
"Will you marry me?" Dan lagi Bams bertanya kepada dirinya apakah Sheena akan bersedia menerima lamarannya.
Bayangkan bagaimana perasaan Sheena, dia pikir ini benar-benar gila, kejutan dari Bams memang membuat dia terkejut, tapi dia berusaha untuk menimbang hati nya, membedakan lamaran yang di buat Sky Andaram untuk dirinya dulu dan laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.
Percayalah kini Sheena baru menyadari jika dia berdebar-debar saat Sky Andaram melamar nya, sangat jauh berbeda dengan Bams yang kini melakukan nya, dia hanya Terkejut dan kehilangan kata-kata nya.
Moment ketika sky Andaram melamar nya membuat dia saat itu tidak bisa mengendalikan sedikitpun detak jantung yang terus berdetak kencang, bahkan dia kehilangan kata-katanya dan takut menjawab iya karena itu mungkin hanya mimpi untuknya. Tatapan bola mata Sky Andaram bahkan kala itu terlihat begitu sungguh-sungguh dan membuat dia memberanikan diri untuk berkata Ya.
Tapi bersama Bams, dia sama sekali tidak merasakan hal yang sama, semua terasa biasa-biasa saja untuknya dan yang ada malah dia takut jika Sky Andaram mengetahui keadaan ini dan membuat dia cukup kesulitan dengan keadaan karena laki-laki tersebut.
gadis tersebut berusaha untuk mengatur nafas nya lebih dulu kemudian berkata.
"ini cukup mengejutkanku Bams" ucap gadis tersebut dengan cepat.
"aku pikir kita hanya melewati makan malam, menemanimu dengan penuh kebosanan di tengah rasa kantuk yang menghantam diriku setelah itu kita pulang. Tapi rupanya imajinasiku salah besar karena ketika tiba di sini satu hal mengejutkan diriku di mana kamu membuat lamaran tiba-tiba untuk diri ku, sebagai seorang gadis aku jelas saja terkejut dan merasa bahagia dengan apa yang kamu berikan kepadaku ini jelas sangat luar biasa" Sheena bicara dengan cepat sembari dia menatap ke arah Bams yang masih dalam posisi men jongkokkan tubuhnya menunggu jawaban dari nya.
"aku merencanakan semuanya dengan matang, seharusnya melakukan lamaran dari minggu-minggu kemarin tapi pekerjaanku harus mengajarkanku bersabar" Bams menjawab ucapan gadis yang ada disebut dengan penuh percaya diri.
"aku mengejar waktu pulang hari ini dan membela diri untuk tidak pulang ke rumah hanya untuk menemuimu dan melakukan lamaran seperti ini, rasanya memang tidak mudah tapi aku berusaha untuk membuatnya menjadi mudah" lanjut laki-laki tersebut lagi kepada Sheena.
"aku menunggu momen ini dan aku harap kau menyukai apa yang aku persembahkan padamu saat ini" ucap laki-laki itu lagi kemudian.
mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki itu sejenak sama diam, dia melirik ke arah kalung yang sejak tadi coba diserahkan oleh laki-laki tersebut kepada dirinya, tidak dipungkiri kalau tersebut begitu indah dan dia pikir harganya jelas mahal dan tidak baik-baik itu cukup cocok untuk karakter dirinya.
dia pikir laki-laki itu memiliki selera yang cukup bagus dalam pemilihan namun sayangya Sheena secara perlahan langsung menggelengkan kepalanya.
"aku sangat berterima kasih atas lamaran yang kamu buat saat ini Bams, bagiku ini sangat luar biasa dan membuatku cukup terkejut, percayalah aku cukup kehilangan kata-kataku saat ini" dan Sheena bicara pada laki-laki tersebut secara perlahan.
gadis itu mencoba untuk menyusun kata-kata terbaiknya, tidak ingin menyinggung perasaan laki-laki di hadapannya tersebut sama sekali, dia berusaha untuk tidak membuat bom merasa kecewa dengan keadaan gimana pada akhirnya gadis itu berkata.
"demi apapun aku sangat terkejut dan terharu, ini bener-bener luar biasa tapi sayangnya meskipun aku terkejut dan terharu dengan keadaan ini realitanya aku tidak bisa menerima lamaranmu, Bams" dan gadis itu berkata dengan cepat menolak dengan halus dan juga mentah-mentah atas lamaran yang diberikan oleh laki-laki tersebut.
selain karena dia memang tidak mencintai bangsa dia jelas saja sudah menerima lamaran daripada Sky Andaram, mereka akan menikah dalam waktu tidak lama dan jika tidak ada halangan akan membuat pesta besar-besaran setelah kasus Lunara bersama nenek muda alistar selesai disidangkan.
"ada berbagai macam alasanku tidak bisa menerima lamaran mu Bams,n salah satunya adalah karena aku sedikitpun tidak pernah mencintaimu"lanjut gadis itu lagi kemudian.
Mendengar jawaban dari gadis yang ada di hadapan nya itu seketika membuat Bams cukup terkejut, laki-laki itu buru-buru langsung berdiri dari posisinya dan dia memberikan kode pada para pemain musik dan pelayan agar menghentikan aksi mereka.
Musik syahdu mendayu dan suasana romantis seketika berubah menjadi biasa-biasa saja.
Laki-laki tersebut menatap dalam wajah Sheena untuk beberapa waktu seakan-akan laki-laki tersebut berpikir dengan keras pada keadaan saat ini.
"Adakah ini penolakan dan tidak akan berubah lagi, Cleo?" tanya Bams cepat ke arah dirinya sebari terus menetap bola mata Sheena untuk beberapa waktu.
"ya lebih tepatnya ini adalah penolakan" gadis tersebut bicara dengan sangat tegas, dia tidak suka berbelit-belit karena jika dia melakukannya Bams tidak akan paham dengan penolakannya dan urusan ini akan menjadi panjang.
"Tidak ada sedikitpun kesempatan?" laki-laki tersebut masih bertanya dan berharap jika saja gadis yang ada di hadapannya itu masih mau memikirkan lamarannya.
Sheena buru-buru langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"tidak ada kesempatan" dan dia kembali bicara dengan tegas membiarkan bola matanya menatap karya laki-laki yang ada di hadapannya tersebut yang menyatakan tatapannya adalah tatapan penuh penolakan yang tidak akan pernah memberikan sedikitpun kesempatan kepada laki-laki yang ada di hadapan nya itu.
Raut wajah Bams yang tadinya bahagia seketika langsung berubah drastis ketika dia benar-benar sadar jika dia telah ditolak oleh gadis yang dilamarnya barusan, tidak tahu bagaimana Rona wajahnya berubah karena dia tidak bisa melihatnya tapi yang jelas Sheena bisa melihatnya dengan jelas rona wajah laki-laki tersebut berubah drastis saat dia menolaknya.
"aku cukup kecewa dengan keadaan" Bams bicara sembari dia menutup kembali kotak bludru yang ada di tangannya, kalung indah tersebut kini telah terbalut kembali di dalam kotak beludru berwarna hitam itu.
Bams membiarkan seorang pelayan meraih kotak kalung itu secara perlahan di mana pada akhirnya mereka berdua kembali saling menatap antara satu dengan yang lainnya.
"mungkin jika kamu berjawab aku masih ingin mikirkan nya, itu tidak akan berbuat ku terlalu kecewa tapi nyatanya kamu langsung menolaknya mentah-mentah, dari itu sangat membuatku kecewa" ucap laki-laki tersebut dengan cepat.
Mungkin sebenarnya dia masih ingin bicara namun tiba-tiba saja satu hal tidak terduga terjadi di mana tahu-tahu seseorang muncul dari arah pintu depan, hal tersebut membuat Bams langsung mengerutkan keningnya.
Dan sosok orang tersebut bergerak dengan cepat bergerak mendekati mereka berdua saat ini dengan tatapan penuh kemarahan.
*******
Disisi lain
Kediaman Jack Johnson.
setelah perjuangan panjang yang membuat laki-laki tersebut bahkan tidak bisa menarik nafasnya dengan baik yang benar, pada akhirnya tim dokter berhasil menarik kesadaran dari Cleopatra, perempuan itu melewati masa kritis ya dan itu cukup membuat lega Jack Johnson.
beberapa dokter terlihat mulai bebassa selang iblis baru dan menyuntikkan istri kedua beberapa obat kemudian bisa dilihat layar monitor pakai per detak jantung telah kembali dengan normal dan baik-baik saja.
lagi-lagi tersebut langsung mendekati dokter yang ada di sisi kanan istrinya, tega sedikit khawatir dan tidak sabaran dia bertanya.
"sebuah baik-baik saja?" tanya nya dengan perasaan cemas.
"sebuah baik-baik saja, jangan khawatir soal apapun" ucap dokter itu cepat.
"Cleopatra telah sadarkan diri tapi mungkin dia masih butuh waktu untuk membuka bola matanya saat ini dan dia juga butuh waktu untuk mengembalikan kekuatan pada tubuhnya, karena dia sudah lama tidak menggerakkan seluruh organ tubuh yang saat ini semua terasa sedikit sulit untuk dirinya" ucap dokter tersebut lagi dengan cepat.
mendengar apa yang diucapkan oleh dokter tersebut jelas saja membuat Jack Johnson cukup terkejut, istrinya telah sadar dengan keadaan dan katakan padanya siapa yang tidak senang mendengarnya?. bola mata laki-laki tersebut jelas langsung berkaca-kaca, dia langsung melirik ke arah istrinya untuk beberapa waktu dan dia nyaris kehilangan kata-katanya saat ini.
"kamu hanya perlu sedikit bersabar menunggunya dan ini membuat kami cepat terkejut atas kemajuan istri mu" lanjut dokter tersebut lagi kemudian
Jack Johnson mengganggukan kepalanya dengan cepat, dia berusaha menyembunyikan kamu bahagianya saat ini saking senangnya dia mendengar apa yang diucapkan oleh sang dokter.
begitu para dokter telah bergerak menjauhi mereka seketika laki-laki tersebut langsung mendekati istrinya secara perlahan dan Jack Johnson memilih untuk duduk tepat di sisi kanan Cleopatra dan dia meraih telapak tangan istrinya dengan gerakan yang sangat hati-hati.
bisa dia dengar detak jantung sang istri mengalun lembut secara normal di mana dia sudah bisa melihat warna wajah daripada Cleopatra yang telah berubah tidak se Pucat biasanya dia menjaga selama ini, dan jangan ditanya bagaimana perasaannya karena rasanya ini sangat luar biasa untuk dirinya.
"apa kamu mendengarku sayang?" laki-laki itu pada akhirnya mengeluarkan suaranya secara perlahan, mencoba untuk mendengar detak jantung Cleopatra yang terus bergetar secara normal dan dia berusaha untuk terus bicara yang katanya mampu merangsang motorik otak dari pada sang istrinya ketika seseorang koma atau tidak sadarkan diri untuk waktu yang cukup lama.
"apa kamu mendengar betapa panik nya aku tadi?" Jack Johnson mulai bercerita tentang kepanikannya yang sangat luar biasa.
"aku rasanya ingin mati saat melihatmu tidak bisa menarik nafasmu dengan benar bahkan pemikiranku tadi sudah pergi kemana-mana" laki-laki itu membiarkan telapak tangan Cleopatra berada di pipi kanan nya.
"aku benar-benar takut kamu tidak terbangun dan tidak mendengarku lagi, bahkan aku takut jika hal buruk terjadi" ucapnya lagi sembari berusaha untuk menahan tangisannya.
"Kamu tahu aku sangat merindukanmu, Cleo? bahkan saking rindunya aku tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk mengungkapkan semua kerinduanku selama ini. Maafkan aku karena tidak berhasil menjagamu dengan baik, mungkin jika kita tidak terpisah, keadaan tidak akan seburuk hari ini, dan Lunara tidak mungkin berbuat yang tidak-tidak padamu bukan? maafkan aku, benar-benar maafkan aku" dan setelah berkata seperti itu tubuh laki-laki tersebut bergetar, dia tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaanmu saat ini yang jelas Jack Johnson benar-benar merasa terluka melihat keadaan Cleopatra selama ini.
keterlambatannya untuk kembali dan mendulang kesuksesan membuat dia sangat menyesal dengan keadaan, seandainya saja dia mampu membangun perusahaannya jauh lebih cepat daripada apa yang dia pikirkan dan seandainya saja dia mampu melakukan segala sesuatu dalam keadaan jauh lebih cepat pula mungkin ini semua tidak akan terjadi seperti saat ini, keterlambatannya membuat dia juga menyesal dengan keadaan.
"bangunlah dan lihat aku dengan segera, bukankah kita pernah berjanji ingin melewati hari-hari bersama hingga masa tua? tinggal di tempat yang tenang dan damai tanpa gangguan dari Lunara dan lain sebagainya juga mencetak anak-anak bersama?" setelah berkata seperti itu secara perlahan air mata Jack Johnson tumpah.
"aku benar-benar merindukanmu Cleo, aku tahu kamu mendengar aku saat ini" Jack Johnson tidak melanjutkan kata-katanya, dia pada akhirnya memilih diam untuk waktu yang cukup lama sembari meratap wajah Cleopatra dalam penuh kerinduan, berharap perempuan itu bangun secepatnya dan mereka bisa saling melepaskan rindu juga tangisan atas keadaan yang telah berlalu.
"Lunara telah hancur bersama antek-anteknya maka tidak ada lagi ketakutanmu untuk bangun dan berhadapan dengan wanita tersebut hmmm'' ucap laki-laki itu lagi kemudian.
setelah berkata seperti itu Jack Johnson membiarkan keheningan terjadi, yang terdengar hanya suara dari layar monitor pengatur detak jantung Cleopatra yang mengalun dari perempuan tersebut dan memecah keheningan di dalam ruangan itu. laki-laki itu pada akhirnya membiarkan dirinya berbaring tepat di samping istri nya, menenggelamkan kepalanya ke atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
di balik kerinduan dan sisa tangis nya laki-laki itu membiarkan dirinya tenggelam di dalam kelelahan nya yang begitu melelahkan sembari dia menunggu siapa tahu Cleopatra akan bangun tidak lama lagi. karena dia terus yakin diri jika perempuan itu pasti akan bangun tidak lama lagi.
dan jika Cleopatra terjaga dia yakin dia mampu memangkas kerinduan diantara mereka, dia ingin merajut kembali rencana masa depan bersama sang istrinya dan melupakan segala hal tentang masa lalu yang dia anggap tidak penting, dia ingin melupakan orang-orang yang pernah menyakiti mereka dan dia ingin melupakan tentang Lunara yang meskipun wanita itu adalah ibunya.
bagi dirinya Lunara tetaplah seorang iblis yang berwujud manusia, demi ambisi besarnya wanita itu rela menghancurkan putra dan putrinya, di mana Lunara mengabaikan Cassandra dan tidak pernah mau mengakui gadis itu menjadi putrinya di hadapan banyak orang karena malu ketahuan jika dia seorang janda yang memiliki banyak anak.
Lunara bahkan mengabaikan dirinya di mana dia dianggap tidak membawa keberuntungan di dalam kehidupan wanita tersebut, dan Lunara juga menciptakan Silvia hampir menjadi sosok Lunara ke dua, demi sesuatu rela melakukan hal-hal di luar akal sehat dan logika, wanita itu mencetak putrinya agar menjadi perempuan mengerikan persis seperti Lunara.
karena itu laki-laki tersebut berpikir dia malu mengakui wanita itu sebagai ibunya.
dan di tengah lelap nya yang secara tiba-tiba, satu gerakan tangan dari Cleopatra secara perlahan terlihat, tidak hanya satu kali beberapa kali berapa terjadi pada perempuan tersebut hingga pada akhirnya secara perlahan bola mata Cleopatra terbuka dengan sempurna.