"Aisyah ada di parkiran dekat mobil Abi, tadi Aisyah liat mobil Abi jadinya Aisyah ke sini karena Aisyah engga tau tujuan Habib kemana bahkan Aisyah juga udah berusahan cek nama Habib tapi engga ada kayanya" Ucap Ar semakin menangis.
"Ya sudah kamu tenang dulu, Abi sama Umi ke sana" Ucap Pak Justin kemudian pergi bersama Bu Anggun ke tempat Ar berada.
"Umi, Abi" Ucap Ar sambil memeluk Bu Anggun.
"Habib mana, dia belum berangkat kan" Tanya Ar mencari Habib.
"Sayang kamu tenang dulu" Ucap Pak Justin.
"Habib udah berangkat Nak sejak 5 menit yang lalu" Ucap Pak Justin.
"Habib pergi ke mana Bi, dan kenapa engga bilang sama Ar. Apa karena Habib benci dan marah sama Ar setelah Ar buang cincin dia dan udah nolak dia. Kenapa Habib jahat ninggalin Ar tanpa ketemu dulu" Ucap Ar menangis.
"Abi sama Umi bukannya engga mau kasi tau ke kamu tapi kita udah janji buat ngerahasiain ini dari siapapun termasuk kamu" Ucap Pak Justin.
"Habib jahat Bi, Aisyah benci sama Habib. Sebegitu bencinyakah Habib sama Aisyah sampai merahasiakan ini bahkan setelah 3 minggu lamanya menghindar dari Aisyah sekarang Habib pergi tanpa pamit lagi. Dia ninggalin Aisyah untuk ke sekian kalinya" Ucap Aisyah dengan menangis bahkan sesegukan.
.................
Jangan lupa vote, rate, like dan komen.
Dukungan kalian adalah penyemanyat Author
Terima Kasih