
The Alister Group company
Ruangan kerja utama Cleopatra
Malam.
Ketika semua pegawai telah pergi ke peraduan masing-masing, cleopatra terus bergerak mencari beberapa data yang mungkin terselip di perusahaan mereka soal kejahatan Lunara di masa kemarin.
Bahkan dia mengumpulkan beberapa rekaman cctv untuk mencari bukti kecelakaan yang terjadi pada saudara kembar nya di masa lalu atau mungkin konspirasi dan juga hal licik yang dilakukan Lunara diam-diam untuk melenyapkan ayah nya.
Fokus mata nya terus tertuju ke arah layar laptop nya kemudian terkadang pindah ke beberapa berkas yang ada di hadapannya, jemari-jemari indah nya terlihat cekatan memainkan pulpen di ujung tangan nya terkadang mengganti nya dengan mouse yang ada di sisi kanan nya.
"Come...., berikan beberapa petunjuk sayang"
Cleopatra bicara, tidak membiarkan sedikit pun bola mata nya lepas dari apa yang dia kerjakan.
Sesekali Cleopatra meraih gelas yang ada di sisi kirinya, meraih air minum milik nya dan menyesap nya untuk beberapa waktu, terkadang dia mencoba untuk menghela nafas nya beberapa kali atau membiarkan jemari-jemari indahnya berpindah ke bagian pelipis ataupun keningnya untuk diberikan pijatan karena rasa lelah di bagian sekitar area makan dan juga rasa kantuk yang menghantam dirinya.
"Paman jika ingin pulang tidak masalah"
Dia ingat ada pengacara Aman di sana, tanpa menoleh ke arah depannya atau ke sisi kanan nya dia bicara sembari bola matanya tetap fokus pada pekerjaannya.
sama sekali tidak ada jawaban yang terjadi dan Cleopatra tidak terlalu menggubri hal tersebut, dia pikir membiarkan pengacara aman memutuskan sendiri ingin tetap bertahan atau bahkan pulang.
"mungkin aku akan kembali larut malam"
ucap gadis tersebut lagi kemudian, dan berikut nya dia kembali fokus pada pekerjaan nya.
cukup lama Cleopatra fokus pada pekerjaannya dimana jelas di seluruh gedung perusahaan tersebut sudah mulai menggelap hanya ada beberapa lampu yang terdapat pada beberapa ruangan saja yang dinyalakan.
Dia pada akhirnya dia mencoba untuk menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan kemudian secara perlahan gadis tersebut mencoba untuk memijat bahu dan lehernya untuk beberapa waktu.
Tanpa dia sadari tiba-tiba saja sepasang tangan berusaha untuk membantu memijat tengkuk dan bahu nya.
hal tersebut dapat membuat Cleopatra terkejut dia pikir apakah itu pengacara aman yang berbuat sedikit kurang ajar padanya, gadis tersebut langsung menoleh dan seketika dia terkejut serta membulatkan bola matanya, kemudian di detik berikut nya dia nyaris terjatuh dari kursinya saat dia tahu siapa yang baru saja ingin memijat tengkuk dan bahu nya.
Sraakkkkk.
"Hahhh?!."
Cleopatra terkejut dan berusaha memundurkan kursi kerjanya tapi dia nyaris terjatuh ke belakang.
"Akhhhhh"
Tapi sosok di hadapannya dengan cekatan menahan tubuhnya.
Posisi mereka terlalu estetik, dimana laki-laki dihadapan Cleopatra menahan tubuh gadis tersebut yang nyaris jatuh, adegannya sedikit dramatis dan agak-agak romantis.
Dimana bola mata Cleopatra dan laki-laki tersebut saling menatap antara satu dengan yang lainnya.
"Kau...?"
Cleopatra langsung mengerutkan keningnya, dia berusaha untuk membenahi posisinya, berdiri dengan cepat saat sadar jika laki-laki itu adalah.
"Sky Andaram?"
Kenapa dia selalu datang seperti hantu?!.
"Apa kau jelangkung? ah tidak diparis tidak ada jalangkung, apa kau Falak?"
Cleopatra bertanya, terlihat kesal menatap laki-laki dihadapan nya tersebut.
Mendengar ucapan Cleopatra membuat Sky Andaram menaikkan ujung alisnya, dia memajukan tubuh nya kedepan membuat Cleopatra memundurkan tubuhnya secara perlahan.
"What?"
Gadis tersebut mengerutkan keningnya, diiringi langkah mundur nya yang rupanya kini telah sampai pada meja kerjanya, gadis tersebut agak memundurkan tubuhnya, mencoba menahan meja dengan kedua tangan nya. Sky sengaja melakukan nya, berusaha untuk menjepit tubuh gadis tersebut agar merapat pada tubuh nya.
"Apa kau ingin memberikan kesempatan pada laki-laki asing untuk berbuat jahat dimalam hari di tempat seperti ini setelah semua karyawan pulang juga undur diri?"
Pertanyaan Sky Andaram jelas mengintimidasi, membuat Cleopatra mengedipkan bola mata nya untuk beberapa kali.
"Ya?"
Dia seperti nya baru sadar jika di sana benar-benar tidak ada siapa-siapa, langit sudah terlalu gelap dan ruangan nya saja yang kini menyala lampu nya.
"Itu..."
Cleopatra Mencoba menahan dada Sky Andaram yang kini semakin mepet pada tubuh nya.