The twin's Mask

The twin's Mask
Sedikit menegang



Masih di ruang rapat direksi.


Lunara terlihat menatap para dewan direksi yang mulai memberikan suaranya pada dua kotak kaca yang berdiri sejajar di bagian kiri dan kanan, dia cukup berdebar-debar menunggu tapi dia yakin mereka akan mendapatkan kemenangan tidak lama lagi. mendepak Cleopatra sejak dulu adalah hal yang paling rumit, mungkin karena dia putri sah pertama Jiang Alister dan merupakan cucu sah keluarga Alister, maka dari itu sangat sulit sekali untuk menyingkir kan Cleopatra.


ditambah lagi tidak ada yang mampu menggeser posisi Cleopatra saat ini, karena nenek tua Alister terus melindungi nya, bagi Lunara, wanita sialan itu benar-benar mempersulit keadaan, dia ingin sekali melenyapkan wanita tersebut tapi nyatanya dia harus menahan semuanya karena untuk bergerak menyingkirkan nenek tua Alister tidak semudah yang di harapkan, wanita itu begitu hati-hati terhadap dirinya, tidak akan memakan sesuatu yang dikirim ke rumahnya atau bahkan dia memiliki tester pribadi untuk mencicipi makanan yang akan dikonsumsi nya, belum lagi dia benar-benar sangat rapi melindungi diri nya belakangan setelah kematian putranya yang tidak lain suami Lunara.


Lunara terlihat mengetuk-ngetuk meja di mana dia duduk dengan tidak sabaran, dia menatap semua orang yang bergerak memberikan suara, memperhatikan siapa saja yang tidak menyetujui nenek muda Alister untuk naik menjadi pemimpin Alister. Dia pikir orang-orang yang tidak setuju akan dia selesaikan saat pemilihan berakhir, dia pastikan akan menyingkirkan dewan direksi mana pun yang di anggap nya tidak menguntungkan sama sekali.


"Aku tidak melihat Cleopatra sejak tadi" Wanita tersebut bertanya pada sekretaris nya, dia pikir kenapa Cleopatra sama sekali tidak hadir di antara mereka.


"Bagian staf bawah sudah bergerak untuk menyampaikan pada nona Cleopatra jika kita mengadakan rapat para dewan direksi sejak tadi pagi, tapi aku kurang paham kenapa nona Cleopatra belum kunjung datang hingga saat ini, nyonya" Sekretaris Lunara menjawab dengan cepat apa yang di pertanyakan oleh nya.


"seharusnya dia datang agar tidak merasa rugi" Ucap Lunara sedikit mendengus.


"Apa aku harus meminta seseorang untuk kembali mengabarkan nona Cleopatra tentang rapat ini?" perempuan itu bertanya pada Lunara dan menunggu jawaban wanita itu.


Lunara terlihat berpikir untuk beberapa waktu dia membiarkan pandangannya mendapat ke arah depan sejenak di mana para dewan direksi sudah hampir semuanya telah memberikan suara mereka hingga pada akhirnya lunara berkata.


"kita bisa melihat apakah dia akan datang sendiri atau tidak, biarkan saja dan tidak usah menyusulnya kembali" wanita itu menjawab dengan cepat kemudian dia melirik ke arah nenek muda Alister yang ikut menatap para dewa direksi secara bergantian satu persatu.


"Bukankah hadir atau tidak dirinya itu juga tidak begitu penting, lebih baik memang dia tidak datang karena pada akhirnya datang kemari hanya membuat malu dia saja di sini bukan?" Lanjut Lunara lagi.


Wanita tersebut terkekeh kecil, bicara begitu meremehkan orang-orang di sekitarnya di mana dia meyakinkan diri jika mereka akan menang saat ini ada atau tidak Cleopatra tidak terlalu berpengaruh nantinya pada rapat direksi.


"Gadis sialan itu hanya memiliki satu suara, pada akhirnya suaranya sama sekali tidak akan berarti" lanjut Lunara lagi kemudian dengan nada angkuh dan sombong nya seperti biasa,setelah itu dia langsung membuang pandangannya.


Sang sekretaris hanya diam, dia tidak melanjutkan ucapannya sama sekali, memilih menundukkan kepalanya secara perlahan.


Kini para dewan direksi telah menyelesaikan pemilihan mereka, saatnya perhitungan suara dilakukan, nenek muda Alister meminta dua orang untuk menghitung perhitungan suara, wanita tersebut sejak tadi tidak mengeluarkan suaranya sama sekali, dia bahkan memilih memberikan jarak antara dirinya dan Lunara, mungkin agar orang-orang tidak berpikir jika dia dan Lunara memiliki kepentingan bersama di dalam pemilihan tersebut.


itu tempatnya untuk menghindari konflik yang terjadi di antara semua orang.


dua laki-laki tersebut setelah membuka kotak kaca itu mulai menghitung kertas pemilihan satu persatu, saat dua laki-laki itu melakukan perhitungan suara bisa dilihat orang-orang cukup berdebar-debar menunggu berapa nilai suara yang akan keluar saat ini dan siapa yang akan memenangkan perhitungan suara tersebut.


apakah mereka setuju Cleopatra disingkirkan dari Alister group dan digantikan oleh nenek muda Alister atau rata-rata mereka sama sekali tidak setuju dengan saran tersebut dan menginginkan Cleopatra tetap menjadi pemimpin perusahaan seperti memang seharusnya.


bola matalu Nara terus memperhatikan bagian kota kaca yang ada di sisi kirinya dengan perasaan berdebar-debar di mana tempat itu adalah hasil perhitungan suara yang memilih nenek muda Alister, apakah 10 negara akan memenangkan hal tersebut atau tidak yang dia pedulikan adalah pemimpin dengan begitu dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan.


cukup lama waktu berlalu hingga pada akhirnya sisa-sisa kertas pemilihan sudah semakin menipis di mana bola mata semua orang jelas tertuju pada layar yang ada di depan sana memperhatikan kedua orang tersebut menghitung dengan cara yang jujur dan benar kekhawatiran jelas mengatakan semua orang yang berpihak pada siapa yang mereka inginkan meskipun tidak dipungkiri di antara mereka banyak yang tidak setuju dengan apa yang disarankan oleh Lunara. namun nyatanya di dalam sebuah perusahaan suara lebih penting dari segala hal dan bahkan tidak ada yang berani sembarang bergerak jika tidak ingin menerima risiko besar untuk dilengserkan dari posisi mereka masing-masing.


hingga pada akhirnya satu suara dibalik mikrofon berkata.


"kita akan meletakkan total nilai dari pemilihan di layar depan, dalam hitungan ketiga kita akan melihat siapa pemenangnya" Ucap perempuan yang memegang mikrofon tersebut pada orang-orang yang ada di dalam ruangan itu.


dan percayalah seketika semua orang menjadi menegang saat mendengar apa yang diucapkan oleh perempuan tersebut di mana kini mereka terlihat mulai menghitung mundur semuanya.


"One"


"Two"


"Three"


dan seketika layar di depan sana bergerak bagaikan permainan game slot yang mulai mengacak angka di sana pada sisi kiri dan kanan nya di mana tidak lama lagi akan terlihat siapa pengendali suara paling terbanyak di antara semuanya.


dan ketika semua orang terlihat berdebar-debar menanti di dalam ruangan tersebut, bisa dilihat layar besar dari proyektor di depan mulai mengeluarkan gambarnya.


Lunara sengaja tidak melihat ke arah layar tersebut, dia lebih memilih untuk menatap satu persatu para dewan direksi hingga pada akhirnya dia melirik ke arah nenek muda Alister.


dan ketika layar menampilkan satu gambar semua orang terlihat cukup terkejut di mana kehebohan mulai terjadi dan bisik-bisik memecah keadaan.