
"Nenek...itu...."
Silvia berusaha untuk menyadarkan diri nya, dia menoleh ke arah nenek muda Alister dengan cepat, mencoba meraih tangan wanita tersebut dan berpikir dia harus mulai memanipulasi keadaan, harus pandai membuat dan mengatur rencana jangan sampai wanita tersebut berpikir untuk pergi ke ruang CCTV dan melihat kejadian yang sebenarnya.
Dia lah yang datang-datang berteriak, mendekati Cleopatra dan berusaha menjambak rambut gadis di hadapannya itu tanpa basa-basi dan enggan peduli apa yang dilakukan Cleopatra pada ibu nya.
dia tidak perlu menebaknya karena dia sudah tahu ibu nya begitu benci pada Cleopatra sejak kembalinya gadis tersebut, sebelum dia pulang dan menginjak kakinya ke rumah, ibunya terus menghubungi dan berkata Cleopatra benar-benar membuat ulah.
karena itu dia pikir apa yang terjadi tadi pasti karena ibunya ingin melampiaskan kemarahannya pada Cleopatra, dan begitu dia datang dengan inisiatif sendiri serta sedikit kemarahan, dia mendekati Cleopatra dan berusaha menjambak rambut nya, nyata nya belum pula dia berhasil melakukan hal tersebut, gadis itu saya juga kilat malah menjambak balik rambutnya dengan cepat, Cleopatra kali ini bener-bener sangat cekatan, jelas sangat berbeda sekali dengan Cleopatra di masa lalu sebelum mengalami kecelakaan.
"Apa nenek harus mendengarkan apa yang diucapkan oleh Cleopatra? dia terlalu pandai bicara, seharus nya nenek bertanya pada ibu dan juga para pelayan rumah, ini akan mendapati kenyataan kenapa aku harus menjambak rambut nya, bukan menyebut kedatanganku dia malah bertengkar dengan ibu kemudian tiba-tiba marah dan melakukan hal di luar akal sehat nya"
Silvia berusaha dengan kuat untuk meyakinkan nenek muda Alister, mencoba untuk menahan gerakan wanita tersebut agar tidak pergi ke ruang CCTV dan melihat rekaman apa yang terjadi.
"pelayan cepat kemari dan jelaskan"
Silvia berteriak cepat ke arah beberapa pelayan yang sejak tadi berdiri di sudut ruangan, begitu mendengar Silvia sang nona muda berteriak kearah mereka, membuat mereka cukup ketar-ketir dan bergerak cepat mendekati semua orang.
Nenek tua Alister terlihat mendengus tidak percaya atas ucapan Silvia, dia kemudian berkata.
"Kau bicara dengan nada yang buruk, membentak pelayan seolah-olah berusaha untuk membela diri dan menekan mereka Silvia"
Wanita tua Alister bicara cepat, mencoba melirik kearah saudara suami nya tersebut kemudian menatap kearah Silvia.
Farida tidak banyak melakukan kunjungan, dia terlalu sibuk dengan keluarga nya sendiri dan perusahaan suami nya, mana tahu soal kehidupan rumah, tapi tidak dipungkiri Farida memang menyukai Lunara ketimbang Helena, dia mendukung pernikahan putra nya dengan Lunara ketimbang pernikahan atas dasar perjodohan dimasa lalu antara putra nya dengan Helena karena wanita tersebut memiliki sedikit persolan dengan keluarga Helena di masa lalu hingga menyisakan kebencian di hati nya untuk keluarga Helena hingga akhir.
Jadi membela Silvia sangat memungkinkan untuk Farida, dia tidak mungkin membela Cleopatra.
"periksa CCTV nya dan Pastikan langsung apa yang terjadi, mulut pelayan sangat sulit dipercaya saat ini"
Dan nenek tua Alister kembali bicara.