The twin's Mask

The twin's Mask
Dalam kemarahan



Kembali ke sisi Bams dan Sheena


Restoran xxxxxxxx


pusat kota.


Sky Andaram begitu memarkirkan mobilnya di area parkiran restoran yang ada di hadapannya tanpa berpikir dua tiga kali langsung mematikan mesin mobilnya dan turun dengan terburu-buru dari dalam mobilnya tersebut kemudian masuk ke dalam restoran yang ada di hadapannya dengan gerakan cepat.


laki-laki tersebut mengeratkan kedua rahangnya di mana bola api kemarahan tampak terlihat dari balik bola matanya saat ini, bayangkan saja bagaimana perasaan laki-laki itu saat dia tahu Bams membawa calon istrinya malam-malam menuju ke arah restoran tanpa izin darinya.


kini dia melangkahkan kakinya menuju ke dalam restoran tersebut dan menatap ke arah dalam di mana dia ingin tahu ke mana laki-laki tersebut membawa calon istrinya, dan syukurnya begitu dia memasuki pintu restoran tersebut bisa dia lihat Bams tengah menyerahkan sebuah kotak beludru berwarna hitam ke arah seorang pelayan.


bola mata laki-laki itu sejenak menatap ke arah setiap sudut restoran tersebut, sejenak dia menaikkan ujung alisnya dan laki-laki tersebut menebak sepertinya malam baru saja melakukan lamaran kepada Sheena.


"Kau benar-benar ingin cari mati " Sky Andaram mengumpat.


apa yang dibicarakan oleh kedua orang tersebut dia tidak tahu yang jelas Sky Andaram melangkah secara perlahan menuju ke arah Bams dan juga Sheena, dia mencoba untuk meredam kemarahannya saat ini karena dia yakin jika dia tidak berusaha meredam kemarahannya maka dia pastikan malam ini mungkin Bams pasti babak belur karena dirinya sebab dia tidak suka memberikan toleransi kepada siapapun saat apa yang berharga menjadi miliknya ini direbut oleh orang lain dan hal tersebut terlalu menjijikan untuk diri nya.


begitu dia melangkahkan kakinya mendekati Bams dan Sheena bisa dilihat bola mata Bams menatap ke arah dirinya sembari laki-laki tersebut menaikkan ujung alisnya.


"Kau?" Bams mengeluarkan suara terkejutnya menatap dirinya begitu Sky Andaram sudah berdiri tepat di samping Sheena dan juga tepat di hadapan Bams.


laki-laki tersebut jelas terkejut dengan kehadiran sepupunya yang tidak terduga karena dia pikir bagaimana bisa Sky Andaram bisa tahu dia membawa Sheena saat ini.


"aku cukup terkejut kamu datang kemari" Ucap Bams cepat.


Sheena yang menyadari kehadiran sky Andaram Seketika langsung melirik ke arah laki-laki tersebut dengan cepat, menampilkan satu senyuman tipis dibalik bibir nya, dan didetik berikut nya Sky Andaram menggenggam erat telapak tangan Sheena.


"aku lah yang seharusnya terkejut karena kamu membawa Sheena tanpa izin dariku" laki-laki itu bicara dengan cepat sembari menatap tajam pada bola mata sang sepupunya tersebut.


sebenarnya dia ingin sekali marah dan membawa mantan laki-laki di hadapannya tersebut, jika tidak ingat dengan pesan yang disampaikan Sheena kepada dirinya agar dia bergerak dengan elegan dan juga penuh wibawa. ini hanya persoalan kecil saja yang tidak perlu dibesar-besarkan.


Bams kembali menaikkan ujung alisnya saat mendengar apa yang diucapkan oleh Sky Andaram.


"seharusnya untuk membawa tunangan orang lain kau meminta izin dulu dengan calon suaminya dan sepertinya aku pikir kau sedang berusaha untuk membuat lamaran dengan calon istriku" Sky Andaram, dia meneliti seluruh ruangan yang ada di hadapannya dari meja makan barisan pemain musik dan juga sisa lilin yang telah dimatikan serta kotak bludru mendominasi berwarna hitam yang dia jelas tahu isinya adalah perhiasan yang tadi diberikan oleh Bams pada pelayan restoran tersebut yang kini berpindah ke atas meja yang telah dihiasi dengan berbagai macam bunga serta makanan dengan konsep berwarna merah.


percayalah apa yang diucapkan oleh sky Andaram cukup mengejutkan Bams, mendengar kata tunangan dan calon istri membuat dia sedikit mendengus.


"bukankah kamu tidak menyukai Cleopatra sejak dulu hingga kini? aku sebenarnya cukup terkejut saat kamu berkata Cleopatra adalah tunanganmu dan kau akan menikahinya" laki-laki itu bicara sembari meratap tajam ke arah Sky Andaram, dia melangkahkan sedikit kakinya dan membiarkan mereka benar-benar saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya.


mendengar ucapan dari Bams seketika membuat Sky Andaram ikut mendengus.


"seharusnya aku juga yang mempertanyakan hal tersebut, bukankah kau juga tidak begitu tertarik kepada Cleopatra sebelumnya? lalu kenapa tiba-tiba kamu ingin membuat lamaran dengan nya saat ini?" sky Andaram menaikkan ujung alisnya, menunggu jawaban dari laki-laki di hadapannya itu atas pertanyaan yang dia lesatkan barusan.


Sheena bisa merasakan ketegangan terjadi diantara kedua orang tersebut, dia pikir ini benar-benar buruk ketika dua saudara sepupu saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya dan terus membicarakan soal lamaran juga pernikahan serta tarik tidak tertarik pada Cleopatra padahal jelas-jelas dia bukan Cleopatra melainkan Sheena yang menyamar menjadi Cleopatra.


tidak tahu kenapa tapi dia merasa suasana saat ini tiba-tiba menjadi tidak baik-baik saja, apalagi bisa dia lihat tatapan Sky Andaram seolah-olah siap untuk membunuh siapapun yang ada di sekitarnya saat ini dan baginya ini sangat buruk sekali.


siapa yang mengundang Sky Andaram? bagaimana bisa laki-laki tersebut berada di sana? jawabannya jelas sangat simple, dialah yang mengundang laki-laki tersebut melalui pesan.


Bisa ikuti aku sekarang karena Bams membawaku ke arah mana aku tidak tahu.


pesan yang dia sampaikan pada laki-laki di sampingnya tersebut begitu padat dan juga ringkas, dia ingin Sky Andaram mengejar keberadaan mereka karena sedikit banyak gadis tersebut cukup takut ke mana Bams akan membawanya namun nyatanya dia cukup terkejut laki-laki itu membawanya ke restoran dan membuat sebuah lamaran fantastis untuk dirinya, dia pikir ini benar-benar luar biasa.


mendengar pertanyaan dari Sky Andaram, Bams pada akhirnya menjawab.


"aku melakukannya karena aku mencintainya dan aku pikir kau tidak akan menikahi Cleopatra" jawab lagi-lagi tersebut dengan cepat.


"kau yakin jika apa yang kau lakukan berdasarkan cinta?" Sky Andaram kembali melesatkan tanyanya pada laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.


mereka masih terus saling berhadapan antar satu dengan yang lainnya sembari membiarkan kedua bola mata mereka saling bertemu, tatapan mata mereka jelas saling mengintimidasi dan terlihat ketidak ingin'an mereka untuk saling mengalah menguat antara satu dengan yang lainnya. diyakinkan jika kedua orang itu tidak akan pernah mau saling melepaskan atas apa yang telah menjadi milik mereka atau apa yang akan menjadi milik mereka.


"Apa?" laki-laki itu bertanya sembari menatap tajam wajah sang sepupunya tersebut.


"aku tidak yakin kau melamar Cleopatra atas dasar cinta, kau hanya tidak tahu sebenarnya ke mana hatimu ingin berlabuh dan yakinlah kau menginginkan Cleopatra saat ini karena dia memiliki kepribadian yang sama seperti Cassandra hingga membuatmu menginginkan dia dan berniat melamar nya" Ucap Sky Andaram panjang lebar.


dan percayalah apa yang diucapkan oleh Sky Andaram mengejutkan Sheena.


Bams tampak diam.


"seharusnya sasaranmu bukan Cleopatra, seharusnya kau kembali pada Cassandra untuk meyakinkan dirinya" Lanjut Sky Andaram lagi kemudian.


"kau terlalu pengecut dengan keadaan dan kamu melamar Cleopatra hanya karena kamu merasa aku tidak pantas mendapatkan nya, berhenti lah membuat kesepakatan dengan perempuan itu di mana kau berharap perempuan itu mendapat kan ku dan kamu mendapatkan Cleopatra, kau sedang ingin berurusan dengan orang yang salah" setelah berkata seperti itu Sky Andaram pada akhir meraih Sheena dan membawanya untuk segera beranjak dari sana.


*****


Kembali ke kediaman Jack Johnson.


bayangkan bagaimana ekspresi Jack Johnson saat ini ketika dia berada Cleopatra yang telah terbangun di atas kasurnya, bola matanya perempuan itu benar-benar terbuka dengan sempurna di mana Cleopatra menetap balik wajahnya dengan bola mata berkaca-kaca.


jangan ditanya bagaimana perasaan laki-laki tersebut, dia secepat kilat langsung memeluk tubuh Cleopatra tanpa berpikir banyak, bagaikan sebuah mimpi ketika dia melakukan hal tersebut dan menatap sang istri telah sadar dari tidur panjang nya.


tidak menyangka jika perempuan itu benar-benar telah terjaga dari posisinya dan membuat laki-laki itu kehilangan kata-katanya untuk waktu yang cukup lama. dia berusaha untuk menikmati momen berharga kesadaran Cleopatra yang terjaga dengan sempurna.


jangan ditanya bagaimana perasaan hatinya saat ini yang jelas dia rasanya benar-benar ingin meluapkan kesenangan dan kebahagiaannya secara terang-terangan kepada semua orang ketika dia tahu Cleopatra benar-benar telah sadar dari tidur lelapnya.


pada akhirnya setelah cukup lama dia memeluk perempuan tersebut di mana Jack Johnson sadar Cleopatra masih belum mendapatkan kesadarannya dengan sempurna dan juga tubuhnya belum benar-benar dalam kondisi yang baik, dia langsung menghentikan pelukannya karena takut perempuan itu kesulitan bernafas karena sifatnya yang mungkin berlebihan menyambung sadarnya perempuan tersebut.


"Maafkan aku" laki-laki itu bicara sembari menghapus air matanya, dia memperbaiki posisi Cleopatra yang jelas masih belum bisa menggerakkan seluruh otot-otot tubuhnya baik pada tangan tubuh dan kakinya.


tubuh perempuan itu masih cukup mengejang karena dalam waktu yang lama dia tidak pernah menggerakkan kaki tangannya karena tidur panjangnya membuat semua otot atau sendi dan tulangnya menjadi menegang. apalagi sisa kecelakaan kemarin jelas terasa tidak baik-baik saja di mana beberapa bagian tubuhnya yang sempat dinyatakan lumpuh membuat dirinya cukup kesulitan untuk menggerakkannya.


"ingin mengatakan soal sesuatu?" Jack Johnson bertanya kepada istrinya yang sejak tadi menatap dirinya dengan bola mata berkaca-kaca.


dia membenahi posisi istrinya agar bersandar di bagian atas kepala ranjang kepada bagian bantal yang membuatnya bersandar dengan nyaman, sehingga membuat perempuan itu cukup enak berada dalam posisinya dan menatap Jack Johnson suami nya saat ini.


karena dia masih sulit untuk menggerakkan seluruh bagian tubuhnya, perempuan itu hanya menggerakkan bola matanya ke kiri dan ke kanan yang menyatakan dia tidak ingin bicara apapun saat ini, Cleopatra hanya menampilkan seolah senyuman tipis dari balik bibirnya.


Jack Johnson meraih telapak tangan perempuan itu dengan gerakan hati-hati dan dia mencium punggung tangan Cleopatra beberapa kali dengan perasaan penuh bahagia serta sukacita.


"tidak perlu bicara karena kondisimu baru saja bangun dari tidur yang panjang, cukup melihatku dan mendengarku bicara karena ada banyak sekali hal-hal yang ingin aku ceritakan padamu saat ini" laki-laki itu bicara dengan antusias dalam kebahagiaannya sembari terus menggenggam tangan istrinya.


"kau tahu lunara telah hancur bersama antek-anteknya, aku berulang kali menceritakan hal ini selama kamu tertidur lelap, itu membuatku sangat lega sekali saat tahu dia pada akhirnya hancur bersama kepongahan dan keserakahannya" dan laki-laki tersebut mulai bercerita kembali, lagi dan lagi berulang kali tanpa bosannya.


"nenek muda Alister ternyata terlihat dan dia juga terseret ke penjara karena ternyata dalang dibalik semua hal juga kematian beberapa orang dan kematian daripada ayah Jiang Alister juga kecelakaan yang menimpa mu adalah dirinya, awalnya cukup ragu jika nenek muda alis terlibat di dalam kecelakaanmu tapi ini benar di luar pemikiran dan aku cukup terkejut dengan segala hal yang ada, nenek muda alister ingin menguasai Alister group secara halus dan diam-diam" lanjut laki-laki itu lagi.


"dan ayah yang telah dicelakai kembali sadarkan diri, aku juga terkejut karena nenek tua Alister berkata tidak ada lagi harapan untuk ayah atas peristiwa yang menimpanya malam itu di mana ayah juga koma untuk waktu yang cukup lama di bawah pengawasan lunara sehingga pada akhirnya berganti tangan di bawah pengawasan nenek tua Alister "


Cleopatra hanya mendengarkan cerita dari sang suaminya sembari dia sesekali mengedipkan bola matanya tanda mengerti dan mendengar cerita dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut. Dia masih berusaha untuk membiasakan mulutnya bicara, karena dia masih berpikir jika dia cukup sulit untuk menggerakkan rahang-rahangnya saat ini.


"kau tahu aku sama sekali tidak tahu jika kamu mengalami kecelakaan yang begitu parah, setiap kali ingin bertemu denganmu Lunara selalu menghalangiku, bahkan aku cukup kesulitan untuk menghubungi kamu, tapi setiap kali aku merasa putus asa dan merindukanmu aku ingat pesan-pesan yang disampaikan olehmu, memajukan perusahaan dan membentuk perusahaan sendiri kemudian membawamu pergi dari kehidupan Alister, membuat keluarga kecil kita dan melupakan tentang kekuasaan di keluarga Alister, maka setiap kata-kata yang kamu ucapkan dan peringatkan kepadaku membuatku terus berusaha bersemangat untuk membuat perusahaan kita, rasanya tidak mudah dan berulang kali aku menangis di dalam diam, mencoba meyakinkan diri jika semua akan baik-baik saja" dan laki-laki itu kali ini bercerita panjang lebar tentang dirinya, sesekali dia berusaha untuk menahan tangisannya sembari menatap dalam bola mata istrinya untuk beberapa waktu.


"dan ketika aku tahu hal yang buruk terjadi padamu kau tahu Cleo? aku rasanya benar-benar ingin mati hari itu juga dan aku kehilangan cara bernafas dengan baik dan benar" lanjut laki-laki itu kemudian.


dia menghentikan kata-katanya dan mencoba untuk menetralisir perasaannya, terlalu cengeng memang bagi seorang laki-laki untuk menangis tapi terkadang dia tidak mampu untuk menahan tangisannya. dan di tengah perasaan yang kacau balau dan juga kesedihannya yang bercampur aduk menjadi satu secara perlahan jemari jemari Cleopatra diangkat dengan paksa di hadapan Jack Johnson, perempuan itu secara perlahan menyentuh wajah Jack Johnson dengan tatapan bola mata yang berkaca-kaca.


"Semua..... baik-baik.... saja" dan sangat sulit sekali untuk Cleopatra berkata seperti itu, tapi setidaknya dia senang dia sanggup mengatakan hal tersebut sembari menghapus sedikit sisa air mata yang tumpah di salah satu pipi suami nya.


Dan percayalah apa yang dilakukan oleh Cleopatra seketika membuat Jack Johnson terkejut dan bahagia.