Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Ar Marah



“eh siapa tu cowok ganteng banget” ucap salah satu mahasiswa di ruangan itu


“meleleh hati ku melihat cowok seganteng itu”


“pangeranku”


“hai boleh kenalan ngk”


Sapaan sekaligus pujian dari para mahasiswi yang melihat cowok itu masuk ke dalam ruangan kelas itu tapi cowok itu hanya melewatinya saja dan berjalan ke meja Ar dan teman temannya.


“Ar itu cowok ganteng banget” ucap Arin yang sudah berdiri ketika cowok itu mendekat ke arah mereka.


“Hai…”sapa cowok itu dengan senyum yang semakin membuat wanita terpesona melihatnya tapi tidak dengan Ar yang cuek dan tidak peduli.


“Hai juga..” ucap Arin dengan senyum juga.


“Ganjen banget sih Lo Rin” ucap Anin sambil menarik tangan Arin untuk kembali duduk.


Arin hanya mendengus kesal, kemudian duduk kembali ke tempatnya tetapi tidak berhenti memandang cowok itu.


“Hai… hmm Lo masih ingat gue kan” ucap cowok itu sambil berdiri di dekat Ar dan melihatnya Ar.


Ar tidak menjawab pertanyaan yang menurut dia tidak penting.


“Ar apa cowok ini yang tadi Lo ceritain ke kita “ ucap Ajeng yang memang sangat ceplas ceplos membuat Ar kesal apalagi melihat cowok itu yang sudah tersenyum ke Gran.


“Jadi tadi lo bicarain gue ya” ucap cowok itu dengan menaikkan alisnya


Ar hanya memutar bolamatanya malas melihat tingkah cowok yang menurutnya aneh itu.


“ow jadi cowok ini yang tadi gangguin Lo Ar? Ngapain Lo kesini” ucap Anin dengan jutek


“Emang ada yang larang kalau gue ke sini” ucap cowok itu menjawab Anin


“Selamat siang semuanya” tiba tiba dosen masuk ke kelas mereka dan menghentikan Anin membalas perkataan cowok itu.


“Siang pak” ucap mahasiswa yang ada di ruangan itu dengan serentak.


“Eh Bima kau sudah datang” ucap Dosen itu saat melihat Bima di ruangan kelasnya.


“Iya pak”, ucap cowok yang tadi berbicara kepada Ar and the geng.


Cowok yang di panggil Bima itu kemudian maju ke depan dekat dengan dosen yang sedang berdiri.


“Perkenalkan semuanya ini Bima Angga dia adalah Asdos yang akan menggantikan saya atau yang akan membantu mengajar bila saya berhalangan dan tidak hadir” ucap Pak Dosen memperkenalkan Bima.


“Apa…Jadi dia Asisten Dosen, ****** nilai gue pasti bakalan jelek ini kalau harus berhadapan sama tu orang” bisik Ar kepada Anin yang duduk di sebelahnya.


“Gue kira dia tadi mahasiswa baru di sini” ucap Anin juga berbisik


Sementara cewek yang lain yang mengagumi Bima sangat senang dan tambah memuji Bima karena bukan hanya ganteng tapi dia juga Asisten dosen yang pastinya pintar.


“Aaaa cowok idaman banget itu mah” ucap Arin yang memang sedari tadi mengagumi Bima


“Mata Lo itu udah kaya mau copot tau ngk Rin dari tadi liatin tu cowok” ucap Ajeng melihat Arin yang tergila gila sama cowok itu.


Sementara Bima hanya tersenyum mendengar setiap pujian setelah memperkenalkan dirinya. cowok cowok yang ada di ruangan itu hanya bisa mendengus karena aka nada saingan baru bagi mereka karena Asdos itu membuat semua wanita memujinya.


Di rumah Habib


“Ngk Umi” ucap Habib kemudian duduk di kursi bersamaan dengan Abinya yang juga bru datang


“Nak apa kamu tidak ada niat untuk menikah muda” Tanya Abinya Habib tiba tiba


“Kenapa Abi bertanya seperti itu” Tanya Habib balik tanpa menjawab pertanyaan Abinya


“Abi udah lah bahas masalah itu lain kali aja kita makan dulu” ucap Uminya Habib sambil memberika makanan untuk suaminya


“Makan dulu Bib nanti setelah makan baru di lanjutkan bicaranya” ucap Uminnya Habib lagi kepada Habib sambil memberikan makanan juga.


Mereka pun makan tanpa berbicara karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka dan itu juga merupakan anjuran agama.


Di kampus


Dosen yang mengajar di kelas Ar baru saja keluar karena waktu mengajarnya sudah selesai, tapi Bima yang tadi membantu sebagai Asdos yang membantu mengawasi pelaksanaan ujian tengah semester tadi masih berada di ruangan itu lebih tepatnya dia sudah berjalan kearah Ar dan temnnya.


“Lo ngk boleh lagi jutekin gue apalagi ngk sopan sama gue karena gue itu Asdos” ucap Bima ketika sudah berada di dekat Ar yang tadinya ingin pergi.


“Iya pak” ucap Ar cuek


“Gue ngk setua itu juga sampai harus di panggil pak” ucap Bima tak terima mendengar panggilan pak dari Ar.


“Maaf gue eh maksudnya saya mau ke luar pak permisi, ayo guys” ucap Ar yang hendak pergi bersama temannya.


“eh tunggu siapa nama Lo” ucap Bima sambil memegang tangan Ar yang hendak pergi


“brengsek, Gue tau Lo Asdos di sini tapi bukan berarti Lo bisa seenaknya kurang ajar dengan memegang tangan gue” ucap Ar marah setelah tdi dia menghentakkan tangan Bima yang sudah memegangnya.


Ar memang sangat tidak suka di sentuh sembarangan orang apalagi cowok, dari dulu dia memang seperti itu dan Bima dengan beraninya memegang tangan Ar. Ar sangat marah terlihat dari matanya yang memerah dia bahkan sudah tidak peduli dengan yang namanya kesopanan.


“Kurang ajar apanya, gue Cuma mau tau nama Lo. Tapi Lo malah membentak gue apa seharusnya Lo itu yang di bilang kurang ajar” ucap Bima dengan santai tapi seperti orang yang marah.


“Lo udah pegang tangan gue dan Lo masih nanya kurang ajar dari mana, emang cowok brengsek Lo” ucap Ar semakin marah bahkan dia menunjuk Habib.


“Ar udah semua orang liatin kita itu” ucap Anin menenangkan Ar yang sudah sangat emosi apalagi semua orang yang berada di ruangan itu belum keluar dan melihat mereka bertengkat


“Iya Ar ngk enak di liatin orang” ucap Ajeng juga menenangkan Ar


“Iya Ar mendingan kita keluar Aja” ucap Arin juga


“Cewek yang benar benar unik, baru kali ini gue ketemu sama cewek kaya dia” batin Bima melihat Ar yang marah karena dipegang tangannya padahal cewek yang biasa dia temui akan dengan rela dia sentuh bahkan rela menyerahkan tubuhnya demi untuk dekat denganya.


“Maaf ya Kak, maafin teman saya” ucap Arin takutakan bermasalah jika berurusan dengan Asdos.


“Ngapain Lo minta maaf sama cowok ini” ucap Ar marah mendengar Arin meminta maaf kepada Bima.


“Udah Ar ayo kita pergi” ucap Anin menarik Ar pergi dari ruangan itu.


“permisi Kak” ucap Ajeng dan Anin bersamaan kepada Bima sebelum pergi mengikuti Anin dan Ar.


.............


Jangan lupa Vote, rate, like dan komen


Terima Kasih