
Kembali ke sisi Sky Andaram dan Sheena.
Sebuah mobil mendominasi berwarna hitam menembus kegelapan malam, melaju dari titik Utara dan bergerak menuju ke arah kediaman mansion utama Alister.
kedua orang yang ada di dalam mobil tersebut tampak fokus dengan urusan mereka masing-masing, dimana sky Andaram membiarkan dirinya fokus menyetir mobil dan menatap ke arah jalanan. setelah kejadian di restoran tadi mereka berdua memilih untuk tidak mengeluarkan suara mereka sejenak, di mana Sheena berusaha untuk menghela nafasnya beberapa waktu pada akhirnya.
"aku benar-benar tidak menyangka dia akan melamarku" Sheena bicara.
bola mata gadis tersebut menatap ke arah jalan'an depan untuk beberapa waktu, membiarkan diri menikmati kegelapan serta angin malam yang ada saat ini, sejenak dia melirik ke arah jam di tangannya untuk beberapa waktu dan rupanya ini benar-benar telah lewat tengah malam.
dia sengaja membuka obrolan karena takut laki-laki di sampingnya akan salah paham dengan keadaan tapi meskipun begitu dia juga yang mengundang laki-laki itu agar mengikutinya dan mengejar langkahnya ketika dibawa oleh Bams.
"jika tahu dia akan melamarku mungkin aku akan berpikir dua tiga kali untuk mengikutinya" lanjut gadis tersebut lagi kemudian.
mungkin kalimat tersebut seperti pembelaan diri walaupun sebenarnya dia tidak tahu apa arti dan makna dari kalimat yang diucapkannya, hanyanya saja dia merasa siku dan risih atas apa yang terjadi pada dirinya dan Bams tadi, cukup takut jika Sky Andaram salah paham terhadap dirinya karena ulah laki-laki tersebut.
tindakan dari Bams sepupu Sky Andaram benar-benar mengejutkan dirinya secara luar biasa, tidak terpikirkan jika laki-laki itu akan melamarnya pada malam hari ini setelah mereka tidak bertemu untuk waktu yang cukup lama dan baginya ini sangat luar biasa.
Dan tindakan Bams baginya cukup nekat, mengingat bagaimana hubungan laki-laki tersebut dengan Sky Andaram. dia berharap Sky Andaram mampu menanggapi dengan bijak atas ulah sepupunya tersebut.
"biarkan saja dia melakukan hal tersebut, sisanya hanya tergantung padamu mau menerimanya atau tidak" Sky Andaram pada akhirnya menjawab apa yang diucapkan oleh Sheena, dia bicara dengan nada perlahan tanpa menoleh ke arah gadis yang ada di sampingnya tersebut.
"aku pikir dia benar-benar jatuh cinta padamu dan berpikir jika kamu adalah Cleopatra namun sifatmu yang berubah membuat dia berpikir dengan keras dan mungkin karena itu dia tertarik padamu karena ingat sifat Cleopatra yang sesungguhnya begitu Kalam dan juga sangat pendiam" pada akhirnya sky Andaram bicara pada gadis yang ada di hadapannya tersebut sembari tangannya sibuk menyetir mobil dan pandangannya menetap karena depan atau sesekali melirik ke arah Sheena.
tentang apa sebenarnya kalimat yang diucapkan oleh laki-laki tersebut namun sejenak membuat Sheena.
Kemudian pada akhirnya gadis tersebut hanya mengganggukan kepalanya secara perlahan, di mana dia pada akhirnya dia melirik ke arah Sky Andaram untuk beberapa waktu.
"Yah aku pikir dia memang menebak jika aku adalah Cleopatra tapi sifatku mungkin membuatnya sedikit bingung, karena itu bisa jadi dia melamarku atas hal seperti itu." jauh gadis tersebut kemudian.
"aku hanya berpikir bagaimana jika seandainya dia tahu jika aku bukan Cleopatra, karena sejauh ini tidak ada yang membuka status di antara kami, karena nenek tua Alister sengaja masih menyembunyikan status kami karena takut akan terjadi sesuatu yang buruk di perusahaan jika tahu Cleopatra yang sesungguhnya masih dalam keadaan kosong" dan wajah Sheena saat ini.
Sky Andaram ikut dia mendengarkan apa yang diucapkan oleh gadis di sampingnya tersebut. seperti apa yang dikatakan oleh nenek tua Alister mereka memang belum bisa mengatakan tentang status Sheena yang sebenarnya keretaku akan terjadi konflik di perusahaan yang masih memanas karena urusan Lunara dan juga nenek muda Alister.
saham perusahaan sempat naik turun karena pecahnya kasus tersebut hingga membuat beberapa dewan direksi khawatir dengan nilai saham yang terjadi pada perusahaan Alister, tidak gampang memang untuk membuat saham menjadi normal kembali, jika bukan karena persiapan matang antara Sky Andaram dan Sheena, mungkin hingga hari ini saham keluarga Alister pasti terjun bebas di pasaran, untungnya kekuarga Andaram bergerak mengendalikan nilai saham pada perusahaan dengan cepat.
setelah itu keheningan terjadi di antara mereka, tidak ada obrolan untuk waktu yang cukup lama. seakan-akan mereka laron dengan pemikiran mereka masing-masing sehingga pada akhirnya Sky Andaram berkata.
"kamu menolak lamarannya?" dia belum tahu apa jawaban Sheena atas lamaran dari Bams, karena itu bertanya dengan cukup penasara.
ucapan laki-laki di hari pendidikan tersebut seketika membuat gadis itu tertawa kecil.
"tentu saja aku menolaknya, apa kamu pikir aku seorang playgirl dan akan menerima dua lamaran sekaligus, Sky?" dia bertanya dengan cepat pada laki-laki itu, melirik ke arah Sky Andaram sembari memunyungkan bibirnya.
mendengar protestan gadis tersebut seketika membuat laki-laki itu terkekeh, cukup lucu dia mendengar ocehan dari Sheena yang berpikir jika dia menuduh nya menerima lamaran Bams.
Dia terus tertawa geli sembari sesekali melirik ke arah gadis tersebut.
dan percayalah tawa yang diberikan oleh Sky Andaram cukup membuat gadis itu terkejut karena dia pikir ini untuk pertama kalinya dia melihat seorang Sky Andaram tertawa terbahak-bahak karena geli. laki-laki yang biasa yang bersihkan begitu dianggap terlalu dingin itu tanpa begitu manis, dan membuat Sheena menatap wajah Sky Andaram untuk waktu yang cukup lama.
dia menikmati momen ketika laki-laki tersebut tertawa dengan cara menyenangkan sejak tadi.
"Ada apa?" pada akhirnya laki-laki tersebut menghentikan tawanya cukup malu karena dia pikir gadis di sampingnya terus menatapnya sejak tadi.
"aku baru tahu saat kamu tertawa terlihat begitu tampan" Sheena bicara tanpa malu-malu memuji Sky Andaram secara langsung membuat laki-laki tersebut diam untuk beberapa waktu.
"aku jadi malu ketika kau melihatku tertawa atau tersenyum" pada akhirnya laki-laki tersebut bicara sembari mengulang senyumannya kemudian dia melirik ke arah Sheena sejenak setelah itu dia kembali memfokuskan pandangannya ke arah depan.
"Bukan masalah" Sheena menjawab cepat.
"aku malah menyukainya " Lanjut gadis tersebut lagi kemudian.
Dan Sky Andaram terdiam, dia merasa jantungnya tidak baik-baik saja saat dia mendengar apa yang dilontarkan oleh Sheena pada dirinya.
"Benarkah?" Pada akhirnya laki-laki tersebut bertanya, melirik ke arah Sheena sejenak untuk beberapa waktu.
Seulas senyuman mengembang di balik bibir Sheena, gadis itu menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Aku menyukainya" Lanjut Sheena lagi kemudian.
dan sejenak mereka berdua saling menatap antara satu dengan yang lainnya, tidak tahu kenapa tapi sekali Sky merasa jantungnya menjadi tidak baik-baik saja.
******
Mansion Utama Keluarga Alister.
begitu tiba di halaman Mansion utama keluarga Alister, Sky Andaram secara perlahan merapikan mobilnya dan mengantar turun Sheena tapi sebelum gadis itu turun laki-laki tersebut menahan lengan Sheena. hal tersebut membuat Sheena sedikit terkejut, dia menoleh ke arah Sky Andaram sembari mengerutkan kening nya.
jarak mereka berdua terasa begitu dekat dan rapat membuat jantung mereka berdua sama-sama berdetak dengan kencang, jangan ditanya bagaimana perasaan mereka saat ini yang jelas rasanya tidak baik-baik saja, tapi Sheena berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja kemudian dia bertanya.
"Ada apa?" tanyanya perlahan pada laki-laki tersebut.
"terima kasih banyak" ucap sky andaram tiba-tiba membuat gadis tersebut cukup terkejut sembari dia mengerutkan keningnya.
"untuk? " Sheena bertanya sembari mengerut kan keningnya, agak bingung atas apa yang diucapkan oleh Sky Andaram kepada dirinya.
"karena menghubungiku dan mempercayaiku untuk menyusulmu dengan Bams, karena mau jujur dan beri terus terang akan keberadaanmu " ucap laki-laki itu kemudian, dia bicara dengan perasaan bahagia karena sedikit banyak senang mau mempercayai dirinya dan mau bicara jujur atas keberadaan dirinya.
realita terkadang ada cukup banyak perempuan di luaran sana yang terkadang tidak jujur pada pasangan mereka ketika menemui laki-laki lainnya di luar atau bertemu bahkan mengatur janji. dan apa yang dilakukan oleh gadis di sampingnya tersebut cukup membuatnya senang karena setidaknya Sheena sudah mau berkata jujur kepada dirinya.
mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut jelas saja membuat Sheena mengembangkan senyumannya.
"bukan kah seorang perempuan memang harus seperti itu? secepatnya kita akan menikah dan modal dalam pernikahan adalah sebuah kejujuran dan terus terang bukan?" gadis tersebut bicara sambil mengembangkan senyumannya.
"Dalam menjalin sebuah hubungan ada tiga pilar penting yang harus ditanamkan setiap pasangan yaitu percaya, keterbukaan, dan kejujuran. Tiga pilar tersebut menjadi pilar yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah hubungan. Kepercayaan akan apa yang dilakukan pasangan amatlah perlu untuk terciptanya suasana hubungan yang harmonis dan jauh dari prasangka buruk yang belum tentu kebenarannya. Kemudian sikap keterbukaan antar pasangan perlu dan mutlak diperlukan. Dengan sikap keterbukaan maka kita dan pasangan kita tau apa problem atau masalah yang kita dan pasangan kita alami, apa kekurangan kita, dan lain sebagainya. Dan yang terakhir adalah sikap kejujuran yang nampaknya gampang dalam sebuah hubungan, namun dalam sebuah hubungan sulit untuk dilakukan."
"Dan kejujuran adalah salah satu kunci utama membangun keluarga yang aman dan bahagia, terbuka dalam hal kekurangan dan kelebihan masing-masing menjadi penguat dalam membina keluarga lebih baik, jujur dalam melangkah maka jujur dalam banyak hal itu akan menjadi modal pernikahan kita" lanjut gadis tersebut lagi.
"kejujuran dalam rumah tangga kadang tidak digambarkan secara sederhana oleh pasangan. Bahkan dianggap remeh. Banyak suami yang berkata tidak jujur pada istrinya setiap kali mereka pulang terlalu telat sepulang dari bekerja, begitu pula dengan istri yang seringkali tidak jujur dalam banyak hal misal kan soal mengelola keuangan di hadapan suami atau kemana dia pergi hari ini. Padahal, dengan jujur kesetiaan pun akan muncul dengan sendirinya melaui kepercayaan yang terbangun satu sama lain,” dan gadis tersebut diam sejenak.
"mungkin jika aku tidak berpikir ingin sungguh-sungguh menikah denganmu, ketika membahas menjemputku dan mengajakku pergi aku akan menganggap remeh dirimu dan pergi begitu saja mengikuti keinginannya, tapi bukankah kamu sendiri yang berkata pernikahan ini bukan main-main? kamu ingin kita mengikat pernikahan secara sungguh-sungguh dan membuang perjanjian yang tidak masuk akal di dalam pernikahan kita bukan? karena itu aku ingin kita memulai segalanya dengan sebuah kejujuran hanya pada akhirnya hubungan ini tidak perlu diragukan"
"Ada sebuah kalimat yang aku sukai Hubungan yang dimulai dengan kebohongan akan berahir dengan menyakitkan, Kalimat tersebut sebenarnya sudah mengajarkan kepada kita bahwa bohong itu tidak baik dalam sebuah hubungan. Bohong untuk kebaikan tidak berlaku dalam urusan percintaan. Kejujuran jauh lebih baik meskipun itu sakit dan membuat orang yang kita cintai pergi dari kita hmmm" dan pada akhirnya gadis tersebut menghentikan kata-katanya seperti dia mengembangkan senyumannya.
Sky Andaram terlihat diam, dia menatap dalam bola mata Sheena untuk beberapa waktu, menelisik wajah gadis tersebut dengan perasaan berdebar-debar, ucapan dari Sheena cukup mampu membuat dia bungkam.
"Aku akan turun" Ucap Sheena pada akhirnya.
Namun belum juga gadis tersebut beranjak atau bahkan berbalik tiba-tiba saja Sky Andaram menyambar perlahan bibir Sheena, percayalah apa yang dilakukan oleh laki-laki tersebut seketika mengejutkan Sheena, bulu mata gadis itu membulat dengan sempurna saat Sky Andaram tanpa ragu-ragu mencium diri nya.
Dia mengedipkan bola mata nya berkali-kali karena rasa terkejut nya yang luar biasa.
******
Catatan \=
Ada yang baru mak tapi banyak-banyak stok sabar baca ini Mak, karakter laki-laki nya bikin emosi tingkat tinggi wakkkakakak dijamin pengen getok sama centong saking kesal nya
*******
...Cuma salah satu bagian cerita...
"Nikmat bukan?"
Satu hentakan lolos memporak-porandakan bagian terdalam tubuh gadis di bawah nya saat Badai berkata nikmat bukan, gadis di bawah nya tersebut mencoba menahan tangisannya atas rasa sakit tubuhnya yang terbelah dua, sungguh luar biasa, hal paling berharga, darah pertama nya di ambil secara paksa dan brutal.
bisa dia rasakan milik laki-laki tersebut meluluh lantakkan bagian inti nya, menyeruak masuk menerjang selaput darah keperawanan nya tanpa belas kasih sama sekali.
ini adalah malam pertama nya, kali pertama dia melakukan nya, tanpa penetrasi, tanpa pemanasan lebih dulu, Laki-laki itu melakukan nya benar-benar tanpa hati.
Yeah Badai menggoyangkan pinggulnya naik turun setelah menghantam mahkota suci yang belum terjamah oleh siapapun sama sekali, Seolah-olah tiada ampunan sedikit pun yang diberikan laki-laki tersebut pada gadis yang sempurna menjadi perempuan tersebut.
Tidak ada kelembutan yang dipersembahkan oleh laki-laki yang ada di atas sosok tidak berdaya itu, dimana laki-laki tersebut telah sah menjadi suami nya dalam beberapa jam yang lalu.
Kau tidak akan pernah membayangkan malam pertama yang indah.
Badai bersumpah tidak akan pernah memberikan malam pertama indah yang di bayangkan oleh gadis dibawah nya tersebut, dia tidak akan mempersembahkan keindahan seperti di drama-drama televisi yang di tonton anak-anak zaman kini sama sekali, laki-laki tersebut sengaja menyakiti gadis yang bernama pelangi tersebut dari sejak sebelum akad nikah terlaksana hingga saat ini.
Badai, laki-laki keras dan tidak ber hati tersebut sengaja melakukan nya, memompa tubuh gadis yang kini sempurna menjadi seorang perempuan ditangan nya penuh dengan kepuasan yang mendalam, dia semakin mempercepat pompahan nya tanpa peduli air mata perempuan cantik dibawah kungkungan nya tersebut, meskipun pelangi menangis dan berkali-kali berkata ampun dan meminta nya untuk berhenti sejak tadi.
"Aku mohon berhenti, ini sakit, please aku mohon akhhhh"
Bisa dia dengar perempuan tersebut terus memohon, meringis dan berusaha menggigit kuat-kuat bibir nya, linangan air mata perempuan itu sudah memenuhi seluruh permukaan pipi nya, sisa riasan pengantin terlihat kacau balau dimana-mana, bahkan meskipun perempuan itu berkali-kali berusaha mendorong tubuh Badai agar melepaskan diri nya nyatanya Badai tidak tertarik sama sekali untuk melepaskan nya.
Pelangi nama perempuan tersebut, begitu indah dan cantik seperti nama nya, tapi pesona pelangi tidak akan mampu meluluh lantakkan hati Badai, pelangi tidak akan mampu membuat Badai mengiba dan memberikan ampun pada nya, bahkan sampai mati pun Badai tidak akan pernah jatuh cinta pada nya atau memberikan sedikit pun hati nya.
"sakit? Jeritan mu terdengar semakin membuat ku bersemangat untuk melakukan nya lagi dan lagi"
suara laki-laki tersebut terdengar begitu mengerikan, terus memompa pelangi tanpa jeda sejak tadi, peluh membasahi diri diiringi suara saling adu milik mereka memenuhi kamar mendominasi berwarna gelap tersebut.
"akhhhhhh please, sakit..."
Dan demi apapun tidak ada kenikmatan yang dirasakan perempuan itu, Badai yakin yang dirasakan gadis tersebut hanya rasa sakit dan perih, berkali-kali perempuan itu berusaha mencari pegangan, ingin sekali melarikan diri namun pada akhirnya sosok itu tidak memiliki daya untuk melakukan nya.
"Aku mohon, berhenti...sakit..."
Alih-alih mendengarkan rengekan dan permohonan pelangi, badai semakin mengencangkan gerakan pinggulnya, dia sengaja menyiksa perempuan tersebut dimalam pertama mereka, menikmati teriakan penuh kepiluan dari bibir perempuan tersebut seolah-olah terdengar seperti satu kenikmatan tersendiri dan kesenangan atas sesuatu yang diingat nya dimasa lalu.
semakin pelangi berusaha untuk menyingkirkan tubuhnya, semakin Badai menarik pinggul tersebut agar tidak lari dari nya, dua menghentakkan milik nya secara kasar tanpa berpikir jika ini adalah yang pertama kali nya untuk pelangi.
sisa darah perawan yang baru dia hancurkan di atas sprai tidak membuat dia kagum sama sekali, dia puas karena pada akhirnya dia benar-benar menggenggam erat perempuan tersebut ditangan nya tanpa ampun.
pelangi terus mengerang dan menangis, membuat Badai sesekali memejamkan bola matanya dengan puas, persis seperti psikopat gila yang menikmati penyiksaan atas korbannya.
Suara tangis pelangi menggema dibalik telinga nya, hal tersebut mengingatkan nya pada tangisan yang sama, dan mengingatkan nya pada penderitaan yang sama dari seseorang yang begitu berharga di masa lalu.
dia puas, sangat puas karena sampai pada apa yang dia harapkan selama ini.
"please..."
pelangi masih berusaha untuk meminta berhenti, di antara tangis dan kesadaran nya yang mulai menipis, mencoba mengiba dan meminta belas kasih dari laki-laki yang terus menunggangi nya tanpa henti.
"Diam dan nikmati, atau aku akan memukul mu kali ini"
Laki-laki tersebut siap melayangkan pukulan nya jika perempuan tersebut tetap merengek untuk minta berhenti.
Pelangi diam, mengeluarkan air matanya, menutup mulutnya dan membiarkan Badai berlaku sesuka hati nya kali ini.
Yah percuma dia memohon dan berkata berhenti, iblis di atas nya itu tetap lah seorang iblis, yang tidak memiliki belas kasihan untuk melepaskan dirinya.
Dia pada akhirnya kehilangan tenaga, yakin mungkin malam ini akan menjadi malam kematian nya, rasa hancur didalam hati nya dan sakit luar biasa di bagian inti dan seluruh tubuh nya bercampur aduk menjadi satu, hal paling berharga nya di rusak dengan cara tidak normal oleh laki-laki gila yang tidak memiliki hati bahkan dia diperlakukan dengan tidak manusiawi sama sekali.
Badai terus mengencangkan pompahan nya, menikmati penyatuan sempurna mereka dengan jutaan kesenangan, dia hampir tiba pada puncak kepuasan nya saat perempuan dibawah nya mulai kehilangan kesadaran nya.
Tidak peduli apakah pelangi akan mati setelah malam ini, yang jelas dia puas telah mendapatkan apa yang dia inginkan dan dia puas atas pencapaian nya hingga hari ini.
Menjatuhkan Angkasa group, menghancurkan Brahma dan dewa juga merampas kebahagiaan putri Brahma juga menghancurkan kehidupan adik kesayangan Dewa.
Ini pembalasan paling setimpal yang dia berikan untuk keluarga Angkasa atas sakit yang di terima keluarga Dirgantara dimasa lalu.
Tapi yakinlah bagi badai semua Ini belum seberapa.
"Ohhhh **** kau sempit sekali ****** kecil sialan"
Laki-laki tersebut mengeram, mendapatkan pelepasan kenikmatan nya seiring kesadaran pelangi yang menghilang secara perlahan.
Dia menumpahkan pelepasan nya dan menembakkan nya pada dinding rahim pelangi, mengabaikan semua hal atas pelepasan penuh kenikmatan nya saat ini.
Setelah puas laki-laki tersebut secepat kilat mencabut senjata kebanggaan nya, menatap pelangi yang tidak sadarkan diri.
"cihhhhh"
dia berdecih, mengejek kearah Perempuan muda yang usia nya belum 20 tahun tersebut, berbeda terlalu jauh dari nya yang jelas telah melewati kepala tiga.
"Ja..lang kecil sialan"
dia menghirup sisa aroma percintaan, merasa Cukup puas atas pencapaian malam ini, bergerak cepat turun dari kasur, mengabaikan pelangi yang tidak menggerakkan tubuhnya sama sekali.
Seolah-olah berpikir, biarkan saja bocah itu mati, toh sejak awal dia tidak pernah ingin membiarkan satu pun Anggota kekuarga Angkasa selamat dari api kemarahan atas dendam membara nya di masa lalu.
******
Badai bergerak meninggalkan pelangi yang tidak sadarkan diri, dia sama sekali tidak peduli bagaimana keadaan pelangi, bagi nya Membuat perempuan tersebut menderita merupakan kepuasan tersendiri untuk dirinya.
Bisa di lihat kilatan bola mata laki-laki tersebut memancarkan satu kepuasan yang mendalam, Badai berjalan menjauh dari kasur tersebut, bergerak mendekati kursi sofa dan dia meraih sebuah handuk mendominasi berwarna putih yang ada di atas sana, laki-laki tersebut menarik nya dengan cepat kemudian menggunakan untuk melingkarkan ke pinggang nya.
Otot-otot indah dengan bentuk roti sobek kotak-kotak tersebut terlihat begitu sempurna menghiasi tubuh Badai, katakan pada nya mata perempuan mana yang tidak akan tergoda melihat keindahan tersebut saat ini? terlalu indah dan mampu membuat perempuan mana saja rela tenggelam didalam nya, tidak ingin menjauh atau lepas dari dekapan dada bidang, perut sobek dan tubuh indah tersebut.
Bagian tubuh tersebut terlihat begitu indah menawan, membuat siapapun melihat nya menjadi candu dan mengemis untuk memiliki nya, sekali jatuh kedalam dekapan Badai, tidak akan ada yang Sudi melepas kan diri mereka dari nya.
Kharismatik dan ke rupawan'an Badai jelas tidak diragukan, apalagi disertai tatapan dingin dan tidak tersentuh oleh siapapun di sekitar nya membuat perempuan mana pun pasti semakin menggila di buat nya.
Seharus nya memiliki Badai menjadi sebuah anugerah untuk para perempuan yang memimpikan nya, tapi bagi Pelangi memiliki Badai bagaikan sebuah bencana untuk kehidupan nya, realita nya dalam seumur hidup nya tidak akan mengecam kebahagiaan selama berada didalam genggaman Badai, laki-laki tersebut telah bersumpah akan menyakiti Pelangi bahkan hingga ke alam kuburnya, bukan hanya raga bahkan dia mengutuk pelangi akan menyakiti nya sampai kedalam jiwa dan Sukma nya.
Bahkan Badai tidak akan menciptakan satu kebahagiaan pun untuk pelangi, senyum yang terbit pun tidak dia izinkan mengembang dibalik wajah cantik nan polos tersebut
Kini laki-laki itu perlahan bergerak menuju ke arah kamar mandi, membiarkan diri
nya masuk kedalam sana, mulai menyalakan air dan membersihkan diri dari sisa keringat percintaan mereka tadi, Badai tidak begitu suka bercinta dengan perempuan itu.
Sungguh sial.
Itu umpatan yang dia sematkan.
Tapi dia menikmati ke histeris'an dan tangisan penuh permohonan ampun di balik bibir pelangi.
Terdengar begitu indah dan memukau, bahkan dia ingin terus mendengarkan nya nanti, lagi, lagi dan lagi.
Dia suka, dia bahagia dan dia puas pada pencapaian nya saat ini, seulas senyuman picik dan licik terbit di balik bibir indah Badai, laki-laki tersebut langsung mengguyur tubuhnya dalam kucuran air di balik balutan besi berwarna hitam elegant di atas kepalanya, menetralisir rasa dikepala nya dan juga rasa di lubuk hati nya yang masih panas membara tanpa ada obat dingin nya.
Nuansa kamar mandi mendominasi berwarna hitam tersebut terlihat begitu gelap dan suram, semakin menambah tingkat kelam kehidupan yang Badai jalani selama puluhan tahun ini, dia merupakan laki-laki penuh rahasia yang di liputi jutaan dendam yang membara tanpa obat sedikit pun di hati nya dan percaya lah tidak ada yang mampu lagi membuat Badai kembali ke sosok dirinya yang dulu sejak hari itu hingga saat ini.
Begitu air mengucur deras membasahi kepala hingga wajah tampan mendominasi tersebut, Badai memejamkan sejenak bola mata nya dan sekelabat memori mengembalikan diri nya pada kenangan indah masa lalu.
"Kak..."
Satu suara halus dan indah terdengar mengalun dibalik telinga nya, guncangan terasa di seluruh bahu kanan nya.
"Kak Badai bangun kakak...."
Suara itu begitu lembut dan halus, tidak manja tapi terdengar begitu candu untuk orang-orang yang baru mengenal nya.
Badai muda masih lelah, sisa pegal di tubuh nya akibat dari kegiatan memanjat gunung Kemarin membuat dia masih enggan membuka mata nya, tapi kerinduan mengalahkan semua rasa pada pemilik suara yang mengganggu tidur nya.
"kakak sudah pulang? kapan? kenapa tidak membangunkan aku semalam?, mama dan papa menunggu kita untuk mendapatkan makan pagi bersama"
Lagi suara lembut tersebut menyeruak masuk dibalik telinga nya, terdapat kerinduan dibalik suara indah tersebut, satu tusukan lembut dari jemari indah itu mengenai pipi kanan Badai, dia yakin gadis itu mencoba membuat lesung pipi yang nyaris tidak terlihat di wajah nya agar tenggelam dan terlihat seperti milik gadis tersebut.
"Kak?"
"Hmmmm?"
Pada akhirnya Badai muda menyahut perlahan, mencoba membuka bola mata nya yang masih mengantuk dan enggan, dia membuang sisa lelah ditubuhnya demi gadis yang terus berusaha keras untuk membangunkan nya tersebut.
"Bangun, tidak kah kakak rindu pada ku?"
Lagi suara tersebut terdengar dibalik telinga nya.
Badai mencoba melebarkan senyuman, menahan tangan nya pada silau cahaya matahari yang menyeruak masuk dari sisi kanan nya.
Ketika bola mata nya perlahan terbuka, satu wajah cantik memenuhi penglihatan nya, senyuman merekah dari gadis yang duduk disebelah nya seperti biasa memenuhi hari-hari nya.
"Anggun akan siapkan air mandi untuk kakak"
Sebaris gigi putih menawan tersebut mengembang sempurna dibalik wajah gadis yang menggunakan seragam SMP nya, terlihat bahagia melihat kakak tercinta nya bangun setelah perjuangan diri nya membangunkan Badai.
Dia hendak beranjak, tapi secara perlahan Badai Meraih tangan nya, laki-laki remaja tersebut langsung menenggelamkan adik kesayangannya tersebut kedalam pelukan nya.
"Berapa hari tidak bertemu?"
Badai bertanya membiarkan Anggun tengelam kedalam pelukan nya.
"Belum sebulan"
Gadis tersebut melebarkan senyumannya, dia memejamkan bola matanya, membiarkan diri tenggelam kedalam pelukan kakak kesayangan nya.
Ingatan tersebut seolah-olah tergulung pada satu kenangan yang berbeda, dimana dia melihat dan mendengar tangisan dari bibir cantik adik nya.
"Kak..."
Wajah cantik tersebut terlihat kacau balau, darah terlihat memenuhi pakaian mendominasi berwarna putih yang digunakan. Anggun tidak berdaya dalam kesekaratan nya,dia berbaring di atas branker dorong dengan sisa kesadaran yang menghilang secara perlahan, terdapat banyak sekali luka di sekujur tubuh nya, beberapa sobekan di bibir dan biru memenuhi tubuh indah tersebut.
Setelah Dirgantara hancur berkeping-keping di tangan Angkasa group, adik nya....
"Seseorang memperkosa nya, dia diserang secara brutal dan...."
Dokter dihadapan Badai menundukkan kepalanya.
"Maafkan kami, kami sudah mencoba semaksimal mungkin"
Brakkkkkkk.
Satu hantaman keras memecah keheningan malam, Badai membuka bola matanya dimana kepalan tangan kanan nya menghantam dinding kamar mandi yang ditempati nya bergema memecah ingatan nya.
Darah mengucur deras dari pinggir tangan nya, bagian barisan punggung jemari mengeluarkan darah nya secara perlahan, kilatan amarah dan kebencian terlihat memenuhi seluruh bola mata yang menggelap tersebut, Badai mengeratkan rahangnya dengan penuh dendam yang membara.
Semua baru permulaan.
Dia membatin dalam kobaran dendam yang tertancap di dadanya selama puluhan tahun silam.