
Setelah melewati banyak waktu dimana nenek muda Alister melihat secara langsung rekaman yang terjadi, Wanita tersebut terlihat diam tidak banyak bicara, menatap kearah Cleopatra yang terlihat biasa saja, mengabaikan dia dan sibuk dengan handphone nya kemudian melihat ke arah Silvia yang terlihat gelagapan dan menampilkan ekspresi panik nya.
Farida sama sekali tidak mengeluarkan suaranya melainkan langsung bergerak menjauhi Cleopatra dan juga Silvia, entah apa yang dipikirkan oleh wanita tersebut tidak ada yang tahu tapi dia memilih dari ruang CCTV kembali bergerak menuju ke arah ruang tengah.
"Ini sangat memalukan, bagaimana bisa kau yang baru kembali memperlakukan saudara perempuanmu sendiri dengan cara yang sangat mengerikan"
nenek tua alister yang bicara terlihat kesal melirik ke arah Silvia, mengetahui Farida sama sekali tidak mengeluarkan suaranya jelas saja dia langsung memilih lebih dulu untuk bersuara sembari mana tangan putri lunarang dengan perasaan yang sedikit tidak mengenakkan dan menyenangkan.
"seharusnya kau datang dengan memberikan salam kemudian saling memeluk dan bertanya kabar bukannya kau yang melihat perdebatan tanpa tahu siapa yang salah langsung berusaha untuk menyerang Cleopatra"
wanita itu lagi dengan ekspresi wajah yang sangat buruk, seolah dia memang sedang menunggu kesempatan ini untuk membuat Silvia cukup tertekan. seulas senyuman mengembang dari balik bibirnya seakan-akan dia puas Cleopatra menjatuhkan Silvia pada hari ini tepat di hadapan Farida.
mendengar apa yang diucapkan oleh nenek tua membuat Silvia cukup merasa malu dengan keadaan dia berusaha untuk menetralisir perasaannya yang jelas tidak baik-baik saja, gadis itu menggenggam erat telapak tangannya sembari mencoba untuk menahan kekesalannya dan juga emosinya yang masih membuncah.
kau hanya sedang beruntung.
Itu yang ada di dalam hati Silvia, dia hanya bergumam tanpa berani mengeluarkan suaranya.
Lunara terlihat cukup malu dengan keadaan dimana dia pikir nenek muda Alister mengetahui kebusukan dan kebicikannya di mana dia lah yang sebenarnya mencoba untuk menyerang Cleopatra lebih dulu.
dia merasa gagal karena lupa ada kamera CCTV di rumah tersebut, seharusnya dia bergerak jauh lebih tenang dan mematikan seperti biasanya, tidak tergesa-gesa untuk mencengkeram, wanita itu pikir bagaimana bisa dia suruh bawa ini ingin membuat perhitungan pada waktu yang salah dan juga tempat yang salah di mana rupanya nenek muda bersama nenek tua tanpa terduga.
andai saja kedua orang tersebut tidak tiba-tiba datang mungkin dia tidak akan kepergok seperti hari ini dan ini benar-benar sangat memalukan untuk dirinya di mana dia ia selalu tempat beribadah dan juga pintar dalam banyak hal menjadi terlihat begitu bodoh dan tidak memiliki harga diri sama sekali di depan nenek muda Alister dan nenek tua Alister.
sial.
"maafkan aku nenek, aku hanya khilaf karena saat melihat Cleopatra tengah mengintimidasi ibu, jadi aku pikir dia telah melakukan hal di luar pemikiran, tanpa memikirkan resiko dan akibatnya aku secara spontan langsung menyerang Cleopatra, aku benar-benar melakukannya secara spontan, seakan-akan mata ku tertutup oleh keadaan"
gadis itu berusaha untuk berkilah, tidak peduli apakah itu memalukan untuk dirinya atau tidak, dia berusaha untuk membela diri dan mencari muka, agar dia tidak disalahkan oleh para nenek Alister.
dia harus pandai bersilat lidah untuk mampu bertahan di antara semuanya persis seperti ajaran ibunya, dan dia tidak akan pernah mau mengakui kesalahannya dan menurunkan harga dirinya di depan Cleopatra atau siapapun yang ingin dia intimidasi.
"kau terlalu pandai berkilah lidah, bukankah cukup diam dan mendengarkan apa yang orang tua katakan dan nasehati, selalu saja kau punya trik jitu dan alasan untuk membalas ucapan orang tua"
Nenek tua Alister terus bicara sembari menatap ke arah Silvia dengan tatapan tidak suka.
mendengar apa yang diucapkan oleh nenek tua Alister seketika membuat wajah Silvia memerah.
"Maafkan aku, nek...aku..."
"Kau seharusnya tidak melakukan serangan balik dengan cara yang ekstrim bukan?"
Tiba-tiba nenek muda Alister bicara memotong pembicaraan, melirik kearah Cleopatra yang terlihat biasa-biasa saja.
Mendengar hal tersebut membuat Cleopatra menoleh kearah wanita itu, dia menatap lurus tanpa mengeluarkan ekspresi nya.
Silvia seketika menaikkan ujung bibirnya, saat tahu nenek muda Farida bicara Seolah-olah membela diri nya.