
Meskipun sebenarnya awal nya bola mata nenek muda Alister langsung membulat dengan sempurna saat dia melihat nenek tua Alister bergerak masuk ke ruangan tersebut, dia masih sempat mendengus dan mengejek tapi saat dia melihat Casandra ikut masuk tepat dibelakang nenek tua Alister, Wanita tersebut seketika ingin memaki Cleopatra.
"Kau....?"
1 suara tidak menghalangi jalan nya tapi 2 suara jelas mengganggu dirinya, namun dia masih bisa mengatasinya secara perlahan karena hanya karena 2 suara tidak akan membunuh dirinya. Nyata nya saat dia pikir dia hanya melawan 2 suara hal yang lebih mencengangkan terjadi dimana tiba-tiba Jack Johnson tiba dibelakang kedua orang tersebut.
"Apa-apaan ini?" Dia mengernyit kan Kening nya.
"kau sedang ingin menikamku dari belakang, Cleopatra?" tanya wanita tua itu kemudian.
Nenek muda Alister terlihat begitu marah saat dia tahu semua orang tiba-tiba berkumpul di dalam ruangan tersebut dari akhirnya tidak ada yang lebih mengejutkan kecuali dia merasa dirinya diserang tiba-tiba oleh semua orang, dan seketika dia pikir apakah tindakannya selama ini bermain dengan tenang dan santai diketahui oleh seluruh orang?!.
alih-alih menjawab apa yang diucapkan oleh nenek muda Alister, Cleopatra lebih suka mengambil mic kemudian dia berkata dibalik mic tersebut.
"Mari kita hitung pemilihan suaranya kembali dan aku ingin lihat siapa saja yang mendukungku di sini atau mendukung nenek muda Alister "ucap gadis tersebut dengan cepat kemudian dia langsung membuang pandangannya dari semua orang di mana Cleopatra lebih memilih untuk duduk di salah satu kursi yang tadinya merupakan kursi dari Lunara.
Nenek tua Alister, Jack Johnson dan Casandra memilih untuk duduk di kursi kosong yang ada tidak jauh dari keberadaan Cleopatra di mana pada akhirnya kursi tersebut ditempati oleh mereka.
bola mata ketiga orang tersebut menatap lurus ke arah depan di mana mereka bisa melihat semua orang mulai untuk menghitung suara kembali dalam voting pemilihan para dewan direksi.
bisa dibayangkan bagaimana ekspresi nenek muda Alister saat ini, wanita tersebut terlihat mengeram dan merasa kesal dengan keadaan, tidak percaya jika semua orang datang mengacaukan semuanya.
"apa kalian sedang berusaha untuk menyerangku saat ini?" dia bertanya dan menatap ke arah nenek tua Alister yang duduk di sampingnya.
mendengar pertanyaan dari nenek muda Alister jelas saja membuat nenek tua Alister mengernyitkan dahinya, dia menoleh ke arah wanita tersebut kemudian berkata.
"aku yang seharusnya bertanya, kau menyerang Cleopatra secara tiba-tiba? memanfaatkan Lunara dengan sengaja? sejak awal kamu memang menginginkan posisi CEO dari Alister group bukan?" dia bicara sembari melesatkan tanya pada nenek muda Alister dengan tatapan tajamnya, nada suara nenek tua Alister terdengar penuh penekanan, dia mencoba untuk menahan kemarahannya yang membuncah saat ini.
"Kau membuat kesepakatan dengan Lunara, bernegosiasi bersama di balik ambisi besarmu yang nyaris tidak pernah terbaca oleh siapapun, kau bergerak dengan tenang seolah-olah kau menjadi nenek muda yang disukai Silvia di mana kau berusaha untuk menyerang Cleopatra secara diam-diam, kau pikir aku tidak tahu dengan akal bulus mu?" dan dia kembali melesatkan tanya pada wanita tersebut, nenek tua Alister bicara dan menjabarkan apa yang sebenarnya yang diam-diam ingin dilakukan oleh nenek muda Alister dibelakang semua orang.
saat mendengar apa yang diucapkan oleh nenek tua Alister, seketika membuat wanita itu membelalakkan bola matanya.
"Kau ..." dia berusaha untuk menahan suaranya.
Dan percayalah apa yang diucapkan oleh nenek tua Alister ketika membuat nenek muda Alister tidak bisa menarik nafasnya dengan baik, dia juga tidak percaya jika nenek tua Alister bisa berkata seperti itu kepada dirinya.
"kau tahu kenapa aku tidak keluar sejak awal pemilihan voting suara dilakukan?" sembari mempertanyakan hal tersebut nenek tua Alister menaikkan sebelah alisnya.
"aku melakukannya karena aku sengaja ingin melihat bagaimana keserakahanmu akan berlanjut" Lanjut wanita tua itu lagi kemudian.
dan percayalah saat ini nenek muda alister benar-benar merasa marah ketika dia mendengar apa yang diucapkan oleh wanita yang ada di hadapannya tersebut, dia berusaha untuk menggenggam erat telapak tangannya sembari dia mengeratkan rahangnya dengan kencang.
jutaan kemarahan menghantam dirinya dan dia ingin sekali rasanya berteriak dalam kemarahannya.
namun meskipun begitu dia berusaha untuk masih berkilah atas semua keadaan yang terjadi kepada dirinya, wanita tersebut dengan cepat berkata.
"Kakak, bagaimana mungkin kau berfikir aku memiliki keserakahan atas segala hal? aku tentu saja tidak mau menguasai alis secara karena realitanya Luna Rara yang mengajukan permintaan tersebut" dia berusaha untuk membela dirinya sendiri dengan cepat.
mendengar apa yang diucapkan oleh nenek muda Alister seketika membuat nenek tua alister mendengus dan tertawa terkekeh.
"kau pikir aku buta selama ini? aku diam karena aku sedang mengawasi, aku tahu betul bagaimana tidak sukanya kau terhadap Cleopatra, bagimu dia tidak berhak untuk naik tahta menjadi penerus alister, kau tidak pernah menyukai Helena pada pernikahan Jiang Alister, apa kau pikir aku sudah pikun atau lupa ingatan?" dan seketika suara wanita tua tersebut mulai meninggi.
di detik berikutnya satu hal tidak terduga terjadi dimana tiba-tiba di bagian layar proyektor kembali menampilkan sebuah gambar yang cukup mengejutkan semua orang, dimana bola mata semua orang kini tertuju pada layar proyektor yang ada di hadapan mereka termasuk nenek muda Alister.
Satu rekaman dan juga video terus berputar di sana secara perlahan, di mana terdapat sebuah rekaman yang mampu membuat semua orang tercengang.
dan bisa dilihat bagaimana ekspresi nenek muda Alister saat ini, saat dia menyadari video siapa yang diputar di dalam layar tersebut, bulan matanya nyaris keluar dan dia benar-benar terkejut setengah mati.
"Kau... apa yang kau lakukan...?" dia bicara dengan nada tercekat dan bibirnya tampak bergetar.
Setelah kehebohan atas apa yang dilakukan oleh Lunara tadi, kini kehebohan selanjutnya terjadi.
Cleopatra terlihat menatap ke arah nenek tua alister dan nenek muda alister secara bergantian, dia terlihat duduk dengan tenang di kursi kejayaan, kini Putri penerus kejayaan benar-benar duduk di kursi kepemimpinan Alister di mana orang-orang yang terlibat pada masa lalu diruntuhkan oleh dirinya satu persatu dengan cara nya yang begitu tenang.