
Kring kring kring
Hp Ar berbunyi menandakan ada telpon masuk.
"Assalamu alaikum Ma" ucap Ar setelah menekan tombol hijau menerima telpon yang ternyata dari Mamanya.
"Wa'alaikumusalam nak, kamu dimana sekarang tadi mama telpon Anin tapi katanya kamu sudah pulang dari tadi tapi kenapa belum sampai", ucap mamanya Ar khawatir dengan anaknya.
"Aku lagi di Vila Ma, mama ngk usah khawatir"
"Tapi kamu ngk apa apa kan Nak, Trus kapan kamu pulang"
"Mungkin besok Ma, aku masih mau di sini dulu soalnya aku kangen karena udah lama ngk kesini"
"Ya sudah tapi kamu jaga diri di sana ya, jangan lupa makan dan jangan tidur larut malam nanti kamu sakit" Ucap bu dar yang memang sudah tau kalau anaknya itu sedang ada masalah
Tadi bu dar sempat menelpon Anin dan Anin pun menceritakan semua kejadian yang terjadi tadi dan membuat bu dar khawatir kepada Anaknya.
"Iya Ma, bsk pagi juga aku pulang" ucap Ar kemudian mengakhiri telponnya setelah memberi kabar dan mengucapkan salam kepada mamanya.
bu dar membiarkan Ar menginap di Vila itu karena tempat itu sangat nyaman juga tenang jadi sangat cocok untuk menenangkan diri.
Di pesantren
Habib terdiam memikirkan perkataannya kepada Ar, dia sangat menyesal mengatakan itu.
"Bib Lo kenapa sih dari tadi diam aja semenjak ketemu sama itu cewek" ucap Rehan yang berada di samping Habib.
Rehan dan Habib yang memang seumuran membuat mereka sepakat untuk tidak selalu berbicara formal jika bukan di depan Santri atau ustadz lainnya apalagi saat membicarakan hal seperti ini.
"Gue ngk apa apa, oiya gue pamit dulu ya mau pulang kan jadwal mengajar gue juga udah selesai hari ini" ucap Habib sambil berdiri kemudian menepuk pundak Rehan.
"Ok lah hati hati bro" ucap Rehan.
Setelah mengucapkan salam dan di balas oleh Rehan, habib pun menuju ke parkiran dan masuk ke dalam mobilnya kemudian melaju meninggalkan tempat parkiran pesantren.
Rehan mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah karena pikirannya sedang kacau.
Dia tidak langsung pulang tapi di ke sebuah tempat yang jauh dari keramaian kota. Dia ingin menenangkan pikirannya.
Jarak dari pesantren ke tempat itu sekitar 2 jam perjalanan dan sesampainya di tempat itu dia memarkir mobilnya dan berjalan kaki menuju sebuah tempat yang penuh dengan kenangan bersama seseorang.
Di sini lah Habib berdiri di pinggir danau yang sangat indah, di danau itu tak banyak orang yang datang karena memang danau berada di pinggir hutan dan hanya warga setempat yang biasanya datang untuk sekedar memancing ikan.
"Hmmm ternyata danau ini masih saja indah seperti beberapa tahun yang lalu" Habib menghembuskan nafasnya menghirup udara segara dan melihat keindahan danau itu yang sangat terawat sehingga tidak ada sampah yang mencemari danau itu.
"Aisyah kapan kita bisa dekat seperti dulu, Kenapa kamu tidak menepati janji mu dulu" guman Habib lagi mengingat seseorang itu yang ternyata adalah Ar.
Sementara tak jauh dari tempat Habib sedang berdiri ada seorang wanita yang tengah duduk termenung sejak tadi.
"Habib" guman wanita itu saat tak sengaja ia menoleh ke samping dan melihat Habib berada di danau pantai tak jauh darinya.
Setelah tadi Ar menelpon Mamanya , Ar kemudian pergi ke danau yang berada di belakang Vila nya.
"Lebih baik gue pergi aja dari sini sebelum Habib liat gue" gumam Ar kemudian berdiri ingin meninggalkan tempat itu.
Tapi saat Ar berdiri Habib menengok dan melihat Ar yang hendak pergi. "Aisyah" gumam Habib.
"Aisyah tunggu" teriak Habib ketika Ar sudah mulai menjauh darinya.
Ar yang mendengar orang yang memanggilnya dan dia yakinin adalah Habib dia pun berhenti kemudian berbalik melihat Habib berjalan mendekatinya setelah Habib semakin dekat Ar kembali membelakangi Habib.
"Aisyah aku mau bicara sebentar" ucap Habib yang sudah berdiri di belakangan Ar.
"Ada apa" ucap Ar cuek tapi sebenarnya dia sangat bahagia karena Habib sudah mau berbicara lebih dulu padanya terlihat dari senyum Ar tetapi sambil membelakangi Habib.
"Aku....Aku mau minta maaf soal tadi, aku ngk bermaksud mengatakan itu. Sebenarnya..." ucap Habib gugup tapi perkataannya terhenti karena ucapan Ar.
"Ngk perlu minta maaf kamu ngk salah, aku yang salah karena udah ganggu kamu dan juga sudah mencintai kamu" ucap Ar dengan terdengar santai dan saat mengucapkan 'mencintai kamu' suaranya ia kecilkan tetapi masih bisa di dengar oleh Habib.
Mendengar ucapan Ar Habib semakin bersalah dan juga senang karena dia bersalah telah melukai perasaan Ar dan juga bahagia karena ternyata Ar mencintainya.
Tapi Habib masih bingung dengan perasaannya dia, apakah dia benar mencintai Ar dengan tulus atau hanya karena nafsu melihat kecantikan Ar.
"Aku ngk bermaksud bikin kamu sedih Syah" ucap Habib dengan rasa menyesal dia tau Ar pasti sangat sedih.
"Aku ngk sedih Bib, aku ngk apa apa jadi kamu ngk usah peduli, kalau gitu aku pamit dulu Bib. Assalamu alaikumu" ucap Ar kemudian pergi meninggalkan Habib.
"Aisyah... Wa'alaikumusalam" ucap Habib yang masih ingin menjelaskan sesuatu kepada Ar tetapi dia sudah pergi.
"Maafin aku Bib, aku sayang banget sama kamu tapi aku harus sadar diri juga untuk memiliki kamu yang hampir sempurna sedangkan aku jauh dari kata sempurna untuk mu" Ucap dalam hatinya ketika sudah menjauh dari Habib.
Ar kembali ke Vila nya karena hari sudah mulai malam, sementara Habib masih pun kembali ke dalam mobilnya untuk pulang ke rumahnya.
.............
Jangan lupa Vote, rate, like dan komen
Terima kasih