The twin's Mask

The twin's Mask
Casandra



"Kenapa kamu kembali?"


Lunara bertanya sedikit gusar, masih menatap ke arah barisan koper milik Casandra untuk beberapa waktu kemudian dia berusaha untuk menatap wajah putrinya tersebut untuk waktu yang agak lama.


"Pertanyaan mu terdengar menjijikkan, kenapa aku kembali? itu seperti bukan sebuah sambutan tapi seolah-olah siap mengusir ku sekali lagi dari kediaman keluarga Alister"


Dan Casandra menaiki satu alisnya, menatap sang ibu untuk beberapa waktu, dia mengitari rumah, mencari seseorang di sana.


"itu...maksud ku bukan begitu"


Dia pikir ada apa dengan tahun ini? apakah shio kelinci menjadi shio kesialan untuk diri nya?.


Sial.


"Jangan memanggilku ibu jika kembali ke keluarga Alister, bukan kah kamu tahu itu Casandra?"


Dia mendekati Casandra, meminta gadis dihadapannya itu tidak mengulangi panggilan nya, dia sedikit menurunkan suara nya, takut pelayan mendengar ucapan gadis tersebut.


Mendengar ucapan Lunara, Casandra mendengus jijik.


Adik?.


Sandiwara yang dibuat Lunara Sangat menjijikkan, mereka notabene nya anak dan ibu bisa-bisa nya berubah menjadi kakak dan adik. Sejak dulu Lunara menyembunyikan status asli mereka, membawa Casandra sebagai adik nya bukan putri nya ketika dia pertama kali menginjakkan kaki nya ke kediaman Alister, mencari Casandra yang mengabaikan nya bersama Jack Johnson.


Jack Johnson lebih dulu mengikuti Lunara dimana dia di tinggal di kampung bersama kakek nya, hidup sungguh mengerikan karena mereka lahir dari wanita ular, penipu juga seorang pelacur.


Wanita sialan itu terlalu banyak memiliki masa lalu yang suram, membuat dia jelas lebih malu memanggil Lunara ibu, hanya iseng memanggil nya ibu, ingin tahu rasanya bagaimana.


Biasa saja, tidak ada yang terasa istimewa.


"Aku terkejut kamu pulang tanpa memberikan kabar lebih dulu, adik. Aku bahagia kamu kembali ke rumah , hanya saja...."


"Dimana keponakan ku?"


Casandra bertanya memotong ucapan Lunara, dia masih mencari sosok seseorang di rumah besar tersebut, dulu saat pulang seseorang akan menyambut nya dengan penuh kebahagiaan, sudah lebih dari 5 tahun tidak kembali rasanya rumah menjadi begitu asing.


"Ya?"


Lunara agak terkejut mendengar pernyataan Casandra.


"Dia ada di dapur"


"Aku tidak bertanya soal Silvia, yang aku tanyakan adalah Cleopatra"


bola mata Casandra menatap sosok Silvia yang bergerak turun dari arah lantai atas, aroma permusuhan terlihat jelas di antara mereka berdua.


Silvia menatap gadis dihadapannya itu dengan tatapan tidak suka, adik tiri yang pura-pura di cintai nya, andaikan Silvia tahu siapa dia, Silvia pasti akan memberontak juga pada Lunara.


Melihat Casandra yang menatap dirinya, membuat Selvia menaikkan ujung alisnya, dia menatap benci dan jijik pada gadis yang berdiri di hadapan ibunya.


Cassandra yang dia tahu adalah Adik dari ibunya, dan percaya lah Lunara selalu memanjakan Cassandra melebihi dirinya, Lunara bahkan selalu memberikan apapun yang diinginkan gadis tersebut.


Bahkan ibu nya pernah memukul dirinya dengan cara yang luar biasa karena dia tidak sengaja melukai Casandra, karena itu dia sangat membenci gadis itu dari dulu hingga hari ini.


Nona muda pertama?.


Cih julukan itu tidak membuat nya nyaman, dia di anggap nona muda di rumah tersebut dan lebih berkuasa dari pada diri nya.


Silvia benar-benar jijik mendengar julukan nya.


"Dia belum pulang dari perusahaan, Silvia masuklah ke kamar mu, dan sayang pergilah beristirahat aku pikir kamu pasti lelah"


Dan Lunara terlihat sedikit gelagapan, dia memerintahkan Silvia untuk masuk ke kamar nya dan berharap Casandra tidak membuat kekacauan dengan kedatangan nya sebelum semua rencana mereka berjalan sesuai keinginan Lunara.


Hanya sedikit lagi, hingga Silvia mempermalukan Cleopatra dengan rencana putri nya dan dia akan bergerak menyingkirkan Cleopatra dari Alister group karena skandal yang akan terjadi.


Silvia yang mendengar perintah ibu nya jelas saja kesal, dia mendengus, menatap kearah ibu dan Casandra secara bergantian.


Seketika gadis itu menggenggam erat telapak tangan nya, kemudian dia berbalik dan melangkah kembali naik menuju ke lantai atas.


"Kau ingin pergi?"


Dan Casandra melirik kearah ibu nya, menatap penampilan menjijikkan di usia emas Lunara. Seharusnya usia itu menjadi waktu cuti dan menyamankan diri seorang wanita di rumah, nyata nya Lunara berpenampilan bagaikan pela..cur yang akan menemui simpanan nya.


"ingin menemui selingkuhan mu, ayah nya Silvia?"


Dan mulut pedas Casandra bicara tanpa jeda.


"Casandra"


Dan Lunara mencoba menahan perasaan nya, dia berusaha untuk menutup mulut putri nya yang setiap kali bicara tidak bisa mengerem tiap ucapan nya.