
"Syah, kalau memang kamu masih suka sama aku terima cincin ini, tapi kalau engga kamu bisa buang" Ucap Habib sambil memperlihatkan cincin yang ada di kotak yang dia pegang.
Ar mengambil cincin itu dan Habib pun tersenyum.
"Aku tau Syah kalau kamu.... " ucapan Habib terhenti.
"Maaf Bib, aku udah nerima perjodohan itu dan akan berusaha buat melupakan kamu dan belajar mencintai kak Rehan jadi semua ini percuma Bib. Aku memang udah maafin kamu tapi tidak bisa memulainya lagi. Aku udah capek dan kamu udah terlambat buat ini semua, aku juga baru sadar kalau kak Rehan bisa nerima aku dan mau bimbing aku" Jelas Ar kemudian membuang cincin yang ada di tangannya.
"Syah" Habib tidak percaya dengan apa yang Ar lakukan dan katakan.
"Syah kamu bercanda kan, aku minta maaf kemarin itu aku terbawa cemburu dan kecewa melihat penampilan kamu yang membuat para lelaki melihatmu. Aku cuma engga rela dan aku juga bingung cara untuk ngasih tau ke kamu itu seperti apa, jadi aku menyadarkan mu dengan kata kasarku yang benar-benar ku sesali saat ini" Jelas Habib dengan rasa bersalahnya.
Melihat Habib seperti itu membuat Ar tak tega melihatnya.
"Maaf Bib, aku harus pulang. Temanku sudah menunggu sejak tadi. Assalamu'alaikum" Ucap Ar pamit tanpa mendapat persetujuan dari Habib karena Ar sudah tidak sanggup lagi melihat Habib yang merasa bersalah.
Ar hampir saja luluh melihat Habib jika dia tidak pergi dari sana.
"Syah tunggu" Habib memanggil Ar yang sudah menjauh.
"Wa'alaikumusalam Syah" Jawab Habib lirih melihat Ar sudah masuk ke dalam mobil.
Habib pun pergi dari taman itu menuju danau dekat vila Ar. Meskipun jauh tapi Habib sangat suka ke sana setiap dia merasa butuh ketenangan seperti saat ini.
"Nin stop, stop Nin" Ucap Ar tiba tiba.
"Ar lo mau kemana" Teriak Anin saat Ar turun dari mobil dan berlari ke arah taman.
"Nin kejar Ar, ayo cepat" Ucap Arin.
"Dimana cincin itu, semoga engga ilang. Bib maafin aku" Ucap Ar lirih sambil mencari cincin yang dia buang tadi.
"Ar lo ngapain sih" Ucap Ajeng yang melihat Ar sedang mencari sesuatu.
"Ngapain sih lo nyariin cincin itu. Bukannya lo sendiri yang buang terus ngapain lo nyari itu lagi" Ucap Anin kesal melihat sikap Ar.
"Udahlah kalian engga usah banyak nanya. Cariin cepat" Ucap Ar juga kesal dengan teman-temannya yang masih diam dan banyak tanya.
Karena tak ingin berdebat mereka pun membantu Ar mencari cincin itu.
"Ar cincin ini bukan?" Tanya Ajeng memperliatkan cincin yang baru iya temukan.
"Iya Jeng ini cincin dari Habib" Ucap Ar senang melihat cincin itu ditemukan.
"Makasih Jeng, Makasih kalian juga udah bantuin aku nyari ini" Ucap Ar sangat senang melihat cincin yang ia pegang.
"Gue heran sama Lo, kalau emang lo masih suka sama Habib kenapa di buang tadi itu cincin sih Ar" Ucap Arin.
"Gue cuma mau Habib engga berharap lebih karena mau bagaimana pun gue bakalan tetap menikah dengan kak Rehan" Jelas Ar kemudian memasukkan cincinnya.
"Udahlah, cincinnya udah ketemukan jadi ayo pulang" Ucap Anin dengan sedikit kesal.
Mereka pun kembali ke dalam mobil dan melaju ke arah rumah Ar terlebih dahulu. Karena memang hari itu cuma Anin yang bawa mobilnya.
"Jangan lupa besok ya" Ucap Ar kemudian melambaikan tangannya ke arah mobil teman-temannya yang ada di dalam mobil.
"Iya pasti. Dah Ar" Ucap mereka melambaikan tangan juga kemudian Mobil Anin pun pergi meninggalkan rumah Ar.
.................
Jangan lupa 👍, ❤, ⭐⭐⭐⭐⭐, dan juga komen dan vote.
Terima Kasih