The twin's Mask

The twin's Mask
Tenang mematikan



Cleopatra dan nenek muda Alister terlihat saling menatap antara satu dengan yang lainnya, Silvia dan Lunara jelas saja senang melihat nya, mereka pikir mungkin akan ada peperangan besar yang akan terjadi di antara mereka, hal itu sontak membuat kedua orang tersebut berdebar-debar.


Nenek tua Alister terlihat mengerutkan keningnya, memilih tidak mengeluarkan suaranya sejak tadi, menghadapi Farida sang saudara suami nya jelas tidak mudah, dia paling memiliki Adi kuasa tapi dia tidak sadar Lunara sedang berencana untuk menyingkir Farida jika wanita tersebut bergerak tidak membela mereka.


"Kenapa kamu memperlakukan saudara mu sendiri seburuk itu, Cleopatra?"


Pada akhirnya nenek muda Alister bertanya, memberikan satu tatapan aneh dengan suara yang cukup datar serta di tekan.


"setelah menghilang bertahun-tahun dalam pengobatan harus kehilangan akal sehatmu juga?"


lagi wanita tersebut bertanya, menatap tajam ke arah Cleopatra.


"Seharusnya kamu berlaku baik dan hangat pada Silvia, dia jelas jauh lebih muda dari kamu, membutuhkan kamu sebagai saudara nya, bagaimana bisa kamu memperlakukan dirinya menjadi begitu buruk"


Kali ini suara wanita tersebut terdengar begitu dingin dan penuh kemarahan, dia menaikkan ujung alisnya dan menatap Cleopatra semakin tajam.


"Aku akan memisahkan kamu dan Silvia dalam kediaman yang berbeda, berikan pengakuan dan aku akan membuat salah satu di antara kalian untuk tinggal di rumah belakang"


Lagi wanita tersebut bicara sambil menekan nya.


Cleopatra terlihat menatap tanpa takut kearah wanita tersebut, di sisi kiri nenek muda Alister, Silvia merasa begitu bahagia, Seolah-olah kemenangan berpihak pada nya, sudah tahu wanita tua di sampingnya akan membela nya jadi dia tidak perlu khawatir soal apapun, kini Silvia terlihat menaikkan ujung alisnya, tatapan penuh kebencian menghantam dirinya yang ditujukan nya pada Cleopatra.


Mati kau, sialan.


Alih-alih merasa takut atau merasa terintimidasi pada ucapan nenek muda Alister, Cleopatra malah berkata dengan tenang.


"Nenek muda tahu? aku ini bukan type gadis gadis manipulatif atau pandai berbohong, aku juga tidak perlu berusaha untuk sok playing victim juga bukan?"


Gadis tersebut bicara sambil mengembang kan senyuman nya, menatap ke arah nenek muda Farida dengan tatapan yang begitu tenang.


Nenek muda Farida fikir tatapan Cleopatra tidak seperti biasanya, begitu tenang tapi sesungguhnya begitu mengintimidasi, begitu hangat tapi mematikan, Seolah-olah itu bukan Cleopatra selama ini yang dia kenal.


"Bukan kah ada kamera CCTV, lihat bagaimana kejadian sebenar nya, selesai"


Cleopatra kembali bicara dengan ringan, menaikkan kedua belah bahu nya Kemudian dia kembali menyandarkan tubuhnya dengan tenang di atas kursi sofa, memilih meraih botol cat kuku (kutek) mendominasi berwarna peach, mengoles nya secara perlahan ke kuku indah nya yang sedikit mengelupas karena menghajar Silvi tadi.


Nenek tua Alister seketika diam, dia kali ini berusaha mendongakkan kepalanya secara perlahan, mencari posisi kamera CCTV yang di ucapkan oleh Cleopatra, dia menatap kearah kamera CCTV rumah dengan seksama.


Silvia Mendengar ucapan Cleopatra Seketika gelagapan, dia memucat dan kehilangan kata-kata nya, cukup terkejut saat Cleopatra menjawab dengan sangat tenang dan pintar, tidak harus melakukan hal penyerangan dengan panjang lebar, bicara sedikit dan langsung mengeluarkan kepintaran nya.


Bagaimana bisa?!.


Silvia langsung terhenyak, duduk di kursinya dan kehilangan kata-katanya.


Lunara jelas tidak kalah terkejut, dia shok berat saat Cleopatra menyebutkan kamera CCTV, dia pikir bagaimana bisa dia lupa soal hal tersebut, wajah wanita itu memucat, menampilkan wajah yang sudah nyaris seperti orang mati saja.