Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Siapa Wanita itu



Setelah makan mereka pun kembali ke rumah karena masih banyak yang harus di persiapkan.


Tapi di tengah perjalanan mobil mereka di hadang oleh sebuah mobil sport berwarna merah.


"Ar awas" Ucap Mereka karena kaget dengan mobil yang tiba-tiba berhenti di depan mereka.


Ar dengan sigap memberhentikan mobilnya. "Gila ya tu orang, berhenti tiba-tiba" Ucap Arin emosi.


"Woi kalau mau mati jangan di depan mobil kita dong" Teriak Ajeng setelah keluar dari mobil.


Pengendara mobil itu pun keluar, seorang wanita dengan pakaian yang seperti kekurangan bahan. Berkulit putih dan gaya berpakaiannya sangatlah mewah.


"Belagu banget ya loh, jangan karena mobil lo mahal jadinya lo bisa seenaknya di jalan. Ini jalanan bukan punya nenek moyang lo" Ucap Ajeng marah setelah melihat wanita itu keluar dari mobilnya.


"Ajeng udahlah sabar" Ucap Ar menenangkan sahabatnya.


Arin dan Anin pun turun. "Rein?" Ucap Anin setelah melihat wanita itu.


"Reina siapa Nin" Tanya Ar bingung


"Oww jadi ini cewek ganjen dan sok alim yang udah godain Habib" Ucap Wanita itu sinis melihat Ar.


"Maksud lo apa" Tanya Ar masih bingung


"Engga usah sok polos deh lo, gue tau kalau lo dekati Habib cuma buat hartanya kan" Ucap wanita itu mendekati Ar.


"Lo jangan berani ya hina teman gue, atau lo" Ucap Arin sambil menunjuk wanita di hadapannya dan juga Ar.


Arin sangat emosi dan tidak terima dengan hinaan dari wanita yang mereka tidak tau siapa.


"Apa mau lo Ina, kenapa lo ngehalangin jalan kami" Tanya Anin pada wanita itu yang di sebut Ina.


"Gue sama teman lo ini, karena dia udah rebut Habi dari gue" Ucap Wanita yang di sebut dengan Ina tadi.


"Ina, masalah ini bisa di bicarakan di lain waktu. lo tau kan ini tempat jalanan jadi sebaiknya lo pergi masalah ini kita atur waktu untuk kalian bicara" Ucap Anin dengan tenang.


"Engga bisa Nin, Urusan ini harus gue selesain secepatnya. Dia harus tau kalau Habib itu milik gue dan akan selamanya jadi milik gue, dia engga pantes bersanding dengan seorang Habib" Ucap Wanita itu menolak apa yang Anin ucapkan.


"Eh lo itu cewek yang engga jelas tau gak, dan gue yakin lo itu cuma salah satu cewek halu yang mimpi buat dapetin Habib yang jelas-jelas milih sahabat gue buat jadi pendamping hidupnya jadi lo kalau masih punya harga diri mendingan pergi dari sini secepatnya" Ucap Arin menunjuk-nunjuk wanita yang bernama reina dengan penuh emosi.


"Hee cewek gila engga usah ikut campur deh lo" Ucap Reina marah.


"Lo yang gila, tiba-tiba ngehadang mobil" Ucap Arin tambah marah.


Disela pertengkaran mereka tiba-tiba ada lagi mobil mewah yang berhenti di dekat mereka. 2 orang cewek yang bertemu dengan Habib di restoran tadi pun turun dari mobil itu.


"Mereka berduakan yang ketemu sama Habib di restoran tadi, kenapa mereka ada di sini" Batin Ar.


"Jadi dia teman ki Na" Tanya Anin kepada reina melihat 2 cewek yang sudah ada di samping Reina.


"Iya" JawabReina singkat.


"Tunggu dulu, ini maksudnya apa sih. Kalian ini siapa dan kenapa ngelahangin jalan kami" Ucap Ar kemudian karena sudah tidak tahan dengan kejadian yang menurutnya tidak penting ini.