The twin's Mask

The twin's Mask
Kehebohan besar



Lunara yang awalnya menampilkan wajah penuh kebahagiaan seketika langsung mengerutkan keningnya dimana bisa dia lihat semua orang tampak berbisik kemudian menatap ke arah dirinya.


"Nyonya?" dan sang sekretaris bicara dengan nada tercekat.


Wanita itu jelas langsung menatap karya sekretarisnya di mana sang sekretaris terlihat melotot menatap ke arah layar yang ada di belakangnya, Lunara buru-buru langsung membalikkan tubuhnya dan ingin melihat apa yang sebenarnya ditampilkan di dalam layar tersebut.


dan bayangkan bagaimana terkejutnya wanita itu ketika dia menyadari apa yang telah ditayangkan di dalam video yang kini ada di hadapannya itu.


"Apa?" wanita itu tercekat dan dia nyaris kehilangan kata-kata nya.


dia sempat mematung untuk beberapa waktu dan cukup bingung harus melakukan apa, karena apa yang dilihatnya saat ini sungguh luar biasa membuat dia membeku untuk waktu yang cukup lama, seolah-olah ini adalah sebuah kejutan yang sangat luar biasa untuknya dan tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


"Apa-apaan ini?"Lunara pada akhirnya berteriak histeris dia langsung berdiri dari posisinya dan berusaha untuk menutup layar besar yang ada di hadapannya tersebut dengan tubuhnya.


Nyatanya sekuat apapun dia berusaha untuk menutupnya dengan tangannya serta tubuhnya, siaran tersebut telah ditonton oleh puluhan pasang mata, bahkan yang lebih mengerikan adalah siaran tersebut terus berjalan tanpa bisa dihentikan sama sekali meskipun dia terus berteriak histeris karena tidak mau menerima apa yang dilihatnya saat ini.


Bayangkan bagaimana bisik-bisik terus terjadi, dan pemilihan suara seolah-olah menjadi begitu kacau balau saat ini.


Didalam sana, terdapat sebuah rekaman yang menyatakan jika Silvia bukan Putri kandung dari tuan Jiang Alister muda tapi dari seorang laki-laki lain nya yang sudah lama dia sembunyikan identitas yang sejak dulu hingga kini.


dan yang lebih mengerikan adalah Lunara digadang terlibat pada kematian mertua laki-lakinya di masa lalu, dia membunuh kakek tua Alister karena laki-laki tua tersebut mengetahui soal siapa Silvia sebenarnya. dialah yang menyebabkan kakek tua Alister terkena serangan jantung pada malam di mana dia dan kakek tua alister saling melakukan aksi dorong-mendorong di bagian belakang taman Mansion utama Alister.


Dan kejadian itu tidak pernah ada yang tahu hingga hari ini karena rekaman CCTV di kediaman alister pada hari itu telah di musnahkan oleh Lunara dengan cara yang picik.


Dan percayalah hal itu membuat Lunara menjadi begitu histeris, dia tidak tahu kenapa rekaman tersebut ada di sana dan siapa yang melakukannya pada hari pemilihan oleh dewan direksi tentang kepemimpinan Alister group yang baru. wanita itu terus berteriak histeris dan dia berusaha untuk membela dirinya.


"ini semua bohong, seseorang mencoba untuk menjebak ku"


"jangan percaya atas apa yang kalian lihat, ini semua kebohongan, ini hanya editan dan ini tidak ada yang benar"


"matikan dengan cepat layar ini, aku bilang matikan dengan cepat sekarang juga.... kau... matikan...aku bilang jangan percaya dengan semua nya" Lunara terus berteriak histeris, dia menunjuk sekretarisnya dan beberapa orang agar segera mematikan rekaman tersebut, beberapa orang terlihat panik dan berusaha untuk mematikan video di dalam layar itu nyata nya seolah-olah sejak awal seseorang telah mensettingnya dengan sebaik mungkin agar video tersebut terus berjalan dan ditonton oleh para dewan direksi juga orang-orang yang ada di sana.


Dan siapa sangka di balik kepanikan Lunara, nenek muda Alister terlihat menaikkan ujung bibirnya. wanita itu benar-benar menikmati apa yang terjadi saat ini, tanpa pernah ada yang menyadari jika dia merasa begitu senang dengan keadaan saat ini.


"Apa-apaan ini?"Lunara jelas saja berteriak histeris saat dia melihat dua petugas kepolisian mencoba untuk memborgol tangannya tanpa perasaan, dia tentu saja menolak dan berusaha untuk memberontak.


"Anda ditangkap atas kasus dugaan pembunuhan terhadap tuan Alister tua" salah satu dari anggota polisi bicara dengan cepat sembari memberikan satu lembar surat perintah penangkapan Lunara.


bayangkan bagaimana terkejutnya wanita tersebut saat ini, sama seperti seisi ruangan tersebut yang jelas jauh lebih terkejut karena mereka cukup tidak menyangka jika pemilihan kepala CEO untuk Alister group menjadi penangkapan Lunara, di mana mereka pikir itu artinya karir Lunara akan terjun bebas dan hancur tanpa bisa di elak kembali.


dan Lunara jelas saja tidak mau dia ditangkap.


"Menyingkir dariku, biarkan aku bertemu dengan pengacara ku dan dia akan menyelesaikan semuanya" wanita tersebut jelas saja berteriak histeris dia tidak menyangka hari ini akan menjadi mimpi buruk di dalam hidupnya.


Dia membutuhkan pengacara nya saat ini juga.


Dan tiba-tiba saja wanita itu ingat dengan seseorang, dia langsung menoleh ke arah nenek muda Alister, nyatanya dia tidak menemukan wanita tersebut saat ini di mana di sekitarnya namun dia tetap tidak bisa menemukannya saat ini dan seketika berbagai macam pemikiran menghantam dirinya.


"Ibu muda?" dia mencoba untuk menahan suaranya, dan pada akhirnya wanita tersebut menggenggam erat telapak tangannya.


Lunara pikir apa mungkin ini adalah perbuatan wanita itu?!.


"tidak mungkin nenek muda Alister menghianati diriku" itu yang ada di dalam pemikirannya saat ini.


"Anda bisa meminta pembelaan kepada pengacara anda saat anda sudah berada di kantor polisi" pada akhirnya salah satu polisi bicara dengan cepat tanpa banyak basa-basi dia langsung meminta temannya memborgol Lunara.


hal tersebut jelas saja membuat Lunyar menjadi sangat marah dan meskipun dia memberontak nyatanya dia tidak bisa melakukan hal tersebut dan dia tidak berdaya untuk lepas dari borgolan tersebut. hingga akhirnya mau tidak mau dia pasrah ketika dia diseret keluar dari ruangan itu.


dan bayangkan bagaimana semua pasang mata menatap dirinya dari dalam ruangan hingga dia keluar dari ruangan tersebut, hari ini dia benar-benar jadi trending topic dan tidak ada yang tidak membicarakan soal dirinya.


wanita itu berusaha untuk terus berteriak histeris karena rasa malu yang menghantam dirinya.


"itu semua bohong, kalian bisa melihatnya, seseorang menjebak ku dan aku yakin itu adalah Cleopatra, Cleopatra sialan...... kau benar-benar sialan dan tunggu saja pembalasan dariku"


bayangkan saja bagaimana keadaan wanita itu, jelas-jelas kini dalam keadaan yang sudah tidak bisa dibela kembali di mana bukti-bukti telah menyeretnya secara perlahan menuju ke terali atau jeruji besi, tapi dia masih berusaha berkilah dan menganggap ini adalah sebuah jebakan.