
"Nak, sebaiknya kita pulang saja, Ayo" Ucap Pak Justin mengajak Ar masuk kedalam mobilnya.
"Iya sayang, ayo kita pulang" Ucap Bu Anggun juga.
Ar yang sudah masih menangis hanya bisa pasrah dan mengikuti ajakan orangtuanya Habib.
"Nak sebenarnya apa alasan kamu menolak Habib, padahal Abi liat kamu mencintainya" Tanya pada Pak Justin pada Ar yang sudah tenang.
"Sahabat Aisyah yang tidak tega melihat Aisyah selalu berharap pada Habib bahkan menggantungkan perjodohan dengan ustadz Rehan demi Habib jadi mereka menyarankan supaya Aisyah menerima ustadz Rehan tapi karena Aisyah masih mencintai Habib jadinya Aisyah bilang ke mereka kalau Aisyah akan kasi kesempatan sama Habib, kalau memang Habib masih tidak peduli kepada Aisyah atau membuat Aisyah sakit hati lagi Aisyah janji sama mereka akan menerima perjodohan itu dan melupakan Habib" Jelas Aisyah
"Tapi pada hari itu dimana Aisyah dan sahabat Aisyah pergi ke restoran Aisyah melihat Habib bersama seorang wanita yang Aisyah tau merupakan orang yang dijodohkan dengan Habib juga dan karena Habib juga pernah bilang sama Aisyah kalau dia menerima perjodohan itu tapi Aisyah engga percaya tapi setelah melihat mereka berdua yang sedang tersenyum membuat Aisyah jadi percaya. Setelah kejadian itu Aisyah menepatin janji untuk menerima perjodohan itu dan melupakan Habib. Tapi saat Habib tiba-tiba melamar Aisyah di sebuah taman membuat Aisyah kembali luluh tapi mengingat janji Aisyah jadinya lamaran Habib Aisyah tolak dengan terpaksa" Ucap Ar mengingat kejadian itu dengan semakin bersedih.
"Kamu harus tau nak, kalau sekarang perjodohan Habib waktu itu sebenarnya kami tidak setuju tapi karena memang Habib sempat menerimanya jadinya kamipun ikut setuju, tapi entah kenapa beberapa hari kemudian Habib membatalkannya dengan alasan sudah memilih wanita yang lebih baik dan kami pun baru tau kalau Habib ternyata memilih kamu" Jelas Bu Anggun.
"Saat kamu menolak lamarannya Habib pergi ke kampung tempat masa kecil kalian dan dia tinggal di sebuah mesjid dekat vila keluarga kamu, maafkan Abi sama Umi yang tidak memberitau karena Habib yang meminta" Ucap Pak Justin kemudian.
"Aisyah menyesal Bi, tolong Abi suruh Habib balik lagi. Aisyah bakalan batalin pernikahan demi dia asalkan Habib pulang dan Aisyah juga akan menerima lamaran Habib" Ucap Ar kepada Pak Justin.
"Sebentar lagi kamu mau menikah dan bahkan undangan sudah tersebar kalau kamu melakukan itu akan membuat keluarga kamu malu sayang" Ucap Bu Anggun penuh kasih sayang.
"Jadi Aisyah harus apa Umi, Abi. Aisyah cinta sama Habib dan liat sekarang Aisyah udah pakai hijab tapi bukan karena Habib melainkan karena sekarang Aisyah udah sadar kalau berhijab itu suatu kewajiban. Seharunya sekarang Habib berjuang buat dapatin Aisyah bukannya pergi kalau memang dia cinta sama Aisyah" Ucap Ar dengan air matanya yang terus mengalir.
"Nak, Habib melakukan ini semua karena kamu menolaknya" Ucap Pak Justin berusaha menjelaskan.
"Kenapa dia engga berjuang buat Aisyah, kenapa dengan penolakan Aisyah hanya sekali itu membuat dia menyerah padahal Aisyah yang sudah berkali-kali di tolak bahkan mendapat kata kasar dari Habib pun masih berjuang. Kenapa dia tidak melakukan itu juga. Aisyah benci sama Habib. Umi bilang sama dia kalau Habib engga pulang dalam waktu 3 hari Aisyah engga akan mau lagi ketemu bahkan engga mau kenal lagi sama dia" Ucap Ar dengan kesal tapi masih menangis.
"Iya udah sayang, umi akan bilang sama Habib tapi kamu tenang ya" Ucap Bu Anggun.
Ar pun mulai tenang meskipun masih memikirkan Habib.
"Nak, kita udah sampai di rumah kamu" Ucap Pak Justin ketika sudah sampai di depan rumah Ar.
"Abi sama Umi ikut masuk ya, di dalam ada acaran syukuran kelulusan Aisyah jadi kalian juga harus ikut" Ucap Ar mengajak mereka masuk.
Karena paksaan dari Ar merekapun akhirnya ikut masuk dan saat sudah berada di dalam mereka di sambut dengan orang tua Ar, sahabat-sahabatnya, orangtua Rehan dan juga Rehan serta beberapa tetangga mereka.
"Aisyah kamu dari mana aja sayang, pergi kenapa engga pamit dulu sama mama. Kita semua itu khawatir sama kamu, hp kamu juga engga dibawa kan" Ucap Bu Dar dengan cemas setelah melihat Ar datang.
"Maaf Ma, semuanya Aisyah minta maaf karena tadi keluar tanpa pamit dan buat kalian sampai khawatin dan menunggu seperti ini" Ucap Ar berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya
"Maaf ya Andi, semuanya tadi karena kami Aisyah jadi pergi dari rumah tanpa pamit" Ucap Pak Justin kepada Pak Andi dan juga orang disana.
"Iya sudah tidak apa-apa, ayo sebaiknya kita lanjutkan acara ini karena Aisyah juga sudah datang" Ucap Pak Andi tanpa bertanya lagi.
"Ayo Bi, Umi" Ajak Ar kepada orangtua Habib.
Orangtua Rehan yang tidak tau masalah Habib dan juga Ar pun jadi tidak masalah dan menganggap kalau Pak Justin dan Bu Anggun itu keluarga Ar karena Ar memanggil mereka dengan sebutan Abi dan Umi.
"Oiya Pak Bambang dan Bu Ani ini kenalkan Pak Justin sahabat ku dan ini istrinya namanya Bu Anggun. Justin kenalkan ini Pak Bambang dan istrinya ini adalah sahabatnya Istriku namanya Bu Ani" Ucap Pak Andi memperkenalkan mereka.
"Ini anaknya namanya Rehan, oiya Justin kemana Habib, kenapa dia tidak datang" Pak Andi juga memperkenalkan Rehan pada mereka dan mempertanyakan Habib yang tidak datang.
"Habib sedang ada pekerjaan" Ucap Pak Justin yang hanya di anggukkan oleh Pak Andi.
"Maaf saya permisi dulu sebentar" Ucap Rehan pamit kepada para orang tua yang sudah asik mengombrol.
"Ar tadi sebenarnya ko kemana sih dan kayaknya muka lo sedih gitu ada apa memangnya dan kenapa juga kamu bisa sama orang tuanya Habib" Tanya Arin penasaran.
"Gue engga apa-apa" Ucap Ar berusaha untuk menutupi masalahnya.
Baru saja Arin ingin kembali bicara tiba-tiba Rehan datang dekat mereka
"Maaf mengganggu. Aisyah bisa bicara sebentar" Ucap Rehan.
"Iya kak, bisa. Gue tinggal sebentar ya" Ucap Ar kemudian pamit ke teman-temannya
"Ya sudah kita bicara di luar saja" Ucap Rehan kemudian pergi di ikuti Ar di belakangnya.
"Kak Rehan mau bicara apa" Ucap Ar ketika mereka sudah berada di taman depan Rumah Ar.
"Maaf kalau aku terlalu ingin tau, tapi aku mau nanya kamu tadi dari mana dan kenapa bisa sama orang tua Habib" Tanya Rehan ingin tau sedari tadi melihat Ar datang dengan orangtua Habib tapi dia tidak melihat kedatang Habib juga.
...........
Jangan Lupa vote, rate 5, like dan komen.
Terima Kasih