
dan percayalah pertanyaan yang dilezatkan oleh Cleopatra seketika membuat semua orang terdiam termasuk Sheena. gadis tersebut membeku untuk beberapa waktu ketika dia mendengar apa yang dipertanyakan oleh adiknya tersebut seorang ibu mereka.
cukup bingung jawaban apa yang paling tepat untuk dia katakan kepada Cleopatra saat ini, apakah dia harus sedikit berbohong untuk menyenangkan hatinya atau dia bicara jujur soal ibu mereka yang telah meninggal dunia.
jika dia bicara jujur Cleopatra nyatanya baru saja bangun dari tidur panjangnya, dia takut hal tersebut akan membuat dan menjadikan Cleopatra sebuah pukulan besar karena dia sama sekali belum pernah melihat ibunya dan tiba-tiba mendapatkan kabar jika ibu mereka telah meninggal dunia.Tapi jika dia tidak langsung mengatakannya dia takut Cleopatra akan menyalahkannya karena dia tidak ingin bicara soal kejujuran atau mungkin Cleopatra akan merasa kecewa karena dia tidak mengatakan tentang kematian ibu mereka saat ini ia telah berlalu berbulan-bulan yang lalu.
tidak dipungkiri jika pertemuan ya terjadi diantara mereka sudah sangat terlambat seandainya saja dia datang di tahun kemarin dan dipertemukan dengan Cleopatra di tahun kemarin itu artinya Cleopatra masih bisa melihat ibu mereka, tapi apalah daya tidak ada yang bisa menyalahkan nasib dan takdir realitanya semua telah diatur Tuhan dengan baik dan manusia hanya bisa menerima takdir mereka.
Sheena menatap dalam bola mata Cleopatra untuk beberapa waktu sembari dia mencoba untuk menimbang apa yang harus dia katakan kepada saudara kembarnya saat ini, bicara jujur atau sedikit bertahan hingga Cleopatra mendapatkan kesehatan sempurnanya, tapi jika dia berbohong dan menunggu Cleopatra mendapatkan kesehatan terbaiknya dia takut Cleopatra akan bertanya kapan ibu mereka akan mengunjunginya.
seketika gadis tersebut menjadi serba Salah.
"sayang itu...." Jack Johnson tiba-tiba muncul di antara mereka laki-laki tersebut duduk tepat di samping Cleopatra, sejujurnya laki-laki itu khawatir saat mendengar istrinya bertanya soal ibu nya.
laki-laki itu jelas panik sama halnya seperti Sheena, dia juga bingung harus menjelaskan bagaimana pada Cleopatra tentang ibu kedua perempuan tersebut. bicara jujur atau berbohong jelas terasa sangat berat dan semua jadi cukup serba salah menurutnya. Cleopatra baru saja bangun dari tidur lelapnya dan mendengar berita soal kematian jelas tidak begitu baik untuk istrinya.
"Mari bicara soal ibu nanti aku pikir kita belum makan sama sekali" Jack Johnson berusaha untuk kembali bicara dia melirik ke arah Sheena dengan cepat kemudian menetap ke arah Cleopatra.
bicara soal makan apa yang diucapkan oleh suaminya benar juga dia belum makan sejak pagi tadi karena dia belum memiliki selera sama sekali untuk makan dan saat ini tiba-tiba dia mendapatkan selera makan saat dia sudah melihat Sheena.
perempuan itu buru-buru mengagukkan kepalanya kemudian berkata.
"Hmmm itu ide yang cukup bagus" ucapnya dengan cepat.
mendengar jawaban dari Cleopatra Jack Johnson secepat kilat langsung mencari kursi roda milik istrinya tersebut yang telah disediakan sejak jauh-jauh hari sebagai persiapan jika Cleopatra bangun dan ingin pergi kemana-mana sebelum dia membiasakan otot-otot tubuh dan kaki serta tangannya untuk bergerak. mungkin jika mereka berdua saja yang ada di rumah tersebut bersama para pelayan sudah dipastikan dia akan menggendong Cleopatra untuk pergi menuju ke arah dapur dan menikmati makanan mereka, tapi karena kedatangan Sheena dan Sky Andaram, rasanya terlalu berlebihan jika dia menggendong istrinya di hadapan kedua orang tersebut.
itu akan cukup membuat mereka malu karena takut akan dikira lebay atau berlebihan, ciuman yang terjadi tadi saja yang kepergok oleh kedua orang tersebut cukup membuatnya malu apalagi jika dia harus menggendong Cleopatra untuk turun ke bawah.
setelah mendapatkan kursi rodanya dengan cepat laki-laki tersebut menggendong Cleopatra dan memindahkannya ke atas kursi roda yang telah dia persiapkan.
"kita bisa mengkonsumsi makanan sebab ini sudah cukup siang Cleopatra sama sekali belum mendapatkan makan paginya" ucap Jack Johnson dengan cepat ke arah Sheena dan juga Sky Andaram.
laki-laki tersebut sengaja mengalihkan pembicaraan mereka agar istrinya melupakan soal ibu dari Cleopatra dan Sheena sementara terlebih dahulu karena dia ingin istrinya mendapatkan kesehatan dulu hingga baru menerima berita soal meninggal nya nyonya Helena.
Mungkin jalan pikirannya terdengar dan terlihat begitu egois tapi dia tidak ingin Cleopatra merasa stres dengan keadaan saat ini mengingat betapa rumitnya dia berharap Cleopatra tersadar dari tidurnya karena itu jika gadis tersebut mengetahui soal kematian nyonya Helena, dia takut Cleopatra menjadi shock dan stress memikirkan keadaan.
Laki-laki tersebut meletakkan Cleopatra ke atas kursi roda kemudian dia bergerak membawa perempuan tersebut menuju ke arah depan kamar dan turun menuju ke dapur.
Sheena terlihat dia untuk beberapa waktu menatap kepergian Cleopatra yang dibawa oleh sang suami dari saudaranya tersebut, pemikiran yang saat ini berkacamuk menjadi satu dan secara perlahan Sky Andaram berusaha untuk merangkul tubuhnya dan menggosok lembut lengan tangan kanannya dengan gerakan yang begitu hati-hati dan penuh cinta kemudian laki-laki itu berkata.
"berikan sedikit waktu Cleopatra untuk membuat tubuhnya menjadi jauh lebih baik setelah itu baru katakan padanya soal kenyataan tentang orang tua kalian" ucap laki-laki tersebut sembari mengelus lembut puncak kepala Sheena kemudian dia mencium lembut puncak kepala Sheena.
Gadis tersebut hanya mengganggukan kepalanya secara perlahan mendengar apa yang diucapkan oleh Sky Andaram, dia tahu Jack Johnson mengkhawatirkan Cleopatra dan laki-laki tersebut tidak ingin mereka mengatakan hal tersebut lebih awal kepada Cleopatra soal ibu nya dan Cleopatra.
Sheena terlihat menghela nafasnya untuk beberapa waktu kemudian dia melangkah mengikuti langkah Cleopatra dan Jack Johnson yang jelas telah menjawab sejak tadi.
dia berusaha untuk melupakan pembicaraan seorang ibu dan ingin menikmati makan pagi bersama kembarannya tersebut mengingat saat di rumah dia tidak benar-benar menikmati makan paginya dengan baik mengingat bagaimana pagi tadi dia kedatangan tamu dia tidak lain adalah ayahnya sendiri hingga membuat dia cukup kehilangan nafsu makan bersama mendengar laki-laki tersebut terus bicara di hadapan.
mereka melangkah menuju ke arah depan kemudian menuruni satu persatu anak tangga secara perlahan membiarkan kaki membawa diri menuju ke arah dapur dan mencoba untuk menikmati makan bersama antara dirinya dan Cleopatra yang baru terjadi pada hari ini dan tidak pernah terjadi sebelumnya
******
Hari pernikahan Sheena dan Sky Andaram.
Jangan ditanya bagaimana perasaan gadis tersebut saat ini ketika orang-orang telah mendandani dirinya sejak pagi tadi, dia cukup deg-degan karena pagi ini adalah acara pernikahan dirinya dan Sky Andaram.
"Kamu terlihat cantik" suara seseorang memecah keheningan.
Sheena melirik ke asal suara yang ada di sisi kanannya untuk beberapa waktu, itu adalah Cassandra gadis cantik itu bicara sembari mendekati dirinya.
"Aku agak sedikit berdebar-debar, kak" Sheena bicara sangat terus terang kepada gadis yang baru saja menghampirinya dan kini berdiri tepat di samping nya.
mendengar apa yang diucapkan oleh Sheena membuat Cassandra langsung mengembangkan senyumannya.
"beberapa kali aku mengurus pernikahan orang lain mereka selalu berkata mereka akan berdebar-debar pada hari pertama pernikahan, dan itu merupakan hal yang wajar menurutku sayang " Ucap Cassandra kemudian lantas gadis tersebut melirik ke arah penataran Sheena.
"Baik nona" dia menjawab dengan cepat sembari menundukkan kepalanya sedang perlahan kemudian kembali mengerjakan tugasnya.
Sheena yang mendengar jawaban dari Cassandra atas pertanyaannya tadi langsung kembali berkata.
"kakak sudah sering mengurusi pernikahan beberapa orang sebelum nya?" dia bertanya begitu penasaran pada gadis di sampingnya tersebut.
"sudah lumayan banyak sejak 2,5 tahun yang lalu selain aku memutuskan untuk keluar dari kehidupan Alister" Gadis tersebut menjawab dengan cepat sembari mengulum senyumannya.
mendengar apa yang diucapkan oleh Cassandra membuat Sheena mengangguk-anggukkan kepalanya secara perlahan.
yang Cassandra memutuskan untuk keluar dari keluarga Alister, pertama dia benar-benar memutuskan untuk keluar karena dia tidak merasa tidak nyaman hidup bersama Lunara, yang kedua Lunara menganggapnya sebagai seorang adik bukan sebagai seorang anak itu membuat Casandra jelas kecewa besar dan yang ketiga dia memutuskan benar-benar tidak pernah lagi kembali di mana dulu dia hanya kembali beberapa bulan sekali pada akhirnya memutus untuk tidak kembali sama sekali lebih dari dua setengah tahun karena dia pikir dia cukup malu memiliki ibu seperti Lunara dan hubungan mereka jelas menjadi tidak sehat juga tidak ada gunanya jika dia ada bersama Lunara.
karena itu tidak heran jika Cassandra memilih hidup mandiri di luar negeri dan melupakan soal keluarga Alister untuk waktu yang cukup lama. Sheena hanya mendengar desas-desus jika Cassandra bekerja pada salah satu perusahaan di luar sana di mana perusahaan tersebut bergerak dalam bidang wedding organizer paling terbesar di negaranya dan dia pikir itu wajar saat Candra sudah terbiasa mengurusi banyak orang menikah dan dia tahu selera para calon pengantin yang terbaik seperti apa.
meskipun Cassandra tidak mengatur pernikahannya saat ini Sheena berharap pada acara pesta resepsi pernikahan nanti Cassandra mau untuk menjadi orang khusus yang akan mengurus seluruh pernikahannya dan dia mempercayai diri tersebut untuk menyelesaikan semua persiapan hingga akhir acara pernikahan nya dengan Sky Andaram.
dan Cassandra jelas saja menyambut dengan baik apa yang menjadi keinginan Sheena.
"aku mempercayakan semuanya nanti pada kakak" ucap Sheena dengan perasaan bahagia.
gadis tersebut kembali menatap dirinya ke depan cermin diikuti oleh tatapan Cassandra kemudian pak Sandra berkata.
"tarik nafas dalam-dalam dan buang beberapa kali itu bisa mengurangi resiko perasaan berdebar-debar yang berlebihan semua pengertian baru pasti akan merasakan, bahkan aku pun memikirkan jika aku menikah nanti aku pasti akan merasakan hal yang sama karena itu menjadi seorang wedding organizer menjadikanku terbiasa menghadapi hal-hal seperti ini dan mungkin bisa mengurangi efek sedikit berdebar-debar ketika akan menikah" gadis itu bicara sembari memberikan saran pada Sheena, tapi pada kalimat akhirnya dia sedikit menggoda.
Sheena menuruti ucapan dari gadis tersebut dan dia mencoba untuk menarik nafasnya dalam kemudian membuangnya beberapa kali sembari dia menunggu perempuan yang ada di belakangnya memperbaiki perhiasan kepalanya yang sedikit lagi selesai hingga pada akhirnya semua benar-benar telah selesai dengan sempurna.
"Kita akan keluar sebentar lagi semua orang sudah siap dan menunggu di luar sana" ucap sang penata rias sembari mengembangkan senyumannya.
Sheena mengagungkan kepalanya secara perlahan kemudian dia melirik ke arah Cassandra. Gadis tersebut buru-buru mengeluarkan tangannya kemudian dia menunggu Sheena menerima uluran tangannya secara perlahan.
Sheena pada akhirnya berdiri secara perlahan dari posisi duduknya dan dengan perasaan masih berdebar-debar namun tidak sekencang tadi dia mencoba untuk mengaitkan lengannya pada lengan Cassandra.
"Sky Andaram menunggu sejak tadi dengan perasaan berdebar-debar" Ucap Cassandra kepada dirinya.
Sheena sama sekali tidak menjawab dia hanya berdeham untuk beberapa waktu.
"entah bagaimana penampilannya aku tidak tahu" ucap Sheena pada akhirnya pada Cassandra.
dia tidak tahu apa yang dirasakan oleh laki-laki tersebut saat ini yang jelas sejak kemarin laki-laki itu selalu berkata dia tidak sabar menuju ke arah pendengaran mereka namun terakhir mereka bertemu adalah ketika mereka berada di rumah kediaman Cleopatra dan Jack Johnson, mereka kembali pada waktu hampir sore hari kemudian mereka berpisah dan tidak bertemu hingga pagi ini laki-laki tersebut hanya terus menghubunginya melalui handphone dan berkata agar dia tidak kekurangan tidur atau waktu istirahat hingga tidak merasa kesulitan pada hari pernikahan mereka.
dan hari ini pada akhirnya mereka meskipun hanya secara keagamaan terlebih dahulu dan kerjakan secara negara dan pesta pernikahan mereka akan digelar dalam beberapa bulan berikutnya di mana dia telah mempercayakan pesta pernikahan mereka agar diurus oleh Cassandra.
"dia terlihat berdebar-debar sejak pagi dan berkata dia nyaris tidak bisa bernafas dengan baik mengalami sedikit demam panggung yang cukup ekstrim" pasal berapa ayat yang menjawab pertanyaan dari gadis yang ada di hadapannya tersebut.
mendengar apa yang diucapkan oleh Cassandra jelas saja membuat Sheena agak terkejut.
"Benarkah?" dia bertanya dengan sikap yang tidak percaya.
Dan Cassandra langsung mengganggukan kepalanya dengan cepat.
Sheena jelas aja langsung terkekeh kecil saat dia tahu laki-laki itu mengalami demam panggung, tidak menjaga laki-laki sekelas sky Andaram bisa mendapatkan penyakit seperti itu saat pernikahan mereka akan berlangsung.
di tengah pemikiran Sheena soal Sky Andaram tiba-tiba saja Cassandra berkata.
"Sheena" ucap gadis tersebut secara perlahan dan sedikit hati-hati dia menoleh ke arah Sheena dan mencoba untuk menatap bola mata gadis tersebut untuk beberapa waktu.
"Ada apa?" Sheena jelas saja bertanya sembari mengerut kan keningnya, dia balik menatap gadis yang ada di sampingnya tersebut.
"tidakkah kau ingin meminta ayah mu untuk menjadi wali nikah mu?" dan pada akhirnya Cassandra meleset kampanye tersebut kepada Sheena.
dan mendengar apa yang dipertanyakan oleh Cassandra seketika membuat Sheena terdiam untuk beberapa waktu.