The twin's Mask

The twin's Mask
Siapa yang tidak tahu malu



Kembali ke kediaman Alister.


Cleopatra mengernyitkan dahi nya saat dia melihat seseorang berdiri tepat di hadapan nya saat ini, mengembangkan senyuman terbaik nya pada Cleopatra.


"Kau sudah pulang?"


Seorang gadis yang usia nya cukup dewasa bicara dan bertanya, mengembangkan senyuman nya sambil bergerak melangkah mendekati Cleopatra.


Dia berusaha untuk mengingat dengan keras siapa sosok tersebut untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya Cleopatra Ingat siapa sosok tersebut. Bagian bagan keluarga yang dia hapal satu persatu memang tidak mudah, tapi setidaknya dia tidak harus menjadi bodoh dan terlihat terlalu bersandiwara.


"Bibi Casandra?"


Dia bicara sambil menampilkan ekspresi bahagia nya, membiarkan gadis tersebut memeluk hangat dirinya.


"Bibi pikir kau akan melupakan diri ku, Cleopatra"


Casandra bicara sambil mengembang kan senyuman nya, memeluk hangat Cleopatra dan membiarkan gadis tersebut masuk kedalam dekapannya. Cukup lama pelukan terjadi, hingga pada akhirnya secara perlahan Casandra melepaskan pelukan hangat nya saat Cleopatra berkata.


"Kapan bibi pulang?"


Gadis tersebut bertanya setelah pelukan terlepas menatap wajah Casandra untuk beberapa waktu. Dia sedang menelisik wajah gadis dihadapannya, berpikir dengan keras dimana Casandra berdiri saat ini? di bagian sisi kanan nya atau bersekutu dengan Lunara secara diam-diam. Cleopatra jelas tidak mudah untuk mempercayai siapapun saat ini karena salah menaruh kepercayaan percayalah dia mungkin bisa mati tanpa ketahuan.


Orang-orang di keluarga Alister bisa jadi memiliki boleh juga mereka masing-masing dan bisa jadi juga memiliki rencana masing-masing untuk kesenangan mereka atau bahkan untuk masa kejayaan mereka. karena itu bagi Cleopatra mempercayai sembarang orang jelas bukan pilihan yang paling bijak untuk dirinya saat ini.


"sejak kemarin dan aku tidak menemukanmu sama sekali semalaman hingga pagi hari ini"


gadis tersebut menjawab dengan cepat. Cleopatra pikir Casandra jelas memiliki tingkat kecantikan nya tersendiri dan Cleopatra juga berpikir wajah Cassandra tidak terlalu mirip dengan Lunara. cara bicara garis tersebut cukup tidak sama dengan Lunara, dia terkesan lebih hangat dan lembut juga memiliki tatapan mata syahdu, berbeda dengan Lunara yang jelas menyimpan ribuan ambisi di balik bola mata nya dan suatu melengking nya yang bisa menyakiti telinga. nyata nya orang-orang berkata kedua orang itu adalah kakak dan adik aneh nya dia pikir mereka jelas memiliki karakter yang cukup berbeda menurut Cleopatra.


"Aku pergi ke kediaman Kakek tua Andaram"


Dan Cleopatra sengaja berkata seperti itu karena saat ini pandangannya tidak sengaja tertuju pada Silvia yang baru saja turun dari atas tangga, bisa dia lihat reaksi perempuan tersebut seketika mengeluarkan ekspresi wajah terkejutnya, Silvia yang masih melangkah menuruni anak tangga seketika langsung menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Cleopatra dengan tatapan yang tajam.


Casandra langsung mengeringkan dahinya saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh Cleopatra.


"aku cukup terkejut kamu pergi ke kediaman keluarga kakek Andaram"


ucap gadis tersebut dengan cepat kemudian dia bergerak melangkah berbalik diikuti oleh Cleopatra menuju ke arah meja makan.


"kakek mengundang ku ke sana dan memintaku untuk tidur di sana, bibi"


Cleopatra bicara sembari mengembangkan senyumannya dia mengabaikan pandangannya terhadap Silvia yang kembali melangkahkan kakinya dengan gerakan yang cukup cepat.


"Dan Sky Andaram ada bersamamu juga?"


"He em"


Dan Cleopatra hanya mengangguk kan kepalanya.


"kau seperti perempuan murahan yang datang ke rumah laki-laki dan bertandang tidur ke sana, benar-benar tidak tahu malu"


Silvia tiba-tiba bicara dengan cepat, dia mendengus dan mengejek ketika gadis tersebut sudah melangkah turun dari tangga dan berusaha untuk kesejajarkan dirinya pada kedua orang tersebut di mana kini mereka sudah berada di bagian meja makan.


Melihat kedatangan Silvia dan mendengar ucapan nya yang juga tidak berkelas membuat Casandra menatap tajam kearah Silvia.


"sebagai keponakan dan seorang adik kau cukup kurang ajar Ketika bicara dengan orang yang lebih tua dari mu, Silvia"


Dan tiba-tiba saja Cleopatra berkata begitu, dia mendengus dan membuang pandangannya, Cleopatra melihat beberapa menu sarapan pagi yang telah di siapkan dari pelayan rumah.


"Apa? kau...."


Silvia jelas terkejut, ingin sekali dia memaki Cleopatra dan menjambak rambut gadis tersebut, dia ingin bicara tapi Cleopatra langsung berkata kembali.


"aku dengar kau tidur dengan seorang laki-laki dalam beberapa bulan belakangan, hilir mudik dan keluar masuk hotel dan menggunakan kartu kredit untuk membiayai kehidupan laki-laki lain nya, apakah itu tidak terdengar lebih murahan, Silvia?"


Dan setelah berkata begitu Cleopatra langsung menatap kearah Silvia, dia meraih sepotong sandwich kemudian mengigit nya dihadapan Silvia, cara menggigit yang ditampilkan Cleopatra cukup mengerikan, seolah-olah gadis tersebut berkata, aku bisa mengunyah mu dengan cara yang kasar dan membuat mu hancur di mulut ku seperti saat ini.


Dan bayangkan bagaimana ekspresi Silvia saat ini.


"Apa?"


Dia terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Cleopatra.


"Kau menjual diri atau sedang mengobral diri?"


Tanya Cleopatra sambil menaikkan ujung alisnya.


"Bukankah kau lebih menjijikkan dari ku? aku pikir hal yang normal untuk ku tidur di rumah kediaman kakek calon suami ku"


Setelah berkata begitu Cleopatra Membuang Pandangan nya, dia lebih memilih untuk mengembangkan senyuman nya pada Casandra.


Tapi gadis tersebut seketika berkata kepada Silvia.


"Apa kau bercanda?"


Tanya Casandra dengan tatapan tidak percaya.