
Apartemen tersembunyi Lunara
Pinggiran kota.
"Akhhhhhh"
Pranggggg.
Pranggggg.
"Bajingan sialan, berani-berani nya dia mencoba untuk mempermalukan ku, mengintimidasi ku dan mencoba untuk membantah Setiap ucapan ku, gadis sialan itu...."
suara teriakan melengking terdengar memenuhi apartemen tersebut, Silvia tampak begitu marah bukan dia memecahkan berbagai macam barang yang ada di sana. bayangkan bagaimana perasaannya saat ini dia merasa dipermalukan oleh Cleopatra di depan nenek tua dan nenek muda Alister.
dia pikir saat dia pulang dan bertemu dengan gadis tersebut dia bisa memberikan pelajaran pada Cleopatra namun nyatanya alih-alih dia bisa melakukan hal tersebut rupanya gadis itu jauh lebih pintar daripada apa yang dia pikirkan saat ini.
Cleopatra benar-benar berubah total bahkan dia nyaris harus tidak mengenali karakteristik gadis tersebut bahkan dia cukup ngeri saat berhadapan dengan sifat dan kekuatan yang berubah drastis antara sosok Cleopatra dulu dan sosoknya dimasa sekarang.
Pada di masa lalu di mana dia dan ibunya selalu mampu mengintimidasi garis tersebut bahkan berkali-kali mencelakai Cleopatra dengan tangan mereka sehingga pada akhirnya ibunya benar-benar berhasil mencelakai gadis tersebut dan membuat Cleopatra ada diambang kebaktiannya.
tapi kini kenapa setelah di desas-desus berkata Cleopatra berada dalam kondisi kritis setelah kecelakaan yang diciptakan oleh Lunara ibunya Cleopatra kembali dengan cara yang luar biasa, dia pikir bagaimana bisa gadis tersebut tiba-tiba saja masih hidup bahkan sehat dan berubah.
"apa ibu tidak melihat dia benar-benar sehat dan tidak memiliki sedikitpun kecacatan di tubuhnya? aku seperti melihat hantu saat melihat dia, ini membuat ku begitu marah dan merasa gagal untuk membinasakan nya"
Lagi Silvia terlihat begitu marah, suara lengkingan yang menggelegar memecah keheningan.
Lunara menatap beberapa barang-barang yang berserakan dan hancur, dia memijat kepala nya untuk beberapa waktu.
"bisakah setiap kali marah kau tidak membuat sesuatu kekacauan dan lain sebagainya, sayang?"
Alih-alih menjawab ucapan putrinya pada akhirnya wanita tersebut berkata begitu, dia melirik kearah seorang perempuan berusia sekitar 35 tahunan, meminta perempuan itu untuk membersihkan kekacauan yang dilakukan oleh putrinya.
wanita tersebut terus bicara sembari mencoba untuk mengalah nafasnya, kepalanya terasa berdenyut-denyut saat dia melihat bareng-bareng yang dibeli dengan susah payah harus hancur berantakan.
"Oh god"
Lunara bicara sembari mencoba untuk menahan kemarahannya, dia pikir jika bukan putrinya mungkin dia akan memarahinya dan juga sedikit memberikan pelajaran jika Silvia adalah Cleopatra, maka bisa dipastikan bagaimana kekesalannya akan berjalan. Tapi karena Silvia adalah putrinya pada akhirnya dia tidak memiliki daya untuk memarahi putrinya tersebut memberikannya peringatan.
"ini adalah perilaku keturunan, ibu Seolah-olah tiap kali marah tidak pernah memperlakukan barang-barang seperti itu"
gadis tersebut sangat bisa menjawab ucapan ibunya, mulut nya begitu luar biasa.
"lupakan soal barang-barang yang hancur berantakan sekarang katakan padaku bagaimana bisa Cleopatra baik-baik saja?"
Silvia bertanya dengan perasaan kesal karena ibunya seolah-olah mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. seingatnya Cleopatra memang seharusnya tewas pada tragedi waktu itu namun dia terus berpikir untuk bisa selamat dan baik-baik saja.
Mendengar ucapan putrinya membuat Lunara berkata.
"kau pikir ibu tidak stres memikirkannya?"
wanita tersebut balik bertanya pada putrinya sembari dia menaikkan ujung alisnya.
"daripada kita sibuk berpikir dan harus melakukan tanya jawab yang tidak penting, lebih baik kamu pikirkan bagaimana caranya untuk melenyapkan Cleopatra secepatnya"
dan tiba-tiba Lunara bicara dengan nada yang begitu serius, dia merasa putrinya untuk waktu yang cukup lama.
"Dan kamu harus tahu pernikahan Cleopatra semakin menyempit, kau harus mencari-cari untuk menemui Sky Andaram, buat laki-laki tersebut terjebak bersamamu dan Pastikan Sky Andaram tidak bisa lepas dari cengkraman mu"
Lanjut wanita tersebut lagi kemudian.
mendengar ucapan ibunya seketika membuat Silvia terdiam cukup lama.