Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Belajar Memasak



"Ma, aku ke kampus dulu ya" Pamit Ar yang turun dari tangga dengan baju ketatnya.


"Ingat Syah kamu harus pulang sebelum lewat jam 5 sore untuk belajar Masak" Ucap bu Dar mengingatkan Ar


Ar hanya mengiyakannya dengan malas karena dia harus merelakan waktunya nongkrong dengan teman temannya.


Sesampainya di kampus seperti biasa Ar selalu jadi pusat perhatian para pria karena kecantikannya dan tubuhnya yang seksi itu.


Ar yang berjalan dan tidak peduli dengan pujian dan godaan para lelaki yang dia lewati. Dia langsung masuk ke kantinuntuk makan karena tadi pagi dia tidak sempat sarapan di rumahnya.


Saat dia sedang makan ke tiga temannya datang dan langsung duduk di dekat Ar.


"Ar nanti kita ke mall yuk gue lagi pengen shopping nih", ucap Arin yang mencomot bakso Ar.


"Woy bakso gue itu, kenapa lo ngga pesan aja sih kalau laper" Ucap Ar


"Elah Ar dikit doang, iya gue juga udah pesan tadi" Ucap Arin santai sambil mengunyah baksi yang ia ambil dari mangkoknya Ar.


"Boleh juga tu Rin, gue juga lagi pengen belanja nih" Ucap Ajeng menanggapi ucapan Arin tadi


Anin hanya diam saja mendengar itu karena dia lebih memilih fokus ke game online di hpnya


"Gimana Ar lo mau ngk kalau Anin sih pasti ngikut ngikut aja jadi ngga usah di tanya lagi iyakan Nin", ucap Arin yang melirik Anin yang hanya di iyakan oleh Anin.


"Sorry gays gue kayaknya ngk bisa ikut deh, gara gara kemarin dari klub gue jadi dimarahi sama nyokap gue dan di ancam bakalan di laporin sama papa gue. kalian tau sediri kan kalau bokap gue sampai tau dia bakalan sita semua fasilitas gue dan karena itu juga gue harus terima hukuman dari nyokap gue. gue harus pulang sebelum jam 5 sore dan harus belajar memasak", jelas Ar dengan kesal karena tidak bisa ikut jalan sama temannya.


Mendengar itu mereka tertawa tak terkecuali Anin pun memberhentikan gamenya karena tertawa mendengar Ar, mereka semua tau kalau Ar sangat tidak suka memasak dan sangat jarang masuk dapur itu adalah hal yang paling di hindarinya.


"Kasihan banget sih lo Ar, nyokap lo pintar juga ngasih hukuman" Ucap Anin yang tak berhenti tertawa.


"Kalian itu bukannya bantuin gue tapi malah ketawain jahat lo semua" Ucap Ar dengan nada kesal.


Mereka pun berhenti tertawa melihat Ar kesal. "Trus Lo mau dibantuin kayak gimana Ar" Ucap Arin kasihan melihat temannya yang terlihat menderita karena hukuman dari nyokap temannya itu.


"Kalian harus ikut gue belajar memasak, karena hukuman itu ngk akan di hentikan kalau gue belum bisa masak jadi kalian harus temenin gue supaya gue ngga bosen" Ucap Ar kemudian tersenyum ke arah temannya.


"Lo memang sahabat gue yang paling pengertian Nin" Ucap Ar sambil merangkul Anin di sebelahnya.


Kedua temannya yang lainpun setuju karena mereka juga ingin menjadi sahabat yang baik untuk Ar.


Setelah jadwal kuliah mereka hari ini selesai mereka langsung pulang dan ke rumahnya Ar untuk belajar memasak.


Sesaimpainya di rumah Ar mereka di sambut oleh Mamanya Ar yang sangat senang mengetahui bahwa temannya Ar juga akan ikut belajar memasak apalagi Anin yang pintar masak pun mau mengajari mereka.


Dan di sinilah mereka sekarang, mereka berada di dapur yang sudah siap dengan peralatan masak dan bahannya yang sudah di persiapkan oleh Mamanya Ar, Tak lupa mereka memakai celemek.


Ar yang di suruh untuk mengupas bawang membuat dia mengeluarkan air mata, melihat itu teman temannya pun tertawa.


Sedangkan Anin yang sudah biasa memasak sangat lincah dalam memotong sayuran, Arin yang mengaduk masakan, Ajeng yang menggoreng ikan dan bu Dar hanya memberikan arahan untuk mereka.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka telah selesai memasak, dan menjadi juri dari masakan mereka adalah bu Dar sendiri.


"Lumayan lah rasanya tidak terlalu mengecewakan" Ucap bu Dar setelah mencicipin makan itu.


"Jadi Ma hukuman aku udah selesai dong ya? kan aku udah selesai belajar masaknya" Ucap Ar melihat mamanya dengan penuh harapan.


"Eh ini masih awalnya kamu harus belajar lebih giat lagi sampai kamu bisa masak sendiri makanan yang enak dan beraneka ragam, setidaknya kamu bisa tau masak masakan rumahan" Ucap Mamanya Ar


Teman temannya Ar hanya bisa menyabarkan Ar dan mengatakan akan terus mendukung Ar supaya cepat menyelesaikan hukuman itu.


Ar hanya bisa pasrah karena waktu santainya akan berkurang.


.............


Jangan lupa vote, like dan komen


Terima Kasih