
"Assalamu'alaikum" Salam Habib ketika masuk ke dalan rumahnya.
"Wa'alaikumusalam, Habib kamu sudah sampai nak. Alhamdulillah" Ucap Bu Anggun senang melihat Habib.
"Iya Umi, Abi mana Umi" Ucap Habib sambil mencium tangan Uminya.
"Dia belum pulang dari pesantren" Ucap Bu Anggun.
"Engga biasanya Abi ke pesantren, memangnya ada apa Umi" Tanya Habib bingung karena biasanya Abinya tidak akan ke pesantren kecuali ada masalah besar yang tidak bisa di selesaikan kecuali oleh Abinya sendiri.
"Alhamdulillah bukan masalah besar, cuma kan besok ada pengumuman pemilik pesantren yang baru yaitu kamu" Ucap Bu Anggun.
"Apa Umi? Tapikan Habib belum mampu Umi dan Umi tau sendiri kalau Habib kembali hanya untuk melamar Aisyah dan kalau bisa Habib juga akan membawanya bersama Habib nantinya ke luar negri untuk sama- sama melanjutkan pendidikan" Ucap Habib.
"Kamu sudah bilang ke Umi kalau kamu akan melanjutkan pendidikan kamu di sini saja jadi sambil belajar kamu juga mengurus pesantren itu Bib" Ucap Bu Anggun.
"Iya memang Habib bilang begitu kemarin tapi Habib kembali berfikir untuk membawa Aisyah ke sana untuk menambah ilmu agamanya dan kami bisa sama-sama belajar di sana setelah menikah" Ucap Habib.
"Sudah lah kalau memang mau kanu begitu, bicarakan saja nanti ke Abi kamu" Ucap Bu Anggun pasrah karena tidak akan bisa melawan anaknya yang sangat pandai berdebat itu.
"Assalamu'alaikum" Salam Pak Justin tiba-tiba datang.
"Wa'alaikumusalam Abi" Ucap Habib dan Bu Anggun mencium tangan Pak Justin bergantian.
"Abi setuju dengan rencana kamu itu Habib, tadi Abi tidak jadi mengatakan kepada pengurus pesantren karena menunggu keputusan Habib" Ucap Pak Justin mendengar tadi apa yang mereka bicarakan.
"Iya deh kalian ini kan memang kompak, sama-sama laki laki jadi saling mendukung. Awas aja nanti kalau Umi sudah punya menantu kalian akan Umi nomer 2 dan 3 kan apalagi kalau punya cucu kalian tidak Umi pedulikan lagi" Ucap Bu Anggun pura-pura ngambek karena ke2 laki-laki yang di sayanginya berpemikiran sama tapi tidak dengan dirinya.
"Nah kan Umi ngambek, ayo sana Abi bujuk. Habib mau ke kamar istirahat dulu" Ucap Habib kemudian pergi meninggalkan kedua orangtuanya.
Di kamar Ar
"Gue juga sebenarnya engga tega sih nyakitin kak Rehan yang baik banget gitu tapikan perasaan engga bisa dipaksa. Selama beberapa tahun Habib ninggalin gue tapi tetap gue masih cinta sama dia bahkan saat dia cuekin gue engga bisa buat gue benci sama dia" Ucap Ar.
"Mungkin lo sama Habib udah jodoh jadinya Allah mau persatuin kalian" Ucap Arin.
"Tapi gue masih belum rela lo sama Habib karena kak Rehan itu baik banget tapi bener kata Arin kalian kayaknya memang jodoh" Ucap Ajeng.
"Semoga aja deh" Ucap Ar.
"Eh Umi nelpon nih" Ucap Ar kemudian karena hpnya berbunyi dan ada telpon dari Uminya Habib.
"Assalamu'alaikum Umi" Salam Ar saat telpon terhubung.
"Wa'alaikumusalam Nak, oiyah Umi mau bilang kalau Habib udah pulang dan katanya besok dia mau ke rumah kamu" Ucap Bu Anggun.
"Alhamdulillah kalau Habib udah pulang, Aisyah senang banget Umi, nanti Aisyah tanya ke Mama Papa" Ucap Ar senang
"Ya sudah kalau gitu Umi tutup telponnya dulu, Assalamu'alaikum" Ucap Bu Anggun.
"Wa'alaikumusalam Umi" Jawab Ar kemudian menutup telponnya.
"Cie yang senang karena Habib udah balik dan bakalan di lamar ciee" Ucap Arin menggoda Ar.
"Apaan sih lo, tapi gue senang banget akhirnya gue sama Habib bakalan nikah" Ucap Ar dengna bahagia.
.............
Terima kasih atas dukungannya