
"Jadi Mah, apa nih rencana kamu buat dapetin ustadz Habib" Tanya Lia kepada Imah saat mereka berada di kamar mereka.
"Aku udah minta Ayah ku buat jodohin aku sama ustadz Habib, kan kamu tau kalau Ayah ku sama Abinya Ustadz Habib itu rekan bisnis dan sudah saling kenal jadinya dengan mudah kami bisa di jodohkan dan aku bakalan bisa dekat sama ustadz Habib setelah itu aku bakalan buat ustadz Habib terkesan sama aku supaya dia bisa suka sama aku dan kemudian melupakan Kak Aisyah" Jelas Imah.
Imah sudah merencanakan jauh jauh hari untuk meminta Ayahnya menjodohkan dia dengan ustadz Habib setelah tau kalau Abinya ustadz Habib adalah rekan bisnis Ayahnya.
"Ihh kok gitu sih rencananya. Aku kira kamu bakalan ngerjain kak Aisyah atau gimana gitu buat rusak hubungan mereka, taunya kamu minta di jodohin" Ucap Lia heran.
"Iya memang itu rencana ku Lia, lagi pula aku mana berani lakuin hal kasar kayak gitu, bisa bisa ustadz Habib benci sama aku" Ucap Imah.
"Terus gimana caranya buat aku bisa dapat ustadz Rehan kalau gitu?" Tanya Lia
"Itu sih engga ada masalah Li kan kak Aisyah juga engga suka sama ustadz Rehan jadi masih punya peluang buat dapetin ustadz Rehan dan juga kan ada kakak sepupu kamu yang bisa bantu karena aku liat dia suka juga sama kak Aisyah" Ucap Imah.
Bima memang kakak sepupu dari Lia tetapi mereka sangat jarang komunikasi jadinya tidak terlalu dekat.
"Tapi Mah, aku engga dekat sama dia gimana caranya minta bantuan dia" Ucap Lia.
"Jangan berkecil hati gitu kan bisa di coba mulai dari sekarang siapa tau kalian bisa dekat dengan adanya rencana ini" Ucap Imah memberi solusi.
"Iya juga sih. Kalau gitu besok aku bakalan hubungi dia buat ketemu sebagai awal dari rencana kita. Terus kamu gimana masalah perjodohan itu udah di kasi tau ke keluarga ustadz Habib? Ucap Lia.
"Besok kata Ayah bakalan temuin Abinya ustadz Habib sekalian bahas masalah bisnis" Jawab Imah.
"Semoga berhasil ya, rencana kita buat dapetin orang yang kita suka" Ucap Lia mendoakan.
"Iya aamiin, ya udah ayo kita tidur nanti telat lagi bangun shalat subuh" Ucap Imah kemudian mereka ke kasur masing masing buat tidur.
Di pondok ini setiap kamar terdiri dari 4 orang tapi karena si kembar yang menggenapkan mereka di kamar ini sudah pindah ke luar negri jadinya hanya mereka berdua yang menempati sampai nanti ada murid baru.
Pesantren di daerah ini hanya di khususkan untuk pendidikan yang setara dengan SMA sedangkan SD dan SMP juga yang setara dengan perguruan tinggi berada di lokasi yang berbeda tapi masih dalam satu kota dan satu pemilik.
Keesokan harinya.
"Ada apa lo hubungin gue minta ketemu, engga biasanya" Ucap seorang cowok kepada cewek berhijab yang ada di hadapannya.
"Aku mau minta bantuan kakak" Ucap Cewek itu ragu.
"Bantuan apa" Ucap cowok yang cuek.
"Kak Bima kenal sama kak Aisyah kan yang kemarin kakak temui di pesantren" Tanya cewek itu kepada cowok di hadapannya yang ternyata Bima.
"Iya kenapa" Ucap Bima heran melihat adik sepupunya yang tidak pernah bicara pada kecuali saat mereka kecil dulu.
"Kakak suka sama kak Aisyah kan" Tanya Lia lagi.
"Kamu langsung bilang aja apa yang kamu mau jangan bertele tele seperti ini" Ucap Bima tak sabaran karena Lia selalu bertanya hal yang menurutnya tidak perlu di jawab.
"Mah, gimana ini" Bisik Lia kepada Imah yang berada di dekatnya.
Tadi memang mereka pergi bersama ke cafe yang pernah Ar dan Rehan tempati bertemu.
"Emm Maaf kak sebelumnya bukanya kami mau memanfaatkan kakak tapi kami cuma mau minta bantuan ke kakak buat dekati kakak Aisyah karena menurut kami kakak suka sama dia. Saat kakak berusahan buat dekati atau PDKT sama kak Aisyah kami pun mau berusaha buat dapat cowok yang kami suka yaitu ustadz Rehan yang Lia suka dan ustadz Habib yang saya suka. Gimana kak" Jelas Imah panjang lebar.
"Kalian sok tau banget, dari mana juga kalian tau kalau gue suka sama Ar yang kalian sebut Aisyah itu" Tanya Bima mengelak.
"Dari sikap kakak kemarin ke kak Aisyah itu kami kira kakak suka sama dia" Jawab Lia.
"Kakak, Lia mohon kali ini aja kakak bantuin kami. Cuma ini satu satunya cara yang bisa kami lakukan kak buat dapetin orang yang kami sukai" Ucap Lia memohon bantuan.
"Kalian ini seharusnya fokus sama pendidikan kalian bukannya fokus masalah cinta kayak gitu belum saatnya" Ucap Bima memberi nasehat.
"Kami mau nikah muda kak, dan kita mau nikahnya sama ustadz dan pilihan kami jatuh ke pada mereka" Ucap Imah yang membuat Bima yang sedang minum kopi yang di pesan tadi jadi tersedak.
"Uhuk uhuk, apa tadi kalian bilang mau nikah muda" Tanya Bima masih tak percaya.
"Iya kak" Jawab mereka bersamaan.
"Gila kalian ini" Ucap Bima tak percaya.
"Kakak ayolah bantu kami, kakak juga bisa lebih dekat sama kak Aisyah kan" Ucap Lia membujuk.
"Ok, gue bantu tapi gue engga jamin bakalan berhasil jadi kalian juga harus usaha dan kalau gagal kalian harus terima" Ucap Bima setuju.
Imah dan Lia sangat semang mendengar ucapan Bima.
"Makasih ya kak" Ucap mereka bersamaan dengan bahagia.
"Hmm iya" Ucap Bima yang sebenarnya juga senang karena ada yang mau membantunya mendapatkan Ar.
Di rumah Habib
"Engga bisa Bi, Habib engga mau di jodohin karena perasaan Habib buat Aisyah aja belum ada titik terang nya Bi" Ucap Habib menolak perjodohan yang Abinya bicarakan saat ini.
Mereka sedang berkumpul di ruang tamu siang ini karena kebetulan Habib tidak mengajar.
"Anaknya Om Anjas itu shalehah Bib, dan dia juga berhijab dan sangat sesuai dengan tipe yang kamu inginkan" Jelas Pak Justin.
"Tetap aku engga bisa Bi, dia juga murid Habib di pesantren jadi engga bakalan bisa dan Habib juga engga mau sama dia Bi, Habib engga cinta sama dia" Habib tetap menolak.
Dia tau kalau yang di jodohkan dengan itu adalah Imah salah satu santri putri di pesantren tempat ia mengajar. Bukan hanya karena itu Habib menolak tapi dia harus memastikan lebih dulu perasaannya untuk Ar.
Akhir akhir ini Habib sangat sering memikirkan Ar tapi setelah dia kembali sadar bahwa Ar masih belum bisa merubah penampilannya berhijab seperti yang dia impikan pasti dia kembali ragu.
..................
Jangan lupa like dan komen.
Dukungan kalian sangat Author butuhkan
Terima kasih