
The Alister Group
ruang kerja Lunara.
Silvia mengeram penuh kemarahan setelah dia pergi dari ruangan Cleopatra dan melihat kenyataan yang menyakitkan untuk dirinya di mana rupanya Ada Sky Andaram di sana tengah memadu kasih dengan cara yang menjijikan di depan dirinya ketika dia masuk ke dalam ruangan tersebut.
jutaan kemarahan yang terpendam di dalam hatinya berusaha dia tahan sejak tadi hingga pada akhirnya meluap ketika dia sampai di ruangan ibunya, kini dia benar-benar tidak bisa lagi menahan emosinya, dia terus beneran sembari mengeluarkan umpatan demi umpatan di mana dia sempat menghantam meja dengan gerakan refleks dan membuat udara harus banyak-banyak menghela nafas nya saat melihat kelakuan putrinya.
"Brengsek, sialan...."
Brakkkkkkk.
lagi gadis tersebut menghantam meja kerja milik ibunya sembari menggenggam erat ke 2 telapak tangannya di mana dia membiarkan kedua tangannya kini bertumpu ke arah meja. gadis tersebut menarik nafas nya untuk beberapa waktu, mencoba untuk memejamkan kedua belah matanya dan berusaha untuk menetralisir perasaannya.
Luna raya melihat sikap dan apa yang diucapkan oleh putrinya hanya bisa diam sembari dia duduk di atas kursi sofa sambil menyelamkan kedua belah tangannya, wanita itu memilih tidak mengeluarkan suaranya sama sekali dan membiarkan putrinya melampiaskan kemarahannya sejak tadi, dia pikir mood booster Silvia saat ini sangat buruk sekali, jika Liga ini dia tahu itu akan menjadi-jadi, membiarkan Silvia melampiaskan seluruh kemarahannya merupakan pilihan paling bijak dan dia tidak ingin mengambil resiko untuk memotong kemarahannya saat ini karena dia tahu betapa buruknya sifat putrinya ketika sedang marah, lebih buruk daripada sifat dirinya.
"aku merasa sangat dipermalukan hari ini Bu, tidak tahu bagaimana cara ja..lang sialan tersebut menaklukan Sky Andaram, aku cukup terkejut saat melihat sekali berubah menghadapi diriku, dia mengabaikanku dan menatapku dengan perasaan yang begitu menjijikan seolah-olah aku adalah hama yang harus dia hindari"
gadis tersebut terus mengeluh, mengeluarkan semua apa yang ingin diucapkan pada sang ibunya.
dia kembali melanjutkan ucapannya sembari membuka bola matanya dengan cepat, gadis tersebut membalikkan tubuhnya kemudian menatap ibunya yang duduk di atas kursi sofa dengan tatapan serius.
"bahkan Sky Andaram mencoba untuk mengingatkanku jika Cleopatra adalah kakak perempuanku dan aku harus menghormatinya, itu bener-bener sangat menjijikkan, Bu"
setelah berkata seperti itu Silvia tampak memikirkan soal sesuatu di mana bisa dia lihat lunara sama sekali tidak menjawab ucapannya hanya menatap dirinya untuk beberapa waktu.
"tidakkah ini terasa aneh menurut ibu?"
tiba-tiba saja gadis tersebut bertanya seperti itu kepada Lunara, hal tersebut sontak membuat Luna dan langsung menaikkan ujung alisnya saat mendengar apa yang diucapkan oleh putrinya.
"maksud kamu, sayang?"
kali ini dia mengernitkan dahinya untuk beberapa waktu.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya yang sebenarnya, tapi begitu aku bertemu dengan Cleopatra aku melihat dia seperti bukan dirinya yang dulu, dia bahkan berani menatap mataku juga menentangku, ada sesuatu yang berbeda di dalam dirinya dan membuatku berfikir apakah aku benar-benar menghadapi Cleopatra yang sama"
ucap gadis tersebut kepada ibunya dengan tatapan yang sangat serius.