The twin's Mask

The twin's Mask
Musuh dalam diam



Di sisi lain.


Bams tampak bergerak masuk ke dalam sebuah galeri berlian yang ada dihadapan nya, dia menatap beberapa kalung yang ada dihadapan nya untuk beberapa waktu.


"ini adalah pilihan yang anda minta"


seorang perempuan berusia sekitar 40 tahunan bicara kearah dirinya, dengan gerakan perlahan dia menyerahkan sebuah kalung indah ke hadapan Bams. tangan perempuan tersebut berbalut sarung tangan mendominasi berwarna hitam dan satu tongkat kecil terlihat menemani nya.


Bams tampak menatap dengan kalung yang diberikan oleh perempuan tersebut untukbeberapa waktu .seorang laki-laki terlihat berdiri disamping Bams tanpa mengeluarkan suara apapun sejak tadi.


"Aku pikir ini cukup sesuai dengan nya bukan?"


Laki-laki tersebut bertanya tanpa menoleh pada perempuan itu.


"menurut gambaran yang diberikan oleh tuan ini jelas sesuai dengan kriteria gadis tersebut"


perempuan itu bicara menjawab ucapan Bams sembari mengembangkan senyumannya.


"aku tidak begitu yakin sebenarnya karakternya sedikit berubah menurutku, dia yang dulu sedikit pendiam dan tidak banyak bicara, tapi saat ini dia sangat aktif dan juga sulit untuk dimengerti, dia cukup banyak menyembunyikan sesuatu dan cukup sulit untuk dipahami jalan pikirannya"


Bams menyebutkan karakter Cleopatra yang sangat sulit untuk ditaklukan saat ini, sosok gadis tersebut jelas cukup berbeda oleh sosok nyari masalahmu dan telah membuatnya bergerak dengan cepat untuk mendapatkan Cleopatra dan memisahkannya dari Sky Andaram.


dia butuh sedikit permainan untuk membuat kedua orang tersebut terpisah saat ini.


perempuan yang ada dihadapan nya mengangguk kan kepala nya,dia fikir dia juga bisa memahami karakteristik gadis yang diinginkan oleh laki-laki karismatik dan juga tampan di hadapannya tersebut.


"saya fikir dia cukup cocok dengan yang ini"


perempuan itu bicara sambil memperlihatkan sebuah kalung yang lainnya, meletakkan nya tepat di hadapan Bams, membiarkan laki-laki tersebut melihat dengan seksama kalung rekomendasinya.


"dari apa yang dijelaskan oleh anda saya pikir dia pasti gadis yang cukup tersembunyi dan sulit di tebak namun dia merupakan tipekal gadis yang sedikit keras kepala dan juga sangat mampu diandalkan, dia memiliki bagian rahasia yang tidak bisa ditampilkan pada orang lain tapi dia juga memiliki hal yang paling menonjol yang membuat banyak orang menyukainya"


perempuan itu berusaha untuk menjelaskan tentang detail bagaimana gadis yang disukai oleh laki-laki di hadapannya tersebut, dia terbiasa membaca karakteristik seorang gadis jika laki-laki datang ke sana untuk memesan beberapa aksesoris pilihan terbaik untuk gadis yang diinginkan mereka.


Mendengar apa yang di Jabar kan oleh perempuan tersebut seketika membuat Bams langsung mengangguk kan kepalanya


"Sempurna, itu dia, aku suka penjabaran mu"


dia memuji perempuan yang ada di hadapannya tersebut.


"Kamu bisa langsung mem packing nya dengan baik, pastikan dibungkus dengan begitu indah dan membuat gadis itu cukup penasaran di buatnya"


Bams bicara dengan cepat sembari menatap ke arah perempuan di hadapan tersebut.


"baik tuan"


perempuan itu menjawab dengan cepat kemudian dia menarik dua kalung yang ada di hadapannya itu secara perlahan, memastikan salah satunya akan dibungkus dengan sempurna sesuai dengan apa yang diinginkan oleh laki-laki di hadapannya tersebut.


"apa kau benar-benar jatuh cinta padanya?"


tiba-tiba saja suara seseorang memecah keadaan, membuat Bams langsung menoleh ke arah sisi kanan nya.


seorang perempuan bertanya sambil melipat kedua tangannya, menatap Bams dengan tatapan agak tidak percaya atas apa yang tengah Bams lakukan saat ini.


mendengar pertanyaan dari perempuan itu seketika membuat Bams menaikkan ujung bibirnya.


"Dan aku ingin kau bisa menebaknya, apakah aku terlihat begitu serius menginginkannya atau ada niat lain yang aku inginkan saat ini?"


dia bertanya dengan nada yang begitu santai, menelisik dengan seksama wajah perempuan yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.


"Cih.... kau terkadang membuatku tidak bisa menebak apa yang sebenarnya kau inginkan!"


perempuan tersebut bicara cepat kearah Bams sembari dia berjalan mendekati Bams, dia terlihat sedikit mengejek ke arah bangsa tapi juga cukup menatap ragu dan curiga ke arah laki-laki tersebut.


Bams menampilkan senyuman aneh di balik bibirnya.


"apa kau bisa menebak sebenarnya apa yang aku inginkan terhadap gadis tersebut?"


"aku mencoba menempati mungkin kau memang tertarik pada gadis tersebut tapi kau ingin memanfaatkannya untuk menjatuhkan sky Andaram?"


perempuan itu terlihat terkekeh sembari bicara dan menebak apa yang ada di dalam pikiran sendiri saat ini.


Bams terkekeh.


"kau selalu berusaha menebak apa yang dipikirkan oleh oleh orang-orang di sekitarmu, bukankah kau juga ingin agar hubungan kedua orang tersebut tidak jadi?"


dan Bams bertanya dengan serius para perempuan yang ada di hadapan nya itu, laki-laki itu memilih untuk duduk di atas kursi sofa mendominasi berwarna merah kemudian dia berubah jawaban perempuan yang masih berdiri di hadapannya itu.


"kau sedang menebak apa yang aku inginkan?"


dan pada akhirnya perempuan itu balik bertanya ke arah Bams.


Alih-alih menjawab, Bams lebih suka menaikkan ujung alisnya sembari dia menunggu apalagi yang ingin diucapkan oleh perempuan tersebut.


"kau pikir aku tidak tahu kamu mencintai sky Andaram? seharusnya kau berusaha mengambil kesempatan untuk mendapatkan hatinya saat ini, sky hanya tertarik pada gadis tersebut sejenak, mungkin karena dia berpikir ada perubahan signifikan yang terjadi pada Cleopatra pada masa ini"


Saat laki-laki tersebut berkata seperti itu seketika membuat perempuan itu menatap ke arah Bams untuk waktu yang cukup lama.


*****


Di sisi lain nya


apartemen Silvia.


"Kau sudah tiba?"


Silvia terlihat menatap satu sosok orang yang ada dihadapan nya, membiarkan sosok tersebut masuk ke dalam apartemen nya dengan cepat.


"Bukankah Kau Yang meminta Ku datang?"


Dia menatap kearah Silvia, menaikkan ujung alis nya kemudian bergerak berjalan masuk ke dalam apartemen tersebut.


"kau hanya mencariku jika membutuhkan sesuatu, cihhhhh kau benar-benar tipe penghianat yang menginginkan keuntungan tanpa ingin merasa dirugikan"


sosok tersebut tampak mengejek kemudian dia memilih untuk duduk di salah satu kursi di ruangan itu.


"semua orang tidak seperti itu?"


Silvia berkata begitu sembari dia menutup pintu apartemen nya secara perlahan.


"Yeah realita nya semua orang memang seperti itu termasuk kau dan aku"


setelah berkata seperti itu sosok tersebut mengeluarkan sesuatu dari dalam kotak kecil yang ada di tangan nya.


"kau tahu bukan harga ini tidak murah? aku ingin bayarannya di muka"


Ucap sosok itu lagi dengan cepat.


"aku akan memberikan bayaran nya di muka tapi katakan padaku, bagaimana cara sistem obat ini bekerja?"


mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Silvia, membuat sosok tersebut seketika terkekeh kecil.


"kau akan lihat sendiri bagaimana reaksinya, aku pastikan kau tidak akan menyesal dan ini akan melumpuhkan seluruh keadaan dan membuat siapapun yang ingin kau hancurkan hidupnya akan hancur hanya dalam semalam"


jawab sosok tersebut dengan penuh keyakinan, dia menatap Silvia sembari menaikkan ujung alisnya.


"kau hanya perlu menjadi seseorang untuk mengeksekusi hasil akhir nya"


lanjut sosok itu lagi kemudian.


Dan Silvia seketika menaikkan ujung bibirnya, satu senyum penuh kepuasan tampil di balik wajahnya, kemudian dari tangannya dia memberikan sebuah amplop mendominasi berwarna putih secara perlahan.