
Kembali ke Alister Group
Kala Silvia mencurigai Cleopatra.
Saat mendengar ucapan Silvia, Lunara terlihat mengerutkan keningnya.
"Bayangkan saja bagaimana bisa dia berubah? aku merasa yang aku hadapi sejak kemarin hingga hari ini adalah sosok yang berbeda"
Silvia terus saja mengoceh sejak tadi tanpa henti, seolah-olah apa yang dilakukan Cleopatra di hadapan Sky Andaram dan juga perlakuan Sky Andaram sungguh-sungguh menurunkan harga dirinya yang besar.
Gadis tersebut terus bicara sembari mengeram sambil mengeramkan rahangnya di mana telapak tangannya terus tergenggam dengan sempurna.
ini sekali rasanya dia menghancurkan barang-barang yang ada di hadapannya saat ini, hanya saja dia sadar ini bukan di rumah, bukan di kediaman Alister melainkan di perusahaan. Minimal dia masih berusaha menjaga image-nya dan juga harga dirinya, terlalu memalukan jika dia marah dan mengamuk di tempat seperti ini, terlalu menurunkan harga diri nya di hadapan para pegawai laki-laki jika dia menghancurkan berbagai macam barang di tempat ini.
Silvia berusaha untuk menahan kemarahannya untuk tidak berbuat di akal warasnya seperti biasa nya, kembali ke sini membuatnya lama-lama bisa gila saat berhadapan dengan Cleopatra.
"Kau pikir dia punya saudara kembar? atau dia hantu yang bisa berubah?"
Ucap Lunara sambil mendengus menatap putrinya, dia kemudian membuang pandangannya dengan cepat dan berpikir apa yang diucapkan oleh Silvia sangat tidak masuk akal.
"Kau pasti sedang bercanda, Silvia"
tambah ibu nya kemudian.
ketika gadis itu mendengarkan ucapan ibu nya, dia hanya bisa menghela kasar nafas nya.
"aku hanya berpikir itu mungkin saja, Bu. jangan mengeluarkan ekspresi yang menjijikan seperti itu, Seolah-olah aku yang menjadi tidak normal saat ini"
dia sedikit kesal dan protes atas ekspresi yang ditampilkan oleh ibu nya.
Yeah meskipun sebenarnya ucapan lunara benar dan sepertinya dia memang tidak masuk akal memikirkan hal-hal di luar batas pemikiran nya, hanya saja perubahan sikap dari Cleopatra sangat membuat dia terkejut setengah mati, cukup tidak percaya jika dia sulit sekali mengatasi Cleopatra.
Cleopatra yang penakut dan juga tidak berdaya di masa lalu kini benar-benar berubah dengan drastis dan luar biasa, bayangkan bagaimana perasaannya saat berhadapan dengan gadis tersebut? sangat Cleopatra dengan tenaga ekstra menjamak rambutnya.
belum lagi gadis tersebut selalu mampu untuk menyela ucapannya dan membuat dia tidak berkutik sama sekali.
"aku benar-benar stres memikirkan pernikahan dia dan Sky Andaram, Bu"
pada akhirnya Silvia berusaha untuk menetralisir perasaan nya, dia mencoba memijat-mijat kepala nya untuk beberapa waktu kemudian memilih menyandarkan diri nya ke atas kursi sofa, terlalu stress dengan keadaan, memikirkan penikahan Cleopatra dan Sky Andaram yang membuat dia menjadi tertekan.
rasanya sangat marah, sky Andaram tiba-tiba bersedia menikah dengan Cleopatra, padahal di masa lalu dia jelas tahu sky Andaram begitu membenci Cleopatra karena diri nya, dia yang menghasut Sky Andaram dan membuat gosip mengerikan soal gadis tersebut hingga Sky Andaram berpikir jika Cleopatra merupakan gadis tidak baik yang suka mengobral tubuh nya pada siapa pun.
"Kau bisa mengatur sebuah rencana untuk mendapatkan laki-laki tersebut".
Tiba-tiba ibu nya berkata dengan cepat.
Mendengar ucapan Lunara sejenak membuat Silvia bergerak dari posisi nya, dia memajukan tubuh nya sedikit ke arah depan, menatap ibu nya dengan lekat.
"aku sedang memikirkan rencana yang paling terbaik untuk melakukan itu, saat ini sky Andaram cukup sulit untuk dipengaruhi Bu"
Silvia mulai bercerita pada ibunya dia sempat merencanakan sesuatu tapi sepertinya sky Andaram cukup sulit terpengaruh pada ucapan yang saat ini, tidak tahu kenapa dia takut Cleopatra sepertinya sudah mulai mampu mengatasi bagaimana cara untuk merayu laki-laki tersebut.
bayangkan bagaimana perasaan Silvia, apalagi saya laki-laki tersebut berkata jika dia akan menjadi ipar Sky Andaram, itu sangat menjijikan baginya dan dia benar-benar merasa kesal.
"aku sempat ingin bicara padanya, tapi dia seperti kataku tadi Sky Andaram seakan-akan menganggapku adalah benalu dan dia menganggap Cleopatra saat ini begitu berharga di balik bola matanya, jauh lebih berharga dari berlian."
lanjut gadis itu lagi kemudian.
Dia terlihat begitu kesal, mengeram dengan keadaan.
"Seperti nya aku butuh rencana untuk menjatuhkan Cleopatra agar di benci semua orang"
Pada akhirnya Silvia berkata dengan cepat, menatap wajah ibu nya dengan seksama.
apa yang diucapkan oleh putrinya membuat Lunara seketika menaikkan ujung alis, dia pikir pada akhirnya putrinya menjadi seperti dirinya, harus selalu punya rencana untuk menjatuhkan orang-orang yang tidak dia sukai agar mereka bisa berada di bagian tempat paling tertinggi.
dan wanita itu pada akhirnya berkata,
"katakan padaku apa rencanamu kali ini?"
dia bertanya dengan nada yang cukup serius, ingin tahu apa yang direncanakan putrinya saat ini untuk menjatuhkan Cleopatra, dia yakin putrinya pasti mampu melakukan hal untuk membuat Cleopatra hancur berkeping-keping.
Silvia tampak menaikkan ujung bibirnya,
"aku akan meminta bantuan seseorang untuk melancarkan rencana ku, Bu"
Ucap gadis tersebut kemudian dengan tatapan penuh kelicikan nya.
dan saat putrinya berkata seperti itu seketika membuat Lunara cukup penasaran siapa yang dimaksud oleh gadis tersebut.
"katakan padaku siapa yang akan membantumu untuk melancarkan aksinya?"
tanya penuh dengan rasa penasaran yang tinggi, dia menatap wajah putrinya untuk waktu yang cukup lama sembari sedikit mengerutkan keningnya.
"itu adalah sebuah rahasia"
Ucap Silvia kemudian.
"ibu akan lihat bagaimana caraku untuk menjatuhkan Cleopatra kali ini, aku akan pastikan tidak hanya keluarga Alister atau Andaram mendengarkan berita nya dan menjadi malu"
dan dia tampak menyunggingkan senyuman terbaik nya untuk beberapa waktu.
"aku pastikan kali ini seluruh dunia akan melihatnya bahkan menonton beritanya"
dan gadis tersebut seketika terkekeh riang, ekspresi nya jelas sangat menjijikan dan juga sedikit mengerikan, Silvia pikir dia benar-benar akan mengeluarkan rencana emasnya untuk menghancurkan Cleopatra dengan tangannya sendiri untuk kali ini hingga akhir.
"aku pastikan dia bahkan tidak akan pernah mampu lagi menginjakkan kakinya di keluarga Alister karena hal ini"
dan setelah berkata seperti itu gadis tersebut kembali menyandarkan tubuhnya ke atas kursi sofa dan dia mulai memejamkan bola matanya dengan perasaan penuh bahagia.