The twin's Mask

The twin's Mask
Sejuta sesal



Apakah dia harus marah pada Sky Andaram yang tiba-tiba saja melesatkan ciuman kepada dirinya? nyatanya dia sama sekali tidak bisa marah dan membiarkan laki-laki tersebut memberikannya ciuman yang begitu manis dan juga cukup menggairahkan.


Tangan kanan laki-laki tersebut bahkan mencoba untuk menahan tengkuknya hingga membuat Sheena bener-bener tidak bisa untuk melarikan diri dari laki-laki tersebut.


cukup lama ciuman mereka terjadi di mana laki-laki tersebut begitu lincah membawa dirinya pada satu ciuman yang begitu manis dan lembut bahkan saking lembut nya membuat Sheena tanpa disadar menikmati ciuman yang diberikan oleh laki-laki tersebut.


begitu pandai Sky Andaram melakukan hal tersebut, membuat Sheena memejamkan bola mata yang lebih sedikit menegang dengan keadaan, dia bahkan menggenggam arah ujung pakaiannya karena terkejut dan juga menegang atas apa yang dilakukan laki-laki itu pada dirinya.


hingga pada akhirnya setelah lama ciuman itu berlalu Sky Andaram secara perlahan melepaskan ciuman mereka namun membiarkan kening mereka saling menyatu antara satu dengan yang lainnya.


"Terimakasih" kembali lagi-lagi tersebut menyebutkan terima kasih kepada dirinya.


Meksipun sebenarnya kata-kata itu sangat simpel dan hanya sebaris kata yang begitu sedikit juga terlihat tidak ada apa-apanya, nyatanya terasa begitu berarti ketika diucapkan oleh seseorang laki-laki kepada orang seorang gadis seperti dirinya.


seketika pipi Sheena memerah saat dia mendengar laki-laki tersebut mengucapkan terima kasih kepada dirinya. Didetik berikut nya Sky Andaram secara perlahan menyentuh pipinya kemudian mengelus lembut pipi kirinya dengan tangan kanan laki-laki tersebut, dan di detik berikutnya laki-laki itu berkata.


"Aku akan menjemputmu besok, kita akan mempersiapkan pakaian nya untuk pernikahan di hari lusa" Ucap Sky pelan.


Nyata nya terkadang dia merasa tidak tahan setiap berhadapan dengan Sheena, terlalu lama dekat dengan gadis tersebut membuatnya gelisah dan dia pikir dia nyaris tidak bisa mengontrol hasrat nya setiap kali dia ada bersama Sheena. menunggu pernikahan mereka di hari lusa benar-benar menyiksa, dia pikir kenapa proses pernikahan terasa begitu lama sekali.


"Ini membuat ku sedikit tidak sabaran" Ucap Sky Andaram sambil mengulum senyuman nya.


mendengar apa yang diucapkan laki-laki tersebut membuat Sheena mengerutkan keningnya.


"Masuklah kedalam, ini sudah terlalu larut malam" Ucap Sky Andaram dengan cepat.


Sheena pada akhirnya menurut, dia mengangguk kan kepalanya lantas berniat untuk turun, tapi laki-laki tersebut buru-buru turun dari posisi duduknya kemudian memutar dari arah depan dan membuka pintu mobil dimana Sheena berada.


Gadis tersebut pada akhirnya secara perlahan keluar dari mobil sky Andaram, laki-laki tersebut mencium lembut kening nya untuk beberapa waktu kemudian dia bergerak menjauhi Sheena, naik ke mobil nya kembali lantas secara perlahan pergi dari sana.


Sheena pada akhirnya melambaikan tangan nya saat laki-laki tersebut bergerak pergi menjauh dari tempatnya, sisa ciuman di kening terutama di bibirnya tadi masih terasa hangat dan lembut, begitu mobil laki-laki tersebut menghilang secara perlahan Sheena menyentuh bibirnya untuk beberapa waktu dengan jantung yang jelas tidak baik-baik saja.


dia pikir laki-laki itu selalu seperti itu, memberikan dia ciuman yang tidak pernah diduga, padahal dia belum tentu siap menerima ciuman laki-laki tersebut tapi Sky Andaram selalu saja seperti itu membuat jantungnya terkadang berdetak tidak menentu.


sejenak dia membiarkan jemari-jemari tangan kanannya menyentuh bibirnya untuk beberapa waktu, senyuman malu terlihat terbit dari balik wajahnya hingga pada akhirnya secara perlahan Sheena melepaskan Jemari nya dari bibirnya tersebut kemudian gadis itu membalikkan tubuhnya secara perlahan.


dia bergerak masuk menuju ke dalam rumahnya dan Sheena pikir dia harus mendapatkan istirahat sekarang juga karena waktu jelas sudah sangat larut malam.


*******


Mansion Utama keluarga Alister


Pagi.


Sejenak Cleopatra membeku saat dia melihat siapa yang ada dihadapan nya saat ini. Ayah nya datang berkunjung dengan membawa beberapa macam oleh-oleh yang tidak dia pedulikan apa isinya di balik kantong kresek dan juga paper bag yang dibawa oleh laki-laki tersebut.


Sheena hanya menatap sejenak wajah laki-laki itu kemudian secara perlahan dia membuang pandangannya dan mengabaikan ayahnya. anggaplah dia anak durhaka dan bukan anak yang baik karena dia berusaha untuk tidak peduli pada laki-laki tersebut, jika ada yang berkata dia tidak tahu diri dan merupakan Putri yang cukup kurang ajar maka Sheena akan mengabaikannya.


baginya untuk memaafkan laki-laki tersebut saat ini jelas bukan waktu yang tepat, ada berbagai macam kemarahan yang menghantam dirinya saat ini jika mengingat apa saja dosa dan salah ayahnya kepada dirinya ibunya dan juga Cleopatra. bagi dirinya ayahnya jelas sudah melakukan kesalahan yang begitu fatal, demi seorang wanita yang tidak jelas kehidupannya di mana ayahnya menemui Lunara, laki-laki itu rela melepaskan ibunya bahkan membuat dirinya juga Cleopatra terpisah serta merasakan kejamnya kehidupan di dunia.


untuk memaafkan laki-laki itu atas semua kesalahannya jelas tidak mudah, nyatanya dia harus berperang dengan perasaannya dan juga ibunya untuk memaafkan laki-laki tua tersebut, bagi dirinya laki-laki itu sama sekali tidak pantas mendapatkan maaf Dari dirinya, dan dia pikir mungkin Cleopatra juga akan melakukan hal yang sama seandainya gadis tersebut bangun saat ini bahkan mungkin jika orang tuanya masih ada dia pastikan jika ibunya pasti akan membelanya dan juga akan mengabaikan ayahnya.


baginya sangat tidak mudah memaafkan laki-laki pengecuali dan juga kejam seperti ayahnya tersebut.


"Kamu belum pergi ke perusahaan?" tuan Jiang Alister bertanya kepada Sheena sembari menatap ke arah putrinya tersebut yang kini bergerak mencoba untuk menghindari dirinya.


mendengar pertanyaan tanya dari ayah nya membuat gadis sejenak diam, Alih-alih menjawab apa yang menjadi pertanyaan ayahnya pada akhirnya Sheena memilih untuk kembali mengabaikan laki-laki itu, dia bergerak menuju ke arah dapur dan berpikir ingin menikmati makan pagi nya mengingat dia akan segera pergi bersama sky Andaram setelah menyelesaikan tugas, namun nyatanya setelah melihat ayahnya dia malah kehilangan nafsu makan, membuat dia maju mundur untuk melakukan hal tersebut.


"Besok pernikahan kamu dan Sky bukan? apakah ada yang ingin ayah lakukan untuk mu? jangan sungkan untuk meminta pada ayah jika kamu membutuhkan bantuan dari ayah" ketika mereka berada di meja makan seketika tuan Jihan Alister ke arah Sheena.


tapi sayangnya saat dia menanyakan hal tersebut pada putrinya gadis itu sama sekali tidak menjawab, Sheena hanya meraih cangkir tehnya kemudian dia meraih sandwich milik nya Secara perlahan.


"ayah akan datang bersama nenekmu besok, ayah akan datang jauh lebih awal untuk kalian dan jangan khawatir dengan suasana di sana ayah akan mengirimkan beberapa pengawal dan penjaga yang tidak akan mengacaukan pernikahan kalian" Ucap tuan Jiang Alister lagi dengan cepat.


Sheena masih Memilih diam, dia lebih suka menikmati tehnya dan juga roti sandwich di pagi hari ini, meskipun realitanya melihat kehadiran ayahnya membuat nafsu makannya sedikit menghilang dan perasaannya menjadi tidak baik-baik saja.


"apa kamu ingin ayah yang mewakili pernikahan dan menjadi walimu?" dan sekali lagi laki-laki itu bicara kali ini dia bertanya pada putrinya.


hal tersebut membuat Sena menghentikan makannya dan di detik berikutnya gadis tersebut menetap ke arah ayah nya untuk beberapa waktu. meskipun dia tahu pertanyaan ayahnya realitanya sangat penting apakah dia mau diwalikan oleh ayahnya atau meminta wali dari orang lain tapi tidak tahu kenapa menatap wajah ayahnya membuat dia merasa sangat kesal dan benci.


seolah-olah kelihatan masa lalu yang begitu menyakitkan menghantam dirinya di mana penderitaan demi penderitaan terjadi antara dirinya dan ibunya, dia merasa tidak sanggup jika mengingat bagaimana penderitaan mereka di masa lalu atas perbuatan ayahnya ditambah lagi video Demi video rekaman yang diberikan oleh Cleopatra tentang kehidupannya dari kecil hingga besar membuat dia semakin membenci ayahnya tersebut karena realitanya meskipun Cleopatra bergelimang dengan harta dia tidak kalah menderitanya seperti kehidupan ibunya dan dirinya.


dan karena itu semua seolah-olah dia berpikir dia tidak pantas untuk bicara pada laki-laki dihadapannya tersebut juga dia tidak pantas untuk memberikan maaf kepada ayahnya.


mulutnya terlalu berat untuk menjawab apa yang diucapkan apa yang ditanyakan oleh ayahnya tersebut, dan seketika dia benar-benar merasa kehilangan nafsu makannya saat ini sehingga pada akhirnya di detik berikutnya gadis tersebut menggeser cangkir tehnya kemudian menggeser sisa roti sandwich yang ada di piring kecil di hadapannya tersebut.


Sheena hanya bisa menghela kasar nafasnya untuk beberapa waktu, meraih sebuah tisu dan menghapus sisa makanan yang mungkin menempel di bibirnya lantas membuangnya begitu saja ke atas meja hingga pada akhirnya gadis tersebut berkata pada pelayan yang ada di rumah.


"Aku harus pergi sekarang" Ucap Sheena pada bibi pelayan yang ada di hadapannya dengan cepat, dia langsung berdiri dari posisi duduknya dan sama sekali tidak ingin lagi melihat ayahnya tersebut.


mendengar ucapan Sheena, sang pelayan menganggukkan kepalanya sembari menundukkan kepalanya secara perlahan kemudian menjawab.


"Baik nona" jawab nya pelan tapi sedikit merasa sedih karena pada akhirnya Sheena mengabaikan ayahnya dan bergerak begitu saja meninggalkan mereka di sana.


dia tahu hubungan ayah dan anak itu tidak akan menjadi hangat seperti apa yang dipikirkan karena realitanya Sena juga merasa sulit untuk memaafkan ayahnya itu atas perbuatan taun Jiang Alister di masa lalu. Meskipun tidak diapungkiri mungkin saat dia menjadi Sena dia juga akan merasa kecewa terhadap laki-laki tersebut tapi entahlah dia merasa cukup kasihan kepada tuan nya saat nona nya mengabaikan tuan nya tersebut.


Tuan Jiang Alister terlihat diam, menatap kearah punggung putrinya yang bergerak menjauh dari dirinya dan dia menatap sedih Sheena yang mengabaikan dia dan sama sekali tidak ingin bicara padanya. Realita nya sejak pertama mereka bertemu malam itu, Sheena sama sekali tidak pernah lagi bicara dengannya setelah memeluknya pada malam itu.


tapi setidaknya dia cukup bahagia ketika dia bertemu pertama kali gadis itu memeluknya secara refleks mungkin karena lupa jika dia pernah berbuat sebuah kesalahan besar terhadap dirinya dan ibunya sehingga gadis itu sempat memeluknya dengan penuh kerinduan. namun setelah itu saat ada jika dirinya mengabaikan Sheena dan ibunya di masa lalu seolah sadar gadis itu langsung melepaskan pelukannya dan berlarian meninggalkan dirinya begitu saja.


Malam itu nyata nya dia sama sekali tidak baik-baik saja bahkan dia ingin meneteskan air matanya namun cukup malu karena sejatinya seorang laki-laki tidak pernah diizinkan untuk menangis karena mereka tercipta menjadi begitu kuat kokoh dan begitu pongah pada kehidupan yang menimpa mereka.


dia berusaha untuk menghibur dirinya sendiri dan berkata jika semua baik-baik saja pada malam itu bahkan setelah itu dia tidak pernah lagi bisa bicara dengan Selena dan menyentuh putrinya tersebut.


Sejujurnya jangan ditanya bagaimana hancurnya hatinya saat diabaikan oleh sang putrinya tapi dia cukup sadar diri dengan keadaan mengingat seluruh kesalahan yang dilakukannya kepada istrinya dan juga Sheena di masa lalu. Dia mengabaikan istri dan anaknya tanpa perasaan demi seseorang seperti Lunara dan baginya itu hal yang wajar saja jika putrinya saat ini bersikap seperti itu karena bukan waktu sebentar dia membuang mereka melainkan untuk waktu yang sangat lama.


bahkan dirinya membuang Helena pada masa itu dengan tanpa perasaan, menceraikannya dan membiarkan perempuan itu keluar dari rumah keluarga Alister tanpa pernah berpikir dengan kepalanya jika apapun yang dimiliki oleh keluarga alicester tersebut jelas merupakan lebih dari 75% nya adalah harta kekayaan dari Helena ibu dari Sheena dan Cleopatra.


cinta benar-benar membutakan dirinya sehingga dia melupakan siapa orang berjasa di dalam hidupnya dan juga Putri yang seharusnya dia lindungi malah dia abaikan.


hingga dia sadar dia ditipu oleh Lunara pun sudah untuk waktu yang begitu panjang setelah mereka berumah tangga sangat lama dan setelah Cleopatra juga Silvia telah dewasa. keluarga sadarnya benar-benar cukup lama dan dia menjadi bodoh juga tolol dengan keadaan.


mungkin benar kata orang penyesalannya sudah nyaris terlambat, sudah bukan lagi waktunya untuk menyesal sebenarnya saat ini tapi bagaimanapun dia tidak bisa berkata ini adalah terlambat karena nyatanya memang dia salah dan dia butuh permintaan maaf dari putrinya tersebut.


mungkin saat ini Sheena masih butuh waktu untuk memaafkan dirinya, dia hanya butuh sedikit usaha ekstra dan juga cara yang baik untuk menjadi ayah yang baik untuk Sheena dan mungkin dengan begitu dia yakin putrinya akan memaafkan segala kesalahannya selama ini, dia hanya butuh sedikit waktu untuk bisa membuat menyakinkan putri nya jika dia menyesali perbuatannya dan tidak akan pernah lagi mengulangi perbuatan yang sama.


"Nona mungkin masih butuh waktu untuk menerima tuan" suara pelayan rumah mengejutkan dirinya, membuat laki-laki tersebut menoleh ke arah sang pelayan kemudian dia menganggukkan kepalanya.


"Hmmmm" dan laki-laki tersebut hanya ber hmmm pelan.


dia memilih untuk menghela nafas nya secara perlahan kemudian mencoba untuk duduk di atas kursi di mana dia berada tadi, menatap secangkir kopi miliknya dan juga sepiring sandwich l yang belum disentuh sama sekali, tidak tahu kenapa tapi hatinya merasa begitu sakit dan dia merasa ada sesuatu yang tidak bisa dia tumpahkan saat ini.


sebuah kesedihan dan ribuan penyesalan yang mengendap di dalam hatinya yang paling dalam, ingin sekali dia tumpahkan namun nyatanya dia tidak sanggup melakukan hal tersebut, dan dia merasa menjadi bodoh dengan keadaan, dia merasa sendiri dan juga tua saat ini.


laki-laki itu membiarkan jemarinya menyentuh kedua belah kelopak matanya, tidak terasa pada air mata yang sedikit menetes tiba-tiba di balik bola matanya.