The twin's Mask

The twin's Mask
Pasangan sempurna



Gallery xxxxxxx


pusat kota.


setelah peristiwa tempo hari karena gaun pengantin yang gagal total pada akhirnya mereka harus kembali ke tempat ini tapi saat ini Sheena hanya meminta gaun pengantin yang tidak terlalu besar dan juga lebar juga tidak terlalu menjuntai, dia ingin sesuatu simple karena ini hanya sekedar akan nikah untuk mereka.


"nanti saat benar-benar pada acara pesta pernikahan baru aku minta gaun pengantin seperti kemarin tapi untuk saat ini aku ingin yang simpel dan sederhana karena acaranya juga bukan acara pesta ini hanya sekedar akad nikah" Sheena bicara pada pelayan toko meminta sesuatu yang paling simpel tapi juga tidak memalukan dan juga tidak terlihat murahan.


paham dengan apa yang diinginkan oleh Sheena sang pelayan toko menganggukan kepalanya dengan cepat kemudian memberikan gaun seperti yang dia harapkan.


Sang pelayan memberikan sebuah gaun sederhana dan simple untuk Sheena, ada beberapa pilihan yang mungkin disukai oleh gadis tersebut. Hingga akhirnya Sheena mencoba beberapa gaun secara bergantian dan dia menatap dirinya ke kaca untuk beberapa waktu.


sedikit galau dengan pilihan yang diberikan oleh para pelayan toko mengingat pilihan mereka jelas cukup bagus dan juga indah.


beberapa kali dia berganti gaun dan mencoba untuk menutup dirinya sendiri di depan cermin sehingga pada akhirnya gadis tersebut menemukan satu gaun yang dia pikir cukup cocok untuk dirinya.


"itu terlihat begitu cantik" puji salah satu pelayan toko ke arah dirinya dengan cepat.


realitanya Sheena memang sangat cocok dan cantik dengan gaun tersebut, kaki jenjang dan juga leher jenjangnya serta tubuh proporsional membuat dia menjadi semakin sempurna dalam balutan gaun yang ada di hadapannya itu, karena itu tidak heran para pelayan toko memujinya saat melihat Sheena menggunakan pakaian tersebut.


Mereka pikir wajar saja jika Sky Andaram memilih gadis tersebut saat ini karena gadis itu memang cantik luar biasa dan pantas berdampingan dengan pewaris Andaram tersebut.


"Anda benar-benar terlihat sempurna, nona" pelayan toko lainnya bicara dengan cepat ke arah dirinya sembari mengembangkan senyumannya dan menatap dalam Sheena, memujinya di dalam hati atas kecantikan gadis yang ada di hadapannya


Mendapatkan pujian dari para pelayan yang ada di hadapannya itu membuat wajah Sheena sedikit memerah, rasanya cukup malu saat pujian tersebut dilontarkan pada dirinya.


"Ini sedikit berlebihan" balas Sheena pelan.


"Terima kasih" lanjut nya lagi.


Kemudian secara perlahan dia membalikkan tubuhnya saat pelayan berkata ini waktunya dia membalikkan tubuhnya di mana satu pelayan lainnya membuka gorden tempat dia berganti pakaian. Dan Sky Andaram tanpa berdiri tidak jauh darinya di depan gorden tirai yang terbuka tersebut, laki-laki terkini menutup dirinya sejenak dengan ekspresi yang sedikit menegang, dan di detik kemudian laki-laki tersebut terlihat mengembangkan senyumannya dan menatap takjub ke arah Sheena.


Yah Sky Andaram begitu menatap takjub pada calon istrinya tersebut.


Dia awalnya masih duduk di atas kursi tunggu yang ada di depan kamar ganti calon istrinya itu, hingga pada akhirnya seorang pelayan berkata.


"sudah waktunya kita membuka tirai dan Anda melihatnya, tuan"


hingga akhirnya dia berdiri dari posisinya dan memajukan langkahnya tepat di depan dimana Sheena mencoba untuk mencoba gaunnya, begitu tirai digeser sejenak dia merasa jantungnya tidak baik-baik saja saat dia mulai melihat secara perlahan sosok Sheena yang kini berdiri di hadapannya dibalut dengan gaun indah yang begitu cocok untuk tubuh gadis tersebut.


dia sempat membeku untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya dia menyadari betapa cantiknya gadis yang ada di hadapannya tersebut saat ini dan dia sama sekali tidak mampu mengedipkan bola matanya atas pemandangan yang dilihatnya saat ini.


Sheena terlihat begitu sempurna dan membuatnya cukup kehilangan kata-kata.


"Apakah buruk?" satu tanya di lesatkan oleh Sheena ketika gadis tersebut sudah ada di hadapannya.


Sky Andaram langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat kemudian dia berkata.


"tentu saja ini indah, kamu terlihat begitu sempurna dan juga cantik" dia menjawab dengan cepat dan tanpa malu-malu memuji gadis yang ada di hadapannya itu.


Sky Andaram mengulurkan tangannya secara perlahan, menunggu Sheena menggenggam tangannya dan dia terus menatap gadis tersebut dengan perasaan berdebar-debar tidak menentu. tidak tahu kenapa semakin mendekati hari H rasanya semakin membuat dia berpikir kenapa ini terasa begitu lama.


dia cukup tidak sabar dengan keadaan, berharap waktu berlalu dengan cepat dan dia ingin dirinya segera sah memiliki gadis yang ada di hadapannya tersebut.


mendengar pujian dari laki-laki yang ada di hadapannya itu membuat Sheena langsung mengulum senyumannya, dia cukup malu saat Sky Andaram memujinya, tidak tahu kenapa tapi dia merasa wajahnya tiba-tiba memerah.


Kata sempurna dan cantik rasanya membuat dia melayang-layang dan sedikit tidak bisa bernafas dengan baik.


"coba lihat di depan kaca" Sky Andaram menuntun gadis tersebut untuk bergerak menuju ke arah kaca di mana secara perlahan dia memberikan tubuh gadis itu dan membiarkan dirinya berdiri tepat di belakang Sheena.


"seperti yang aku katakan kamu terlihat sempurna dan begitu cantik" Puji Sky Andaram lagi.


mereka berdua berdiri di hadapan sebuah kaca besar di mana bisa dilihat mereka persis seperti pasangan suami istri yang begitu sempurna dan saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya, percayalah pemandangan di antara mereka berdua membuat para pelayan jadi iri melihatnya dan merasa jika Sheena benar-benar beruntung mendapatkan Sky Andaram, dan Sky Andaram jelas sangat beruntung mendapatkan Sheena.


ketika mereka berdiri seperti itu mereka terlihat benar-benar saling menyempurnakan dan saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya Dan seperti apa yang ada di awal pasangan itu membuat orang-orang yang melihat yang begitu iri.


Sheena terlihat mengulum senyumannya sembari menatap bayangan mereka berdua yang memantul di cermin di hadapan mereka di mana sky secara perlahan memeluk dirinya dari belakang dan menggenggam perlahan telapak tangannya.


"aku jadi merasa semakin tidak sabar menuju ke pernikahan kita" ucap laki-laki itu pelan sembari membiarkan dagunya berada di bahu kanan gadis tersebut.


"percayalah orang-orang akan berkata jika aku begitu beruntung mendapatkanmu" lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


"dan semakin dekat pernikahan kita membuatku semakin berdebar-debar, Sheena" dan saat Sky berkata seperti itu dia membiarkan bola matanya menatap kearah Sheena yang berdiri di depan sana yang terpantul ke dalam cermin Dan menampilkan kecantikan luar biasa nya.


Sheena sama sekali tidak menjawab apa yang diucapkan oleh Sky Andaram, pujian laki-laki tersebut cukup membuat garis tersebut kehilangan kata-katanya, dia membiarkan bola matanya menangkap bayangan laki-laki tersebut untuk waktu yang cukup lama.


di tengah keadaan mereka menikmati gaun indah dan juga kebersamaan mereka tiba-tiba saja handphone Sheena berdering, hal tersebut membuat Sheena mengerutkan keningnya, dia tahu nada dering tersebut untuk Jack Johnson dan saudara kembarnya.


Cleopatra.


dia langsung menoleh ke arah sky Andaram.


"itu Jack Johnson dan Cleopatra" Ucap Sheena dengan cepat.


mendengar apa yang diucapkan oleh gadis yang ada di depannya itu seketika membuat Sky langsung buru-buru bergerak menuju ke arah tas milik Sheena, tanpa berpikir dua tiga kali dia menyambar handphone milik calon istrinya tersebut dan langsung memberikan handphone itu kepada Sheena.


Gadis tersebut buru-buru mengangkat panggilan tersebut karena dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Cleopatra.


"Halo?" dia bertanya dengan cepat.


"Katakan pada ku, ada apa?" tanyanya kemudian pada suara laki-laki di seberang sana.


Dan Jack Johnson menjawab pertanyaannya juga dengan cepat.


percayalah saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh Jack Johnson, seketika bola mata gadis tersebut tampak berkaca-kaca dan dia langsung menetap ke arah sky Andaram.


"Oh my god". Sheena seketika langsung kehilangan kata-katanya.


Kediaman Jack Johnson


Kamar utama Jack Johnson dan Cleopatra.


Cleopatra mencoba untuk menggerakkan kaki-kaki dan juga seluruh tubuh serta tangannya secara perlahan di mana Jack Johnson berusaha untuk membawa dirinya dengan alat bantu khusus untuk orang yang kesulitan berjalan.


Besi penyangga tubuh dengan penahan di sisi kiri dan kanan lengan dan tangan, dibuat khusus agar Cleopatra nyaman menggunakannya dan mencoba untuk menggerak-gerakkan tubuhnya yang jelas kaku dan sama sekali belum mampu digerakkan dengan baik.


Semalam gadis itu mencoba untuk menggerakkan tubuhnya di atas kasur, demi apapun rasanya sangat sulit sekali, mungkin karena sudah terlalu lama berbaring dan tidak pernah terbangun dari komanya, dia benar-benar kesulitan bahkan hanya untuk mengangkat satu jemarinya. setelah usaha panjangnya sejak semalam, pagi ini dia berhasil turun dari atas kasur dan mencoba untuk berdiri dengan bersusah payah menggunakan alat bantu dan juga dibantu oleh Jack Johnson.


"Ini...sulit" Ucap Cleopatra gugup.


dia merasa tidak bisa menggerakkan tubuhnya dengan baik dan benar, bahkan dia masih merasa tulang-tulangnya kaku dan juga lemas, sangat sulit sekali untuk melangkah meskipun hanya satu atau dua langkah saja, ini benar-benar hal yang luar biasanya menurut Cleopatra.


"bukan masalah ini karena kamu sudah lama tidak bergerak jadi rasanya sangat sulit" Jack Johnson bicara dengan cepat sembari mengembangkan senyumannya terhadap istrinya tersebut, dia masih membantu Cleopatra berjalan secara perlahan selangkah demi selangkah dari depan kasur menuju ke arah lemari, tidak jauh hanya sekitar 2 meter saja.


nyatanya memang sangat sulit sekali dia melihat Cleopatra menggerakkan seluruh tubuhnya, beberapa perawat bahkan membantu mereka, juga seorang dokter membantu mereka sembari memberikan semangat pada istrinya.


"ini bukan masalah nona, hanya butuh beberapa jam untuk membuat seluruh otot menjadi kembali lemas meksipun sedikit agar bisa seperti pada normalnya setelah itu butuh waktu beberapa hari untuk anda bisa berjalan cukup jauh dan buruh waktu beberapa Minggu membuat Anda bisa melakukan aktivitas normal juga seperti biasanya" Dokter bicara dengan cepat ke arah Cleopatra, meyakinkan perempuan itu jika semua baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan keadaan saat ini.


"beberapa pasien koma sering mengalaminya" lanjut dokter tersebut lagi kemudian.


Cleopatra terlihat tidak melanjutkan langkahnya dia menggerakkan tangannya dan meminta agar Jack Johnson kembali membawanya ke atas kasur karena dia tidak sanggup untuk bergerak lagi saat ini, sungguh hanya untuk melangkah satu atau dua langkah saja rasanya rumit, apalagi untuk melangkah lebih daripada itu.


Jack Johnson menuruti kemauan istrinya dan tidak memaksakan diri agar perempuan tersebut terus melangkah, dia tahu untuk pasien biasanya dokter berkata butuh sekitar 2 sampai dengan 4 Minggu untuk membiasakan diri mereka berjalan dan menggunakan otot-otot kaki serta tangan dan seluruh tubuh mereka agar kembali normal seperti biasa.


baru hari kedua jelas saja masih sangat rumit dan sulit untuk istrinya tersebut tapi setidaknya dia tidak akan pernah memaksakan Cleopatra untuk melakukan apapun karena baginya Cleopatra bisa bangun saja dia sudah sangat berterima kasih kepada Tuhan dan itu merupakan bonus yang sangat luar biasa untuk dirinya.


laki-laki tersebut menggendong istrinya dengan cepat untuk kembali ke atas ranjang Dan meletakkan kelipatan secara perlahan di sana menyadarkan tubuh istrinya agar merasa nyaman dan membiarkan dokter dan perawan untuk keluar dari sana.


"apakah ingin makan sesuatu?" Jack Johnson bertanya pada istrinya sembari menatap dalam bola mata Cleopatra.


"misalnya ingin dibelikan makanan favoritmu?" tanyanya lagi kemudian dengan jantung berdebar-debar.


sejujurnya pada masa lalu dia dalam kondisi cinta mati pada Cleopatra dan dipisahkan, mereka melewati pernikahan kemudian tidak lama ketahuan jika mereka menjalin hubungan dan diam-diam menikah, dia dan Cleopatra dipisahkan secara paksa tanpa perasaan oleh Lunara dan itu membuatnya hampir gila pada masa itu.


bisa dibayangkan bagaimana ketika seorang laki-laki tengah berada pada level bucin dan cinta mati kepada seorang perempuan kemudian dipisahkan, dia merasa dunianya runtuh seketika tapi Cleopatra mengingatkan dia dan berkata pergilah dan bawa Perempuan itu kembali setelah dia mendulang kesuksesan.


meskipun tidak dipungkiri saat itu dia benar-benar merasa stres berat bahkan berulang kali dia berpikir apakah dia harus menculik Cleopatra atau dia harus bunuh diri saja, namun kedua pilihan tersebut tidak ada yang benar-benar baik karena menculik Cleopatra pada akhirnya hanya akan menyulitkan dirinya dan Cleopatra, karena Lunara selalu tahu setiap gerak-geriknya dan itu hanya akan mencelakai Cleopatra. Dan ketika dia berpikir untuk bunuh diri jelas saja itu adalah keputusan paling buruk dalam hidupnya.


karena jika dia memilih mati artinya dia tidak akan pernah bertemu dengan Cleopatra lagi.


dan selama perpisahan mereka bisa dibayangkan betapa kuatnya Jack Johnson menahan kerinduan, tapi siapa sangka setelah dia mendulang sukses dan kembali dia harus menerima kabar jika Cleopatra mengalami, dan itu lagi-lagi membuatnya berpikir kenapa kisah cinta mereka begitu tragis dan juga sangat mengerikan membuat dia berulang kali ingin sekali menyalahkan Tuhan atas kisah yang harus mereka jalani.


nyatanya kisah dirinya dan Cleopatra benar-benar sangat rumit dan sulit untuk sampai pada titik ini.


mendengar apa yang ditawarkan oleh suaminya membuat Cleopatra mengembangkan sedikit senyumannya, dia menggelengkan kepalanya secara perlahan kemudian berkata.


"aku belum memikirkan soal makan, melihat kami saat ini sudah membuatku senang Jack" ucap Cleopatra cepat sembari terus menatap suaminya untuk beberapa waktu.


Pada masa lalu, dia merasa ingin mati ketika dirinya dipisahkan dengan suaminya oleh Lunara, wanita iblis itu bakal membuatnya harus berpura-pura menginginkan pernikahan dengan Sky Andaram, dia tidak memiliki keberanian apapun untuk membantah wanita tersebut karena dia tidak tahu kemana langkah kakinya harus bergerak dan dia tidak mungkin bergantung pada Jack Johnson yang belum bisa melakukan apapun bahkan tidak memiliki apa-apa.


pergi melarikan diri bersama suaminya jelas bukan pilihan yang bijak karena pada akhirnya saat laki-laki itu tidak memiliki apapun lunara pasti mampu menemukan mereka di manapun mereka berada, dia harus rela melepaskan Jack Johnson dan melepas egonya juga oh tunggu terus bersama laki-laki tersebut karena dia tahu setiap perjalanan hidup seseorang harus menempuh perjalanan panjang untuk menggapai sebuah kebahagiaan.


dia terus berusaha meyakinkan diri jika Jack Johnson pasti akan kembali untuk membawa dirinya pada kehidupan laki-laki tersebut dan meninggalkan segala sesuatu yang pernah menyakiti dirinya.


meskipun pada akhirnya dia harus melewati masa rumit dan sulit di mana dia rupanya mengalami kecelakaan yang telah disetting oleh lunara dan nyaris kehilangan nyawanya bahkan saat dia berada di rumah sakit ketika kecelakaan pertama kali dia ingin betul pada malam itu Lunara mencoba untuk membekap mulutnya dengan sebuah bantal agar dia mati dengan jauh lebih cepat, itulah awal mula dia tidak ingin terbangun lagi dari tidurnya.


wanita iblis itu benar-benar sangat mengerikan dan membuat dia berpikir dia tidak akan bangun jika wanita itu belum dilenyapkan di muka bumi ini, seakan-akan menanggung trauma berkepanjangan dia tidak berani membuka matanya untuk waktu yang sangat lama karena baginya jika dia membuka matanya itu artinya kematian akan semakin mendekati dirinya.


hingga pada akhirnya dia cukup terkejut meskipun dia dalam keadaan koma, nyatanya dia bisa mendengar sedikit demi sedikit apapun ucapan orang-orang di sekitarnya antara sadar dan tidak sadar di dalam tidur panjangnya di mana dia mendengar suara Jack Johnson yang terus berusaha untuk membawanya bicara dan bercerita tentang kembarannya juga kehancuran Lunara secara perlahan-lahan hingga pada akhirnya Jack Johnson berkata jika lunara dan antek-anteknya benar-benar telah musnah dan berada di balik jeruji besi menunggu hukuman antara hukuman seumur hidup atau hukuman mati.


karena suara-suara tersebut secara perlahan mencoba untuk menarik dirinya dari tidur lelapnya di mana dia selalu berpikir dan bermimpi jika dia berada di tempat yang indah tanpa gangguan siapapun, dia terus mendengar suara suaminya dan berkata jika Lunara benar-benar telah hancur maka secara perlahan dia berusaha untuk menyadarkan dirinya sendiri dan dia benar-benar merindukan laki-laki tersebut, dia ingin melihat Jack Johnson dan dia benar-benar ingin memeluk suaminya itu yang begitu dia rindukan selama bertahun-tahun.


"mulai hari ini kamu bisa melihatku setiap hari hmmm, sama seperti aku yang akan terus melihatmu setiap hari" Jack Johnson menjawab ucapan dari Cleopatra secara perlahan dimana dia menggenggam erat telapak tangan istrinya sembari memilih untuk duduk tepat di samping Cleopatra.


"kita tidak akan terpisah karena lagi kecuali maut yang memisahkan kita, tidak akan ada lagi Lunara yang akan menghalangi kisah perjalanan kita, kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan tanpa halangan dari siapapun mulai saat ini hmmm" lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian sembari dia mengembangkan senyumannya, Jack Johnson masih membiarkan telapak tangan nya menggenggam erat telapak tangan istrinya tersebut dan dia menatap dalam bola mata Cleopatra tanpa mau melepaskan pandangannya.


Ada sirat jutaan kerinduan yang muncul dibalik tatapan bola mata laki-laki tersebut, sungguh merasa sangat bahagia dengan keadaan saat ini, melihat Cleopatra kembali sadar dan baik-baik saja saat ini sudah membuat nya begitu bahagia, tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata bagaimana perasaan hati nya saat ini.


dia sempat merasa putus asa ketika Cleopatra tidak kunjung terbangun kemarin bahkan dia berpikir apakah dia harus ikhlaskannya atau tidak tapi dia berusaha untuk meyakinkan hati jika istrinya pasti bangun secepatnya dan dia yakin Cleopatra mendengarkan setiap ucapannya gimana dia selalu berkata agar perempuan itu segera bangun dan melihat dirinya karena ada banyak sekali hal-hal yang ingin dilewati bersama Cleopatra hingga hari tua.


ada berbagai macam rencana rancangan masa depan yang dia susun bersama perempuan tersebut dan dia mencoba untuk meyakinkan diri jika Cleopatra pasti segera bangun secepatnya.


dan hari ini tanpa diduga dia benar-benar melihat Cleopatra membuka bola matanya, dia benar-benar menggenggam orang telapak tangan Cleopatra dan bicara pada perempuan tersebut soal banyak hal secara nyata.


Cleopatra sendiri balas tersenyum, dia mengembangkan senyuman nya secara perlahan sambil menganggukkan kepalanya, kini membiarkan balik telapak tangan menggenggam telapak tangan suaminya tersebut.


"He em" Ucap perempuan tersebut kemudian.


dan di detik berikutnya Jack Johnson secara perlahan memeluk perempuan tersebut dengan jutaan kerinduannya yang masih menggebu dan belum menghilang sejak semalam, menikmati detik demi detik kebersamaan mereka yang menghilang selama bertahun-tahun, memangkas kerinduan antara satu dengan yang lainnya yang dia pikir mungkin tidak akan pernah terjadi kemarin.


cukup lama laki-laki tersebut memeluk sang istrinya hingga pada akhirnya secara perlahan dia melepaskan pelukannya dari perempuan tersebut, Cleopatra tampak menatapnya dengan bola mata berkaca-kaca, persis seperti sang suami dia juga menatap laki-laki tersebut dalam jutaan penuh kerinduan yang membara hingga pada akhirnya tiba-tiba saja secara perlahan Jack Johnson mendekati wajahnya pada wajah Cleopatra dan beberapa detik berikutnya laki-laki tersebut merapatkan bibir mereka secara perlahan.


laki-laki itu merasakan sebuah ciuman manis pada bibir sang istrinya begitu dia rindukan, setelah sekian lama mereka tidak melakukannya ini untuk pertama kalinya dia kembali mencium bibir lembut milik istrinya tersebut dengan penuh cinta.


jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini yang jelas tidak mampu dia ungkapkan dengan kata-kata, ciuman itu berlangsung cukup lama di mana secara perlahan laki-laki tersebut membiarkan dia menikmati lembutnya bibir Cleopatra dan memberikan satu sensasi penuh hasrat yang telah lama tidak pernah mereka tuntaskan selama perpisahan mereka.


melepaskan kerinduan bertahun-tahun secara perlahan di dalam kamar mendominasi berwarna putih tersebut diiringi dengan detak jarum jam yang terus mengeluarkan suaranya secara perlahan.


dan setelah cukup lama ciuman mereka terjadi tiba-tiba saja satu suara mengejutkan mereka.


"Oh shi..t" lebih tepatnya suara tersebut merupakan sebuah umpatan karena sepertinya orang yang datang dan masuk ke kamar tersebut lupa mengetuk pintu.