
Di perjalanan
“Pa, gimana ini apa kita harus menerima perjodohan itu sedangkan anak kita suka sama anaknya Pa Justin sahabat kamu itu” ucap bu Dar pada suami
Pak Andi yang saat itu sedang menyetir tersenyum melihat ke gelisahan istrinya “Kita kan Cuma mau kenalin mereka, ya kalau mereka cocok kita terima perjodohn ini” ucap pak santai.
“Sebenarnya Mama suka sama Rehan dan Habib mereka sama sama pria yang baik, tapi anak kita Cuma suka sama Habib sejak kecil” ucap bu Dar khawatir memikirkan putrinya yang sangat mencintai Anaknya pak Justin itu.
“Nanti kita bicarakan di rumah sama Aisyah” ucap pak Andi kemudian fokus menyetir.
Sesampainya di rumah mereka turun dari mobil “Sepertinya Aisyah sudah pulang” ucap pak Andi melihat Mobil putrinya terparkir di depan mobil mereka.
“Iya pa, Ayo kita masuk” ucap bu Dar kemudian mereka masuk ke dalam rumah.
“Assalamu’alaikum” ucap Mereka bersamaan saat Membuka pintu.
“Wa’alaikumusalam” ucap mbok Surti yang baru saja keluar dari dapur.
“Mbok , Aisyah mana” Tanya bu Dar kepada mbok Surti yang sudah dia anggap seperti keluarga itu.
“Dari tadi saya liat dia ke kamar dan belum keluar Nak Dar” ucap Mbok Surti yang memang memanggil bu Dar dengan sebutan Nak karena bu Dar yang meminta.
“Iya udah Mbok bisa lanjutkan kerjaannya” ucap Bu Dar kemudian mbok Surti ke belakang Rumah untuk membersihkan Kolam renang di sana.
“Papa... “ teriak Ar yang melihat Papa dan mamanya dari lantai 2 rumahnya.
kemudian Ar berlari turun melewati tangga, “Papa, aku kangen” ucap Ar dengan Manja kepada papanya itu.
Lantai 2 rumah Ar kita memang bisa melihat lantai bawa bagian tengah. Tadi bu Dar dan pak Andi hendak ke kamar mereka yang berada dekat di lantai 1. Tapi melihat Anak mereka turun dan berlari dengan penuh senyum dia mereka mengurungkan niatnya.
Tadi saat Ar selesai makan siang lalu ke kamarnya dan langsung tidur, karena dia terlalu lelah marah saat kejadian di kampusnya dengan cowok yang bernama Bima itu
“eh kangen nya sama papanya aja nih, ngga sama mama gitu” ucap bu Dar dengan pura pura cemberut.
“kan tiap hari juga ketemu mama tapi papa udah 2 minggu ngga pulang jadi kangennya sama papa aja dulu” ucap Ar dengan tersenyum melihat Mamanya sambil memluk papanya.
“Anak Papa manja banget ini, baru juga 2 minggu papa ngga pulang. Tapi kamu ngga nakal kan selama Papa ngga di rumah” ucap pak Andi dengan menatap Ar yang berada di pelukannya itu.
“eh ngga dong pak, Tanya aja sama mama kalau nggga percaya” Ucap Ar yang gugup tapi berusaha tersenyum supaya papanya tidak curiga. “ Iya kan Ma” Tanya Ar kepada Mamanya sambil mengedipkan mata supaya di iyakan mamanya.
“Iya pa, dia ngga nakal bahkan sekarang dalam waktu seminggu dia udah bisa masak makanan rumahan dan sering bantu mama masak” ucap bu Dar yang memberitaukan perkembangan Putrinya.
“Wah anak papa yang manja ini udah bisa masak” ucap pak Andi bangga
Ar hanya tersenyum kemudian melepaskan pelukannya pada papanya. “Pa Pesananku mana” ucap Ar menagih pesanannya kepada papanya yang dia minta sebelum papanya ke luar kota.
“Kita duduk di ruang tengah aja dulu, ayo” ucap bu Dar karena mereka saat ini sedang berdiri di depan tangga.
“Pesanan kamu ada di kamar papa sama mama” ucap pa Andi saat mereka duduk di sofa ruang tengah.
“Kalau gitu Aisyah ambil dulu” ucap Ar yang hendak berdiri
“Nanti aja, papa sama Mama mau bicara sama kamu” ucap Pak Andi menahan Ar untuk berdiri.
“Mama ke dapur dulu ya buat bikin minum sama cemilan” ucap Bu Dar kemudian berdiri untuk ke dapur.
“Kenapa Pa,oiya tadi kata mbok papa sama mama ke rumah temen,apa papa ke rumah Om Justin” ucap Ar yang hanya tau teman papanya hanya Pak Justin jadi dia mengira tadi orang tuanya ke sana.
“Bukan, Papa sama mama tadi ke rumah Om Bambang dan Tante Ani. Tante Ani itu sahabat Mama kamu dan mereka baru datang dari luar negri” ucap Pak Andi kepada putrinya itu.
“Papa mau bicara Apa tadi” ucap Ar karena tadi papanya mau bicara sesuatu dan sepertinya itu penting melihat raut wajah papanya yang serius.
“Kapan kamu wisuda sayang” Tanya Pak Andi.
“Aku kan masih semester 7 Pa, dan ini masih pertengahaan semester jadi mungkin sekitar 10 bulan lagi kalau bisa lulus tahun ini” Ucap Ar sambil membantu Mamanya yang baru saja datang dari dapur membawa minuman.
“kalau Papa sama mama jodohin kamu apa kamu mau” Tanya pak Andi.
“Pelan pelan sayang minumnya” peringatkan bu Dar.
“Papa sama mama mau jodohin aku?” Tanya Ar kepada orang tuanya
“Iya rencananya gitu kalau kamu mau kita juga ngk maksa sayang” ucap bu Dar karena dia pikir Anaknya akan marah.
“Di jodohin sama siapa” ucap Ar dengan ekspresi yang tidak bisa di tebak
“Sama anak temen kami” ucap Pak Andi
“Aku mau Pa” ucap Ar dengan senyum lebarnya.
“Kamu benar mau sayang, kalian bisa kenalan dulu sebelum menerimanya, kami juga ngk maksa” ucap Bu Dar yang aneh melihat reaksi anaknya yang dia kira akan menolak.
“ngga Ma, ngapain kenalan lagi, kan udah kenal sama Habibnya jadi ngapai kenalan” ucap Ar dengan senyum bahagia dia pikir yang akan di jodohkan dengannya adalah Habib orang yang dia cintai.
Pak Andi dan Bu Dar saling melihat kemudian melihat putri mereka yang terlihat sangat bahagia karena mengira Habib lah yang akan di jodohkan dengannya.
“Nak, bukan Habib tapi anaknya Om bambang dan tante Ani” ucap Pak Andi yang membuat Ar yang tadinya tersenyum kemudian memandang kedua orang tuanya dengan penuh Tanya.
“Pa, Ma kan kalian tau kalau aku suka nya sama Habib tapi kenapa kalian mau jodohin aku sama orang lain yang ngga aku kenal” ucap Ar dengan rasa kecewanya.
“Nak kan mama mu tadi bilang kita ngga maksa, kalian kenalan aja dulu kalau misalnya cocok kalian bisa lanjutkan” ucap Pak Andi berusaha menjelaskan kepada anaknya.
“Iya sayang, kalian Cuma kenalan aja dulu” ucap Bu Dar
“ngga, Aku Cuma suka sama Habib” ucap Ar tetap menolak
“Apa Habib mau sama kamu” Tanya Pak Andi.
Ar hanya dia karena selama ini hanya dia yang mencintai Habib bahkan Habib tidak menyukainya.
“Dia sama sekali ngga suka sama kamu Nak, Papa tau apa yang Habib suka bahkan tipe perempuan yang dia suka karena orang tuanya sering cerita dan kamu ngga termasuk tipe dia” ucap Pak Andi berusaha menyadarkan Anaknya supaya
“Aku akan berusaha menjadi tipe wanita yang Habib suka Pa, Aku akan berusaha buat Habib suka sama Aku. Aku ngga mau di jodohin Pa” ucap Ar yang dengan suara serak nya berusaha menahan air mata nya.
“Tapi Nak, kami Cuma mau kalian kenalan. Papa punya fotonya dia ngga kalah ganteng sama Habib dan dia juga seorang Ustadz seperti Habib jadi apa bedanya” ucap Pak Andi kemudian mengeluarkan foto dari kantongnya yang sempat ia minta ke orang tuanya Rehan.
“Papa tau dia Ustadz dan ngga beda jauh jauh sama Habib dan pastinya tipenya juga hampir sama sama yang Habib suka, jadi apa bedanya Pa. pasti dia juga menolak” ucap Ar melihat kedua orang tuanya.
“Dia udah setuju, dan kalian hanya akan kenalan” ucap Pak Andi semakin membuat Ar bersedih.
“Ma… Aku ngga mau” ucap Ar meminta bantuan kepada Mamanya
“ Pa sudahlah kalau memang dia tidak mau jangan di paksa” ucap Bu Dar berusaha memberitau suaminya.
“Kalian hanya kenalan Nak, masalah perjodohnya bisa di atur setelah itu” ucap pak Andi berusaha memberitau kepada Anaknya dengan penuh kasih sayang.
Mereka memang tidak pernah mendidik Ar dengan kasar, bahkan jika Ar melakukan kesalah pun mereka selalu menasehatinya meskipun pada akhirnya ar akan dapat hukuman tapi mereka tidak pernah membentak Ar.
“Keputusan papa sudah bulat, mereka akan datang besok malam untuk makan malam di rumah kita sekalian kalian bisa kenalan, ini fotonya kamu bisa liat dulu” ucap Pak Andi kemudian memberikan sebuah foto kepada Ar
“Terserah papa, Aku pamit dulu mau ke kamar shalat dulu” ucap Ar kemudian berdiri dan tidak mengambil foto itu.
“Sayang… Aisyah tunggu nak” panggil Bu Dar saat Ar sudah naik ke tangga
Ar tidak mendengarkan panggilan mamanya, “Pa, seharunya papa ngga ngomong gitu kasihan Aisyah, dia pasti sedih” ucap Bu Dar kepada suaminya.
“Itu demi kebaikan dia Ma, Dia harus bisa lupain Habib. Papa ngga tega melihat dia selalu berharap sama Habib yang mungkin tidak menyukainya” ucap Pak Andi kemudian meminum minuman yang tadi di buat istrinya.
.............
Jangan lupa vote, rate, like dan komen
Terima Kasih