
The hospital Alister group.
sejenak bola mata Jack Johnson menatap dalam bangunan besar yang ada di hadapan tersebut, gurat kekhawatiran jelas terlihat di balik wajah laki-laki itu.
Begitu mobil mereka masuk ke halaman belakang rumah sakit tersebut yang ada dihadapan mereka itu, Jack Johnson terlihat tidak mengeluarkan suaranya, dia membiarkan Cleopatra bergerak membawa mobil mereka masuk ke dalam sana secara perlahan.
dua orang terlihat menyambut kehadiran mereka, salah satunya membuka pintu di bagian di mana Cleopatra duduk, menunggu gadis tersebut turun diikuti oleh dirinya.
Jack Jackson masuk ke dalam gedung tersebut secara perlahan, yang kini diikuti oleh seseorang di belakangnya dan di mana tampak Cleopatra berjalan tepat disisi kanan nya.
suasana tempat tersebut jelas tidak baik-baik saja, apalagi ketika Jack Johnson tahu Cleopatra membawanya ke arah rumah sakit rahasia yang tidak pernah diketahui oleh orang luar.
jangan ditanya bagaimana perasaan Jack Johnson setiap dia mendapatkan kakinya melewati jalanan demi jalanan yang ada di hadapannya tersebut, di mana aroma obat-obatan menyuruak masuk ke dalam hidungnya dengan suasana rumah sakit yang jelas cukup membuat siapapun yang melewatinya menjadi khawatir.
kata rumah sakit menjadi momok paling menakutkan dan mengerikan untuk laki-laki itu, di masa lalu dia pernah membawa Cleopatra ke tempat seperti itu gimana gadis itu pernah melewati masa kritis pada masa lalu, dia bakal tidak berhenti mengeluarkan air matanya di mana beberapa orang terus berkata jika dia tanpa begitu cengeng dan bodoh karena menangis hanya karena seorang perempuan.
Kini bisa Jack Johnson lihat beberapa orang bertubuh kekar dan besar tampak mengelilingi tempat tersebut, dia tahu orang-orang tersebut jelas merupakan penjaga di tempat tersebut.
Bola mata Jack Johnson menatap kearah orang-orang yang ada disana, tidak ada senyuman yang terlempar sedikit dari wajah orang-orang itu, mereka hanya berusaha untuk menundukkan kepala mereka ke arah Cleopatra yang ada di sisi kanannya.
dan percayalah sesungguhnya ini adalah keputusan yang paling berat untuk Cleopatra untuk membawa Jack Johnson ketempat tersebut, dia harus merundingkan hal itu pada pengacara Aman dan nenek tua Alister, memastikan jika langkah nya tidak tergesa-gesa dan juga salah.
dia ingat apa yang di ucapkan oleh nenek tua Alister kepada diri nya.
"mereka benar-benar telah mendaftarkan pernikahan mereka diam-diam di Manhattan, tidak ada yang pernah tahu jika mereka berdua telah menikah termasuk Lunara dan Silvia"
nenek tua Alister berkata seperti itu sembari Batak dalam bola matanya.
padahal sebenarnya Cleopatra hanya bermodalkan insting dan juga penglihatannya, dia menggunakan matanya untuk meneliti bagian dari setiap tubuh milik Jack Johnson kemarin pada pertemuan mereka untuk yang pertama kalinya.
laki-laki itu menggunakan kalung di mana terdapat liontin berbentuk cincin yang terlihat keluar dari dalam pakaiannya, untuk seorang laki-laki biasanya mereka paling anti menggunakan barang-barang seperti itu, dimana sebagian dari mereka hanya menggunakannya jika mereka telah memiliki status menikah.
jadi Cleopatra berusaha untuk menebak jika bisa jadi laki-laki itu pasti telah menikah dengan saudara kembarnya, dan saat dia menggunakan permainan kata tersebut siapa sangka, apa ya dia tebak dan dia ucapkan benar adanya.
Jack Johnson dan Cleopatra benar-benar telah menikah di belakang semua orang tanpa pernah diketahui oleh siapapun.
setelah mencoba untuk mencari informasi kepada kemari pada akhirnya dia tahu laki-laki itu dan Cleopatra diam-diam telah mendaftar kan penikahan mereka di luar negeri.
Oh god.
Dia benar-benar merasa tidak percaya atas hal tersebut, namun ada sedikit keuntungan yang terjadi saat dia tahu Cleopatra dan Jack Johnson telah menikah.
itu artinya dia menjadi sedikit lebih nyaman dan aman untuk berhadapan dengan seorang laki-laki, baginya laki-laki menjadi halangan terbesar di dalam hidupnya untuk menjalankan misi balas dendamnya.
bagaimana bisa seorang ibu dan seorang adik perempuan memperlakukan putranya dan juga kakak laki-lakinya dengan sangat buruk, dia sedang menggali informasi masa lalu soal Lunara.
dia tahu udah yakin wanita tersebut pasti menyimpan banyak rahasia sebelum menikah dengan ayahnya.
"nona"
Dua penjaga menundukkan kepala mereka ke arah Cleopatra begitu mereka telah masuk ke dalam ruangan awal penghubung di mana Cleopatra yang sesungguhnya berada.
Mereka berjalan memasuki tempat tersebut dengan gerakan cepat, di dalam sana beberapa orang berpakaian serba putih terlihat hilir mudik, tidak lupa mereka menundukkan kepala mereka ketika Cleopatra melewati mereka bersama dengan Jack Johnson.
Hingga akhirnya mereka bergerak menuju ke arah salah satu ruangan di mana Dua penjaga tanpa menundukkan kepala ke arah Cleopatra dan juga Jack Johnson.
"aku yakin kau mampu menghadapi semuanya, Jack"
sebelum mereka masuk ke dalam ruangan tersebut, Cleopatra bicara sembari menoleh ke arah laki-laki itu untuk beberapa waktu.
bisa dilihat bagaimana ekspresi wajah Jack Johnson saat ini, ada Rona kekhawatiran dan juga kecemasan yang begitu mendalam di balik wajah tampan laki-laki tersebut.
dia tahu ada gurun kekhawatiran dan juga kesedihan ditambah kecemasan yang menghantam menjadi satu dan tidak bisa diungkapkan oleh Jack Johnson sama sekali.
setelah berkata begitu, Cleopatra menggunakan akses kunci khusus untuk bisa membuka pintu di hadapan mereka hingga pada akhirnya bisa mereka lihat pintu kaca tersebut terbuka secara perlahan saat Cleopatra memasukkan kartu akses kunci ruangan di hadapan mereka itu.
begitu ruangan itu terbuka secara perlahan mereka masuk ke dalam dan membiarkan ruangan itu tertutup dengan rapat, kemudian Cleopatra secara perlahan membawa langkah Jack Johnson menuju ke arah depan.
dan percayalah begitu mereka masuk ke dalam ruangan tersebut bisa dibayangkan bagaimana ekspresi laki-laki di samping Cleopatra itu, dia menatap sebuah kasur mendominasi berwarna putih di atas ranjang yang juga mendominasi berwarna putih di mana terdapat satu sosok tubuh tidak berdaya yang tengah berbaring di atas sana.
dapat laki-laki itu lihat ada berbagai macam banyak alat-alat yang menunjang dan tertajam pada tubuh sosok yang ada di atas kasur di ujung sana yang Jack Johnson lihat, semakin mereka melangkah mendekat ke arah depan dimana sosok itu berbaring tak berdaya, bisa laki-laki itu dengar suara layar monitor pengatur detak jantung berdetak dengan sempurna dan mengalun dengan teratur memenuhi ruangan mendominasi berwarna putih itu.
seketika bola mata Jack Johnson terlihat berkaca-kaca saat dia menatap satu sosok yang sangat dia kenali tersebut, satu sosok yang sangat dia rindukan dan satu sosok yang dia janji katakan banyak hal.
di mana saja itu juga yang membuat dia ingin menatap masa depan bersama dan menyusun berbagai macam jurnal tentang kehidupan dan masa depan mereka, bahkan dia ada sosok itu membicarakan tentang anak-anak bersama, bahkan mereka berbicara soal tentang masa tua.
ada banyak sekali hal-hal yang mereka catat dalam satu buku besar bersama, dimana Jack Johnson selalu yakin, jika sel-sel tersebut akan menemaninya hingga akhir hayatnya.
langkah kaki laki-laki tersebut terasa begitu gontai, dia merasa apa yang di injak nya saat ini begitu lembut dan membuat dia berpikir jika dia tidak mampu untuk melanjutkan langkahnya lagi.
Oh god.
dan dalam hitungan detik, air mata Jack Johnson tumpah membasahi kedua pipinya.
Kau kenapa tidak menunggu ku pulang, Cleo?!.