
Di pesantren
30 mnt sebelum Ar pulang ke rumahnya
“ustadz Habib tunggu…” Rehan memanggil Habib yang baru saja keluar dari kelas Santri putri
“Ustadz masih ada jadwal atau tidak setelah ini” Tanya Rehan ketika sudah ada di samping Habib.
“Ada nanti sore, knp?” ucap Habib
“Saya boleh minta tolong, Gantikan saya mengajar di kelas santri putri setelah istirahat” ucap Rehan
“Ustadz tau kan kalau saya tidak bisa mengajar di kelas santri putri, jadi saya tidak….”
“hari ini saja ustadz, saya ada acara keluarga yang sangat penting dan saya harus pulang dulu” ucap Rehan memotong ucapan habib,
“Ngk bisa ustadz” ucap Habib menolak
“kenapa bukan ustadza atau ustadz lain sih, knp harus saya” ucap habib lagi.
“Saya sudah Tanya yang lain tapi semua punya jadwal dan urusan lain juga jadi Cuma ustadz yang trakhir saya Tanya, jadi bisakan tadz” ucap Rehan
“Iya sudah nanti saya yang gantikan” ucap Habib terpaksa karena dia sangat tidak ingin.
“Makasih ustadz, kalau begitu saya pamit pulang duluan” ucap rehan dan di iyakan oleh Habib.
Di tempat lain
Di rumah mewah 2 pasangan suami istri yang sudah berumur sedang berkumpul, salah satunya adalah orang tua Ar dan tuan rumah yang juga merupakan pasangan suami istri. Seperti Hal nya sebuah Reuni kecil kecilan yang mereka lakukan karena pemilik rumah itu merupakan Sahabat dari mamanya Ar yang bernama Bu Ani dan suaminya bernama Pak Bambang.
Bu Dar dan Bu Ani sedang membahas masa masa sekolah mereka karena dulu mereka adalah sahabat dan satu sekolah sejak SMP, sedangkan Papanya Ar dan Pak Bambang membahas masalah bisnis yang mereka jalankan.
“Dar sepertinya itu putraku sudah datang” ucap bu Ani ketika mendengar suara mobil berhenti
“Assalamu’alaikum Mi Bi” salam Seorang pria yang baru masuk.
“Wa’alaikumusalam” ucap para orang tua yang ada di dalam itu sambil melihat ke arah pria Dewasa yang tampan.
“Nak sini, kenalkan ini Bu Dar sahabat mama dan ini pak Andi suaminya Bu Dar” ucap Bu Ani memperkenalkan Orang tuanya Ar.
“Rehan Tante, Om” Rehan kemudian Menyalami Orang Tuanta Ar.
Bu Ani dan Pak Bambang adalah orang tua Rehan, dan Rehan pulang lebih Awal karena di paksa Uminya untuk berkenalan dengannya.
“Ganteng sekali Anak mu Ni” ucap Bu Dar sambil melihat Rehan.
“Ia dong siapa dulu Abinya, iyakan Umi” ucap PakBambang dengan bangga.
Mereka pun tertawa mendengar ucapan pak Bambang yang humoris itu.
“Kamu kerja dimana Nak” ucap Pak Andi kepada Rehan.
“Saya ngajar di Pesantren XX Om” Jawab Rehan
“Wah hebat yah, Ustadz ternyata” ucap Pak Andi sambil memuji Rehan
“Iya Kak, dia itu dari dulu pengen sekali ngajar dan jadi ustadz” ucap Bu Ani kepada pak Andi.
Bu Ani memanggil Pak Andi dengan sebutan kakak karena dulu waktu SMA Pak Andi adalah kakak kelasnya dan Pak Andi pacaran dengan Bu Dar juga Saat SMA jadi wajar jika Bu Ani selalu memanggil Pak Andi dengan sebutan Kak.
“Masih muda Nin anak kamu sudah jadi ustadz, benar benar hebat” ucap Bu Dar.
Rehan yang dipuji seperti itu hanya tersenyum
“umur berapa kamu nak” Tanya Bu Dar kepada Rehan.
“24 tante” ucap Rehan
“Beda 2 tahun sama Anak tante ternyata” ucap Bu Dar yang hanya di balas senyum oleh Rehan.
Sebenarnya Rehan merasa tidak enak berada di antara 2 pasangan prang tua ini tapi karena Uminya yang meminta maka akan dia lakukan.
“Oiyah Anak kamu perempuan kan Dar, Bisa lah DI jodohkan sama Anakku yang gagah dan tampan ini dan pastinya anak kamu juga cantik dan baik hati kan” ucap PakBambang yang membuat kedua orang tua Ar itu saling memandang.
“Jangan dengarkan ucapan Abinya Rehan dia memang suka ngomong sembarangan” ucap Bu Ani melihat Sahabatnya yang bingung itu.
“Bi, jangan ngomong gitu lah, jodohkan Allah yang ngatur” ucap Bu Ani kepada suaminya.
Rehan yang mendengar perkataan Abinya membuatnya kaget bisa bisanya dia mau di jodohkan.
“Apa salahnya Umi, kan Rehan sudah dewasa dan sudah bisa menikah jadi ngk salah kalau kita jodohkan dengan Anaknya Dar dan Andi” ucap pak Bambang serius.
“Bukannya kami menolak tapikan kalian belum melihat Anak kami jadi sebaiknya kita kenalkan dululah nanti kalau mereka cocok baru bisa kita jodohkan” ucap Pak Andi.
“Boleh juga, kalau begitu nanti kita ketemu kamu bawa anak kalian sekalian dikenalkan dengan Anak kami” ucap Pak Bambang senang
“Rehan Nak, kamu mau kan kenal sama Anaknya Om Andi” Tanya Uminya Rehan.
“Iya Umi Rehan mau” ucap Rehan dengan pasrah karena jika Uminya yang bicara dia selalu tidak bisa menolak.
“Ya sudah kalau begitu sebaiknya Kita makan Siang sekarang, Masalah Ini kita bahas Lain kali” ucap Pak Bambang.
“Iya Ayo Dar, Kak, kita ke ruang makan. Rehan Ayo” ucap Bu Ani mengajak orang orang untuk makan Siang.
Selesai makan siang mereka shalat dhuhur berjamaah dengan Rehan yang menjadi Imamnya. Yang membuat orang tua Ar kagum pada Rehan.
"Kalau gitu kamit pulang dulu Pak Bambang" ucap Pak Andi pamit.
"Ok, tapi nanti kita atur lagi waktu ketemunya sekalian sama anak kalian supaya bisa kenalan sama anak kami ini" ucap Pak Bambang merangkul Anaknya
"Iya Pak Bambang pasti" ucap Pak Andi sambil menjabat tangan pak Bambang
"Ni aku pulang ya" ucap Bu Dar memeluk sahabatnya itu.
Rehan juga tak lupa menyalami Pak Andi dan Bu Dar. "Asslamu"alaikum" ucap Orangtuanya Ar sebelum keluar dari rumah itu.
"Wa'alaikumusalam" ucap Rehan dan orang tuanya.
Mereka memang baru kali ini ketemu setelah 10 tahun karena Orang tua Rehan baru datang dari luar negri dan Rehan juga sebenarnya baru 3 tahun berada di negara ini karena ingin hidup mandiri di negara kelahirannya.
"Abi, Umi Rehan ke kamar dulu" ucap Rehan yang hendak pergi ke kamarnya. Dan di iyakan oleh orang tuanya.
..............
Jangan lupa Vote, rate, like dan komen
Terima kasih