The twin's Mask

The twin's Mask
Membuat nya panik



Sang pelayan terlihat menunggu jawaban dari nyonya nya, dia menatap wajah Lunara untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya Lunara berkata.


"Dia datang bersama siapa?"


meskipun tidak dipungkiri jantung Lunara tidak baik-baik saja, tapi wanita tersebut berusaha untuk menetralisir degup jantungnya yang berdetak tidak beraturan saat ini.


"datang seorang sendiri, nyonya"


pelayan tersebut menjawab dengan cepat sembari kembali menundukkan kepalanya, membuat Lunara diam untuk beberapa waktu.


"Kenapa dia kembali? bukankah ibu sudah bilang agar dia tidak pulang ke rumah?"


Silvia terlihat tidak suka, menatap ibunya dengan perasaan kesal.


Jika sosok tersebut kembali semua akan terasa kacau, dia tidak bisa menjadi penguasa rumah dan ibu nya bahkan tidak pernah membela nya jika anak itu kembali ke rumah mereka dan Silvia tidak suka itu.


Bagi nya kembali nya sosok tersebut menjadi ancaman besar untuk nya.


mendengar apa yang diucapkan oleh Silvia membuat Lunara mengabaikan nya, rencana untuk keluar malam ini sepertinya bakal tertunda sejenak atau mungkin tidak akan terjadi kehadiran sosok yang dikatakan oleh pelayan nya.


wanita itu buru-buru menyelesaikan diri untuk menggunakan pakaiannya, dia menutup lemari pakaian dengan cepat.


Lunara mencoba untuk bergerak melangkah maju, menatap ke arah Silvia sejenak, kemudian wanita itu berkata.


"Tetaplah di kamar, ibu akan menemui dia"


wanita tersebut bicara dengan cepat, meminta putrinya tetap bertahan di dalam kamar dan tidak keluar untuk menemui sosok kini yang kembali ke rumah mereka tiba-tiba.


setelah sekian tahun tidak kembali, menyelesaikan berbagai macam pendidikan dan hanya kembali sebentar di waktu yang ditentukan kemudian pergi lagi untuk meniti karir serta mencapai popularitas nya di luar negeri, sekarang tiba-tiba sosok tersebut kembali tanpa membicarakan terlebih dahulu dengan nya cukup membuat Lunara terkejut.


baginya jika sosok itu kembali ke kediaman Alister yang sekarang, apalagi berniat ingin kembali ke perusahaan Alister di sini Lunara cukup takut ini akan mengacaukan segalanya.


Rencana yang dia bangun puluhan tahun akan musnah seketika jika sosok itu bersikeras ingin pulang.


Silvia yang menatap kepergian ibunya tampak kesal kemudian dia membanting handphonenya di atas kasur.


"belum apa-apa, kau pulang ibu sudah membuat banyak peraturan bahkan tidak mengizinkanku untuk keluar dari kamar, kau benar-benar sialan"


Silvia mengumpat dengan perasaan kesal.


Sang bibi pelayan bergerak menyusul langkah nyonya nya tesebut dengan gerakan tergesa-gesa, meninggalkan Silvia dalam kekesalan nya, pelayan itu bisa melihat bagaimana Lunara bergerak menuruni anak tangga dengan gerakan terburu-buru dan dengan wajah sedikit panik nya.


kepulangan sosok tersebut cukup menjadi tekanan baru untuk sang majikannya.


dan bisa dilihat Lunara benar-benar turun dari atas tangga, bergerak menuju ke arah ruang tengah dan mencari sosok yang katanya datang juga pulang ke kediaman mereka.


Begitu masuk ke ruang tengah, Lunara seketika menghenti kan langkah kakinya dan bola mata nya mencari keberadaan sosok yang di cari nya tersebut.


Di mana?.


Batin Lunara.


hingga pada akhirnya pandangan matanya tertuju pada satu sosok yang kini bergerak dari arah kanan di mana dia berdiri. Bola mata Lunara seketika membulat saat dia benar-benar melihat gadis itu ada di hadapannya.


"Halo, ibu"


Dan gadis itu menyapanya dengan tatapan tidak begitu ramah.


"Casandra?"


Lunara tercekat dalam keterkejutan nya, menatap barisan koper yang berdiri di dekat kamar utama mansion Alister tersebut.


Tidak.