
Masih di mansion kakek tua Bara Andaram
kamar Cleopatra berada.
ketika matahari pagi secara perlahan menyerap masuk ke dalam kamar tersebut, cahaya silaunya seketika membuat Cleopatra langsung mengernyitkan dahinya di mana tangan kanannya secara perlahan berusaha untuk menutupi wajahnya.
Gadis tersebut secara perlahan mencoba untuk membuka bola matanya dan berpikir di mana dirinya saat ini, Cleopatra mengerjap kan bola matanya untuk beberapa waktu karena dia pikir dia berada pada ruangan yang tidak pernah dia datangi sebelumnya dan hal itu membuat Cleopatra cukup terkejut.
buru-buru dia bangun dari posisi tidurnya, berusaha untuk langsung duduk, nyata nya tiba-tiba dia merasa kepalanya berdenyut-denyut saat dia memaksa dirinya untuk bangun dengan segera, dia Ling lung dan sedikit merasa pening.
"kondisi tubuhmu tidak dalam keadaan baik-baik saja, Cleo"
Satu suara mengejutkan dirinya, membuat Cleopatra langsung membulatkan bola matanya, bisa dilihat Sky Andaram tampak berdiri di ambang pintu membawa sesuatu di kedua belah tangannya, sebuah nampan yang berisi makanan dan minuman yang bisa Cleopatra tebak lengkap di dalamnya.
Cleopatra jelas saja mengernyit kan dahinya kemudian dia berpikir kenapa dia ada di kamar tersebut untuk beberapa waktu, mencoba mengingat-ingat apa yang telah terjadi pada diri nya.
"Semalam kamu terkena deman, panas nya cukup tinggi dan itu cukup membuat khawatir aku juga kakek"
laki-laki itu sengaja tidak menyebutkan soal ayah Cleopatra karena dia tahu itu hanya akan melukai gadis yang ada di hadapannya, dia bergerak dari posisinya mendekati Cleopatra yang tampak bingung, bisa dia lihat gadis tersebut mencoba untuk memegang keningnya beberapa waktu.
"demam tinggi?"
Cleopatra bertanya kemudian menatap ke arah sky Andaram.
"dokter bilang kamu sedikit terkena anemia, jadwal waktu istirahatmu sangat kacau bahkan dokter berkata sepertinya kamu kurang tidur dalam beberapa waktu belakangan"
laki-laki itu bicara sembari menarik segelas susu, memberikannya kepada Cleopatra secara perlahan, gadis tersebut diam dan secara perlahan pula menerima pemberian Sky Andaram,dia menatap gelas berisi susu tersebut untuk beberapa waktu.
"Aku tidak marah kamu berusaha untuk bersikap tegar dan menuntaskan misimu atau melancarkan misi mu untuk menghancurkan Lunara dan siapa saja yang ada di belakangnya sejauh ini, tapi bukan berarti harus mengabaikan kesehatanmu bukan?"
Kini bola mata laki-laki tersebut menatap dalam bola mata Cleopatra dimana gadis itu kini berpindah tatapannya ke arah sky anda sembari membiarkan netra mereka bertemu untuk beberapa waktu, mereka diam dan larut pada pemikiran masing-masing di mana Cleopatra memikirkan persoalan dirinya dan ayahnya di mana realita nya tidak dipungkiri dia masih merasa kesal dan kecewa pada laki-laki tua tersebut belum lagi dia memang benar mengabaikan kesehatannya dalam beberapa waktu ini mengingat betapa ingin nya dia menuntaskan misi nya.
gadis itu terlihat diam dan tidak menjawab sama sekali ucapan Sky Andaram, membiarkan dirinya tenggelam pada pemikiran sendiri.
"perhatikan dengan baik kesehatanmu jangan terlalu memaksakan diri dengan semua hal"
Lanjut Sky Andaram lagi.
pada akhirnya laki-laki tersebut tidak melanjutkan kata-kata nya, hanya menetap ke arah Cleopatra yang terlihat diam sejak tadi dan tidak menjawab ucapannya sama sekali, Sky Andaram terlihat menghela nafas untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya laki-laki tersebut berkata.
"habis kan susu nya kemudian lanjutkan dengan sarapan pagi, aku akan....."
"Setelah menikah apakah kamu berjanji tidak meninggalkan ku seperti ayah ku yang meninggal kan ibu ku?"
Dan tiba-tiba Cleopatra menyela ucapan Sky Andaram, gadis tersebut bertanya sembari bola matanya kini menatap dalam ke dalam bola mata Sky Andaram. Hal itu membuat Sky Andaram terdiam, laki-laki tersebut membeku untuk beberapa waktu.