
Setelah beberapa jam perjalanan mereka pun tiba di negara H.
"Alhamdulillah, kita bisa sampai dengan selamat di tempat tujuan" Ucap Ar bersyukur.
"Iya Alhamdulillah. Itu sepertinya orang yang menjemput kita" Ucap Habib sambil menunjuk ke arah seseorang yang berjalan le arah mereka.
"Selamat datang tuan dan nyonya, perkenalkan saya di sini di tugaskan sebagai asisten pribadi tuan dan nyonya" Ucap Orang yang baru datang di hadapan Habib dan Ar itu dengan nada formal dan sangat sopan.
"Baiklah kalau begitu antar kami ke penginapan kami" Ucap Habib.
"Baik tuan" Ucap Asisten itu kemudian mengambil koper milik Habib dan Ar untuk dia bawa dan berjalan lebih dulu ke arah mobil.
Habib dan Ar pun bergandengan tangan menuju mobil dengan penuh mesranya.
Setelah sampai di hotel mereka langsung diantar ke kamar mereka karena semua persiapan dan kebutuhan mereka sudah di siapkan oleh asisten pribadi mereka.
"Silahkan Tuan, Nyonya. Ini kamar kalian" Ucap Asisten itu setelah membukakan pintu kamar.
"Terima kasih" Ucap Habib.
"Apa masih ada yang Tuan dan Nyonya butuhkan" Tanya Asisten dengan sopan.
"Apa cemilan dan minuman sudah ada" Tanya Habib.
"Sudah tuan, semuanya ada di lemari itu" Ucap Asisten menunjuk sebuah lemari kecil di dekat sebuah sofa panjang.
Habib kemudian mengecek lemari itu.
"Kenapa ada minuman bersoda di dalam lemarin ini, dan ini kenapa minuman haram ini juga di sini" Tanya Habib dengan tajam sambil mengeluarkan semua minuman itu.
"Maaf tuan, semua itu di siapkan oleh pihak hotel" Ucap Asisten itu dengan gugup.
"Kenapa kamu tidak mengecek semuanya, ini termasuk tugas kamu kan dan kamu juga pasti sudah di beri tau kalau saya paling tidak suka ada minuman ini dan juga minuman bersoda ini tidak di sukai oleh istri saya" Ucap Habib dengan nada santai tapi menatap tajam ke arah asistennya.
"Maaf atas keteledoran saya tuan, saya akan membawa minuman ini dan menggantinya dengan yang lain" Ucap Asisten itu merasa takut.
"Sudah lah kak, kita juga tidak meminumnya dan pihak hotel kan yang menyiapkan itu jadi jangan salahkan dia" Ucap Ar berusaha menghentikan Habib menyalahkan asisten itu.
"Ya sudah, sekarang kamu ganti semua ini dan siapkan juga kami makanan" Ucap Habib
"Baik tuan, nyonya kalau begitu saya permisi dulu" Pamit asisten itu yang hanya di anggukkan oleh Habib.
"Sudah marah-marahnya" Tanya Ar ketika asisten itu sudah keluar.
"Aku tidak marah" Ucap Habib.
"Iya tidak marah, tapi tatapan kamu tadi ke asisten itu udah kayak mau memakan asisten itu saja" Ucap Ar.
"Biasa aja" Ucap Habib.
"Iya ya terserah kamu deh kak, aku mau mandi dulu" Ucap Ar berlalu ke kamar mandi.
.......................
Ke esokan harinya Habib dan Ar mengunjungi berbagai tempat di kota itu di temani Asisten sebagai supir pribadi mereka.
Habib dan Ar sangat bersenang-senang saat menghabiskan waktu mengunjungi berbagai tempat yang sangat indah.
1 minggu lamanya mereka berada di negara itu dan ini hari terakhir mereka liburan di negara yang sangat indah ini.
"Kapan-kapan kita ke sini lagi ya kak, aku suka banget tempat ini" Ucap Ar saat mereka sedang mengemas barang-barang untuk pergi lagi ke tempat tujuan mereka yaitu Arab saudi untuk umroh bersama.
"Iya, nanti kita akan ke sini lagi liburan bersama keluarga kita" Ucap Habib tersenyum.
"Astaga, ternyata barang-barang yang udah aku beli sebanya ini Kak" Ucap Ar terkejut melihat barang-barang yang selama seminggu dia beli setiap kali jalan-jalan di kota ini.
"Tidak masalah sayang, kita akan mengirimkan ini terlebih dahulu barang-barang ini jadi kita tidak akan kerepotan membawanya" Ucap Habib tenang.
"Bukan masalah itu kak, kamu udah banyak banget keluarin uang bukan beli semua barang-barang yang aku mau dan aku udah boros banget, padahal kita baru seminggu gimana kalau di tempat lain" Ucap Ar merasa bersalah.
"Engga masalah sayang, sekali-kali kan kita belanja begitu yang penting tuh kamu bahagia dan aku juga udah janji sama kamu kalau aku bakalan berusaha buat kami bahagia selalu bagaimana pun caranya dan lagi pun ini udah kewajiban aku memberikan semua yang kamu mau" Ucap Habib berusaha menenangkan Ar yang terlihat sangat bersalah.
"Tapikan Kak" Ucap Ar yang terhenti karna Habib langsung menciumnya.
"Udah engga usah bawel, sekarang kita siap-siap aja bukan berangkat. Nanti kita bisa ketinggalan pesawat" Ucap Habib.
Seketika Ar langsung diam menatap Habib.
"Kamu udah kasi nama setiap barang itukan, supaya nanti pas terkirim bisa langsung mereka bagi di sana" Tanya Habib.
"Iya udah, semua barangnya udah aku masukkin ke dalam kota dan udah ada nama-namanya juga" Jawab Ar.
"Ya udah biar asisten yang ngurus kita sekarang harus berangkat" Ucap Habib.
Merekapun berangkat ke bandara dengan diantarkan oleh asisten mereka.
Semua barang-barang yang Ar belipun sudah di kirim dengan pesawat pribadi milik keluarga Habib itupun tanpa sepengetahuan Ar.
....................
Beberapa Jam Kemudian.
"Masya Allah, tempat ini benar-benar indah ya kak" Ucap Ar takjub setelah mereka tiba di Arab saudi.
"Jelaslah sayang, ini merupakan tempat yang suci jadi wajar saat kita datang pasti rasanya sangat tenang dan menyenangkan" Ucap Habib juga menikmati kenyamanan kota itu.
Tidak seperti di negara sebelumnya, di sini mereka tidak memiliki asisten ataupun supir pribadi. Mereka hanya ingin berdua dan menikmati ibadah mereka dengan tenang dan mandiri.
Di tempat ini lah Ar akan belajar menjadi istri yang baik begitupun Habib yang akan berusaha menjaga Ar dan senantiasa membahagiakannya.
Mereka rencananya akan tinggal selama 2 minggu di Arab saudi, selama itu mereka hanya akan ibadah baik ibada umroh maupun ibadah mereka sebagai suami dan istri.
Habib sama sekali belum pernah menyentuh Ar secara intim atau meminta haknya sebagai suami karena beberapa hari yang lalu Ar mengalami haid jadinya mereka sepakat akan menyempurnakan hubungan mereka di tempat suci ini.
.................
Hay para pembaca setia ku, maaf baru up lagi. Semoga kalian engga pernah bosan dengan cerita ini ya.
Jangan lupa dukung Author dengan vote, rate 5, like dan komen.
Terima Kasih.