The twin's Mask

The twin's Mask
Sejuta kenangan



Bayangkan bagaimana perasaan Cleopatra saat , dia menyalakan lampu ruangan tersebut, melihat berbagai macam barang yang ada di sana ditutupi dengan kain putih dimana diyakini jika barang-barang yang akan lama ditinggalkan seharusnya ditutupi dengan kain putih karena itu tidak akan menciptakan debu dan juga kotoran pada barang-barang yang ada di dalamnya.


Gadis itu melangkahkan kakinya secara perlahan dan mendekati seluruh barang yang telah ditutupi dengan kain putih tersebut, dia mencoba membukanya satu persatu, dari susunan kursi, meja, dan beberapa barang lainnya.


Bahkan Cleopatra bergerak semakin dalam, melihat sebuah tangga yang entah akan membawa nya kemana, gadis tersebut turun mengikuti anak tangga dan menemukan satu ruangan lainnya dibawah sana.


Tempat ini mungkin yang dimaksud Jack Johnson pada dirinya soal permintaan Cleopatra. Masih dalam kondisi yang sama, berbagai macam barang ditutupi dengan kain putih, membuat dia membuka barang-barang tersebut secara perlahan. Masih pada barisan kursi, meja, lukisan, beberapa alat lukis, televisi dan beberapa kaset didalam nya.


Cleopatra sejenak tercekat, saat dia melihat sebuah catatan usang yang mulai memudar, ditempel di depan layar televisi. Dia mencoba meraih kertas tersebut dan membaca nya.


"Aku harap kamu yang pertama kali menemukan tulisan ini"


Cleopatra.


Gadis tersebut terlihat diam, entahlah tapi dia pikir seolah jantungnya saat ini tidak baik-baik saja, dia berusaha untuk melihat apa yang dimaksud atas catatan tersebut, Cleopatra berusaha untuk membaca tulisan di balik kertas yang ada di tangannya itu.


"Sejuta kenangan"


Hanya dia kalimat tersebut yang bisa dia baca, tidak ada yang lainnya. Cleopatra terlihat diam, dia sejenak mengerutkan keningnya sembari berusaha untuk berpikir dengan keras.


Sejuta kenangan?!.


apa yang di maksud oleh sang saudara kembarnya tersebut? dia berusaha untuk menerka-nerka dan menebaknya di mana bola matanya mencoba untuk menelisik ruangan tersebut, menetap berbagai macam barang yang ada di sana satu persatu.


cukup lama gadis tersebut melakukan hal itu, hingga pada akhirnya bola matanya tertuju pada satu tumpukan yang ada di sisi kiri, dia melangkah dan melihat apa saja yang ada di sana, tangan kanan secara perlahan meletakkan kertas yang dia baca tadi ke atas meja yang ada di sisi kanannya tersebut kemudian dia mencoba untuk melihat tumpukan barang yang ada di hadapannya kini.


sejenak gadis itu memperhatikan apa yang ada di sana hingga pada akhirnya dia menyadari apa yang dimaksud dengan Cleopatra atas catatan yang ditulis oleh sang saudara kembar nya tersebut.


Itu adalah tumpukan kaset film,ada dua macam jenis tumpukan kaset pada jaman lalu yang sudah nyaris tidak pernah lagi di lihat pada masa ini.




Cleopatra meraih salah satu kotak film tersebut, mencoba untuk memasuki kaset tersebut kedalam dvd lawas yang jelas nyaris tidak pernah lagi terlihat pada masa ini. Kotak persegi mereka memiliki nya saat dia masih anak-anak pada masa itu, kemudian berganti pada piringan bulat tipis bernama DVD, kemudian berganti dengan kamera yang mulai canggih yang menggunakan layar proyektor hingga pada masa kini.



Cleopatra mencoba untuk memasukkan kaset tersebut ke dalam satu DVD lama yang dia tidak tahu apakah masih berfungsi atau tidak di mana kabel-kabelnya terhubung langsung pada layar televisi kotak dihadapan nya.


dia menunggu dengan perasaan was-was dan berpikir apa kamu dia masih bisa menonton isi daripada kaset yang baru saja disetelnya tersebut.


Dan tiba-tiba warna televisi berubah menjadi warna hitam putih kemudian.


"Bu..."


"Hahhhh?"


Seketika Cleopatra menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangan nya saat dia melihat seorang anak kecil bicara dihadapan nya.


******


Disisi lain.


Bibi Pamela terlihat berjalan dengan tergesa-gesa menyambut laki-laki tersebut, dia menundukkan kepalanya dengan cepat begitu Sky Andaram sudah masuk ke dalam kediaman tersebut.


"Di mana dia?" laki-laki itu bertanya, menoleh sejenak ke arah bibi Pamela.


"Ada di belakang, tuan" Jawab bibi Pamela cepat.


Sky Andaram diam sejenak, dia tidak melanjutkan ucapannya dimana Sky Andaram membiarkan kaki nya bergerak dengan cepat menuju ke arah di mana yang dimaksud oleh Bibi Pamela.


"Apa cukup lama pergi ke sana?" tanya Sky Andaram kemudian.


Bibi Pamela terlihat mengikuti langkahnya kemudian dia menjawab.


"Sudah terlalu lama, tidak ada yang berani pergi ke sana karena takut mengganggu perasaannya, karena itu kami memilih menghubungi tuan untuk melihatnya" Jawab wanita tersebut cepat.


setelah mendengarkan apa yang diucapkan oleh wanita itu Sky Andaram akhirnya memilih benar-benar tidak lagi mengeluarkan suaranya, laki-laki itu bergerak dengan cepat menuju ke arah belakang di mana Cleopatra berada di dalam rumah kaca yang tidak pernah di kunjungi oleh siapapun sejak beberapa tahun yang lalu.


dia tahu gadis tersebut mungkin sedang menghabiskan waktunya di sana untuk waktu yang cukup lama, melihat apa yang terjadi, melihat rekaman demi rekaman yang diberikan oleh Cleopatra yang sesungguhnya, kenangan masa kecil dan.....


Laki-laki tersebut memejamkan bola matanya sejenak.


begitu dia tiba di bagian belakang dan menemukan rumah kaca tersebut, Sky Andaram langsung memilih untuk masuk ke dalam sana tanpa berpikir dua tiga kali, sedangkan bibi Pamela memilih untuk tidak mengikuti langkah Sky Andaram, membiarkan laki-laki itu untuk menemui Cleopatra di dalam sana.


******


Bola mata Cleopatra masih menata bagian demi bagian potongan rekaman milik saudara kembar nya tersebut, dia terlihat diam, hanya sesekali terdengar suara nafas nya yang berat karena beberapa tampilan Vidio yang dilihat nya saat ini.


"Ini adalah ulang tahun ku yang ke 17"


Wajah remaja Cleopatra menghiasi layar televisi tabung layar datar dihadapan nya, di hadapannya terlihat kue ulang tahun kecil dengan lilin 17 tahun yang menghiasi nya, bola mata gadis tersebut terlihat berkaca-kaca di mana dia menantap ke arah depan sembari dia mencoba merapatkan kedua belah tangannya.


"Aku harap ibu dan kakak mendengar kan doa ku, hmmm katakan pada ku, apakah kakak juga merayakan ulang tahun disana? jika iya...."


Cleopatra muda menghentikan kata-kata nya, dia menahan genangan air mata di kedua pelupuk mata nya yang sebentar lagi tumpah.


"Disini tidak ada siapa-siapa, tidak ada yang menemani ku ....". Lalu Cleopatra terisak, membiarkan air mata nya tumpah diiringi tubuh bergetar nya didalam sana.


"Ayah pergi berlibur bersama Silvia...." Dia kembali menangis terisak, mencoba untuk melanjutkan kata-katanya.


Cleopatra menghapus air mata nya dengan punggung tangannya, bisa dilihat betapa kesepian nya gadis tersebut di seberang sana, tanpa seseorang yang menemani nya. Dia berulang kali ingin bicara tapi Isak tangis nya tidak mau berhenti sama sekali.


"Tidak..... kah kalian... ingin menjemput ku disini....?" Cleopatra pada akhirnya benar-benar tidak bisa lagi menahan tangisan dalam raungan menyedihkan nya, Isak tangis gadis tersebut m


benar-benar pecah, dia kesepian dan berharap ada yang datang untuk menghapus air mata nya tapi nyatanya tidak ada seorang pun yang mendengar kan apa yang diinginkan nya.


Kaset rekaman video tersebut terus berputar di mana cleopatra sang Sheena terlihat diam tidak bergeming, dia membiarkan diri nya menatap kearah layar televisi tersebut untuk waktu yang cukup lama. Hingga pada akhirnya satu sentuhan lembut terasa di kedua belah bahunya, Cleopatra sama sekali tidak bergeming, dia masih membiarkan bola mata nya menatap kearah depan sana.


"Kamu baik-baik saja?" Sky Andaram berbisik lembut dibalik telinga nya.


Cukup lama dia menunggu, hanya bisa merasakan bahu tersebut bergetar dengan hebat.


"Aku pikir dia bahagia" Dan Cleopatra menjawab, dia menoleh kearah Sky Andaram dengan air mata yang berjatuhan.