The twin's Mask

The twin's Mask
Membangkang ucapan nya



Cleopatra terlihat menyandarkan tubuhnya ke kursi sofa kemudian dia menaikkan satu kaki nya ke kaki lainnya, masih menatap wajah nenek muda Alister sembari mengerutkan keningnya.


Cih.....!.


Gadis tersebut mendengus didalam hati nya, dia pikir wajar saja jika Cleopatra di masa lalu bisa hancur dan musnah dengan mudah, saudara kembar nya menghadapi orang-orang yang begitu mengerikan, memiliki kriteria gadis yang lemah, pendiam dan juga tertutup membuat Cleopatra sulit dan takut untuk bicara dan menceritakan soal diri nya pada orang lain, bahkan meskipun bercerita dengan nenek tua nya sendiri.


Karena itu dia tidak berani membayangkan bagaimana cara Cleopatra bertahan hidup selama bertahun-tahun tanpa siapapun di sisi nya dan terintimidasi oleh semua orang.


"Aku mendengar seakan-akan Kalimat itu merupakan kalimat pembelaan untuk seorang penjahat"


Dia bicara seperti tanpa dosa, membiarkan tatapan nya menatap lurus kearah depan dimana nenek muda Alister Seolah-olah sedang menyalakan dirinya.


Mendengar apa yang di katakan Cleopatra seketika membuat nenek muda berkata.


"Pembelaan?"


Dia bertanya, menampilkan ekspresi wajah tidak suka.


"Bagaimana kamu bisa menyimpulkan hal buruk seperti itu pada nenek mu sendiri, jawaban mu sangat menjijikkan"


Kembali dia bicara, terlihat sangat kesal dengan apa yang diucapkan cucu nya tersebut.


Ada yang merasa besar kepala saat nenek muda Alister bicara begitu, itu adalah Silvia, sangat senang mendengar nenek muda terus menekan Cleopatra dan dia merasa di bela.


Cleopatra belum menjawab, mencoba mendengar apa yang di ucapkan nenek muda Alister, membiarkan wanita tua tersebut terus mengintimidasi diri nya.


Nenek tua Alister sengaja tidak ikut mengeluarkan suaranya sama sekali karena dia tahu punya pacar pasti mampu menghadapi segala situasi saat ini.


"Kau dan ibu mu benar-benar mirip, tiap kali orang tua bicara selalu saja menyela"


Dan tahu-tahu nenek muda Alister bicara, Seolah-olah memang ingin mencari cela, sengaja membicarakan soal ibu Cleopatra, tahu jika gadis itu memiliki titik kelemahan pada ibu nya.


"Ya saking mirip nya, aku begitu bodoh berpikir untuk pergi meninggalkan Alister group dan menyerahkan nya pada Lunara atau bahkan nenek muda"


Percaya lah ucapan Cleopatra yang tiba-tiba terdengar begitu mengerikan, gadis itu menaikkan ujung alisnya sembari dia melipat kedua belah tangan nya.


Mendengar apa yang di ucapkan Cleopatra seketika membuat nenek muda Alister membulatkan bola matanya, raut wajah nya seketika merah padam.


"Apa?"


wanita tersebut terlihat marah.


"kau bicara apa?"


"apa aku harus mengulanginya lagi apa yang aku katakan tadi nenek? saking miripnya aku dan ibu ku, kami sama-sama menjadi tipe lemah yang gampang ter'intimidasi dan membiarkan orang masuk untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milik kami"


lagi gadis tersebut bicara kali ini dia langsung memajukan tubuhnya, membiarkan kedua belah lengan yang bertumpu pada kedua kakinya sembari dia manakah tajam ke arah nenek muda Alister.


"dari ucapan nenek, Seolah-olah nenek sengaja membiarkan aku untuk mati, menekanku agar aku di permak habis-habisan dan di perlakukan dengan mengerikan baru membalas atau membiarkan mereka yang menganiaya ku kemudian nenek datang,tapi sayang nya mereka membela diri sedangkan aku kembali sekarat seperti kemarin"


gadis tersebut kembali bicara dengan suara yang begitu tenang namun terdengar sangat menekan, tidak membuang pandangannya pada nenek muda Alister, membiarkan wanita tersebut berpikir dengan baik soal apa yang di ucapkan nya.


"Aku sudah sekarat untuk waktu yang lama, baru kembali dari tidur panjang lalu kenapa harus mau di perlakukan tidak adil lagi oleh mereka?"


"dan jangan lupa kembalinya aku kali ini bukan untuk mengalah melainkan mengambil apa yang menjadi hakku termasuk apa yang pernah seseorang ambil di masa lalu"


Lanjut nya lagi kemudian dengan suara yang begitu dingin dan mengerikan, membuat nenek muda Alister terdiam.


Lunara terlihat meremas telapak tangan nya dan Silvia tampak menatap terkejut mendengar ucapan Cleopatra.