
Mansion Utama keluarga Alister
kediaman utama Sheena.
Sejenak Sheena terlihat mengerutkan keningnya saat dia melihat seseorang tanpa berdiri di depan bagian teras tempat kediamannya, Sky Andaram mengantarnya hanya sebatas bagian gerbang masuk kediaman nya, dia sengaja meminta laki-laki tersebut untuk tidak masuk ke rumah karena dia pikir dia butuh kesendirian saat ini sebelum acara pernikahan mereka nanti.
Namun nyatanya begitu dia masuk ke kediamannya satu hal mengejutkan dirinya, saat dia menyadari jika seorang laki-laki terlihat berdiri tepat dihadapan nya.
Bams?!.
dia pikir apa yang diinginkan laki-laki tersebut saat ini? kenapa Bams sepupu Sky Andaram ada di sana.
"aku cukup terkejut kamu datang ke kediamanku tanpa memberitahukan ku lebih dulu, Bams" Sheena bertanya sembari bergerak mendekati Bams, dia menaikkan ujung alisnya untuk beberapa waktu.
laki-laki yang ada di hadapannya tersebut hanya menaikkan bibirnya kemudian dia berkata.
"seharusnya kamu menyambut ku dengan kata-kata sejak kapan kamu datang, apakah sudah lama menungguku aku pikir itu terdengar jauh lebih indah daripada pertanyaan yang kamu lontarkan barusan" ucap lagi-lagi tersebut dengan cepat sembari menatap dalam bola mata gadis yang ada di hadapannya tersebut.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Bams ketika membuat Sheena berkata.
"Maafkan aku, tapi aku bukan type gadis yang terlalu suka basa-basi soal sesuatu, aku lebih suka bicara pada poin pentingnya dan ingin tahu kenapa kamu ada di sini? apakah menungguku atau ingin menemui orang lain? tapi aku berharap kau tidak sedang ingin menemui ku" Lanjut Sheena, kini mereka terlihat berhadapan antara satu dengan yang lainnya, di mana bola mata gadis tersebut menatap Bams Shades dengan pandangan yang sedikit tajam dan penuh intimidasi, jelas terlihat jika Sheena kurang menyukai kehadiran laki-laki dihadapan nya itu.
Dia tidak dalam keadaan baik-baik saja, sedang butuh waktu sendiri, kehadiran Bams sedikit mengganggu nya dan membuat tidak nyaman diri nya.
Mendengar ucapan Sheena, Bams hanya menampilkan ekspresi tenang nya, laki-laki tersebut kemudian berkata.
"Aku kemari karena ingin menemui kamu, Cleo" Ucap Bams cepat.
laki-laki tersebut belum mengetahui status dirinya yang merupakan Sheena, dia masih tahu jika Sheena masihlah Cleopatra. Laki-laki tersebut berada di luar negeri dalam beberapa waktu ini, hanya mendengar desa-desus soal penangkapan Lunara dan nenek muda Alister tapi belum tahu soal putri Alister lainnya yang kembali, bahkan dia belum tahu soal kekacauan yang di akibatkan oleh Lunara juga beberapa hal penting lainnya.
Mendengar ucapan Bams, Cleopatra mengernyitkan dahi nya.
"Ada satu hal yang penting?" dia bertanya ingin tahu.
"Cukup penting" Bams menjawab cepat.
"Katakan saja" Dan dia bergerak mengabaikan Bams, mencoba masuk ke dalam mansion nya.
Tapi belum pula dia berhasil melangkah maju Bams menahan kata nya dan berkata.
"Aku ingin memberikan kamu sesuatu" ucap laki-laki tersebut dengan cepat
Sheena ketika terkejut saat laki-laki tersebut menarik tangannya dan dia langsung berbalik dengan spontan kemudian menata p laki-laki itu dengan tatapan yang cukup lama.
"Sesuatu?" dia bertanya dengan cepat.
"Pergi dengan ku sejenak"Ucap Bams cepat.
"Kemana?" gadis tersebut bertanya dengan cepat sambil menatap karena laki-laki itu dengan tatapan yang sedikit aneh.
"ke satu tempat yang cukup penting" Bams menjawab seadanya.
"kau membuatku sedikit curiga?"
"dan aku tidak memikirkan untuk menculikmu atau membawamu satu tempat yang berbahaya" jawab laki-laki itu dengan mantap dia menunggu jawaban Sheena atas ajakan nya.
laki-laki itu membiarkan Cleopatra berpikir apakah mau atau tidak mengikuti langkahnya.
"ini tidak akan lama hanya sebentar dan ini cukup penting" dari nada bicara Bams bisa Cleopatra simpulkan seperti nya laki-laki tersebut sungguh-sungguh ini membawahi ke suatu tempat yang sangat penting.
Cleopatra tampak memikir untuk waktu yang cukup lama hingga pada akhirnya gadis tersebut menatap ke arah jam di dinding, ini sudah lewat jam 09.00 malam. hingga pada akhirnya gadis itu mengganggukan kepalanya.
"aku pulang di jam yang cukup normal, dan aku tidak suka pulang terlalu larut malam"gadis tersebut seolah-olah memberikan peringatan pada laki-laki itu jika dia tidak suka pulang terlalu malam nantinya.
Bams buru-buru langsung menganggukan kepalanya dengan cepat tanda mengerti atas peringatan yang diberikan oleh Sheena.
"jangan khawatirkan soal apapun, ini hanya sejenak dan tidak akan lama, setelah selesai aku pasti akan mengantarmu ke tempat kediamanmu" setelah berkata begitu bang menggerakkan tangan yang mempersilakan gadis yang ada di hadapannya tersebut untuk melangkah lebih dulu.
******
Restoran xxxxxxxx
pusat kota.
seketika Sheena langsung pergi ke kecil ketika mereka berhenti di sebuah restoran yang cukup terkenal di pusat kota, dia tidak menyangka jika laki-laki itu akan membawanya ke tempat tersebut hingga pada akhirnya membuat gadis itu berkata.
"jadi rupanya kamu ingin mengajakku untuk menikmati makan malam?" dia bertanya sembari menoleh ke arah Bams, mereka masih berada dalam mobil di mana laki-laki itu baru saja menepikan mobilnya kebagian area parkiran halaman restoran yang mereka datangi itu.
"karena sesekali untuk mengundangmu atau membawamu ke tempat yang aku inginkan apalagi membuat janji denganmu hingga akhirnya memutuskan berkata ada satu hal penting yang ingin aku katakan" Jawab Bams dengan cepat.
Sheena berdecih, dia sedikit Mengejek kemudian kembali berkata.
"seharusnya kamu bertanya apakah aku sudah makan atau belum, bagaimana seandainya aku masih kenyang dan sama sekali tidak tertarik untuk makan?" gadis itu bertanya sedikit menaikkan ujung alisnya.
"karena aku sudah tahu jawabannya pasti seperti itu karena itu aku sama sekali tidak berniat untuk mempertanyakan hal semacam itu, membiarkan kamu ikut dan hanya sekedar menatapku menikmati makanan itu sudah membuatku senang" bisa-bisanya laki-laki tersebut bicara dengan gaya yang begitu ringan, dia mulai melepaskan sabuk pengamannya kemudian bergerak untuk turun dari mobil lantas memutar dan membuka pintu mobil di mana Sheena berada.
Klekkkkkkkk.
Laki-laki tersebut membuka pintu mobil di mana Sheena kini berada.
Bams mengulurkan tangannya untuk menyambut Sheena dan membantu gadis tersebut untuk turun, tapi Sheena sama sekali tidak tertarik untuk menerima uluran tangan laki-laki tersebut, dia lebih suka untuk bergerak turun sendiri dengan cara Mandiri kemudian menetap ke arah restoran yang ada di depannya begitu dia telah turun dari dalam mobil.
Bams seketika menaikan ujung bibirnya ketika dia melihat tindakan gadis tersebut, dia tertawa kecil kemudian berkata.
"kamu bener-bener banyak berubah sekarang" Ucap laki-laki itu dengan cepat, dia berdiri di samping Sheena kemudian membiarkan gadis itu melangkahkan kedepan, dimana dia mensejajarkan diri untuk melangkah ke depan juga.
"kamu bicara seperti itu seolah-olah kamu benar-benar mengenalku dengan baik pada masa lalu" Sheena menjawab cepat ucapan Bams, sempat dia melirik laki-laki itu sejenak kemudian membuang pandangannya.
"aku sangat mengenalmu tentu saja, karena itu berani berkata seperti itu. saat ini ketika kita bersama tiba-tiba aku merasa kamu seperti orang asing yang tidak aku kenal lagi" laki-laki itu bicara tanpa menoleh ke arah Sheena lagi, dia lebih memilih memusatkan pandangan yang ke arah depan.
Sheena terlihat diam, menatap lurus kearah depan sambil membiarkan dirinya merangkai kata-kata paling tepat.
"Realita nya kamu dan aku memang tidak saling mengenal sebenarnya, Bams" gadis itu menjawab dengan datar, membiarkan laki-laki tersebut memikirkan apa yang diucapkan nya saat ini.
Bams sejenak diam dengan keadaan dan dia melirik ke arah Sheena untuk beberapa waktu.
dua orang pelayan terlihat menyambut mereka dengan senyuman dan saat Sheena atau Bams tidak memutuskan kembali untuk bicara kedua pelayan tersebut menunjukkan kepala mereka dan membuka pintu restoran yang ada di hadapan mereka secara perlahan.
begitu pintu restoran tersebut baru saja dibuka pintu Sheena ingin kembali bicara dengan Bams namun satu pemandangan di hadapannya mengejutkan dirinya.
Sheena seketika membulatkan bola matanya karena terkejut atas pemandangan di hadapannya, gadis tersebut membeku untuk beberapa waktu, tidak melanjutkan kembali langkah kakinya sama sekali dan dia memilih untuk menetralisir perasaannya yang berkacamuk menjadi satu saat ini.
*******
Di sisi lain
Mansion tersembunyi Jack Johnson.
Laki-laki tersebut terlihat cukup panik saat suara alarm peringatan terus mengeluarkan suara nya sejak tadi jika sesuatu terjadi pada Cleopatra.
Perempuan tersebut tidak tahu sadarkan diri atau tidak, tapi yang jelas Cleopatra menampilkan satu gerakan tidak biasa menurut nya, hal tersebut jelas membuat para tim dokter dan perawat yang sejak awal memang ditugaskan untuk berada disana langsung bergerak kalang kabut masuk ke kamar rawat milik Cleopatra.
kini bisa dilihat bagaimana bola mata Jack Johnson menatap para perawat dan dokter yang bergerak mendekati istrinya untuk melihat bagaimana kondisi perempuan tersebut di mana ternyata mendapatkan ransangan kesadaran nya secara tiba-tiba, dan itu Jack Johnson.
Para tim dokter mencoba menarik kesadaran Cleopatra, berharap jika perempuan tersebut benar-benar sadar Deni tidur lelap nya yang begitu panjang dan lama, mereka berusaha meyakinkan diri jika Cleopatra memiliki kesempatan untuk membangun setelah sekian lama. respon yang diberikan Cleopatra pada cukup melanjutkan semua orang, di mana awalnya tidak ada pemikiran penuh harapan untuk kehidupan Cleopatra dan kini mereka berharap perempuan tersebut segera bangun dari tidur panjangnya.
peralatan dokter berusaha untuk memompa jantung perempuan itu kemudian mengusahakan diri untuk membuat Cleopatra terjaga.
Jack Johnson tampak mundur dari posisi nya sejak tadi sembari dia menatap Cleopatra dengan penuh harap dari posisinya saat ini, benar-benar berharap jika perempuan tersebut sadar dari tidurnya, dalam keadaan bola mata berkaca-kaca dia menatap cemas ke arah istri nya tersebut juga para tim dokter yang berusaha untuk bergerak memberikan pertolongan dan juga bantuan terbaik untuk menarik kesadaran Cleopatra.
entah berapa lama waktu berlalu dia tidak tahu yang jelas keadaan saat ini tidak baik-baik saja karena layar monitor yang ada di samping Cleopatra tampak kacau menarik garisnya. meskipun tidak dipungkiri laki-laki tersebut khawatir dengan keadaan, tapi dia memiliki sebuah harapan jika sang istrinya akan segera terbangun tidak lama lagi.
laki-laki tersebut menggenggam kedua belah telapak tangannya dengan jutaan perasaan gelisah, terus menatap ke arah istrinya untuk waktu yang cukup lama. bisa dilihat bola mata laki-laki tersebut tampak berkaca-kaca saat inj, penuh dengan harapan jika sang istri segera bangun saat ini juga.
Bangunlah Cleo aku sangat merindukanmu.
******
Saat pagi menjadi begitu dingin
Hingga menanti hangat terasa kosong
Bersama tetes embun yang tak kunjung jatuh
Tertahan lekat pada dedaunan rapuh
Menopang dalam letih yang luar biasa
Saat siang menjadi terlampau terik
Hingga teduh pepohonan teramat didamba
Bersama semilir angin yang tiupkan rasa
Mengambang di antara celah udara
Hembuskan pesan entah dari mana
Saat senja menjadi sangat singkat
Hingga semburat jingga tampak memudar cepat
Di antara kelabu mega yang kian pekat
Menghitam terjebak kelam mencekat.
Dalam pelukan malam tanpa rembulan
Sejak pagi hingga senja
Tampak setangkai rindu mulai menatap hampa
Meratap hela bersama rasa yang kian menggeliat
Dalam resah kerinduan pada raga yang menghilang
Embun memilih tak menetes
Udara tak lagi sudi hembuskan rasa
Dan rembulan tak rela tertangkap malam
Namun,
Bolehkah aku tetap merindukanmu?
Dari sela-sela asa yang tertinggal
Di sini, dalam ruang hampa tawa.
********
Kembali ke kediaman Cleopatra.
bola mata gadis tersebut juga saja membulat dengan sempurna saat dia melihat ada kejutan di dalam restoran yang mereka datang tersebut.
Berbagai hiasan indah terlihat terbang di hadapannya dan hal tersebut membuat Sheena seketika membeku untuk beberapa waktu, dia masih menetap ke arah baris dan berpikir apa yang dilakukan laki-laki tersebut.
besok dia menatap ke arah bagus yang bergerak mendahului dirinya tiba-tiba saja laki-laki itu menundukkan tubuhnya lantas Bams bergerak alasan pangeran yang memberikan sedikit penghormatan untuk dirinya kemudian laki-laki tersebut berjongkok tepat dihadapannya hingga membuat gadis itu sedikit kehilangan cara bernafasnya dengan baik.
suasana restoran yang tiba-tiba berubah menjadi remang-remang diiringi oleh musik dan permainan piano serta biola yang begitu syahdu dan penuh cinta membuat suasana menjadi semakin romantis diiringi dengan bagus yang mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna hitam ke arah dirinya di mana laki-laki itu menampilkan sebuah kalung indah didalam nya.
"Ini apa?" Sheena mengerutkan keningnya.
belum putus dan terjawab pertanyaannya oleh bank tiba-tiba saja sebuah tulisan yang mengejutkan membuat Sheena seketika kehilangan kata-katanya.
Will you marry me?!
Hah?!. Sheena sedikit memundurkan tubuhnya saat ini.
Bams membuat lamaran untuk nya.
"Kau pasti bercanda" ucap gadis tersebut kemudian secara spontan, dia menatap laki-laki yang ada di hadapannya tersebut di mana Bams seakan-akan tengah menunggu jawabannya atas keinginan Bams pada kemauan nya.
Will you marry me?!.
Hal itu membuat nya merinding setengah mati.
Ini benar-benar kacau.