
Ruang rapat direksi.
Semua anggota dewan direksi mulai berkumpul di dalam ruangan tersebut, dimana Lunara tampak sibuk memainkan ujung pulpen ditangannya, pandangan wanita tersebut fokus menatap satu persatu orang-orang yang berdatangan di sana dan juga mulai duduk di seluruh kursi yang telah di sediakan di ruangan tersebut.
Rata-rata para dewan direksi yang merupakan laki-laki tampak sesekali saling menyapa kemudian menundukkan kepala mereka menyambut para teman-teman mereka di sana, hanya terdapat satu dua perempuan saja di antara semua orang yang datang.
beberapa orang terlihat memasang wajah sedikit bingung ketika memasuki ruangan tersebut, tapi ada juga yang menampilkan ekspresi wajah penuh kepercayaan diri yang begitu tinggi. tidak sedikit orang-orang mendekati Lunara dan berusaha untuk saling bersalaman antara satu dengan yang lainnya, bahkan mereka juga sibuk menyalami nenek muda Alister yang duduk di bagian kursi bagian paling kanan.
"Para anggota dewan direksi dipersilakan untuk duduk di kursinya masing-masing" suara seseorang memecah keadaan di sana, seorang perempuan mengarahkan agar para dewan direksi mengambil posisi mereka masing-masing dikursi yang sejak awal telah disediakan didalam salah satu ruangan di gedung perusahaan Alister.
Lunara terlihat bergerak mendekati sang perempuan yang bicara melalui microphone tadi, kini dia yang mengambil alih.
"mengingat tuan alister tidak kunjung bangun dari koma nya dan kita meragukan kualitas kerja Cleopatra pada masa ini, maka kita akan kembali mengumpulkan suara para dewan direksi untuk memilih direktur utama Alister group" lunara mulai bicara di balik mikrofonnya, dia menatap satu persatu orang-orang yang ada di sekitarnya tersebut.
parade dewan direksi terlihat langsung duduk dan diam, ada juga yang selalu melirik antara satu dengan yang lainnya.
"Keadaan perusahaan jelas tidak baik-baik saja, beberapa proyek nyaris tidak bisa dikendalikan bahkan ada yang terbengkalai,semua benar-benar tidak ada yang bisa mengurusnya dan ini cukup membuat kita jadi takut jika Alister group akan menjadi kacau" wanita itu lagi kemudian.
"kita butuh seseorang yang bisa mengendalikan Alister group, seseorang yang memimpin semuanya dan membiarkan dia untuk mengatur segala urusan" setelah berkata begitu bola mata Lunara melirik ke arah nenek muda Alister.
"aku pikir yang paling cocok untuk menjadi CEO Alister group saat ini adalah nyonya muda Alister, beliau paling mempuni untuk mengurus semuanya agar tidak terjadi kekacauan didalam nya, karena itu aku ingin kita mengadakan pengambilan suara untuk memilih nyonya muda Alister" Dan Lunara bicara pada satu maksud di adakan rapat dewan direksi ini.
Dia ingin mereka mengambil suara paling banyak yang menyetujui nenek muda Alister naik dan mendepak Cleopatra agar turun ke bawah. Lunara tahu dengan begitu dia dan Silvia memiliki kesempatan untuk naik menjadi orang penting di sana setelah itu.
Dan jika mereka berhasil mendepak Cleopatra untuk turun dari posisinya, maka tugas mereka hanya menyingkirkan nenek muda Alister secara perlahan. Mereka hanya butuh sedikit usaha untuk membuat nenek muda Alister lenyap di muka bumi ini, mungkin melakukan hal yang sama seperti mencoba melenyapkan Cleopatra di masa lalu melalui insiden kecelakaan yang telah di susun dengan sempurna.
Itu benar-benar rencana yang begitu indah.
Itu pikir Lunara.
"Kita akan mulai melakukan voting pengambilan suara" Setelah berkata begitu, dia melirik kearah sisi kanan nya.
Dua kotak kaca telah disiapkan, satu menyatakan setuju nenek muda Alister naik, satu kotak lagi menolak nya mentah-mentah. Mengingat Lunara telah bergerak dengan cepat untuk menekan beberapa dewan direksi yang lebih memilih Cleopatra di masa kemarin, maka dia yakin kali ini suara yang akan mereka dapatkan jelas tidak sedikit.
"Silahkan untuk memberikan suara kalian semua" Lunara mengembangkan senyuman nya, menatap kearah semua orang dengan penuh kesenangan.
Dan para dewan direksi terlihat mulai bergerak untuk memberikan suara mereka secara perlahan.
*******
Di gedung yang sama
Ruang kerja Cleopatra.
Gadis tersebut terlihat fokus pada email yang ada laptop nya, membiarkan jemari-jemari nya terus bergerak memeriksa apa yang ada di sana dalam beberapa waktu, bola mata Cleopatra sama sekali tidak bergeser dari tatapan nya, benar-benar ingin menyelesaikan semua nya dengan cepat.
Sejenak gerakan tangan Cleopatra yang ada di atas mouse di sisi kanan nya terhenti, gadis tersebut menatap apa yang ada dihadapan nya saat ini dengan bola mata yang berkaca-kaca.
"Oh god." Cleopatra sedikit terkejut, buru-buru menggerakkan jemari nya ketika dia melihat sesuatu yang cukup mengejutkan dirinya.
Klikkkkk.
Dia mencoba menahan nafasnya untuk beberapa waktu, menatap lama apa yang dilihat dan di tonton nya saat ini.
"Dia benar-benar gila" Batin Cleopatra lagi kemudian.
"Kamu sudah melihat nya dengan seksama?" Satu suara mengejutkan dirinya, membuat Cleopatra seketika menghentikan kegiatan nya, memilih menatap kearah depan nya.
"He em...ini benar-benar diluar pemikiran ku" Ucap Cleopatra tidak percaya.
"Sejak awal dia memang telah menghalalkan segala cara untuk masuk ke keluarga Alister, bahkan dengan tidak tahu malu melakukan hal seperti ini." Ucap pengacara Aman kemudian.
Cleopatra terlihat diam, dia berusaha untuk mengetuk-ngetuk jemari nya ke atas meja beberapa waktu.
"Buat salinan semua nya, aku ingin sedikit bermain-main setelah ini" Dan pada akhirnya Cleopatra bicara seperti itu, menatap pengacara Aman untuk beberapa waktu.
"Ini mungkin akan menyakiti Silvia" Laki-laki tersebut bicara pelan.
"Ini cukup setara saat dia merebut segala hal yang seharusnya menjadi milik kami, mungkin ini juga untuk membuat Cleopatra sedikit senang nanti nya" Dan dia bicara, mengerat kan rahangnya untuk beberapa waktu.
Yah dia pikir ini mungkin akan menyakiti Silvia, tapi setidaknya mengingat apa yang di lakukan Silvia pada Cleopatra di masa lalu, ini sebenarnya belum setara dengan perlakuan nya.
"Terkadang mereka bilang, mata di balas mata, kepala dibalas kepala bukan?" Tanya Cleopatra kemudian.
Pengacara Aman pada akhirnya diam, dia pikir apa yang diucapkan cleopatra benar ada nya, perbuatan Silvia atau Lunara tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dirasakan kedua nona muda nya di masa lalu, ini tidak seberapa dengan luka yang ditorehkan oleh Lunar putrinya kepada Helena, Cleopatra dan Sheena.
jika dibandingkan dengan kejahatan mereka ini jelas tidak seberapa, hanya pembelajaran seujung kuku yang sakitnya tidak sama, dan mereka harus memberikan rasa sakit sedikit demi sedikit untuk membalaskan segala perbuatan yang dilakukan Lunara pada nyonya dan nona muda nya.
Pengacara Aman pada akhirnya menggangguk kan kepalanya dengan cepat kemudian laki-laki tersebut berkata,
"Aku akan mengatur semua nya nona" Jawab nya dengan suara mantap.