The twin's Mask

The twin's Mask
Sengaja datang diakhir



di dalam sana ketika Lunara telah diseret keluar oleh anggota kepolisian, nenek muda alister langsung meminta seseorang menenangkan situasi di dalam ruangan tersebut dan kembali melakukan perhitungan suara di mana dia meminta layar yang ada di hadapan tersebut diubah videonya.


"kita akan menghitung ulang suara pemilihannya" terdengar suara perempuan yang meminta semua orang agar mendengarkan mereka.


"mohon kembali duduk ke tempat masing-masing, dan kita akan menghitung kembali voting suaranya dan mengumumkannya di bagian layar proyektor di depan" lanjut perempuan itu lagi kemudian.


Nenek muda Alister terlihat bersikap sangat tenang sejak tadi, dia sama sekali tidak menampilkan kepanikannya saat Lunara ditangkap atau bahkan sebelumnya di mana siaran di dalam layar proyektor tersebut menunjukkan jika lunara terlibat pembunuhan kakek tua Alister yang tidak lain adalah kakak laki-lakinya.


wanita tersebut membiarkan kedua belah tangannya saling bertaut antara satu dengan yang lainnya, bola matanya menatap ke arah depan di mana para dewan direksi kembali duduk pada posisi mereka masing-masing. dan di sampingnya dua laki-laki kembali menghitung suara sembari menunggu perhitungan suara yang akan muncul di layar proyektor di hadapan semua orang.


cukup lama waktu berlalu hingga pada akhirnya layar tersebut kembali menampilkan seperti adegan sebuah permainan slot 🎰 yang terus bergerak memutar angka mereka di mana pada akhirnya suara vote yang terkumpul tampil dengan jelas pada layar di hadapan semua orang.


hanya selisih dua angka di mana orang berkata tidak setuju pada pergantian CEO Alister group.


itu artinya semua orang setuju jika Cleopatra diganti hari ini kepemimpinannya dan beralih pada nenek muda Alister.


bisa dibayangkan bagaimana ekspresi nenek muda Alister saat ini ketika dia menyadari dia memenangkan voting pemilihan para dewan direksi dan dia berhasil untuk naik menjadi penguasa Alister satu-satunya. tersirat kebahagiaan di balik wajah tua wanita tersebut saat ini, dan terdengar tepuk gemuruh di dalam ruangan itu di mana para dewan direksi yang mendukung dirinya.


namun tidak dipungkiri ada juga para dewan direksi yang keberatan dengan keputusan itu dan merasa mereka dicurangi, mereka saling melirik antara satu dengan yang lainnya tidak setuju jika nenek muda Alister yang menguasai Alister grup, mengingat bagaimana cara mereka memimpin pada masa lalu.


bagi mereka wanita tersebut tidak cocok untuk naik menjadi seorang pemimpin karena dia tidak memiliki jiwa kepemimpinan sama sekali juga dia bukan tipe wanita yang bijaksana ditambah lagi wanita tersebut cukup menyukai perselisihan dengan beberapa perusahaan yang akan menjalin kerjasama dengan mereka.


bayangkan bagaimana ekspresi semua orang saat ini tapi apalah daya mereka tidak memiliki kekuasaan untuk membantah lagi voting pemilihan tersebut.


"voting pemilihan berakhir dan kita telah menentukan jika nyonya..."


suara dibalik mikrofon terdengar memecah keadaan di mana keributan yang terjadi kembali menjadi sebuah keheningan.


"kita akan menandatangani surat persetujuan pemindahan alih kepemimpinan Alister group" suara tersebut saat ini kembali terdengar menggema di dalam ruangan besar itu.


nenek muda alister jelas saja menaikkan ujung bibirnya dan dia melirik ke arah seorang laki-laki yang kini bergerak membawa sebuah dokumen untuk ditandatangani oleh semua orang.


dan ketika semua orang mulai akan menandatangani dokumen tersebut tiba-tiba saja dari arah pintu masuk.


Brakkkkkkk.


satu kejutan terjadi pada mereka ketika pintu tersebut terdengar terbuka dengan suara yang cukup keras.


semua para dewan direksi seketika langsung menundukkan kepala mereka pada Cleopatra, mereka cukup terkejut gadis tersebut datang di waktu yang cukup terjepit.


nenek muda Alister terlihat mengeluarkan senyum mengejeknya, dia pikir meski bagaimanapun juga Cleopatra datang ke sana itu sama saja sia-sia.


"Aku pikir kau tidak akan datang kemari Cleopatra, tapi aku menghargai kehadiranmu, meskipun begitu tidakkah kau sadar walaupun kau memberikan voting suara hari ini nyatanya kau tetap akan kalah pada pemilihanmu sendiri karena selisih angka kita ada pada dua dewan direksi" wanita itu bicara sembari perlahan berdiri dari posisinya.


nenek muda Alister bergerak untuk keluar dari posisi duduknya dan bergerak untuk mendekati Cleopatra, tatapan tajam wanita tersebut seolah-olah mengintimidasi Cleopatra saat ini, gimana tatapannya jelas menyiramkan jika dia mengusir gadis muda tersebut dari ruangan itu.


baginya tidak ada gunanya gadis itu ada di sana ditambah lagi sejak awal perusahaan itu dia tahu seharusnya memang menjadi miliknya bukan menjadi milik Cleopatra yang masih terlalu muda juga bau kencur.


mendengar apa yang diucapkan oleh nenek muda Alister membuat Cleopatra ujung uji alisnya. Kini posisi mereka saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya.


"Aku juga terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh nenek, dan apakah aku harus mengucapkan selamat atas terpilihnya nenek menjadi pemimpin dari Alister group?" gadis itu bertanya sembari menaikan ujung bibirnya, dia membalas tatapan wanita tersebut tanpa sedikitpun rasa takut.


Setelah berkata seperti itu Cleopatra terlihat tertawa kecil, ketawanya terdengar seperti sebuah ejekan yang membuat nenek muda Alister langsung mengerutkan keningnya.


dia pikir apa yang ditertawakan oleh gadis tersebut saat ini, padahal jelas-jelas cleopatra telah kalah pada masa ini.


"kau punya nyali untuk tertawa saat ini? tidakkah kau sadar kau kehilangan semuanya dan apa yang menjadi milikmu kini telah berpindah pada diriku, Cleopatra?" wanita itu bicara dengan nada yang sangat lembut, dia menekan setiap kalimatnya agar tidak terdengar oleh orang lain.


"Seharusnya kamu sedih dengan keadaan ini" tambah wanita itu lagi kemudian.


Namun nyatanya Cleopatra sama sekali tidak menampilkan ekspresi rasa sedih atau rasa tersingkirnya sama sekali. gadis tersebut kemudian tiba-tiba berkata.


"Aku pikir nenek muda lupa akan sesuatu" ucap Cleopatra kemudian sembari meminta wanita di hadapannya tersebut mengingat soal sesuatu.


mendengar ucapan Cleopatra jelas saja membuat dia mengerutkan keningnya, nenek muda Alister tidak paham apa yang diucapkan oleh gadis di hadapannya tersebut.


Cleopatra memajukan wajahnya ke arah nenek muda Alister, dia membiarkan pipi mereka nyaris menyatu antara satu dengan yang lainnya, kemudian gadis tersebut berbisik tepat di balik telinga kiri nenek muda Alister.


"Masih ada beberapa suara yang mungkin nyaris nenek lupakan" ucap Cleopatra secara perlahan kemudian dia terkekeh kecil seolah-olah mengejek wanita tersebut.


nenek muda Alister langsung membulatkan bola matanya, dan di detik berikutnya tanpa pernah diduga dari arah pintu masuk beberapa orang melangkah menuju ke arah dalam ruangan tersebut dan hal itu jelas saja membuat bola mata nenek muda Alister semakin terbelalak kaget dan nyaris melotot keluar dibuat.


"Kau...."