The twin's Mask

The twin's Mask
Sedikit menekan nya



Silvia Alister memaksa masuk kedalam ruangan kerja Cleopatra, dia ingin membuat perhitungan diam-diam dihadapan gadis tersebut atas kemarahan nya kemarin didepan nenek tua dan nenek muda Alister, dia merasa harga dirinya tercabik-cabik oleh gadis sialan itu.


Tapi siapa sangka begitu dia memaksa menbuka pintu ruang kerja Cleopatra yang membuat dia membelalakkan bola matanya terjadi, Silvia yang berdiri di depan pintu jelas terkejut melihat adegan menjijikkan antara Cleopatra dan Sky saat ini.


posisi kedua orang tersebut terlalu estetik menurutnya, di mana sky yang memeluk Cleopatra dari arah belakang, laki-laki itu seolah-olah dalam keadaan bergairah menghadapi Cleopatra dan dia tidak tahu apa yang terjadi diantara kedua orang tersebut sebelumnya.


Rasa cemburu seketika menghantam dirinya dan Silvia mengeratkan rahangnya sembari menggenggam erat telapak tangannya.


"Apa yang kalian lakukan?"


dia berteriak lantang dengan tidak tahu malu, amarah nya bertalu-talu dan dia benar-benar Ingin menarik Cleopatra agar menjauh dari Sky Andaram.


Silvia begitu tergila-gila pada Sky Andaram, melewati banyak waktu dan masa bahkan melakukan berbagai macam cara demi bisa mendapat kan hati Sky Andaram, nyatanya meskipun berhasil memisahkan Sky dan Cleopatra di masa lalu bahkan membuat Sky membenci Cleopatra tapi Sky Andaram tidak pernah mau meluluhkan hati nya untuk Silvia.


Dan saat dia kembali berjuang untuk mendapatkan laki-laki tersebut, nyatanya.....


"Sky lepaskan"


Cleopatra yang terkejut dengan kehadiran Silvia agak gelagapan, posisi mereka membuat dia sedikit malu juga tidak nyaman.


"Kamu tidak ingin membuat rival mu lebih marah dan cemburu, Cleo?"


Tiba-tiba Sky berbisik, dia enggan melepas kan pelukan nya.


"Ini waktu yang tepat untuk memberikan nya sebuah pengingat, antara aku dan kau tidak akan pernah ada dia di antara kita"


Lagi Sky Andaram berbisik.


Ucapan laki-laki tersebut membuat Cleopatra sedikit mengerut kan kening nya.


"Tapi bukan dengan cara begini"


Cleopatra sedikit protes, masih berusaha memberontak tapi nyatanya Sky benar-benar memiliki kekuatan ekstra untuk membelenggu tubuh nya didalam pelukan laki-laki tersebut.


Alih-alih peduli dengan protesan Cleopatra, Sky kembali berbisik.


"Ini akan jadi permainan yang manis, mau lihat bagaimana menggila nya Silvia?"


Didetik berikut nya Sky melepaskan pelukannya.


"Kau datang di waktu yang tidak tepat, Silvia"


Laki-laki tersebut bicara, menampilkan ekspresi datar dan dingin nya, Sky Andaram beringsut menjauhi Cleopatra, memilih bergerak mendekat ke arah kursi sofa.


"Kau bahkan kehilangan sopan santun mu pada kakak perempuan mu sendiri, seharusnya kau mengetuk pintu sebelum bertamu ke dalam ruangan kakak mu"


Dan percayalah Silvia yang menatap adegan Sky mencium leher Cleopatra sudah membuat wajah Silvia memerah dengan kemarahan yang meradang, ditambah ucapan Sky yang terdengar begitu menekan nya dan menganggap nya tidak memiliki sopan santun pada Cleopatra.


"Apa?"


Silvia tercekat, bertanya sembari menahan kemarahan dan kecemburuan tinggi yang bercampur aduk menjadi satu.


"Kau....itu...hah..."


Silvia ingin bicara tapi tidak tahu kenapa seolah-olah lidah nya kelu, dia menggenggam erat telapak tangan nya dan berusaha menetralisir detak jantung nya yang tidak beraturan karena kesal.


"Ini ruangan Cleopatra, maksud ku dia saudara ku, saudara tidak memerlukan sopan santun...."


Dia bicara, ingin membuat pembelaan diri tapi Sky kemudian memotong ucapan nya.


"Tak perlu sopan santun? apa Lunara tidak mengajarkan mu soal etika dalam keluarga?"


Lagi kalimat Sky menekan nya, membuat Silvia seketika menganga.


"Pantas saja aku bisa tertipu oleh trik mu di masa lalu"


Dan percaya lah begitu Sky berkata begitu, seketika Silvia dan Cleopatra langsung menoleh kearah Sky Andaram.


"Ya?"


Silvia bertanya dengan perasaan tidak baik-baik saja.