
"Sayang, tadi Uminya Habib nelpon katanya kamu di suruh ke rumahnya" Ucap Bu Dar saat Ar baru saja sampai.
"Ada apa Ma" Ucap Ar sambil menyalami tangan Mamanya.
"Katanya sih dia mau ngasih sesuatu tapi karena dia mau ngasihnya langsung jadi kamu di suruh ke sana" Ucap Bu Dar.
"Iya udah Ma, Aisyah nanti sore Ar ke sana" Ucap Ar.
"Aisyah ke kamar dulu ya, mau shalat dulu" Ucap Ar.
"Iya udah kalian shalat dulu dan istirahat" Ucap Bu Dar.
" Iya tante" Ucap sahabat Ar bersamaan.
Mereka pun ke kamar Ar untuk beristirahat sekaligus shalat.
"Kalian nanti temenin gue ke rumah Habib ya" Ucap Ar setelah mereka shalat.
"Iya ok itu" Ucap mereka bersamaan.
"Tapi kalau lo ketemu sama Habib gimana" Ucap Arin.
"Habib hari ini pulang dari pesantren kalau sudah malam jadi engga mungkin dia ada di rumah" Ucap Ar.
Mereka pun bersiap- siap untuk pergi ke rumah Habib.
Sore harinya.
"Ma, kami pergi dulu ya" Pamit Ar pada Mamanya.
"Iya sudah sayang, kalian hati-hati" Ucap Bu Dar.
"Assalamu'alaikum" Ucap mereka sambil menyalami tangan Bu Dar.
"Wa'alaikumusalam" Jawab Bu Dar.
Mereka melajukan mobil menuju rumah Habib yang tidak terlalu jauh dari rumah Ar.
Sekitar 5 menit perjalanan mereka pun sampai di rumah Habib.
Satpam yang sudah mengetahui Ar pun membuka pintu gerbang dan mempersilahkan mereka masuk.
"Assalamu'alaikum" Salam mereka.
"Wa'alaikumusalam" Jawab seseorang.
"Eh Nona Aisyah, cari Nyonya Anggun ya" Ucap pembatu di rumah Habib.
"Iya Mbak, Umi nya ada?" Tanya Ar.
"Baru aja keluar katanya non Aisyah di suruh menyusul tadi di restoran A, nyonya katanya udah pesan tempat di sana" Ucap Mbak itu.
"Makasih ya Mbak, kalau gitu kami pamit dulu. Assalamu'alaikum" Ucap Ar.
"Wa'alaikumusalam" Jawab Mbak itu.
Mereka pun menuju ke restoran A yang dimaksud Mbak itu.
Sekitar 15 menit perjalanan mereka pun sampai.
"Ada yang bisa saya bantu Mbak" Ucap Reseptionis.
"Saya mau nanya meja yang di pesan atas nama Bu Anggun dimana ya" Tanya Ar.
"Meja atas nama Bu Anggun ada di ruangan itu mbak, dia baru datang juga tadi" Ucap Resptionis itu sambil menunjukkan salah satu ruangan.
"Eh Ar itu kayaknya Habib deh" Ucap Anin yang tak sengaja melihat Habib.
"Iya Ar, liat tuh dia sama 2 orang cewek tapi siapa ya" Ucap Arin melihat 2 orang cewek yang berada di depan Habib dan memunggungi mereka jadi wajahnya tidak terlihat.
"Ar kita samperin aja yuk" Ucap Ajeng.
"Engga usah palingan itu cuma rekan bisnisnya, mereka juga bertiga jadi engga masalah" Ucap Ar berpikir positif.
"Iya tapi lo engga penasaran gituh sama mereka" Ucap Arin.
"Lo mau nikah sama cewek yang baru berhijab itu Bib, memang lo engga takut apa dia udah engga suci lagi secara dia itu kan cewek nakal dan kata adek aku yang laki-laki dia pernah ngeliat Aisyah ke Bar bahkan mabok-mabokan" Ucap Salah seorang cewek yang bersama Habib.
"Iya bib secara kan lo ini ustadz" Ucap wanita yang satunya lagi.
"Gue juga punya buktinya nih, dia pernah pelukan sama cowok di Bar waktu mabok sama sahabatnya itu" Ucap Salah satu wanita itu.
"Lo masih yakin dia wanita suci Bib, gue saranin lo sebaiknya batalin nikah sama dia deh" Ucap Wanita itu.
"Kurang ajar banget dia Ar, benarinya dia ngefitnah lo kayak gitu" Ucap Anin mulai kesal mendengar pembicaraan mereka.
Mereka memang masih di sana dan tidak jadi masuk ke dalam ruangan yang di pesan Bu Anggun karena penasaran dengan pembicaraan Habib dan kedua wanita itu jadinya mereka duduk di meja tak jauh dari meja Habib sambil memunggungi Habib supaya tidak di ketahui.
"Kita samperin aja mereka Ar" Ucap Arin juga marah.
"Mereka pasti orang yang iri dan mereka juga menyukai Habib pastinya jadi mereka engga rela kalian menikah" Ucap Ajeng.
"Kita liat reaksi Habib aja dulu, aku percaya dia engga mungkin terhasut oleh omongan mereka" Ucap Ar masih tenang.
"Saya masih percaya sama calon istri saya jadi kalau kalian cuma mau ketemu dan menfitnah dia maka rencana kalian anggap gagal karena keluarga saya sudah menyuruh orang untuk mengawasi Aisyah selama saya tidak bersamanya jadi saya sudah pastikan dia masih suci dan masalah foto ini juga saya tau kalau dia memang pernah mabok tapi itu bukan masalah bagi saya, foto yang kalian tunjukkan adalah rekayasa dan editan sangat jelas sekali jadi kalian tidak bisa membodohi saya masalah seperti ini" Ucap Habib sambil merobek foto-foto yang di berikan oleh kedua wanita itu kemudian melemparnya di hadapan mereka.
"Bilang pada sahabat kalian itu kalau sampai mati pun saya tidak akan mau mencintainya apalagi dia melakukan hal murahan untuk mendapatkan cinta saya" Ucap Habib marah.
"Assalamu'alaikum" Ucap Habib kemudian pergi meninggalkan kedua perempuan yang terlihat sangat kesal karena rencana mereka batal.
"Sinta pasti marah kalau dia tau rencana ini gagal" Ucap salah satu wanita itu.
"Sudahlah, kita pulang saja" Ucap wanita yang satunya.
Ar tersenyum senang karena Habib tidak terpengaruh pada mereka.
"Untung aja Habib engga percaya sama mereka" Ucap Ajeng.
"Tapi gue heran wanita itu siapa sih" Ucap Arin penasaran.
"Salah satunya merupakan anak dari pemilik bar yang pernah kita datangi tapi kalau masalah hubungannya sama Habib gue engga tau" Ucap Anin yang memang mengenal salah satu dari mereka.
"Kalian engga usah pikirin itu, yang penting buat gue Habib engga percaya sama fitnah mereka" Ucap Ar.
...........
Terima kasih atas dukungannya