
Mereka diam untuk beberapa waktu, saling menatap netra masing-masing dan membiarkan diri larut dalam pemikiran masing-masing.
Kata berjanji lah jelas merujuk pada satu sumpah dalam pernikahan, dimana jelas tertuang di sana jika Cleopatra tidak lagi mengharapkan pernikahan tersebut menjadi pernikahan main-main, dia benar-benar menginginkan pernikahan tersebut tanpa ada perjanjian atau saling ingin mendapatkan keuntungan.
Cleopatra butuh seseorang yang benar-benar mampu menggenggam erat tangan nya dah tidak melepaskan nya hingga akhir.
"Pernikahan ibu dan ayah ku di dasari atas kesepakatan perjodohan, mungkin lebih tepatnya keluarga besar ayah ku membutuhkan investasi terbaik untuk menaikkan saham perusahaan dari sisa saham kakek ku"
Dan kini Cleopatra mulai bercerita, merangkai kisah bagaimana asal muasal pernikahan di buat.
"Perjodohan terjadi tanpa ada landasan cinta, tapi ibu ku berusaha mencintai ayah ku dengan setulus hati nya, dan itu jelas tidak mudah Sky"
Lagi netra mereka bertemu, Cleopatra membiarkan Sky memikirkan apa yang diucapkan oleh nya.
"Nyata nya ayah ku yang tidak pernah mencintai ibu ku mengkhianati nya, dia mencintai seorang perempuan yang bahkan pernah bekerja di rumah pelacuran"
Sky Andaram sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, dia diam mendengarkan apa yang diucapkan oleh Cleopatra.
"Seharusnya jika memang tidak ada cinta, kenapa harus memaksakan diri untuk menikah dan memanfaatkan gadis tidak bersalah demi mendapatkan keuntungan pada perusahaan? dan seharusnya jika tidak ada cinta, kenapa meniduri gadis bodoh yang tidak cantik juga kolot hingga gadis tersebut melahirkan anak-anak yang kata nya tidak begitu diinginkan? bukankah seharusnya sejak awal tidak tergiur meniduri gadis yang dijodohkan dan pergi bersama perempuan lain yang lebih dicintai bukan?"
Entahlah Cleopatra bicara dengan nada yang sedikit menggebu-gebu, seolah-olah api kemarahan dan kekecewaan menghantam diri nya, ada banyak sekali kata seharus nya.... seharus nya.... seharus nya.. yang mengganggu pikiran nya.
"Kau tahu laki-laki macam apa ayah ku?"
Tiba-tiba Cleopatra bertanya, membiarkan bola mata nya berkabut menatap ke arah Sky Andaram.
"Bajingan tidak tahu diri yang ingin mendapatkan semua nya tanpa perasaan, ingin harta, kekayaan, warisan, perempuan, gadis perawan dan semua nya, aku benar-benar jijik dengan type manusia seperti itu, Sangat jijik, saking jijik nya aku tidak bisa mengungkapkan semua nya dengan kata-kata saat berhadapan dengan ayah ku semalam"
Dan Cleopatra bicara dengan nada menggebu-gebu, dia meluapkan kemarahannya saat ini, menjabarkan tentang bajingan nya ayah nya selama ini, menikahi ibu nya untuk keuntungan, takut kehilangan nama menjadi pewaris berikutnya, menginginkan gadis perawan polos kemudian membuang nya tanpa perasaan dimana dia bahkan mengorbankan anak-anak nya untuk ke egoisan nya.
Seketika gadis tersebut bicara dengan nada bergetar, dia meneteskan air mata nya secara perlahan sembari berusaha untuk tertawa terkekeh dalam kepedihan.
"Sekarang bagaimana bisa setelah dia hampir mati karena Lunara dia menemui ku dan berkata maaf?"
Bayangkan bagaimana ekspresi Cleopatra saat dia mengatakan semua itu kepada Sky Andaram.
"Sampai mati pun akan sangat sulit untuk ku memaafkan nya, Sky. Karena ayah ku terlihat begitu menjijikkan dan aku pikir apakah mungkin kau akan melakukan hal yang sama pada ku? kau menikahi ku karena ingin mendapat kan sebuah keuntungan luar biasa? takut kehilangan hak waris mu pada keluarga Andaram, memaksa untuk menikah dengan ku dan berpikir untuk bisa tidur dengan ku, membuat ku mencetak generasi Andaram kemudian membuang ku?"
Percayalah apa yang diucapkan Cleopatra seketika membuat jantung Sky Andaram tidak baik-baik saja.
"Jika hanya soal itu, lepaskan aku sekarang karena aku tidak suka ada kisah yang terulang kembali, aku tidak ingin anak-anak yang akan menjadi korban"
Lanjut Cleopatra kemudian.
Di ujung pintu tepat di bagian depan tanpa pernah Cleopatra sadari sang ayah nya berdiri disana sambil menundukkan kepalanya, tubuh laki-laki tua tersebut terlihat bergetar, dia bergeser pelan ke arah sisi kanan pintu, memilih bersandar disana dengan jutaan perasaan nya.
Ucapan Cleopatra tentu saja menyakiti perasaan nya, tapi nyata nya apa yang di ucapkan putri nya tidak ada yang salah.
Dia laki-laki bajingan yang menginginkan semua nya di masa itu persis seperti apa yang dikatakan cleopatra, dan hal itu seketika menyadarkan diri nya atas kebejatan nya pada masa lalu.
Sampai mati pun akan sangat sulit untuk ku memaafkan nya.
Kata-kata yang meluncur dari mulut Cleopatra membuat dia tidak mampu menarik nafasnya dengan baik, dia merasa sesak dan juga terluka.
"Maafkan ayah, nak"
Lirih laki-laki tua tersebut secara perlahan.