The twin's Mask

The twin's Mask
Kembali nya seseorang yang tidak diinginkan



Mansion Utama Alister


Kamar Lunara.


Wanita tersebut baru saja mematikan handphone nya, seulas senyuman licik mengembang dari balik bibir nya saat ini.


Lunara terlihat bahagia akan sesuatu, tapi tidak benar-benar ingin mengeluarkan ekspresi nya sama sekali saat ini, dia bergerak dari arah kamar mandi menuju ke arah sisi kanan nya.


"Kenapa ibu mengembangkan senyuman yang cukup mengerikan?"


Silvia bertanya pada ibu nya, menaikkan ujung alisnya sembari bergerak menuju ke arah kasur, dia baru muncul, menatap ekspresi wajah ibu nya yang sedikit aneh.


"Bukan apa-apa, hanya bahagia soal sesuatu"


Ucap Wanita tersebut senang, dia kini bergerak menuju ke arah lemari hias, memilih duduk di sana dan berusaha membersihkan make up di wajahnya.


Silvia terlihat memilih berbaring di kasur ibu nya, meraih handphone nya dan mencoba untuk menghubungi seseorang.


"Aku sedang merencanakan sesuatu untuk Cleopatra"


Tiba-tiba Silvia membuka suara nya, dia melirik kearah Lunara untuk beberapa waktu.


Mendengar apa yang di ucapkan putri nya, membuat Lunara mengerutkan keningnya.


"Jangan gunakan tangan mu sendiri secara terang-terangan untuk melakukan semuanya"


Dan Lunara mencoba untuk mengingatkan putri nya tersebut, agar Silvia bergerak dengan hati-hati dan tidak menggunakan tangannya sendiri untuk melakukan semua hal guna menghancurkan Cleopatra.


"Kamu tahu itu akan menjadi resiko besar saat kamu menggunakan tanganmu sendiri"


Ucap Lunara lagi kemudian.


"jangan khawatirkan soal apapun Bu, aku akan mengatur semuanya"


Ucap gadis tersebut lagi kemudian, dia kemudian membuang pandangannya untuk beberapa waktu, memfokuskan bola matanya pada handphone yang ada di hadapannya.


Mendengar jawaban putri nya membuat Lunara melirik ke arah Silvia sejenak, di detik berikutnya dia membersihkan wajah nya dari sisa riasan make up yang masih menempel di wajah nya.


"Ibu akan pergi sebentar keluar, apa kamu ingin tidur di sini?"


Mendengar ucapan Lunara membuat Silvia mengerut kan kening nya, dia menoleh ke arah jam di dinding untuk beberapa waktu.


"Ini terlalu malam, ibu ingin pergi ke mana?"


Dia bertanya agak heran, sebenarnya bukan kepo tapi agak penasaran saja kemana ibu nya ingin pergi di jam yang sedikit tidak normal begini.


"Ada sedikit urusan yang harus ibu lakukan"


Lunara menjawab cepat, kemudian dia mengajukan putrinya dan terlihat sibuk bergerak menuju ke arah lemari pakaian dan mengganti pakaiannya.


Silvia ingin bertanya lebih detail tapi dia pikir tidak juga ada gunanya, siapa yang tidak tahu soal ibunya, wanita itu selalu bergerak sesuka hatinya.


Bola mata gadis tersebut kembali fokus pada handphonenya untuk beberapa waktu, dia mencoba untuk menghubungi seseorang namun sebelum jemari-jemari nya melakukan hal tersebut, suatu ketukan di pintu depan mengejutkan dirinya.


Lunara yang baru selesai mengganti pakaiannya langsung menoleh ke arah pintu depan kemudian menyahut.


"Masuklah"


setelah berkata seperti itu pintu depan kamar tersebut terbuka, bibit pelayan tanpa menundukkan kepalanya sembari melangkah ke arah depan dengan tergesa-gesa.


"Nona muda pertama kembali ke rumah"


ucap wanita itu sambil menyantap sejenak kearah Lunara.


Dan Lunara seketika membeku mendengar ucapan wanita dihadapan nya tersebut.


"Apa?"


Dan bibir Lunara seketika bergetar mendengar kata nona muda pertama.


"Dia ada di bawah"


Seketika Lunara nyaris kehilangan keseimbangan nya.


Silvia langsung mengerut kan keningnya, dia terlihat mendengus kasar saat tahu gadis sialan itu kembali pulang.