
Sheena terlihat diam untuk beberapa waktu dia menetap Cassandra kemudian pada akhirnya dia mengehela nafasnya secara perlahan.
"Memaafkan ayah saat ini bagiku sangat sulit, jadi aku tidak berpikir agar dia menjadi waliku saat ini" dia pada akhirnya menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari Casandra.
"mungkin ini terdengar egois tapi aku benar-benar belum ingin bertemu dengan ayah bicara dengannya atau menerima kebaikan dirinya dalam keadaan apapun itu" lanjut gadis itu lagi kemudian.
"apa yang dilakukannya pada masa lalu terhadap aku dan ibu juga Cleopatra benar-benar satu kengerian tersendiri untuk godaan sangat sulit untukku untuk memaafkan kesalahannya yang jelas terlalu besar"
mendengar apa yang diucapkan oleh gadis yang ada di hadapannya tersebut seketika membuat Cassandra terdiam, dia tahu bagaimana perasaan gadis di hadapannya itu sama persis seperti dirinya saat dia merasa kecewa dan juga merasa jika dia tidak mungkin memaafkan Lunara hingga hari ini atas perbuatan dan tingkah lakunya.
baginya respon wajar yang diberikan oleh Sheena batas perlakuan daripada tuan Alister kepada istri pertamanya dan juga anak-anaknya, untuk merayu dan meminta maaf pada Sheena jelas bukan hal yang mudah karena itu sangat bertentangan dengan hati jika saya merasa memaafkan laki-laki tersebut saat ini.
"aku berulang kali memikirkannya dan berharap bisa memaafkan nya namun realitanya setiap aku ingat apa yang dilakukan oleh laki-laki itu pada masa lalu terhadap kami dan juga siksaan demi siksaan yang aku datang serta kehidupan sulit ibu dan diri ku membuat ku menghilangkan keinginan untuk memaafkannya yang berpikir dia memang pantas mendapatkan sebuah hukuman dan dia tidak pantas untuk dimaafkan" Lanjut Sheena lagi kemudian.
"aku berulang kali mencoba untuk memaafkan tapi aku benar-benar tidak bisa dan aku tidak memiliki cara untuk dengan senang hati atau dengan perasaan lapang hati menerima dia untuk menjadi ayah ku" dan setelah berkata seperti itu Sheena menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"aku tahu apa yang kamu rasakan dan itu bagiku hal yang normal karena dalam journal of psychology & psychotherapy menyebutkan bahwa ketika individu mendapatkan perilaku tidak adil atau tidak menyenangkan dari orang lain, individu akan mengembangkan berbagai tanggapan dalam menghadapi masalah interpersonal tersebut dengan pembalasan aktif atau pasif, dan menyimpan dendam." Pada akhirnya Cassandra bicara dengan cepat ke arah Sheena, mereka memilih hidup sejenak di sebuah kursi yang saling berhadapan.
Gadis tersebut kemudian melanjutkan ucapannya.
"Reaksi negatif terhadap pelaku dan menolak untuk memaafkan juga mungkin dipelajari sebagai bagian dari kebutuhan bertahan hidup atau kebutuhan kekuatan manusia. Sebagai manusia, tentu saja kita pernah mengalami setidaknya satu peristiwa hidup yang menyakitkan atau bahkan menghancurkan diri kita. Menurut sebuah penelitian, suatu peristiwa yang menyakitkan dapat memengaruhi seseorang dengan cukup signifikan. Akan ada kemungkinan bahwa ingatan dari peristiwa tersebut di encode ke dalam memori otak kita dalam jumlah yang besar, sehingga potensi kita untuk mengembangkan emosi tertentu seperti, kemarahan atau permusuhan menjadi lebih tinggi. Sebuah studi yang dilakukan oleh Glodman dan Wade menjelaskan bahwa ketika kita tidak bisa melepaskan emosi tersebut, maka akan jadi masalah bagi kesehatan kita—baik fisik, maupun juga mental."
"Memaafkan adalah sebuah alternatif yang baik untuk melepaskan sekaligus mengobati luka emosional yang diakibatkan oleh peristiwa menyakitkan. Memaafkan ini menjadi penting karena berkaitan dengan sistem afektif, kognitif, dan behavioral seseorang. Dalam sistem afektif, ketika terjadi pelepasan emosi negatif, maka akan digantikan oleh emosi-emosi yang positif, seperti compassion atau kasih sayang. Perubahan ini nantinya juga akan mengubah sistem kognitif seseorang untuk berhenti memikirkan hal yang buruk dan beralih fokus kepada hal lain yang lebih penting. Kedua perubahan tersebut jelas akan diikuti dengan perubahan perilaku seseorang yang cenderung menjadi lebih halus dan terarah."
Memaafkan atau forgiveness adalah kualitas individu yang mencari pertumbuhan untuk dirinya sendiri. Individu sebagai manusia memiliki kapasitas untuk memilih forgiveness, bukan reaksi negatif terhadap pelaku yang berbuat salah." dan setelah berkata seperti itu sejenak Cassandra menatap dalam bola mata Sheena untuk beberapa waktu.
"Forgiveness melibatkan kesediaan untuk mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku negatif terhadap pelaku, sehingga menjadi perspektif lebih damai, yang mencakup kemanusiaan, berempati, dan menilai kembali."
"Setelah diperlakukan tidak adil oleh orang lain, individu sering mengalami perasaan marah, sakit hati, atau takut terhadap pelaku."
"Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa memaafkan ini bukanlah hal yang mudah. Diperlukan proses yang panjang bagi sebagian orang. Dan kamu tahu Sheena? adalah 4 tahapan yang bisa dilakukan untuk mencapai tahap memaafkan baik diri sendiri, maupun orang lain dengan lebih mudah"
"Recognition (Pengenalan), Pengenalan di sini dimaknai dengan bagaimana seseorang menyadari bahwa memaafkan adalah sebuah pilihan yang datang dengan berbagai keuntungan. Hal ini dikarenakan emosi-emosi negatif yang awalnya dibawa, seperti ketakutan dan kemarahan, akan berganti dengan emosi-emosi positif seperti empati dan kasih sayang. Inilah yang kemudian akan membawa pada kemajuan fisiologis dan psikologis yang signifikan, seperti penurunan tidak hanya denyut jantung, tetapi juga tingkat kecemasan, tingkat depresi, pemikiran mengenai permusuhan, serta penurunan sikap yang menggambarkan kemarahan. Tahapan ini biasanya terjadi pada saat individu mengambil waktu dan merenung atas kejadian serta emosi yang sedang dirasakan."
"Responsibilities (Tanggung jawab) Insight atau penemuan ini adalah tahapan di mana seorang individu menyadari adanya ketidaksempurnaan pada manusia, baik diri sendiri maupun orang lain. Ketika seorang individu mampu melihatnya dari sudut pandang ini, ia akan memahami bahwa ketidaksempurnaan ini yang melahirkan tidak terpenuhi ekspektasi atau harapan atas peristiwa tertentu sehingga mengantarkan pada emosi negatif, seperti kekecewaan. Dengan konstruksi pemikiran logis ini, individu akan mengklarifikasi sejauh mana sebenarnya ia akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut."
"Expression (Ekspresi), Tahapan ini bermakna bagaimana seseorang akan berdialog mengenai apa yang dirasakannya. Berdialog disini artinya berdialog dengan orang lain. Di mana seorang individu perlu menyiapkan diri untuk membuka diri demi mendapat bantuan dan dukungan dari orang lain. Secara tidak langsung, tahapan ketiga ini akan memfasilitasi seseorang untuk kembali bergabung dengan lingkungan dan komunitasnya."
"Re-creating (Membangun kembali) Tahapan ini adalah tahapan di mana individu membangun kembali kehidupannya bukan hanya dengan memaafkan, tetapi juga menerima peristiwa atau kejadian tersebut sebagai bagian dari hidupnya. Hal ini bukan bertujuan untuk melupakan masa lalu, melainkan untuk membuang energi masa lalu dengan mengembalikan hidup kita di masa sekarang demi mempersiapkan diri kita untuk menjalani masa depan yang lebih"
"Ada banyak waktu bagi kita untuk mempersiapkan diri sebelum memaafkan aktor dari suatu peristiwa yang menyakitkan. Baik itu diri sendiri, maupun orang lain. Ketika memang sudah tiba saatnya, jangan ragu untuk mengambil waktu tersebut dan bersabar dalam prosesnya. Perlu diingat bahwa kegagalan dalam menjalani proses yang panjang ini bukan berarti menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna. Apapun yang terjadi dalam hidup, diri kita akan tetap berharga sekalipun kita belum bisa memaafkan. Sampai di tahap manapun kita sekarang, jalani prosesnya dan hargai usahanya."
"aku tidak memaksa kamu untuk maafkan ayahmu sama sekali, cukup dimana cara yang di sarankan di jalankan, itu berat dan tidak mudah, tapi belajar menikmati proses nya, andaikan masih sulit dan gagal itu arti nya mungkin memang kita bener-bener tidak memiliki kesempatan untuk Memaafkan kesalahan nya" ucapkan Sandra kemudian sembari mengembang erat telapak tangan Sheena.
"semua keputusan jelas ada di tangan mu dan tidak perlu terlalu memaksakan diri, jika memang tidak ada kesempatan untuk tuan Jiang Alister untuk menjadi wali kamu, itu bukan masalah, aku rasa dia tidak mungkin sakit hati saat kamu menolaknya hanya saja ke depannya coba terapkan disarankan para ahli psikologi mungkin dengan begitu akan sedikit melegakan perasaanmu hmmm " dan setelah berkata seperti itu gadis tersebut menatap bola mata Sheena dan membiarkan Sheena untuk memikirkan sendiri apa yang menjadi beban di dalam hati.
dia tidak bisa memaksakan kehendak gadis tersebut mengingat kewajaran yang dirasakan oleh Sheena yang merasa cukup sakit hati atas apa yang dilakukan oleh ayahnya, baginya itu benar-benar respon normal dari seorang anak terhadap perbuatan mengerikan dan juga memalukan seorang ayah kepada dirinya.
******
Disisi lain
Gedung pernikahan Cleopatra.
Tuan Alister terlihat menatap kearah depan untuk beberapa waktu sembari membiarkan pemikirannya berkelana dan melayang entah kemana. ini adalah pernikahan putri nya namun nyatanya dia masih meragu apakah dia harus datang atau tetap bertahan di sana Dan tidak melihat pernikahan putrinya sama sekali.
meskipun sebenarnya tidak dipungkiri kami ingin sekali melihat pernikahan dari Sheena, namun dia cukup tahu diri putrinya tersebut sama sekali tidak ingin memaafkan dirinya mengingat bagaimana kesalahannya pada masa lalu yang begitu berat dan juga besar sehingga wajar saja Sheena masih belum bisa memaafkan kesalahannya hingga hari ini tapi rasanya cukup sedih karena dia tidak bisa menyaksikan pernikahan sakral Antara Sheena dan Sky Andaram.
mungkin terlalu egois baginya berharap agar dia menjadi wali pernikahannya tapi mau bagaimana lagi seorang anak seperti Sheena yang tidak pernah bertemu dengan dirinya dan juga merasa cukup kecewa dengan apa yang telah dilakukannya pada Helena dan juga Sheena wajar saja jika putri nya tidak mengizinkan dia sama sekali untuk menjadi wali pernikahan daripada gadis tersebut.
laki-laki itu menghela nafasnya untuk beberapa waktu, dia menetapkan sekelilingnya sejenak.
"Kamu ada di sini rupanya?" tiba-tiba suara nenek tua Alister menggema terdengar dari arah sisi kirinya.
hal tersebut serta membuat laki-laki tersebut menoleh ke arah sisi kiri dan dia menunggu wanita tua itu bergerak duduk tepat di sampingnya.
"kenapa ibu belum masuk ke dalam?" dia bertanya pada wanita tua itu.
nenek tua Alister duduk tepat di sampingnya dan membiarkan pandangannya menatap lurus ke arah depan di mana sebenarnya saat ini mereka duduk di belakang gedung pernikahan di mana yang akan diselenggarakan oleh Sky Andaram dan Sheena.
mereka menatap pada barisan pohon-pohon yang terhampar luas, membiarkan diri menikmati apa yang ada di hadapan sana, pemandangan sejuk pohon bersejarah dengan beberapa pohon yang ditumbuhi bunga-bunga dan juga burung yang terbang diiringi kupu-kupu berwarna-warni di sekitar nya.
"bagaimana aku bisa masuk sedangkan kamu masih bertahan di sini?" wanita tua itu bicara sembari menatap para putranya untuk beberapa waktu, tidak dipungkiri dia cukup sedih melihat laki-laki tersebut yang belakangan tanpa banyak melamun mungkin karena penolakan dari Sheena atas kehadirannya.
"aku sudah berusaha untuk mengatakan maaf pada Sheena" pada akhirnya laki-laki itu mulai mengeluarkan suaranya, membiarkan bola matanya menetap lurus ke arah depan.
"tapi meskipun aku berulang kali berusaha untuk meminta maaf nyatanya Sheena sama sekali belum ingin maafkanku, Bu" Ada sejuta sesal di balik ucapannya ketika dia ingat di masa lalu wanita tua dia sampai dia tersebut pernah berkali-kali mengingatkan nya.
"Kau akan menyesali semua nya Jiang, melepaskan batu berlian hanya untuk batu kerikil benar-benar sangat mengerikan, Lunara adalah mantan seorang gadis malam yang tidak tahu berapa banyak laki-laki yang pernah dekat dan tidur dengannya, kau jatuh cinta pada gadis yang salah"
dia ingin betul bagaimana peringatan ibunya kala itu kepada dirinya.
"Helena jauh di atas segala-galanya, bakar apa yang kau miliki Dan kau gunakan saat ini itu berkat daripada orang tua Helena"
dan ibunya terus berusaha untuk mengingatkan dirinya tentang apa yang dimilikinya saat itu.
"jangan sampai kau menyesalinger kemudian hari karena jika kamu menyesalinya di waktu yang terlambat sangat sulit sekali untukmu menyusul kepingan yang serpihan kaca pecah yang telah hancur berantakan"
tapi bukankah ke'egoisan dan juga cinta yang buta dan terlalu tolol bisa menutup segala pandangan mata dan hatinya? dia benar-benar telah dibutakan oleh cinta lunara, dan itu membuatnya benar-benar menyesal setengah mati.
persis seperti apa yang diucapkan oleh ibunya, Lunara bukanlah perempuan yang baik seperti apa yang dia pikirkan dan diharapkan, dia menyambut tangan orang yang salah dan membuang sosok yang begitu berharga hingga membuat seluruh tatanan kehidupan keluarga Alister kacau balau.
dan kini dia baru menyadari semuanya dikalah Helena telah meninggal dan anak-anak telah tumbuh dengan dewasa dan mengerti siapa yang salah dan siapa yang benar di balik seluruh peristiwa.
dia benar-benar tidak bisa lagi untuk memperbaiki semuanya menjadi utuh seperti dulu dan seperti kata ibunya kaca yang hancur dan retak sama sekali tidak bisa lagi untuk ditambal agar menjadi kaca yang baik dan bagus tanpa cacat.
dia benar-benar merupakan laki-laki bodoh dan juga tolol yang tidak bisa membedakan mana orang baik dan mana orang jahat dan seharusnya dia menyadarinya sejak dulu bukan sekarang.
"itu hal yang wajar saat Sheena masih cukup kesulitan menerima dirimu diantara kehidupannya mengingat bagaimana kesalahanmu di masa lalu" ucap nenek tua Alister dengan cepat.
"apa kamu tahu bagaimana cara kehidupan yang dia jalani bersama Helena?" dan wanita tua tersebut menatap ke arah putranya untuk beberapa waktu.
Tuan Jiang Alister balik menatap ibunya secara perlahan.
"dia melewati masa sulit bersama ibunya bahkan berulang kali mati dalam keadaan dan itu jelas sangat berat dan juga menyiksa dirinya Jiang, jadi aku pikir itu jelas hal yang wajar saat dia mencoba menolak kehadiranmu di dalam hidupnya" lanjut wanita tua itu lagi kemudian.
"berikan dia sedikit waktu untuk menenangkan perasaannya dan aku yakin akan ada masa di mana dia pasti mampu dan mau menerimamu dengan baik juga mau melupakan segala kesalahan yang kamu lakukan padanya dan juga ibunya" Ucap nenek tua Alister lagi panjang lebar dan berharap putranya bersabar dengan keadaan yang jelas sebenarnya tidak baik-baik saja.
mendengar apa yang diucapkan oleh ibunya membuat laki-laki itu diam sembari menundukkan kepalanya.
"aku akan sabar menunggu kapan putriku akan memaafkanku meskipun aku tahu ini akan sulit dan rumit dan bahkan hasilnya belum tentu sesuai dengan ekspektasi ku, Bu" dan tuan Jiang Alister menjawab dengan ucapan apa yang diucapkan oleh ibunya.
dia membiarkan kedua belah tangannya saling bertahun di mana dia terus bicara dan mencoba untuk menetralisir kesabaran perasaannya.
"masuklah ke dalam bu dan ceritakan padaku bagaimana pernikahannya nanti setelah kita kembali ke rumah" percayalah nggak ada suara laki-laki tersebut terdengar begitu sedih dan seolah-olah ditekan gimana dia mencoba untuk menahan suaranya agar tidak menangis.
mungkin keputusan ini menjadi keputusan yang paling tepat untuk dirinya di mana dia tidak seharusnya masuk ke dalam gedung pernikahan, dia takut kehadirannya hanya akan menjadi beban untuk Sheena saja.
mendengar apa yang diucapkan oleh putranya seketika membuat wanita tua tersebut terdiam, dia menatap ke arah putranya untuk beberapa waktu di mana pada akhirnya nenek tua Alister hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan.
dia tidak punya pemecahan permasalahan yang terjadi di antara putranya dan juga cucunya ditambah lagi realitanya sejak awal yang salah adalah putranya, di masa lalu dia berulang kali mencoba mengingatkan laki-laki yang ada di sampingnya tersebut namun nyatanya cinta putranya pada Lunara mampu mengalahkan segala-galanya.
berulang kali dia berkata bisa jadi jika putrinya akan menyesali keputusannya tapi berulang kali juga laki-laki tersebut berkata dia tidak akan menyesal keputusannya namun coba lihat saat ini apa yang terjadi, ketika putra nya tahu kebusukan dan kepicikan Lunara, laki-laki itu hanya bisa berkata dia menyesali segala perbuatannya.
namun sayangnya sesal tersebut sudah nyaris terlambat dan bahkan mungkin sudah dikategorikan terlambat karena Helena telah meninggal dunia. tidak ada lagi kesempatan untuk laki-laki itu memperbaiki semuanya dan meminta maaf kepada menantu pertamanya tersebut.
karena pada akhirnya orang yang telah pergi tidak akan pernah kembali lagi.
dia menghadap bulan nafasnya untuk beberapa waktu kemudian wanita tua itu meraih bahu putranya secara perlahan lantas dia berkata.
"berdoalah dan tetap berusaha untuk mengambil hati Sheena, aku tahu suatu hari dia pasti memaafkanmu dan dia tidak mungkin sekeras itu untuk terus memendam kemarahan dan kekecewaan padamu" lanjut wanita tua itu lagi kemudian
Tuan Jiang Alister hanya bisa dia mendengar apa yang diucapkan oleh ibunya tersebut.
******
Catatan \=
Yang tahu Keluarga Hillatop bisa ke mari yah Mak,
Ini masih belajar awal corat-coret jadi maafkanlah kalau belum enak yah Mak🙏🏻🙏🏻🙏🏻.
******
...Petikan kisah mommy Ayana dan daddy Gao....
...GADIS PILIHAN TUAN PENGUASA...
*********
Terdengar suara dentuman music di dalam klub malam paling besar di kota jakarta, ratusan pasang mata tampak asik menari dan meliukkan tubuh mereka di bawah tamaram lampu dan juga sinar kelap kelip yang menambah semakin panas suasana didalam klub malam tersebut.
Belum lagi hingar bingar suara orang-orang yang saling sahut menyahut, dentingan gelas minuman dan sesapan-sesapan menjijikkan di sekitar ruangan, aksi saling sentuh dan menautkan bibir di beberapa sudut bahkan juga suara-suara cekikikan para perempuan yang merayu lawan jenisnya.
Di sebuah sudut kursi sofa tampak seorang laki-laki dengan gerakan Santai menyesap habis minumannya, di kelilingi oleh banyak perempuan cantik dari berbagai ras di samping nya. Bagi nya dikelilingi oleh para perempuan semacam itu sudah tidak mengherankan. bahkan tidur dengan mereka pun bukan menjadi konsumsi yang tidak lazim, bagi dirinya itu adalah hal yang biasa, biasa karena tidak dia yang meminta tapi mereka yang merapat menawarkan diri dengan sendirinya kepada nya.
Wajah unik perpaduan aksen wajah Asia,timur tengah dan Eropa terukir jelas disana, sempurna bahkan terlalu sempurna untuk ukuran seorang perempuan zaman sekarang, dia benar-benar masuk kategori laki-laki Dengan bintang paling bersinar bagi seorang perempuan dijaman kini.
Sesekali laki-laki itu menghembuskan asap rokoknya, kembali meneguk minuman yang ada ditangannya lantas dengan santai mencium gadis yang ada disamping kanan Di mana dia duduk, kemudian menoleh ke sebelah kirinya,tampak seorang gadis cantik dengan perpaduan sempurna seperti wajah milik nya tampak sibuk memainkan hape nya sesekali laki-laki itu berbisik ke arah gadis itu entah soal apa, gadis itu pun balik membisikkan sesuatu kemudian dengan cueknya membuang pandangannya.
Seketika matanya memandang 2 orang kepercayaan nya yang berjalan dari ujung menuju tepat ke hadapan nya, Dia menaikkan alisnya dengan wajah garang, dia menebak siapa yang akan ditemui nya pasti menolah untuk datang.
"Maafkan kami tuan, Dia menolak untuk melakukan pertemuan disini"
setelah menundukkan kepala mereka, salah satu berbisik karena dentuman suara musik terlalu memekakkan telinga jadi tidak memungkinkan untuk nya bicara dari arah depan laki-laki berkuasa itu.
Laki-laki itu dalam seumur hidup nya belum pernah ditolak oleh siapapun, bahkan dia bisa melakukan apa saja sesuai dengan kemauan nya, soal apapun itu selalu ada digenggaman nya.
mendengar penjelasan sang asisten pribadi nya jelas saja dia mengerat kan giginya, rahangnya mengeras Seketika dan bola matanya menggelap
Berani sekali dia
Mereka akan melakukan kerja sama untuk proyek pembangunan sebuah apartemen hunian di laut Jawa, kesepakatan itu telah di buat sejak bulan lalu antara Hillatop konstruksion company dan Abimayu angkasa konstruksi group tinggal menunggu tanda tangan kedua belah pihak untuk kerja sama nya sambil membicarakan soal kapan jadwal kesepatan pembangunan serta pemasangan batu pertama.
Seluruh urusan awal sang asisten yang mengurusnya, tapi menuju kesepakatan akhir tentu saja para pemimpin yang bergerak sendiri, bertemu muka dan menandatangani kesepakatan kontrak kerja sama nya.
Tapi baginya, berani sekali anak dari Abimayu group itu menolak tempat pertemuan yang telah ditentukan oleh nya.
pria dihadapannya itu adalah sang asisten pribadi nya, tampak mengeluarkan sebuah kertas kecil dan memberikannya pada laki-laki itu
Assalamualaikum ya tuan gaohan Hillatop, tidak bermaksud mengurangi rasa hormat karena saya telah lancang menolak untuk menemui anda di tempat seperti itu, tapi saya seorang gadis yang memegang prinsip agama, yang seumur hidup tidak pernah menjajakan kaki di tempat yang terlarang bagi Agama saya bahkan paling di benci oleh Allah dan orang tua saya. Kiranya tuan bersedia, tentukan lah tempat yang cukup layak untuk bertemu seorang gadis seperti saya,atau jika tidak saya yang InsyaAllah akan menentukan tempat mana yang pantas untuk kita berbicara 4 mata soal kerjasama kita. Kiranya anda berkenan bisa menghubungi saya di nomor ini 0852xxxxxxx
wassalamu'alaikum
salam hangat
Ayana Abimayu
seketika amarah itu tiba-tiba menyurut, rahang itu melembut dan mata gelap itu membulat bingung, dia fikir manusia macam apa yang menulis kalimat selembut ini padanya dan dia belum pernah bertemu manusia seperti itu didunia ini kecuali mommy nya Nadya
Dengan gerakan cepat dia melesat pergi meninggalkan semua orang disana, sang gadis cantik disebelah kirinya tadi mengerutkan dahinya, ikut berdiri dari duduknya sambil mencoba mengetik pesan untuk seseorang
"Brother melesat pergi dari klub malam, aku akan pulang sekarang mom, usahakan jangan aku lagi yang memantau buaya berhati es, aku benar-benar lelah mengikuti dia"
******
Dia melesat pergi ke depan sambil melirik ke arah jam di pergelangan tangannya, tapi sejurus kemudian mengerutkan dahinya karena gadis disamping kirinya tadi Yang adalah sang adik mengikuti dia sambil sibuk mengetik sesuatu di ponselnya
"Membuat laporan sayang?"
sang adik berhenti, kemudian menaikkan bahunya
"Kamu tahu bukan? siapa lagi yang memberi perintah?"
gadis itu bicara enteng sambil menepuk-nepuk dada kanannya
"Mommy khawatir kamu akan bermain perempuan lagi sayang"
gadis itu berniat beranjak pergi, namun tiba-tiba dia berkata
"I know like father like son, but please... ingat jangan terlalu sering memainkan perasaan perempuan, dan hati-hati something kakak sendiri yang akan terbawa permainan"
setelah berkata begitu sang adik terkekeh, sejenak menatap ke arah belakang menatap sang asisten pribadi kakaknya
"Aku fikir sebaiknya tidak ada perempuan malam ini"
dia bicara menatap tajam ke arah laki-laki yang usianya mungkin tidak jauh berbeda dengan kakak nya itu
"Come sayang, jangan terlalu galak pada Zoe"
Gao bicara sambil menarik tubuh adiknya, mencium keningnya pelan kemudian berkata
"Kamu pasti lelah,pulang dan istirahat lah"
"Ckckck masih memikirkan kondisi adik mu ini?"
dia mengejek, Setelah berkata begitu lantas memutar tubuhnya, berjalan kedepan Kemudian segera naik ke atas mobil yang baru saja berhenti tepat di depan mereka
Kemudian dia mengeluarkan ponselnya, mencoba mengetik no yang ada di kertas itu dan menghubungi nya
Fuckk you
umpat Gao, Berkali-kali dia menghubungi nomor perempuan itu sama sekali tidak ada jawabnya.
dia kembali melirik ke arah jam tangannya, pukul 22.40 malam
Jangan katakan ada manusia yang sudah tidur tenang di jam begini, karena waktu ini baginya masih terlalu dini
dia kembali menghubungi nomor itu tapi tetap sama sekali tidak di angkat, Seperti kebiasaan nya Gao jelas mengeratkan gigi grahamnya, wajahnya kembali mengeras dengan mata mulai menggelap
"Zoe"
dia berteriak kesal ke arah belakang
Sang asisten pribadi yang wajahnya tidak kalah dinginnya Seperti dia melangkah mendekat
"ya Gao??"
suara nya Terdengar berat, berdiri tegap seakan siap mendengar kan perintah dari sang tuan, bahkan perintah tersulit pun siap dia dengarkan dan lakukan
"Kembali ke apartemen sekarang, dan bawakan aku seorang perempuan"
Zoe menundukkan kepalanya
"Baik"
Dan perintah mutlak yang pastinya dengan tanda titik yang ditekan tidak akan bisa diubah bagaimana pun caranya.
24 tahun lebih mengabdi pada keluarga hillatop dan 10 tahun mengekor serta mengikuti Gao sang pewaris takhta hillatop tentu saja tidak muda, tapi kebaikan madam Nadya dan tuan All serta miss hessa membuat dirinya tidak pernah bisa meninggalkan keluarga hillatop, apalagi tangan pertama yang menyambut hangat diri nya dari keterpurukan dan jatuh luar biasa adalah madam Nadya, wanita luar biasa itu bagaikan ibu kandung untuk nya. tidak ada perbedaan yang terjadi dalam membesarkan dirinya antara memperlakukan Gao, Fry, zeline dan Dirinya.
Bahkan diam-diam allzigra menanamkan modal saham untuk nya, mempersiapkan masa depan untuk dirinya, memberikannya 1 perusahaan anak cabang di uni emirat Arab untuk dirinya dan boleh kapanpun dia ambil ketika dia siap memutuskan tali untuk mengekor mengikuti Gao. Tapi dia belum bisa menerima 1 pun kebaikan itu, baginya di perlakukan bagaikan anak kandung, di sekolahkan setara dengan putra putri mereka itu sudah sangat luar biasa, karena dia hanya perlu mengabdi saat ini dan sisanya akan dia fikirkan nanti.
Gao menghela nafasnya berkali-kali, mood nya yang baik tiba-tiba menghilang karena secarik kertas tidak berguna dan pertemuan yang dibatalkan. Dia memejamkan matanya sejenak di atas mobil, duduk bersandar sambil memijat kepalanya yang sedikit sakit
"Berhenti di Indomaret terdekat, aku butuh minuman dingin"
ucap Gao cepat pada Zoe
kemudian Zoe dengan cepat menepi berniat turun untuk membeli apa yang diminta Gao tadi, namun ternyata Gao dengan gerakan cepat mendahului Dirinya
"Kau tunggu saja disini"
setelah berkata begitu dia melesat turun dari mobil
Jelas saja sosok Gao menarik perhatian semua orang terutama perempuan, melirik sambil berbisik melihat kedatangan laki-laki dengan wajah yang tidak banyak dimiliki oleh orang lain, bahkan wajah asing untuk ukuran gadis Indonesia.
Beberapa teriakan histeris dan bisikan seakan tidak mau berhenti mengelilingi dirinya
Gao seolah menutup telinga, baginya hal seperti itu terlalu lumrah dan sering terjadi setiap kali dia berbaur di dunia luar sejak dulu hingga kini.
"Mbak bisa lebih cepat? teman saya menunggu di mobil, kami mesti buru-buru ke rumah sakit"
terdengar suara lembut namun dengan nada sedikit tergesa-gesa dari arah kasir ketika Gao selesai mengambil minumannya, dia mulai berjalan berlahan ke arah kasir untuk membayar
"Kembaliannya berikan pada antrian berikutnya"
kembali terdengar suara lembut itu
Gao melirik melihat sosok seorang gadis dari arah belakang, sosok itu menggunakan pakaian bertutup rapi menutupi semua lekuk tubuhnya, juga menggunakan penutup kepala yang entahlah apa namanya, biasanya orang-orang muslim menggunakannya fikir Gao, tubuhnya kecil, bahkan untuk ukuran tubuhnya mungkin gadis itu hanya sebatas dadanya, terlihat jelas dari jemari kaki dan tangan nya jika gadis itu pasti punya kulit yang begitu putih terawat, dia cukup penasaran dengan wajahnya, sesaat gadis itu berbalik dia hanya melihat bola mata indahnya dengan bulu mata lentik yang beberapa kali mengerjap membuat dirinya tergoda
Damn it
masker di wajahnya menghalangi Pemandangan
umpat Gao
dia penasaran bagaimana rupa gadis itu fikirnya
tanpa sengaja gadis itu menabraknya, Gao diam terus menatap gadis itu, entah barang apa yang di pegang gadis itu langsung berserakan begitu saja dilantai, dengan hati-hati gadis itu memungutnya, berdiri kemudian gadis itu mendongak kepalanya, menunduk pelan sambil berkata
"Maaf tuan, saya sedikit terburu-buru"
suaranya terdengar mengalun syahdu
"Ayana, cepat"
suara dari arah pintu masuk memekik nyaring
"Darahnya banyak banget, kita harus buru-buru menekan darahnya dan menuju kerumah sakit "
suara itu kembali berteriak melengking
gadis itu refleks menoleh, berlarian kecil meninggalkan dirinya
Ayana? Ayana?
dia fikir pernah mendengar nama itu, dimana?
dan saat dia akan membayar minumannya, sang kasir berkata
"Sudah dibayar mister, oleh gadis sebelumnya"
Gao jelas mengernyitkan dahinya
What ??
******
The ritz Carlton
Mega Kuningan Jakarta
Gao duduk bersantai menyandarkan punggungnya di kursi sofa, dengan tangan kirinya menjulur sempurna disepanjang sofa, tangan kanannya tampak bersandar menyentuh pelipis kanannya, sedang kan kaki kanannya naik di atas kaki kiri sambil menggoyangkan-goyangkan kaki nya secara santai.
sebenarnya fikiran piciknya ingin menemui perempuan itu didalam kamar hotel, tapi negosiasi yang terjadi begitu sulit, perempuan itu punya segudang aturan berat, ditambah lagi bukankah dia selalu bermain halus untuk mendapatkan sesuatu yang dia anggap menarik? jadi kenapa dia mesti terlalu terburu-buru kali ini? bahkan dia saja belum melihat sosok asli perempuan itu, jadi kenapa dia mesti tergesa-gesa untuk hal yang seperti ini? fikirnya.
Dia tiba 15 menit dari jadwal yang mereka sepakati, cukup penasaran bagaimana rupa perempuan yang ada ditelpon itu. Sang asisten nya Zoe duduk tepat dihadapan nya sambil menghirup kopi secara berlahan.
Tidak beberapa Seorang perempuan yang usia sekitar 26 tahunan mendekati mereka, Gao menaikkan alisnya memandangi perempuan itu dari ujung kaki hingga ujung kepala, dia fikir apakah Perempuan ini? cukup cantik dengan aksen wajah Indonesia asli, tapi anehnya tidak terlalu membuat nya tertarik.
tinggi badan nya cukup proposional, wajah nya cukup cantik, tapi suaranya tidak selembut di telpon, terlihat jelas perempuan ini bukan type Orang yang lembut.
"Maafkan saya tuan, saya asisten pribadi Nona Ayana, saya rasa beliau akan sedikit terlambat karena terjebak macet"
O.. gao hanya menatap perempuan itu beberapa waktu kemudian membuang pandangannya
Rupanya bukan dia
"Kami akan menunggu Miss "
ucap Zoe pelan sambil berdiri dan meminta perempuan itu duduk disamping
tapi perempuan itu hanya menundukkan kepalanya, lantas menoleh ke arah pintu masuk depan.
"Saya rasa nona Ayana sudah tiba"
perempuan itu berkata cepat.
sejenak Gao menoleh mencoba menatap kearah pandangan mata sang asisten perempuan yang dimaksud.Masih cukup jauh dari jangkauan, Tampak seorang perempuan berjalan kearah mereka, sangat lembut dan santai, dia menggunakan masker diwajahnya, Beberapa pelayan hotel memberi salam, gadis itu hanya menunduk sambil merapatkan kedua telapak tangannya, penampilan perempuan itu begitu sederhana namun terlihat elegan dengan caranya berjalan serta pembawaan nya, seluruh tubuhnya tertutupi pakaian panjang yang rapi, dan kepala nya ditutupi dengan kain yang di bentuk sedemikian rupa dengan sagat indah dan Gao fikir jika dia tidak salah namanya adalah hijab mungkin.
May be, yeah may be
sejenak langkah perempuan itu terhenti ketika dari arah samping kanannya muncul pria tua seumuran daddynya, ditemani beberapa orang disamping kiri kanannya berjalan semakin mendekati gadis itu. sejenak gadis itu berbalik sambil membuka maskernya, tapi sayang Gao masih tidak bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu.
Tidak lama sang pria tua merentangkan tangannya, perempuan itu dengan lembut masuk ke dalam. pelukannya
What the hell?
simpanan nya?
sugar Daddy?
atau bagaimana?
fikiran buruk sedikit mencemooh muncul dalam kepala Gao, dia mendengus kemudian membuang pandangannya.
"Itu adalah tuan ardhan, pemilik Abimanyu group, ayah nona Ayana"
sang asisten mencoba menjelaskan dengan cepat ke arah Gao dan Zoe, takut terjadi kesalahpahaman pemikiran
Oh God
dia telah salah beranggapan fikirnya
"Apakah tuan juga membuat janji temu dengan tuan ardhan?"
perempuan itu bertanya sambil mengerutkan dahinya
"Nope, kami tidak membuat janji temu sebelumnya"
Gao bicara cepat kemudian kembali menatap sosok perempuan itu
sial lagi-lagi perempuan itu menutup wajahnya dengan masker, setelah pria tua yang katanya ayahnya itu pergi, perempuan itu beranjak kembali melangkah mendekati mereka, mungkin sekitar 5 meteran lagi perempuan itu benar-benar akan menghampiri mereka
tapi tiba-tiba seorang ibu-ibu menabrak langkahnya
Bugg
praangggg
tampak barang yang dibawah ibu-ibu itu berhamburan ke lantai, dapat dilihat ekspresi kaget dari bola mata gadis itu.
Gao membenahi posisinya, meletakkan kedua telapak tangannya di bawah dagunya.
Let's we see apa yang terjadi berikutnya.
ucap Gao dalam hati.
semua orang tampak kaget, perempuan itu dengan cepat membuka masker di wajahnya.
seketika bola mata Gao membulat.
Oh sial...umpat dia dalam hati.
inikah gadis bernama Ayana Abimayu?.
makhluk tuhan paling indah yang pernah dia lihat selama ini.
wajah cantik nya begitu khas, sangat unik dan menarik,dengan kulit wajah putih mulus, senyum yang merekah benar-benar indah, begitu ramah dan... entahlah, usianya mungkin seumuran free atau zeline adik perempuan nya bahkan bisa jadi lebih muda lagi, bagaiamana dia menyebutkan nya? seorang gadis tepatnya, bukan seorang perempuan. Wajahnya memiliki pesona tersendiri, berbeda dari kebanyakan Perempuan yang dia temui, dia akui terlalu banyak perempuan yang cantik-cantik yang sudah dia tiduri tapi yang ini begitu unik dan menarik, yang dia yakini belum tersentuh tangan-tangan liar.
"Ya Allah astagfirullahhul'adzim"
si ibu-ibu bicara kaget, menatap bingung dengan semua makanannya yang berserakan kemana-mana.
"Ibu tidak apa-apa?" gadis itu bicara dengan lembut, meraih tisu di tasnya kemudian membantu membersihkan tumpahan makanan yang terkena pakaian ibu-ibu itu.
"mbak bisa di bantu?" dia bertanya lembut ke arah 2 pegawai perempuan, meminta mereka membantu membersihkan semua kekacuan, membisikkan sesuatu secara berlahan ke arah 2 pegawai tadi , mereka mengangguk-angguk kan kepala mereka kemudian dengan cekatan membersihkan semua kekacauan. gadis itu membawa ibu-ibu tadi ke arah meja dan kursi kosong yang ada disamping mereka, sambil tersenyum dengan sangat manis berkata.
"Semuanya akan di ganti yang baru Bu, tunggu saja"
"Semuanya sudah di urus, ibu tidak usah khawatir soal bon nya"
"Subhanallah Alhamdulillah"
ibu-ibu itu entah bicara apa sedikit pun Gao tidak paham bahasanya.
kemudian dalam hitungan detik gadis itu sudah berdiri di depan Gao, mata laki-laki itu terus menelisi sosok itu dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.
sosok itu benar-benar menggoda.
bola mata indah itu beberapa kali berkedip, dengan bulu mata lentik hitam legam disapu eyeliner tipis di atas dan bawah matanya dan alis alami yang lebat serta hitam, bibir indah yang berisi apabila di sesap oleh dirinya jelas akan terasa nikmat, serta hidung yang mancung juga pipinya sedikit chubby,dan yang semakin menambah pesona gadis itu adalah barisan gigi putih Serta lesung pipi yang begitu manis disaat dia tersenyum.
Oh ayolah apakah dia harus kehilangan kendali sekarang?.
ini benar-benar membuat dia gila, berhasrat dan ber gelo.ra tanpa sebab.
ingin sekali dia menyambar tubuh gadis itu saat ini juga, menarik nya kedalam kamar hotel dan memaksa nya untuk ber cinta, membuat gadis itu terbang ke awang-awang, memberikan nya kenikmatan tiada Tara dan membiarkan gadis itu menjerit bahkan berteriak nik mat atas permainan nya.
"Mister? permisi tuan?"
tiba-tiba suara lembut Gadis itu membuyarkan semua imajinasi nya.
Breng..sek.
umpatnya dalam hati.