Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Pulang



Setelah beberapa hari Ar dan Habib berbulan madu sekaligus umroh mereka pun kembali ke negaranya.


"Sayang, maaf ya karena masalah di perusahaan Abi jadinya kita harus pulang lebih cepat" Ucap Habib saat mereka sedang menunggu jadwal penerbangan pesawat mereka.


"Engga apa-apa kak, Abi lebih membutuhkan kakak lagipun aku sudah sangat senang sudah bisa liburan dengan kakak" Ucap Ar dengan tulus.


"Terima kasih ya, krn kamu mau mengerti" Ucap Habib sambil mencium pucuk kepala Ar.


Ar pun tersenyum sambil memegang tangan Habib.


Mereka memang pulang lebih cepat karena orang tua Habib menelpon dan mengatakan bahwa ada masalah di perusahaan mereka dan Pak Justin juga sedang berada di negara lain untuk mengurus proyek penting dan tidak bisa di tinggal.


Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di negara mereka.


"Alhamdulillah, kita bisa sampai dengan selamat kakak. Aku udah kangen banget sama keluarga kita" Ucap Ar dengan bahagia.


"Iya sudah, ayo kita cepat pulang" Ucap Habib dengan menggandeng tangan Ar membawanya ke luar bandara.


Sang sopir yang menjemputnya pun mengikuti mereka dari belakang sambil membawa barang-barang pasutri yang baru saja pulang dari berbulan madu itu.


............


"Assalamu'alaikum" Salam Habib dan Ar ketika masuk ke dalam rumah Habib lebih tepatnya rumah orang tua Habib.


"Wa'alaikumusalam" Jawab orang yang berada di dalam rumah.


Di dalam rumah itu sudah ada orang tua Ar , dan Bu Ani uminya Habib yang sedang duduk di ruang keluarg.


"Alhamdulillah kalian sudah pulang sayang" Ucap Bu Ani senang.


"Iya Mi" Ucap mereka bersamaan sambil menyalami orang tua mereka.


"Sayang, mama kangen banget sama kamu" Ucap Bu Dar sambil memeluk putrinya.


"Aisyah juga kangen sama Mama" Ucap Ar


"Papa juga senang akhirnya kalian sudah pulang" Ucap Pak Andi.


"Ya sudah lebih baik kalian istirahat saja dulu, nanti kita lanjutkan mengobrolnya" Ucap Bu Ani kepada Habib dan Ar.


"Iya Umi, kalau gitu kami ke kamar dulu" Ucap Habib pamit.


...........


Setelah Shalat magrib berjamaah dan juga makan malam bersama, Habib, Ar, dan orang tua mereka pun duduk di ruang keluarga.


"Sepertinya kalian sangat menikmati bulan madu kalian" Ucap Bu Dar kepada Habib dan Ar.


"Iya Ma, Aisyah sangat bahagia. Aisyah bisa berjalan-jalan dan melihat indahnya alam ciptaan Allah" Jelas Ar dengan penuh kebahagian.


"Syukurlah nak, kalau kamu bahagia kami pun ikut bahagia" Ucap Bu Ani tersenyum melihat raut kebahagian di wajah menantunya.


"Apa kalain suka dengan barang-barang yang ku pilihkan untuk kalian" Tanya Ar kepada orang tuanya dan juga mertuanya.


"Tentu sayang, dan lihat Umi sudah memakai gelang yang kamu kirimkan" Ucap Bu Anu sambil memperlihatkan gelang yang dia pakai.


"Mama pun suka lihat" Ucap Bu Dar juga memperlihatkan gelang yang dia pakai sama seperti Bu Ani.


"Aisyah sengaja belikan gelang itu untuk Mama dan Umi supaya kita bisa kembaran. Lihat Aisyah juga pakai" Ucap Ar memperlihatkan gelang yang sama yang dia pakai juga.


"Hmmmm, seperti para wanita-wanita ini jika sudah berbicara pasti melupakan para lelaki di sekitarnya. Benarkan Habib" Ucap Pak Andi sambil berdehem.


"Iya Pa, mereka terlalu senang bercerita hingga melupakan kita di sini" Ucap Habib.


"Sudah lah Bib, sebaiknya kita pergi saja dari sini dan biarkan mereka melanjutkan cerita mereka. Kita juga bicara bisni saja" Ucap Pak Andi.


"Iya Pa, di sini pun kita hanya menjadi pendengar mereka" Ucap Habib.


"Kakak, tidak marah kan. Soalnya Aku sangat senang bercerita dengan Mama dan Umi" Ucap Ar takut Habib marah.


"Tidak, kakak betul-betul ingin bicara bisnis juga dengan papa jadi kamu lanjut cerita sama Mama dan Umi dulu" Jelas Habib membuat Ar tersenyum.


"Ya sudah sana, kakak bicara sama papa" Ucap Ar dan kembali bercerita dengan Mama dan Uminya.


Sedangkan Habib ke ruangan kerja bersama Pak Andi untuk membahas masalah perusahaannya dengan Papa mertuanya itu.


.......


Yang udah nunggu lama Up nya Author minta maaf dan untuk visualnya di next pengumuman.


Terima kasih atas dukungannya