Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Menikah



Kini tibalah hari yang paling bersejarah dan membahagiakan bagi kedua keluarga.


Ar yang sudah selesai di rias terlihat sangat anggun dan cantik dengan gaun pengantin berwarna putih dan memakai hijab semakin menambah kecantikannya ditambah riasannya yang terlihat natural.


Ketiga sahabatnya pun sudah memakai baju seragam yang khusus bagi keluarga, mereka juga telihat sangat cantik.


"Engga nyangka bentar lagi lo bakalan jadi istri seorang ustadz ganteng yang bernama Habib" Ucap Ajeng setelah semua perias mereka keluar dari kamar Ar.


"Iya Ar, lo beruntung banget" Ucap Arin juga.


"Gue doain deh semoga kalian cepat menyusul" Ucap Ar.


"Eh untuk masalah menyusul nikah gue belum siap ya jadi biar Ajeng dan Arin aja duluan karena gue masih pengen hidup bebas tampan tekanan dari suami dan mertua gue" Ucap Anin.


"Padahal gue berharapnya lo yang nikah setelah gue Nin" Ucap Ar tertawa.


"Ogah banget gue nikah muda" Ucap Anin.


"Nanti juga kalau ada cowok ganteng dan tajir yang ngelamar lo pasti juga lo terima, secara cowok ganteng dan tajir selalu di mimpikan setiap wanita" Ucap Arin.


"Kalau mau nikah itu harus dipikirin mateng-mateng, dan engga boleh sembarangan milih cowok supaya nantinya engga menyesal pas nikah" Ucap Anin.


"Nah gue setuju sama yang di katakan Anin jadi kalian kalau mau nikah jangan liat dari wajah dan hartanya" Ucap Ar.


"Iya deh bu ustadzah" Ucap Ajeng dan Arin bersamaan.


"Eh kayaknya rombongan pengantin pria nya udah dateng deh" Ucap Arin.


"Kita liat yuk Rin" Ucap Ajeng.


Mereka berduapun keluar dari kamar Ar dan turun menuju ruang tamu yang sudah di ubah menjadi tempat untuk acara ijab kabul.


"Nin, gue degdegan nih" Ucap Ar sambil meremas jarinya gugup.


"Maklumlah Ar, kan lo mau nikah dan pastinya Habib juga merasakan hal yang sama" Ucap Anin.


"Kak Rehan engga dateng ke pernikahan lo Ar" Tanya Anin.


"Kak Rehan dan keluarganya lagi di luar negeri, katanya mereka akan menetap di sana karena orang tua kak Rehan punya kerjaan penting dan kak Rehan juga mau ngelanjutin pendidikannya" Jawab Ar.


"Terus gimana dengan alasan kak Rehan yang batalin pernikahan karena cewek lain itu" Tanya Anin lagi.


"Katanya kak Rehan sih, dia udah bilang ke orang tuanya kalau dia mau melanjutkan pendidikan dulu sebelum menikah. Tapi karena orang tua kak Rehan meminta di pertemukan dengan wanita itu akhirnya kak Rehan pun mempertemukan orangtuanya dengan Intan yang berpura-pura menjadi wanita yang di cintainya" Jelas Ar.


"Intan yang pernah di jodohin sama Habib itu?" Tanya Anin lagi dan dianggukkan oleh Ar.


"Untuk cerita jelasnya gue juga belum tau tapi katanya kak Rehan bakalan jelasin suatu saat nanti Jelas Ar.


Belum selesai mereka bercerita tiba-tiba Arin dan Ajeng datang.


"Yuk Ar, semua orang udah nunggu di bawah, acara udah mau mulai" Ucap Ajeng


Mereka pun turun dengan Ar yang di dampingi oleh sahabatnya.


Dengan penuh anggunnya Ar menuruni tangga dan di perhatikan oleh keluarga dan beberapa tamu disana.


Umi dan Mamanya pun berdiri untuk menyambut Ar dan mendudukkannya tepat di belakang Habib.


Sementara Habib yang membelakangi Ar dan berada di depan wali nikah yang tak lain adalah Papa Ar sendiri.


"Apa acaranya bisa di mulai" Tanya pak penghulu.


"Iya pak" Jawab para tamu.


Sebelum Ijab Qabul Habib terlebih dahulu membacakan surah Ar-Rahman sebagai mahar pernikahannya yang diminta langsung oleh Ar saat lamaran.


Setelah melafalkan Surah Ar-Rahman barulah ijab kabulnya di mulai.


"Saya nikahkan...................." Pak Andi


"Saya terima nikahnya............." Ucap Habib dengan lancar.


Kata sah pun terdengar dari para saksi yang hadir.


"Ayo nak" Ucap Bu Ani menyuruh Ar mendekat ke Habib.


Ar pun berdiri dan kemudian duduk di samping Habib. Habib mulai memasangkan cincin pernikahan kepada Ar dan begitupun sebaliknya kemudian Ar mencium tangan Habib sebagai tradisi setiap pernikahan.


Kini giliran Habib yang mencium kening Ar, saat Habib mencium kening Ar pertama kalinya semua orang pun bertepuk tangan dan bahagia.


"Aaaaa so sweet nya" Ucap Ajeng dan Arin bersamaan. Anin pun tersenyum bahagia melihat sahabatnya.


Acara pun berlanjut dengan menandatangani surat pernikahan dan kemudian sesi foto bersama keluarga.


"Kamu cantik sekali istriku" Bisik Habib ketika mereka sedang foto berdua.


Mendengar kata itu Ar terkejut dan merasa merinding karena baru pertama kalianya dia di puji seperti itu oleh Habib.


"Terima kasih, kamu juga ganteng" Ucap Ar gugup.


Habib pun tersenyum dengan sikap wanita yang sudah sah menjadi istrinya ini tersipu malu bahkan tidak seperti biasanya.


"Engga usah gugup gitu, kita udah sah dan saling memiliki" Bisik Habib lagi.


Ar pun hanya diam dan tersenyum malu.


"Ar... dimana sikap cerewet kamu, kenapa bisa kamu gugup begini di depan suami kamu sendiri" Batin Ar.


Mereka kembali melanjutkan sesi fotonya. Beberapa saat memudian para tamu pun pulang dan kini tinggal kedua keluarga yang sudah menjadi satu.


"Kalian berdua istirahat dulu sebentar karena nanti sore kalian harus bersiap lagi untuk persiapan resepsi nanti malam" Ucap Bu Ani kepada Ar dan Habib yang duduk berdua.


"Arin, Ajeng, Anin. Kalian bawa mereka ke kamar masing masing. Mereka engga bisa berduaan dulu sebelum resepsi" Ucap Bu Dar.


"Kenapa engga di satu kamar aja tante kan mereka udah nikah" Tanya Arin.


"Anggap aja ujian trakhir mereka sebelum memulai hidup baru" Ucap Ani.


"Kalian yang sabar dulu ya, nanti swtelah resepsi baru bisa berduaan sepuasnya jadi sekarang pisah dulu sebentar" Ucap Ajeng menggoda mereka.


Habib dan Ar pun hanya tersenyum malu.


Mereka mengantar sang penganting menuju kamar atas yang berseblahan. Ar di kamar pengantin yang sekaligus kamarnya dan Habib di kamar sebelah.


"Selamat beristirahat kalian berdua, pintu kamar kalian kita kunci ya.. jadi kalau mau sesuatu tinggal telpon aja" Teriak Anin.


Ar dan Habib pun hanya bisa pasrah dengan kelakuan mereka.


"Pekerjaan sudah selesai tante" Lapor Arin kepada Umi dan juga mamanya Ar.


Mereka pun kembali mempersiapkan resepsi yang akan dilaksanakan di sebuah hotel.


Keluarga Habib dan Ar sudah sedari tadi berada di Hotel tempat resepsi di adakan, tinggal Umi, Mama, dan sahabat Ar yang berada di rumah untuk menjaga pengantin.


...........


Jangan lupa dukung Author dengan vote, rate 5, like dan komen juga share novel ini.


Terima kasih untuk yang terus dukung Author